
Anindita masih menolak suaminya,mengapa cukup sakit yang ia rasakan, perkataan suaminya menyakiti hatinya, sangat tega bahkan usia kandungannya yang memasuki bulan ke 8 dan 1 bulan lagi anak kami lahir ke dunia tapi ayahnya sendiri tidak percaya dengannya, Anindita duduk di sofa ia Mengelus perutnya dan Hendry menghampirinya ia duduk sampingnya.
"Pulanglah Kasihan ayra" Kata Anindita
"Pulanglah denganku, Kita besarkan anak-anak kita bersama" Kata Hendry
"Maaf mas aku gak bisa, biarkan aku membesarkan anak ini sendirian,karena dia adalah anakku bukan anakmu" Kata Anindita.
"Jangan bicara seperti itu, ini anak kita sayang" Kata Hendry
"Untuk apa anak kita, toh ayahnya sendiri tidak percaya" Kata Anindita
8 Bulan kehamilannya, semakin hari semakin aktif, keputusan Anindita telah bulat, ia ingin hidup sendiri bersama anaknya, biarkan Hendry membesarkan Ayra dirinya akan membesarkan anaknya sendiri.
"Sama mama saja ya nak, papa gak mau ada kamu" kata Anindita
Sungguh sedih ketika Anindita mengatakan hal itu, Bagaimanapun Anindita hamil anaknya,tapi kesalahannya cukup fatal hingga Anindita tidak bisa memaafkannya.
Setiap hari mereka bersama,dirumah Keluarganya, Hingga kini usia kehamilannya memasuki bulan ke 9, semalam Anindita sudah merasakan nyeri, Mungkinkah anak ini akan segera lahir.
Anindita meringis kesakitan dan Hendry langsung menghampirinya, Hendry mengelus perutnya Namun rasa sakit semakin terasa, Hendry segera membawa Anindita untuk kerumah sakit.
sesampainya Dirumah sakit ternyata, Anindita sudah pembukaan lengkap, Dan 15 menit kemudian Putra mereka lahir dengan selamat, Anindita tersenyum kini dirinya menjadi ibu, Bayi mungil ini adalah putranya,selama kontraksi ataupun kelahiran putra mereka Hendry selalu menemaninya, Bahkan Hendry menyaksikan bagaimana kelahiran putranya,kini dirinya Mengadzani putranya, sungguh kebahagiaan kini hadir ditengah pernikahan mereka.
Bolehkah Anindita egois, ia tidak ingin anaknya kehilangan sosok papa, ia ingin tinggal di kota apakah Hendry menyetujuinya.
Kini Anindita telah dipindahkan ke ruang rawat inap, Dan bayinya kini berada disampingnya, Anindita mengendong Putranya,putra pertama.
"Ganteng banget, Mirip Papa mata dan hidungnya, Bibirnya mirip mama ya nak" Kata Anindita
"Dia tampan ya, terimakasih sudah melahirkan putra yang sangat tampan ini, Kamu adalah segalanya bagiku" Kata Hendry
__ADS_1
"Bolehkah aku meminta satu hal" Tanya Anindita
"Apa yang kamu minta" Tanya Hendry
"Aku mau balik sama mas, tapi aku mau kita tinggal disini" Kata Anindita
"Baiklah mas akan segera mengurusnya" Kata Hendry
Randy Kalandra Juan Pratama Akbar, Ya namanya,dia adalah putra pertama Abdullah Hendry Alandra Akbar dan Anindita Riris Divya E, Keluarga Hendry telah dapat kabar bahwa menantunya telah melahirkan putra pertamanya, Semoga tidak ada perbedaan antara kasih sayang Ayra dan Randy, karena mereka adalah sama-sama anaknya Hendry.
Sedangkan Dirumah Farah, Ia langsung berlari memeluk suaminya, Kelvin pun heran dengan sikap Farah selama hamil, Farah semakin manja, semakin ingin dekat dengannya, Tapi Kelvin pun memakluminya, Karena Farah sedang hamil anak pertama mereka mungkin ini bawaannya bayi, Kini Kelvin sudah mulai perduli dengannya, dan dimana Tiara? Tiara sudah menikah dengan sahabat Farah, tidak diduga bukan.
"Aktif banget ya" Kata Kelvin
"Jangan kemana-mana biarkan seperti ini" Kata Farah
"Sayang mas mau kerja" Kata Kelvin
"Mas gak boleh kerja" Kata Farah
Usia kandungannya pun memasuki bulan ke 7, Farah semakin ingin manja dengan suaminya, Ia memeluknya bahkan tidak ingin lepas.
