
Dua Minggu kemudian, Kini Rosalina tetap mengejar Arjuna, 2 Minggu dirinya tidak pernah absen menghampiri Pria idamannya itu, Dan ternyata pernikahan Arjuna dan Hana sudah masuk bulan pertama, Bulan depan Kelas akan dimulai, Hana tidak sabar memulai kelas lagi.
Dan selama Satu bulan menjadi istri Arjuna, Mama maupun adiknya tidak memberikan feedback yang baik kepadanya, toh Hana harus harus sabar walaupun banyak lika-liku yang ada, Ketika Arjuna sudah berangkat, tiba-tiba Hana sangat mual, Mungkinkah dia salah makan, Mana mungkin dia salah makan.
Hana mencoba Mengambil Testpack untuk mengecek apakah dirinya hamil atau tidak, Setelah beberapa lama menunggu Hana terkejut melihat hasilnya, Garis dua positif artinya Hana Hamil, Sungguh ini adalah yang Hana harapkan hadirnya seorang anak di pernikahannya.
Hana sungguh bahagia,ia belum berniat untuk memberitahu keluarganya, untuk suaminya dia akan memberitahukan nanti, Sore harinya Arjuna pun pulang, tiba-tiba saja Hana langsung memeluknya.
"Tumben kenapa" tanya Arjuna
"Mas tadi aku testpack nah hasilnya Garis dua positif" Kata Hana
Arjuna pun tersenyum manis menatap istrinya ia langsung menggendongnya, Hana pun tidak ingin di gendong memintanya untuk menurunkannya.
"Besok kita cek ya sayang" kata Arjuna
"Boleh mas, besok mas free" Tanya Hana
"Mas free besok" Kata Arjuna
Kehamilannya di usia 20 tahun dan masih duduk di bangku perkuliahan,tidak Hana ambil pusing, namun Hana sangat bersyukur diberikan Kepercayaan ini.
Sedangkan di tempat lain, Sama Halnya dengan Tristan setelah mengenalkan Riris ke mamanya dan mamanya setuju namun riris menjauhinya, Ia berniat menemui orang tua Riris namun Riris menolaknya, Ada apa sebenarnya, Mungkinkah Riris menemukan tambatan hati lainnya.
"Aku belum siap" kata Riris
"Kamu sendiri yang memintaku segera menikahi kamu, sekarang mau kamu apa" Tanya Tristan
"Aku memiliki tambatan hati lain, kau Menikah saja dengan kakak ku, dia bernama Anindira Regita Divana Elvaretta Farzani, Dia kembaran aku, aku mohon sayangi dia, cintailah dia" Kata Riris
Anindita Riris Divya Elvireta Farzani dia mempunyai kembaran yang bernama Anindira, Anindira jauh dibandingkan dirinya, Anindira lebih Sholehah walaupun tidak berpakaian tertutup, Lebih Membanggakan lebih segalanya, Cantik dan pintar, Walaupun Anindira adalah kakaknya namun orang tuanya lebih berpihak Kepada Anindita, jujur saja Riris kasihan, ia ingin mencarikan laki-laki yang tepat, yang bisa mendampingi dirinya melindunginya.
Seorang Gadis yang berpakaian hanya memakai kaos dan Celana jelas beserta Jaket jeans, ya seperti anak muda seperti umumnya, menggunakan sepatu sneaker, Tristan jujur saja terpana, kagum melihatnya, benar Anindira lebih cantik dari Anindita, Lebih segalanya,modis, Karena apa dari kecil dirinya dituntut untuk mandiri, Hingga sekarang Anindira membangun usahanya dari Nol hingga sukses seperti sekarang,siapa yang tidak mengenalnya, bahkan Tristan mengenalnya dirinya adalah Pengusaha Muda yang sangat sukses, tampilannya tidak seperti orang-orang dikalangan mewah, namun seperti sederhana.
__ADS_1
"Ada apa Ris" Tanya Anindira
"Kak ini ada laki-laki yang mau serius sama kakak, mau menikahi Kakak" Kata Riris
"Kamu kira gara-gara kakak gak pernah bawa cowok kayak yang seperti kamu lakukan, kakak gak punya cowok" tanya Anindira
"Kak bukan seperti itu, Mas Tristan ini baik kalian bisa kenalan terlebih dahulu" Kata Riris
Anindira muak dengan sandiwara, ia memilih untuk pergi, Tristan mengejarnya tanpa disuruh oleh Riris, ia menghalangi jalan Anindira,membuat Anindira menghentikan langkahnya.
