
Kini satu bulan kemudian, Anindita sudah bisa melakukan aktivitas apapun, termasuk dalam mengurus kedua anaknya, Tapi kenapa Ayra sangat tidak suka dengannya.
"Ayra udah makan nak" Tanya Anindita
Tidak ada jawaban Anindita hanya diam saja menatapnya, Ada apa sebenarnya, mengapa seperti ini, baiklah mungkin memang tidak ingin berbicara dengannya.
"Ayra kenapa, Aku ajak bicara bahkan tidak mau" Kata Anindita
"Dia cemburu,ketika waktuku hanya untuk kalian" Kata Hendry
"Jadi begini, ini masih Randy umur 1 bulan loh bagaimana kedepannya, oke Ayra dan Randy adalah anak kandung mu, apa salah jika kamu bersama Randy, Mungkin kita pisah saja mas, agar Ayra tidak kehilangan kasih sayang seorang ayahnya, Dan Randy akan aku yang mengurusnya,suatu saat nanti aku akan memberikan dia pengertian" Kata Anindita
"Aku gamau, Kita harus tetap bersama, membesarkan anak-anak kita, Ayra maupun Randy" Kata Hendry
"Aku yang gak bisa, cukup waktu aku hamil Randy kamu yang menyakitiku, sekarang Ayra saja tidak menerima kehadiran kami, bagaimana aku bisa melanjutkan pernikahan kita" Tanya Anindita
Perdebatan panjang antara Anindita dan Hendry, Dan Pada akhirnya Hendry tetap mempertahankannya, mungkinkah kurang sabar Anindita selama ini.
"Cukup tidak perlu dijawab mas, aku tau jawabannya" Kata Anindita
"Seharusnya kamu bisa menerima Ayra sebagai anak kamu, kalau menerima saya sebagai suami kamu makan harus kamu menerima Ayra, menyayanginya seperti putri kandung kamu sendiri" Kata Hendry
"Selama kita setahun menikah, apa aku pernah memperlakukan Ayra yang tidak enak mas, bahkan aku menganggap Ayra sebagai anakku tidak ada niatan untuk membedakan Ayra ataupun Randy nantinya,tapi Ayra setelah kepulangan Mamanya dia menjadi berubah, dia sangat tidak respect denganku, bahkan terlihat cemburu kepadaku, apalagi saat dia tau bahwa akan dia mempunyai adik, dia sangat menjauhiku apa mas sadar, mas jangan bisa menyalahkan aku saja, selama ini kurang mas, bukan aku yang memaksa kamu untuk menikah denganku tapi orang tua kita, entahlah mas aku capek dengan kamu, terserah apa yang kamu lakukan" Kata Anindita
Kini Hendry tidak bisa berkata-kata, Yang dikatakan Anindita benar, semenjak kepulangan Mamanya Ayra sungguh berubah, apalagi kini dia bersamanya, Hendry jadi khawatir apabila Ayra benar-benar dipengaruhi oleh mamanya, Anindita meninggalkan Hendry yang masih diam ditempat, Anindita membaca pesannya bahwa sahabatnya akan menikah, Terpaksa dia harus kondangan bersama suaminya.
"Nanti malam temani aku kondangan mas" Kata Anindita
"Randy sama siapa dirumah" Tanya Hendry
"Kan ada mama, kita titipkan ke mama, hitung-hitung kita jalan kan selesai kondangan " Kata Anindita
Sedangkan ditempat lain, Ayra asik bermain dengan Fina, ya Fina adalah mama kandung Ayra, mengapa mereka berpisah karena Fina yang meninggalkan Hendry terlebih dahulu.
