Cinta Dalam Kecewa

Cinta Dalam Kecewa
cerita disekolah


__ADS_3

disebuah pedesaan yang asri dimana jauh dari kebisingan kota,ada sekolah menengah satu-satunya didesa itu menjadi rebutan masuk disana,tidak heran sekolah itu memiliki banyak lokal untuk menampung murid yang berlimpah karena anak-anak desa sebelah juga banyak yang masuk kesana.


sama dengan sekolah dikota disekolah menengah ini ada juga kelas favorit yang berisi anak-anak yang pintar dan sudah disaring dari kelas satu dan dua memiliki nilai akademis yang lebih tinggi dari rata-rata siswa disana , salah satu anak yang masuk dikelas favorit bernama nayla kumala yang selalu dipanggil Nayla ,seorang gadis yang hidup cukup sederhana namun bisa membuktikan dengan kekurangan dia tetap mampu menjadi kebanggaan untuk disekolah dan orang tua nya.


" nayla ....gimana kabar ayah mu...udah baikan..." tanya suara yang membuat kaget dari lamunannya, ada seseorang datang tiba-tiba disebelahnya tidak lain adalah sahabat nya tari


" hmmm....Ntah lah tari...kondisi ayah makin memburuk akhir-akhir ini...aku bingung harus apa...." ucap nayla dengan tarikan nafas berat penuh rasa yang bercampur aduk.


" kenapa ga bawa kekota....didesa kita ini kan tidak memadai pengobatan nya..." ucap tari merangkul nayla dengan gaya sok akrab.


" ihh...kamu kan tau...ıbuku itu cuma buruh pabrik dan aku cuma bekerja setengah hari dikantin pabrik... digabungkan gajinya pun ga akan cukup bayar dokter dikota...." ucap nayla dengan suara putus asa.


" atau kamu jadi simpanan om-om aja...kan lagi ngetrend tuh didesa kita ....nikah kontrak sama orang kota... banyak duitnya..." ucap tari sedikit bercanda dibarengi nyengir kuda.


" aiishhh....kamu gila ya tari....mending tamat sekolah aku jadi buruh dipabrik..dari pada kayak gitu...." ucap nayla sedikit sewot.


" bercanda zeyeng....aku juga ga mau sahabat ku yang cantik bak bidadari ini jadi seperti itu...." ucap tari cengengesan sambil memeluk Nayla gemas.


" hhmm....tari dari pagi aku ga lihat Andri...kemana dia...." tanya nayla melirik bangku kosong ga jauh dari duduknya.


" ehhhmm...kamu gak tau ya....dia kan hari ini lamaran sama anak pak lurah....si bela anak lokal sebelah.... dengar-dengar sih habis ujian mereka nikah...." ucap tari sedikit berbisik.


" ahhh...serius kamu tari....jangan bikin gosip sembarangan deh...ntar jatuh nya fitnah loh..." ucap nayla kaget kemudian mencubit pipi sahabat nya gemas.


"yah serius lah nayla ...mana berani aku buat gosip sembarangan...si Andri kan kerabat jauh aku....tapi sssttt....jangan sampai bocor cerita ini ya ...sibela tu gi hamidun..." ucap tari mendekat kearah telinga nayla sambil memelankan suaranya.


" hahhh....hamidun...bahasa apaan tuh... bahasa dari planet mana kamu dapat..."ucap nayla kaget bercampur bingung.


" itu loh yang kayak gini...." ucap tari memperagakan membuat gerakan setengah lingkaran diperutnya pakai tangannya seperti isyarat.


" hahh....hamil maksudnya..." teriak Nayla tertahan kemudian menutup mulutnya rapat-rapat.


" sssttt....ini rahasia jangan keras-keras...." ucap tari


" iya deh...." ucap nayla tersenyum getir.

__ADS_1


"oke lah nay....aku balik ke kelas dulu ya ...dah bunyi lonceng tuh....lagi pula hari ini kan guru kiler masuk....ntar bisa habis aku kalau terlambat...." ucap tari pun lari ngibrit dari kelas nayla dan menghilang dikoridor sekolah.


nayla menarik nafas berat masih terbayang di pelupuk matanya bagaimana orang tua Andri menghinanya ketika itu nayla dan Andri kedapatan berjalan berdua habis dari nonton layar tancap yang diadakan sebulan sekali dikampung nya,itu lah hiburan yang paling digemari pemuda pemudi kampung itu.


" nay...kita sudah satu tahun pacaran...boleh gak aku mencium mu...."tanya Andri yang berjalan disamping nayla beriringan berjalan pulang habis menonton layar tancap.


" hmm...ga boleh ndri....kita kan belum nikah..." tolak nayla karena tersentak malu kemudian berjalan agak cepat sedikit mendahului.


"ga apa-apa....cuma ciuman aja kok...aku gak minta yang lain..." ucap Andri sambil melingkarkan tangannya di pinggang nayla.


" ndri.... lepaskan... nanti ada yang lihat..." ucap nayla coba menjauh.


"kenapa kamu begitu nay....besok bila kita nikah pasti melakukan itu ...kenapa ga boleh mencoba nya sedikit..." ucap Andri sa' menarik nayla kepondok kecil ditepi sawah yang cukup jauh dari perumahan penduduk.


" ndri....ga baik kita disini..." ucap nayla mulai ketakutan melihat sikap Andri tiba-tiba agresif tidak seperti dirinya yang biasa.


