Cinta Ataukah Permainan?

Cinta Ataukah Permainan?
Arga Dan Amanda


__ADS_3

Di sekolah Gempar beredar berita bahwa Arga dan Amanda pulang berboncengan, Dan Amanda diantar pulang oleh Arga, si ketua OSIS idaman para wanita, membuat para fans Arga tidak terima, Banyak wanita yang ingin dekat dengannya kenapa Amanda yang terpilih, membuat mereka kesal pada akhirnya.


" Lo beneran bro, Amanda Lo anterin pulang" Tanya Hary


"Gila bisa-bisanya Lo" Kata Fandy


"Berisik Lo, apa salahnya gue anterin Amanda, kasihan tau kemarin nungguin jemputan " Kata Arga


"Tapi sekarang Lo jadi bahan berita, para fans Lo heboh" Kaga Fandy


"Kenapa Lo gak ajak pacaran aja si Amanda" kata ya Hary


"Lah Lo kagak mikir, Amanda masih kelas 1 ya kali gue ngajak dia pacaran, kalau dia udah kelas 2 gitu" Kata Arga


Kini Fans Arga berdatangan, Membawa kotak makan, sepertinya untuk sarapan, Arga hanya menatap ketiga gadis itu,ya mereka adik kelasnya.


"Ada apa" Tanya Arga


"Ini kak kita bawain sarapan, sama makan siang buat nanti" Kata Vita


"Terimakasih sebelumnya tapi gak usah repot-repot,saya bisa beli di kantin" Kata Arga


Arga memberikan kode agar Hery dan Fandy menerima ketiga bekal adik kelasnya itu, lalu Arga meninggalkan mereka, Kini Arga melihat bahwa Amanda tengah berdebat dengan kakak kelas Sepertinya kelas 2, dan Arga mendengar bahwa si adik kelasnya bicara jangan mendekat Arga lagi, Arga Segera menghampirinya.


"Cukup, Lo apaan sih, Apa maksudnya Lo nyuruh Amanda biar gak deket-deket sama Gue" Kata Arga


Ya perempuan dua itu adalah Anisa dan Syifa, Anisa menatap Arga yang terlihat menatap tajam ke arah dirinya,lalu Amanda hanya menundukkan kepalanya.


"Gue tegaskan sama kalian, gak usah kalian ganggu Amanda, toh saya dan Amanda gak ada hubungan apa-apa,lalu apa urusannya dengan kalian kalaupun saya dekat dengan Amanda, kalau kalian keberatan apa juga alasannya, kita gak ada hubungan sama sekali dan kenapa kalian berbicara seperti itu dengan Amanda" Tanya Arga


"Aku gamau kak, kamu didekati perempuan lain" Kata Anisa


"Kita gak ada hubungan apa-apa Anisa jadi mohon pengertiannya " Kata Arga


Arga memberikan kode kepada Amanda, agar segera meninggalkan mereka dan memasuki kelas, Kali ini dia sangat beruntung karena Arga yang membelanya, Bahagia sekali bukan.

__ADS_1


"Kalau Lo berdua mau jadi pacar gue, gue tunggu pas gue udah lulus, Lo boleh dah berebut" Kata Arga


Arga meninggalkan keduanya, Arga sangat heran mengapa mereka terlalu merebutkan dirinya, apa yang mereka lihat dari seorang Arga ini sih, Menyebalkan sekali.


"Kak Arga, kenapa kakak sama Amanda sih, kenapa gak sama aku aja" Kata Safira


"Apa maksudnya, Saya gak sama Amanda Safira" Kata Arga


Lagi-lagi dia harus menghadapi ini semua, oke mungkin memang mereka suka sekali kepo, di kelas pun begitu, satu cewek bernama Anggita dia mendekati Arga, Arga hanya menatap dirinya tidak suka, kenapa harus dekat-dekat dengannya sih.