"Mama Abi udah gak sayang Ayra, Ayra mau ikut mama" Kata Ayra
"Abi kamu berubah,pasti gara-gara istri barunya, apalagi sekarang kamu punya adik, ya Abi kamu tambah sayang ke istrinya sama anaknya lah, dan Umi barumu juga akan sayang ke anaknya bukan sayang ke kamu lagi" Kata Fina
"Ayra mau ikut mama" Kata Ayra
"Baguslah mending Ayra ikut mama, mama lebih sayang Ayra dibandingkan umi dan Abi Ayra" Kata Fina
Fina dia akan menikah lagi, Tapi Ternyata nantinya kebalikannya, Fina akan lebih sayang pada anaknya dengan suaminya, bahkan Ayra akan terlantarkan.
Tito menghampiri Fina dan anaknya, Tito memang menyukai anak kecil, dia juga punya anak laki-laki yang berusia 17 tahun dan anak perempuan berusia 12 tahun, Tito dia Berusia 36 tahun, ia tau bahwa Fina berusia 28 tahun, jadi tidak masalah, Tito dan istrinya mereka menikah muda, 18 tahun umur Tito saat menikahi Lusi yang berusia 16 tahun dan saat Arga lahir ia Berusia 19 dan Lusi 17 tahun, kenapa dulu mereka memilih menikah muda? karena orang tuanya tidak ingin sampai terjadi apa-apa hingga mereka dinikahkan.
"Mas Tito sini mas, aku lagi main sama Ayra" Kata Fina
__ADS_1
Fina tau bahwa Tito menyukai anak kecil,maka dari itu dia Mengajak Ayra untuk bermain.
"Sayang ini calon papanya Ayra, Ayra mau punya papa seperti om ini" Kata Fina
Ayra menatap Tito, dan Tito tersenyum kearahnya, lalu Ayra memeluk Tito.
"Namanya Ayra ya sayang, panggil om papa Tito ya" Kata Tito
"Baik papa Tito" Kata Ayra
Pernikahan Fina dan Tito seminggu lagi akan dilaksanakan, Anak-anak Tito sangat menyukai Fina karena selama ini mereka kurang kasih sayang ibu, karena saat melahirkan putrinya ibunya terlebih dahulu tiada.
"Anak-anak kok gak mas ajak sih" Kata Fina
"Dia dirumah sama neneknya " Kata Tito
"Mama, jadi Ayra punya Abi dan papa" Tanya Fina
"Iya sayang, kamu punya mama dan umi dan Abi dan papa" Kata Fina
"Apakah mantan suami kamu sudah tau, bahwa kamu akan menikah " Tanya Tito
"Aku akan memberitahukan,lagian dia sibuk sama istri barunya" Kata Fina
"Beritahukanlah mereka, agar mereka datang" Kata Tito
Arga Alvian Putra Artito
Arista Titiana Putri Artito
Ayra kini bersama Mama dan Papanya, Hendry tidak ambil pusing toh percuma akan membuat mereka ribut, ia segera Mengajak Anindita pulang, Lama-lama disini sangat tidak nyaman.
Dirumah Tito
"Rista papa punya temen nih, Sekarang kalian satu kamar ya sama Ayra" Kata Tito
"Baik pa Rista mau" Kata Arista
"Makasih anak cantik" Kata Fina
Fina kini menjadi ibu dari 3 anak, Untungnya anak-anak mas Tito menerimanya,dan bisa menerima Ayra juga, kalau tidak bisa ya terpaksa ia mengembalikan Ayra.
"aku gamau menunda punya anak ya sayang" Kata Tito memeluk Fina dari belakang
"Iya mas secepat ya kita program " Kata Fina
Tito sangat mencintainya, Bahkan apapun untuk Fina ia lakukan, Kini mereka pun sedang berdua-duaan di kamar, sedangkan Arista bermain dengan Ayra, sedangkan Arga sedang berada bersama teman-temannya,ia tidak ingin berpacaran walaupun banyak wanita yang mendekatinya, kini Arga berusia 17 tahun dan memasuki kelas 3 SMA, setelah lulus dia akan berpacaran.