Farah Mengelus perutnya yang buncit, bahagia dan tidak sabar menunggu kelahiran anak pertama mereka, Kelvin pun juga tak sabar menantinya, kira-kira mirip siapa ya.
Sedangkan Tiara, Aldi selalu sibuk dia selalu diabaikan ingin sekali berada di pelukan Kelvin ketika sedih, namun Kelvin adalah suaminya Farah, mana mungkin ia ingin merusak pernikahan mereka.
"Hei kenapa nangis, Maaf kalau aku terlalu sibuk" Kata Aldi
"Aku merasa diabaikan disini, Jikalau kamu tidak mencintaiku kenapa Menikahi aku di kenapa" Kata Tiara.
"Bersyukurlah kalau saya sudah Menikahi kamu" Kata Aldi
__ADS_1
"Apa yang harus aku syukuri, mendapatkan suami yang jarang dirumah dan tidak peduli denganku"}¢√¢ Tiara
"Tiara kamu salah paham" Kata Aldi
"Apanya salah paham, yang ada kenyataannya seperti itu, lalu kamu anggap aku apa, hanya boneka yang bisa menjadi permainan mu" Kata Tiara
Tiara menangis, sungguh miris kehidupannya,tidak jadi menikah dengan Kelvin,dia malah mendapatkan Aldi yang super cuek, ia sadari Penikahannya masih tergolong baru , tapi bukan seperti ini caranya.
Aldi yang melihatnya pun tidak tega, bagaimanapun Tiara disini sendirian, keluarganya ada di provinsi lain, dia yang harusnya bertanggungjawab tapi kenapa membuatnya menangis.
Aldi Wishaka Ziandru Shankara, Pria berusia 27 tahun itu, Dia adalah seorang CEO, suaminya Tiara,siapa sangka Tiara akan dinikahi oleh Aldi.
"Al aku ingin pulang,aku kangen mama papa" Kata Tiara
"Jangan pulang,disini saja" Kata Aldi
"Aku mohon, seminggu saja" Kata Tiara
"Tiara Maaf kalau sikapku membuatmu tersakiti seperti ini, aku tidak bermaksud" Kata Aldi
"Aku mohon, Izinkan aku" Kata Tiara
Aldi memeluk Tiara, Tiara yang tiba-tiba dipeluk lelaki di depannya pun merasa heran, ada apa dengan dirinya, Aldi pun juga ikut pulang Dirumah mertuanya, untuk pertama kalinya setelah Dirinya menjadi menantu dia kesana.
Aldi bingung harus bersikap bagaimana, sedangkan cinta tidak ia rasakan terhadap Tiara, ia menikahi Tiara hanya untuk agar Tiara tidak merusak pernikahan Farah dan Kelvin,tapi selamanya Tiara akan bersamanya mana mungkin dirinya tidak mencintainya,ia harus berusaha membuka hati untuk Tiara.
Tiara jujur dalam hatinya masih ada Kelvin,ia mencintai dirinya, harapan Tiara adalah Kelvin tapi apa boleh buat, Kelvin mengkhianati Tiara bukan mengkhianati tapi ini adalah pilihan orang tuanya.
Kini ada Aldi yang berstatus sebagai suaminya,tapi sikapnya sering membuat Tiara bertanya-tanya, haruskah ia bisa menjalani ini semua, Tapi bagaimanapun ia harus bisa menjalaninya,suatu hari nanti Aldi akan luluh dengan Tiara, Mungkin dengan kehadiran seorang anak di dalam pernikahan mereka akan membuat Aldi luluh.
"Bagaimana saya adalah suami kamu, Saya gak mungkin membiarkan kamu" Kata Aldi
__ADS_1
"Al sikapmu penuh tanda tanya, mungkinkah aku bisa menjalani hari-harinya dengan kamu" Kata Tiara
"Maaf saya akan merubahnya,saya tidak tau harus apa, tapi saya janji saya menjadikan kamu Ratu satu-satunya, Dan Kamu sekarang istri saya, otomatis pendamping saya sekarang dan selamanya, Tiara kita jalani, perlahan kita pasti bisa menerima satu sama lain, dan saling mencintai, untuk sekarang kita perlu masa pendekatan bukan, karena kita tidak pernah kenal sebelumnya,jadi sekarang kita pendekatan dulu ya siapa tau cinta" Kata Aldi