"Ada apa mau kasihan juga sama saya" Kata Anindira
"Setidaknya terimalah saya untuk serius Dengan anda, saya akan menyelamatkan Anda dari berbagai sandiwara di keluarga anda" Kata Tristan
"Bagaimana anda mengetahui semuanya " Tanya Anindira
"Saya sudah mencari tau dan saya menemukan fakta tersebut, niat saya baik mengajak anda untuk serius Dengan saya " kata Tristan
"Datanglah kerumah saya, mintalah saya kepada orang tua saya, disitu saya akan memberikan jawabannya " kata Anindira
Malam Harinya, Tristan ditemani kedua orang tuanya datang kerumah Anindira, Jujur saja Tristan sangat gugup.
"Selama malam om" kata Tristan
"Malam ayo silahkan masuk" Kata Papa Heru
"wah ada tamu" kata Mama Luluk
"Kedatangan saya dan orang tua saya kemari, berniat untuk melamar salah satu putri anda, yang bernama, Anindira Regita Divana Elvaretta Farzani, bolehkah jikalau om dan Tante merestuinya, kami akan melangsungkan pernikahan secepatnya" Kata Tristan
"Bagaimana pak Bu, apakah niat kami diterima" Kata Papa Yudo
"Sangat diterima,kami merestuinya,semua tergantung Dira" Kata papa Heru
__ADS_1
Anindira turun bersama Anindita,namun Pandangan Tristan mengarah kepada Anindira, senyum Anindira meluluhkan hatinya.
"kembar, yang mana Calon istri Tristan" Tanya Papa Yudo
"Yang baju biru pa" kata Mama Dira
Mama Dira mengetahuinya, baju biru adalah Anindira calon menantunya, sama-sama Dira namanya,menantu dan mertua.
"Selamat malam om Tante selamat datang dirumah kami" Kata Anindira
Anindira memang terkenal Ramah, kadang cuek dan kadang lagi bisa egois, ya itulah Anindira, Jujur saja Mama Dira menyukai Anindira di bandingkan Anindita,mengapa Anindita tidak pernah mau berkecimpung di dapur ketika bersama Mama Dira.
"Bagaimana Dira" tanya Papa Heru
"Dira menerima lamarannya pa, Dira mau menjadi istrinya" Kata Anindira
Anindita tidak percaya dengan apa yang dikatakan Anindira mengapa dirinya menerimanya, harusnya menolaknya bukan, Bagaimana cintanya kepada Tristan, menatap Anindita menjadi plin-plan sih.
"Puas kan, sudah gue terima dan bentar lagi gue jadi istrinya" Kata Anindira
Tristan pun menyematkan cincin dijari manis Anindira senyum keduanya sangat bahagia, hingga membuat Anindita cemburu,Selama ini Anindira selalu mengalah, kini Demi cintanya ia tidak akan mengalah, walaupun Anindita lah yang memberikan Tristan kepadanya.
"Makasih mas" Kata Anindira
Sesi Foto dilakukan, Dengan terpaksa Anindira lebih dekat dengan Tristan,ia memeluk lengan Tristan dan tersenyum ke arah kamera.
Bukanya Anindira Sok atau bagaimana,tapi memang ada kecanggungan antara dirinya, Dan benar saja satu bulan jarak antara lamaran dengan pernikahan,mau tidak mau ya Anindira harus siap, menatap Anindita berubah pikiran, dirinya tidak rela melihat Tristan bersanding dengan Kakaknya,jujur saja cemburu ketika melihatnya.
"Aku mencintaimu" kata Riris
"Sorry, Kita sebatas kakak dan adik ipar" Kata Tristan
"Kita foto di arah sana yuk" Ajak Anindira
__ADS_1
"Nanti aku taruh dikamar kita" Kata Tristan
Tristan memang tidak mencintai Anindita tapi ia belajar mencintai Anindira, Ya Anindira yang menjadi calon istrinya ini.