
Tristan Mengajak Anindira untuk fitting baju di Boutique milik Kakaknya, Hanania dan Anindita mereka memang berada di Boutique, Hana tau bahwa ada kesedihan Dimata Anindita entah apa yang akan terjadi, Tristan memasuki Boutique tersebut Hanania menyambut Adiknya dengan ramah, Ya Tristan Bersama Anindira Kakak dari Anindita.
"Kami mau fitting baju mbak,bisa kan" Tanya Tristan
"Bisa kok, Sini kalian mau Model apa" Tanya Hanania
Anindita menatap keduanya,Ada rasa sakit di dadanya, ketika melihat seseorang yang ia cintai dengan wanita lain walaupun itu adalah kakaknya sendiri, Salah Anindita membuang Tristan, Sekarang mereka terlihat sangat bahagia.
"Ris sini kenapa disitu" Ajak Anindira
"Sama-sama Cantik ya" Kata Hanania
"Makasih mbak Hana" Kata Anindira
Anindira dan Tristan memilih, Kebaya untuk akad dan Gaun Pernikahan untuk resepsi, Sungguh Sakit Melihatnya harusnya Anindita yang berada disana bukan Anindira.
"Kerumah dong kapan-kapan" Kata Hanania
"Siap kalau keponakan udah lahir kita kesana" Kata Tristan
"8 bulan lagi dong" Kata Hanania
"Mbak walaupun lagi hamil tetap cantik loh" Kata Anindira
"Terimakasih Dira, kamu juga cantik" Kata Hanania
Tristan Mengajak Anindira untuk pergi dari Boutique,dan mengajaknya untuk pergi ke mall, Anindira tidak tega melihat kesedihan di mata Anindita,tapi dulu dimana saat dirinya bersedih Anindita malah sungguh senang melihatnya sengsara.
"Dulu Aku yang berada di posisi Riris kesayangan kamu, sekarang Riris juga merasakannya,aku tidak bermaksud untuk balas dendam Tristan, Jujur aku capek dengan semua itu, aku yang tidak dianggap kehadiran aku dirumah" Kata Anindira
"Sabar, ada aku disini, aku akan selalu melindungi kamu" Kata Tristan
"Aku beruntung menemukan kamu dan keluarga kamu, yang bisa menerima aku, Dirumah aku seperti orang asing" Kata Anindira
"Ayo kerumah ya" Ajak Tristan
__ADS_1
Tristan membawa Anindira kerumahnya, ia tidak ingin melihatnya sedih, Bagaimanapun sebentar lagi Anindira adalah tanggung jawabnya, Anindira Atau Regita biasa dipanggilnya, Bagi Tristan Mau Anindira atau Regita baginya Memanggilnya Dira adalah sesuatu Yang berbeda, Bukan berbeda karena orang tua Dira sendiri memanggilnya juga Dira.
"Eh Nak Dira, Ayo masuk" Ajak Mama Dira
"Tante apa kabar" Kata Anindira
"Panggil Mama dong biar sama kayak Tristan" Mama Dira
"Mama apa kabar" Kata Anindira
"Mama baik sayang, ayo masuk kebetulan mama udah masak" Kata Mama Dira
Tristan menatap keduanya, Mama dan calon istrinya sangat dekat bukan, sangat akrab, Bahkan Mama Dira menganggap Bahwa Anindira adalah seperti putrinya sendiri, Tristan pamit kepada keduanya untuk mandi, Dikamar Tristan meminjamkan Kemeja untuk dipakai Dira, karena mana mungkin dirinya tidak mandi, Dira hanya mengenakan Kaos dan Celana Jeans berserta Jaket, berbeda dengan Anindita yang selalu tampil modis.
"Mau pakai baju mama" Tanya Mama Dira
"maaf mama, kalau Dira merepotkan Dira nggak tau kalau mas Tristan mengajak Dira kemari" kata Anindira
Setelah selesai mandi dan bersiap-siap, Tristan turun ia membawa kemeja untuk ia pinjamkan kepada calon istrinya itu.
"Pakai ini, Apa mau kaos saja" tanya Tristan
"Dikamar ku saja, Naik pojok Kanan" Kata Tristan
Anindira segera naik ke atas, ia menuju kamar Tristan,disana dia melihat barang-barang milik Tristan dan beberapa foto Tristan ia tidak berani memengang apa yang bukan miliknya,toh Anindira hanya numpang mandi, Setelah selesai mandi dan bersiap-siap Anindira mengaca kepada kaca rias di kamar Tristan, Bagus Seperti Kemeja Oversize, Ia memakai Parfum milik Tristan yang hitung-hitung minta kepada calon suami, Tak lupa ia merapikan rambutnya.
Anindira segera turun, Ternyata Mereka berkumpul diruang Tamu, Mama Dira menatap calon menantunya itu, Lucu juga mengenakan Kemeja milik putra sulungnya.