__ADS_1
"Gila mama Lo masih muda bet" Kata Hary
"Apaan sih, ya biarlah yang penting cocok dengan papa" Kata Arga
"Lo gamau nyari cewek ga" Kata Fandy
"Setelah Lulus gue cari" Kata Arga
Ada satu perempuan yang Arga incar, Namanya Claudia Hasna Felicia Hermawan , Dia bersekolah di SMA lain, Dia tergolong pendiam, maka dari itu Arga ingin mendapatkan dirinya , Arga memang terkenal Bad boy,siapa yang tidak tau dengan arga, ketua Genk, ketua OSIS, ketua tim basket, ketua tim voli juga, bahkan dia sering ikut lomba hingga menang, dia meraih beberapa penghargaan dan prestasi dalam non akademik maupun akademik, itulah yang membuatnya di sukai banyak wanita.
Tapi Arga juga mengincar Teman sekolahnya yang beda kelas ralat adik kelasnya, dia ketua PMR di sekolahnya, Namanya Amanda Permata Salsabila Mayesha Garvi, Dia berusia 15 tahun yang masih kelas 1 SMA, dia tertarik waktu dia melihatnya awal MPLS, Benar saja Arga akan menaruh hatinya untuk dia, pilih mana Antara Claudia Atau Amanda, Dan Amanda pun tidak menyadarinya, begitupun Claudia, Claudia dan Arga hanya sekali bertemu saat ulang tahun sekolahnya dan itupun Arga diundang kesana, dia menyambut Arga dan perwakilan sekolah lain saat itu, Arga Dan Olive adalah duta sekolah maka dari itu dia sangat populer, Yang laki-laki mengidamkan olive, yang perempuan mengidamkan Arga, Sudah tampan, berprestasi banyak yang ngantri juga.
Keesokan Harinya, Pelajaran telah usai Arga menatap Gadis yang duduk di halaman sekolah,apa yang ia tunggu, Arga pun mendekatinya bukan bermaksud modus tapi Arga kasihan dia sendirian.
"Apa yang kamu tunggu dek" Tanya Arga
Amanda menoleh ke arah suara itu ternyata Arga, sang duta sekolah dan sang primadona sekolah, Kenapa Arga malah menghampirinya tidak langsung pulang saja.
"Maaf kak, Saya menunggu jemputan" Kata Amanda
"Daripada lama, kakak antar aja yuk, sekalian mungkin arahnya sama" Kata Arga
"Jangan kak, Amanda takut Merepotkan kak Arga" Kata Amanda
"Santai aja, ayo atau mau saya tinggal" Kata Arga
Arga Segera meninggalkan Amanda,dan menuju motornya, Arga mengenakan motor sport dan daripada menunggu lama ia memilih ikut bersama Arga, Arga tersenyum melihatnya, ia mengantarkan Amanda sampai depan rumahnya.
"Makasih kak, maaf kalau Amanda merepotkan kakak, hati-hati dijalan ya kakak" Kata Amanda
"Istirahat, Saya pulang dulu" Kata Arga
Kepergian Arga, Amanda langsung masuk kerumah, begitupun Arga ia langsung pulang,namun ditengah perjalanan ia melihat Claudia dengan motornya, kenapa lagi.
"Hai Claudia kenapa" Tanya Arga
"Ini motor saya mogok" Kata Claudia
"Yaudah saya punya temen yang kerja di bengkel,biar motornya kamu dibenerin dia, dan kamu pulang saya antar" Kata Arga
"Jangan ga, saya bisa pulang sendiri gak perlu repot-repot " Kata Claudia
"Mau sampai kapan, nungguin disini" Tanya Arga
"Sampai kapanpun " Kata Claudia
Arga menghela nafasnya, ternyata gadis didepannya ini sangat Cuek dan jutek, begitupun ia keras kepalanya, Arga pun segera meninggalkannya daripada dua mengomel.
__ADS_1