"Ga kenapa harus Amanda si, Aku loh lebih dari Amanda, cantik iya, seksi iya apa kurangnya aku, sampai kamu memilih Amanda " Kata Anggita


"Anggita,apa sih saya gak ada memilih siapapun, maupun kamu atau Amanda, karena kita berteman,apa saya harus memilih, nanti setelah saya lulus saya akan memilih siapa yang akan saya jadikan teman hidup saya" Kata Arga


"Semoga saja aku ya ga, aku berharap banget " Kata Anggita


"Sudah ada yang mengaturnya,kita tidak tau siapa jodoh kita" Kata Arga


"Kenapa sih ga, kenapa kamu gak pernah membuka hati kamu, 3 tahun loh gak aku menyimpan perasaan ini, tapi kamu gak pernah sadar" Kata Anggita


Kini Jam Pulang sekolah telah selesai, Arga langsung pulang, ternyata Amanda juga sudah dijemput dirinya bisa pulang, Ketika akan meninggalkan halaman sekolah ia mendapatkan pesan dari Claudia, mengajaknya untuk bertemu di cafe, ada apa sebenarnya, Arga pun mengiyakannya.


Sesampainya di Cafe ia langsung menemui Claudia, Untungnya dia memakai jaket, jadi tidak terlihat bahwa dirinya masih SMA, Claudia menunggu kedatangan Arga.


"Ada apa clau" Tanya Arga


"Arga, Aku sedih karena setelah lulus aku mu dijodohin, bahkan akan dinikahkan terlebih dahulu" Kata Claudia


Arga tidak bisa berkata-kata, perempuan yang ia sayangi kini akan dijodohkan, apabila memang mereka tidak jodoh baiklah,Arga ikhlas melepaskannya.


"Apapun itu, lebih baik kamu mengiyakannya" Kata Arga


"Tapi aku belum siap ga, bagaimana kedepannya menjalani kehidupan berumahtangga" Kata Claudia


"Suamimu pasti membimbing kamu, Terimalah jangan sampai dia kecewa" Kata Arga

__ADS_1


Claudia dia tergolong sederhana, Jadi mungkin untuk melanjutkan pendidikannya orang tuanya menyuruh dia untuk menikah saja, dan akhirnya dijodohkan.


"Sudah ya, semoga bahagia" Kata Arga


Arga pun meninggalkan Claudia, Tepat di pintu ia menabrak seseorang, Arga pun menatap gadis yang di depannya, ternyata Amanda,ada urusan apa disini.


"Maaf saya gak sengaja" Kata Arga


"Loh kebetulan kak Arga disini, Yuk kak temenin Manda makan" Ajak Amanda


"Tapi saya harus pulang Amanda" Kata Arga


"Sebagai tanda terimakasih kak, untuk kemari dan tadi" Kata Amanda


Arga tidak enak hati menolaknya, Arga pun mengiyakannya,mereka duduk tepat di samping meja Claudia, Claudia menatap tidak suka kearah Amanda, Amanda enjoy saja toh dia untuk makan bukan untuk berkelahi.


"Oh ya kak, kan sebentar lagi ada lomba,udah ada ide mau lomba apa" tanya Amanda


"Iyaa sudah, mungkin nanti dirapatkan terlebih dahulu " Kata Arga


Selesai makan mereka pun langsung pulang,tapi Claudia tetap disitu, betah sekali dirinya disitu tidak ingin pulang apa bagaimana, Arga sungguh bingung disisi lain ia harus melepaskan Claudia karena dirinya sebentar lagi akan menikah,tapi melihat dia sendiri dia tidak tega, tapi bodoh amat sekarang ada Amanda tidak mau Amanda mengira yang aneh-aneh nantinya.


Sesampainya Dirumah Arga disambut oleh Mama barunya,mama Fina, Arga harus ramah kepadanya kalau tidak bisa dimarahin papanya.


"Sore ma, kok udah dandan aja ma" Kata Arga


"Mama mau ke supermarket bentar" Kata Fina


"Oke ma dilanjutkan,Arga mau istirahat" Kata Arga


Fina langsung menuju supermarket, Bingung harus ngapain, mungkin mereka akan segera program hamil, karena Tito sudah menginginkan anak darinya.


Sedangkan Dirumah Claudia, Orang tuanya tengah mempersiapkan persiapan untuk lamaran, Senang atau tidaknya penting orang tuanya senang, walaupun Claudia harus memendam perasaannya.


Ingin sekali melanjutkan Karirnya,tapi orang tuanya memaksa dirinya harus menerima perjodohan ini dan menikah, Baiklah jika ini takdirnya Claudia akan menjalaninya dengan senang hati.

__ADS_1


__ADS_2