"Ayo sarapan" Kata Mama Dira
Kalau ditanya dimana papa Tristan, Beliau sedang berada di luar kota, jadi Tristan hanya bersama mama dan adiknya, Dzikri menatap Kakak iparnya cantik juga bahkan lebih cantik dari Anindita.
"Kakak ipar cantik juga" Kata Dzikri
"Terimakasih" Kata Anindira
__ADS_1
Mereka pun makan malam bersama, Anindira disamping Tristan berhadapan dengan Dzikri dan mamanya, Setelah selesai makan malam, Anindira membantu membereskannya,mama Dira melarangnya namun tidak enak juga Anindira hanya bersantai-santai.
"Mau pulang sekarang" Tanya Tristan
"Mana enak nanti aja lah ya" Kata Anindira
"Mama buat kue sebelum kamu sampai ayo cobain" Kata Mama Dira
"Wah enak banget, Dira mau dong belajar bikin kue, Dira bisa ma, tapi tidak seenak bikinan mama, Mas mau coba" tanya Anindira
Anindira menyuapinya, Tristan pun menerimanya, Pertama kalinya Anindira Menyuapi dirinya, Emang ia akui Buatan mamanya enak tapi kali ini serasa beda disuapin oleh calon istri.
Sedangkan ditempat lain, Anindita sedang menikmati desiran ombak yang besar, Ia meratapi nasibnya mengapa sekarang harus begini,ia berkorban untuk kakaknya, Kenapa Anindita selalu egois dia ingin menang sendiri padahal jelas-jelas Anindita yang terang-terangan tidak menyukai Tristan, namun hatinya jelas-jelas ingin memilikinya.
Sesampainya Dirumah Anindira, Tristan segera berpamitan pulang, Anindira memasuki rumah dengan mendapatkan tatapan tajam dari kedua orangtuanya, Mengapa? apa yang akan mereka tuduhkan lagi?.
"Dimana adikmu, Dira" tanya Papa
"Maksudnya papa apa, Aku gak sama Dita" kata Anindira
"Papa tau kamu selalu merebut apa yang Dita mau kan, bahkan cintanya kamu rebut" Kata Papa
"Mama gak habis pikir sama kamu, kamu tidak tau malu hingga merebut Tristan dari adikmu sendiri, Belajar mengalah Dira" Kata Mama
Anindira hanya diam, apa tidak salah disini siapa yang selalu mengalah dan siapa yang selalu menjadi perebut, kenapa dirinya seolah-olah yang selalu salah, padahal dirinya lah yang selalu tidak mendapatkan keadilan,Dira merebut Tristan itu Tidak benar, Dia tidak pernah merebutnya adiknya lah yang memberikannya, Di depan Tristan Anindira terang-terangan tidak mau tapi paksaan dari Dita lah yang akhirnya membuat Anindira menerimanya.
"cukup ma pa, selama ini Dira diam, Dira diam karena apa Dira gak mau ada berantem dirumah ini, Nyatanya apa Dira selalu disalahkan, Dira yang harus selalu mengalah Dira yang dituduhkan menjadi perebut, Sebenernya Dira dirumah ini itu siapa, memang jikalau Dira bukan anak kalian, tolong bilang dimana Orang tua kandung Dira, Dira ingin Bertemu dengan mereka pa ma, Dira mohon" Kata Anindira
"Anak kurang ajar, tidak tahu di Untung,kami sudah membesarkan kamu, ini Balasan kamu hah" Kata Papa
"Silahkan papa Tampar Dira silahkan, Dira sudah kenal dengan semuanya, Ayo katakan siapa orang tua Dira sebenernya, Dira capek pa, Dira Selalu tersakiti tidak pernah mendapatkan keadilan, Dira Capek, Dira mohon katakan, agar dira bisa mencari mereka, Mungkin Dira adalah Putri yang tidak kalian harapkan, Dira tau kalau Dira dan Dita bukan saudara kembar, Dira tau pa, Dita lebih tua beberapa bulan dari Dira, mengapa Dira yang harus menjadi kakak" kata Anindira
Anindira, Dan Anindita mereka bukan saudara kembar, Anindira adalah Anak angkat, lalu siapakah orang tua Anindira, Dendam mama papa membuat Keluarga lain kehilangan putrinya,bukan kehilangan, namun Merekalah yang mengambil Putri mereka, yaitu Anindira, Anindira adalah Putri bungsu Keluarga, Hermawan Bobby Charles, Harusnya Namanya Adalah Raynelle Kimberly Syachira Vlora Charles Adik Kandung Daniel Brandon Alvin Charles.
"Kamu memang bukan putri kami" kata Papa
__ADS_1
"Kamu bukan putri kami Dira, Maafkan Mama dan papa" Kata Mama
Sudah Dira duga dirinya bukan anggota keluarga ini, Dira segera naik ke kamarnya, ia membawa bajunya untuk ia pergi dan kembali ke apartemennya, ia melewati saja kedua orangtuanya, Biarkan ia tidak ingin lagi disini.