" naylaa...ayolah kita lakukan sekarang...." ucap Andri tiba-tiba mendorong nayla hingga telentang diatas papan dipondok itu,cahaya purnama yang terang dapat dengan jelas melihat wajah Andri seperti sedang kerasukan.


"Andri lepaskan....." ucap nayla berontak.


Andri dengan kasar mencium wajah nayla dan tidak berhenti disana dia pun dengan penuh ***** ******* bibir merah mungil milik nayla, tangan Andri pun seperti tidak tinggal diam mulai bergerilya menyusup didalam baju kaus yang menutupi dua gunung kembar yang sedang mengkal.


namun tangan Andri dihentikan nayla secepat mungkin dia tidak mau hal buruk akan menimpanya bila terus membiarkan keadaan ini berlanjut.


nayla pun dengan sekuat tenaga mendorong tindihan tubuh Andri dari atas tubuhnya,dengan sekuat tenaga pula nayla pun bangkit dan lari terseok-seok ditengah sawah menuju jalan kecil desa.


" naylaaaa... tunggu...kamu gak bisa kayak gini padaku...." teriak Andri mengejar dari belakang.


nayla tidak memperdulikan panggilan itu terus berlari sekuat tenaga namun Andri dapat menyusul dan mencengkeram tangan nayla kemudian langsung memeluk dari belakang.


" lepaskan aku Andri ..." ucap nayla mencoba berontak pelukan itu.


"nayla....kita sudah setahun pacaran ...kan gak masalah kita melakukan sesuatu...toh habis tamat skolah aku akan menikahi kamu...." ucap andri sambil merangkul kuat dari belakang tubuh nayla yang terus bergerak memberontak.


dalam keputusan asaan nayla mencoba terus berontak berharap ada orang lewat dan menolong nya. harapan nya seolah terkabul karena dari jauh nayla melihat sepeda motor mengarah kepadanya karena kebetulan posisi nya tegak pas ditengah jalan desa yang biasa dilalui penduduk desa.

__ADS_1


" ttiiinnn....titiiinn....." bunyi klakson terdengar seolah memberikan peringatan.


tidak lama sepeda motor itu berhenti dan seseorang turun dari sana,karena suasana remang-remang jadi tidak begitu jelasnya wajah orang itu.


" andriiii....kamu ngapain hahhh....." teriak orang itu mendekati membuat namanya yang dipanggil itu langsung melepaskan pelukannya dari tubuh nayla dan langsung membuat jarak.


"bapak....ibuk..kok disini...." ucap Andri kaget.


"deggg....." jantung nayla tiba-tiba berdetak kencang seolah-olah melihat sesuatu yang membuat shock.


" plaaakk....." sebuah tamparan mendarat dipipi nayla dengan tiba-tiba oleh seorang perempuan yang bersama seorang laki-laki paruh baya yang menaiki motor tadi.


"dasar perempuan miskin tak tahu diri berani-beraninya menggoda putraku.... jangan kemiskinan mu kau tularkan pada anakku...." bentak orang itu dengan penuh caci maki dan merendahkan dalam kata-katanya.dia tak lain adalah ayahnya Andri yang bernama handoko dan ibunya bernama Surati.


" ıbuk....bapak....saya tidak ada menggoda mas Andri....tapi mas Andri yang memeluk saya duluan...." ucap nayla mencoba membela diri.


" halahh..... alasan saja...mana ada maling ngaku....apa pantas seorang gadis malam- malam diluar bersama laki-laki ...apa itu tidak dinamakan sedang cari mangsa....apa begitu ayah ibumu mengajarkan tidak punya rasa malu begitu...." ucap buk Surati dengan nada tajam.


" cukup buk....hina saja saya sepuasnya tapi jangan menghina orang tua saya seperti itu...." ucap nila mulai meneteskan air mata menahan rasa sakit.


" hahh....sudah lah buk...kita pulang saja... jangan bertengkar disini nanti ada orang lewat kita bisa malu..." ucap andri coba melerai menarik ibunya kebelakang.


"ayo pulang..." ucap pak Handoko menarik anaknya.


" tapi Nayla gimana pak ..." ucap andri cemas.


" biar saja... untuk apa kamu peduli kan dia...yang penting ikut ibuk pulang..." menarik Andri naik keatas sepeda motor itu,karena pak Handoko sudah menstater motor karena sudah naik duluan.setelah mereka mereka bertiga diatas motor itu pun melaju meninggalkan Nayla tanpa basa-basi sedikit pun.


" huuuummmm....." nayla menarik nafas dalam-dalam kemudian menghembuskan dengan kuat ketika tersadar dari lamunannya karena bel berbunyi menandakan jam pelajaran sudah berakhir.


semua siswa dan siswi dikelas itu sudah berdiri dan satu persatu meninggalkan ruangan itu. nayla pun ikut berdiri sambil mengamit dilengannya tas kain yang dah hampir butut berisi buku dan peralatan sekolah yang cukup sederhana.


Nayla pun meninggalkan kelas dengan gontai berjalan menyusuri jalan .


" semangat Nayla....ujian akhir tinggal dua Minggu lagi....aku harus lulus dan cari kerja biar hidup lebih baik jadi tidak diremehkan lagi.." ucap Nayla menyemangati dirinya sendiri tidak mau larut dalam perasaan karena masih banyak tanggung jawab yang berada di pundak nya harus dia perjuangkan.

__ADS_1


__ADS_2