Cinta Dalam Kecewa

Cinta Dalam Kecewa
bertemu tari


__ADS_3

sesampainya didrumah tari, Nayla pun turun dan membayar ongkos ojek itu, kebetulan tari sedang menyapu halaman rumahnya,dan tidak butuh waktu lama tari mengetahui kedatangan Nayla, membuat wajahnya sumringah menatap.


" Nayla... mimpi apa nih nyampai kesini sore-sore gini ..." ucap tari menyongsong kedatangan Nayla setelah turun dari ojek.


"gak boleh ya... datang kesini ..." ucap Nayla denganmimik wajah pura-pura merajuk.


" iihhh ..nih anak ngambek kan deh ...ayok masuk ...ntar aku bikinkan sirup dingin ..." ucap tari menggandeng sahabatnya untuk masuk kerumah.


" gak usah deh tar ....disini aja....aku gak lama kok.... soalnya ada yang aku mau kasih tahu sama kamu...." ucap Nayla dengan wajah serius menghentikan langkah tari.


"kalau kamu serius kayak gitu nay....aku jadi takut nih ..." ucap tari menatap dengan wajah penasaran sambil mengajak Nayla duduk dibawah pohon jambu air yang ada didepan rumah nya terdapat bangku panjang dari papan yang dilintangkan.


" besok pagi aku akan pergi kekota tar...." ucap Nayla setelah duduk di bangku itu.


" hahh....serius nay ... kelulusan kita saja belum keluar begitu juga ijazah.... kok dah mau pergi saja ..." ucap tari menatap bingung.


" gimana ya tar....mas Arga mau cepat pulang karena pekerjaan kantor nya gak bisa ditinggal lama-lama...." ucap Nayla sambil meremas tangan sendiri.


"kan kamu bisa nyusul.... sayang kan gak ngerasain pesta kelulusan besok...aku tahu... kamu sudah pasti lulus 100% .... tapi kan gak seru kalau gak bareng-bareng lihat dipapan pengumuman nay....apa lagi itu ngerayain kelulusan sambil pawai trus bagi - bagi tanda tangan dibaju seragam untuk kenang-kenangan..." ucap tari dengan wajah kecewa bercampur sedih.


" mertuaku yang nyuruh tar....klo aku gak ikut pergi...mas Arga gak boleh pergi....kan kasihan mas Arga ... gara-gara aku dia bisa mendapatkan kesulitan...." ucap Nayla menatap bingung bercampur bimbang.


"kalian kan belum nikah...kok sudah berdua-duaan gitu kekotanya....bahaya loh nay..." ucap tari memperingatkan.


" tar... aku minta maaf selama ini tidak berani jujur sama kamu.... sebenarnya.....aku sudah menikah walau tidak ada acara tapi kami secara hukum dan agama kami sudah sah tercatat....maaf ya tar" ucap Nayla menunduk dengan rasa campur aduk.


"kapan Nay....."ucap tari menatap kaget


" waktu ada dua mobil berhenti didepan rumahku dua Minggu yang lalu yang kamu lihat itu .... lamaran langsung nikah dihari itu juga ...tapi demi kepentingan bersama makanya pernikahan ini dirahasiakan...." ucap Nayla masih menunduk kan kepalanya.


"hehehe....wajar lah kamu gak bisa bilang sama aku kan nay...kamu takut bocor kan beritanya...." ucap tari tertawa kecut mengingat mulutnya yang tidak bisa jaga rahasia.

__ADS_1


" maaf ya tar....aku udah gak jujur sama kamu..." ucap Nayla menatap tari dengan rasa bersalah.


" santai aja lagi...itu kan memang privasi kamu ...dan wajar kamu rahasia kan....itu hak kamu untuk tidak bercerita....aku hargai itu kok nay... tenang aja..."ucap tari merangkul Nayla dengan hangat sambil mengusap punggung sahabat nya itu.


" makasih ya tar ....kamu mengerti situasi ku ..." ucap Nayla membalas pelukan tari tidak kalah hangat nya.


"ehhmm hmmm.....ada yang lagi reunian nih..." ucap suara deheman seorang lelaki tidak lain adalah Andri yang sudah berdiri didepan tari dan Nayla.


" kamu ngapain kesini...." ucap tari melotot menatap Andri yang sedang tegak berkacak pinggang.


"aku kesini bukan mau ketemu kamu kok.... jangan ge er ya...." ucap Andri dengan nada ketus menatap tajam tari.


"aku gak ke ge eran kali....kamu yang gak tahu malu...udah mau nikah sama sibela masih gangguin perempuan lain..." ucap tari Sambil mencibir dengan beraninya.


"kamu perempuan lon......." ucapan Andri terputus.


" cukup Andri ...kamu jangan teruskan ucapan mu itu... tolong jangan ganggu aku maupun tari...kita sudah punya hidup dan jalan masing-masing...aku mohon tinggalkan kami..." ucap Nayla sambil menautkan tangannya didadanya dengan suara rendah.


" nay... disekolah kamu gak mau bicara sama aku...disini juga...kamu tega ya...aku tuh masih cinta sama kamu tau...." ucap Andri menaikkan intonasi suaranya dengan nada kesal.


"jangan bercanda nay....kamu kira dengan omong kosong itu...aku akan mundur... jangan mimpi nay....aku akan menikahi kamu setelah aku menceraikan bela nanti...." ucap Andri sambil mencengkram lengan Nayla dan mengguncang nya.


" gila kamu Andri....kamu gak bisa mengatur hidup sesuai keinginan mu..." ucap Nayla menatap kesal kemudian menolak tubuh Andri kebelakang agar terlepas dari cengkeraman itu


" haahhhh.....gila kamu nay... berani-beraninya menolak ku ...kau harus kuberikan pelajaran dulu...baru kau tau siapa aku ya...." ucap Andri menangkap tubuh Nayla dan mencengkram kepala Nayla kemudian dengan kasar Andri ******* bibir Nayla dengan buas.


" Andri lepas...kamu gila ya...ini pelecehan...." ucap tari sambil memukul andri sehingga tubuh Nayla lepas dan Andri terhenyak kesamping memegang kepala nya sakit.


"hei perempuan lacur.... beraninya kau memukul ku..." ucap Andri hendak bangkit dari duduknya.


" lari nay.... biar aku tahan bajing an ini ..." ucap tari tiba-tiba memeluk tubuh Andri dengan erat.

__ADS_1


" tapi tari....nanti kamu gimana..." ucap Nayla kebingungan.


" cepat sana....aku tidak bisa menahan bajing an ini lebih lama lagi..." ucap tari setengah berteriak.


" iya....aku pergi dulu tar..." ucap Nayla buru-buru berbalik kemudian ambil langkah setengah berlari menjauh sesekali menoleh kebelakang terlihat Andri sekuat tenaga berontak dan sekuat tenaga juga tari memegang Andri walau tubuh nya terlihat terjatuh seperti kena pukul an tapi tari menahan nya agar Andri tidak dapat menyusul.


" anjiiiiing.... jangan lari kau ..." teriak Andri gusar menatap tajam kepergian Nayla.


"maaf tari gara-gara aku kamu jadi kena masalah....aku tidak akan menyia-nyiakan pengorbanan kamu ..." ucap Nayla terus mempercepat larinya agar tidak dapat disusul.


entah seberapa jauh Nayla berlari yang jelas Nayla sudah sampai didepan rumah lamanya yang terkunci rapat.


hati Nayla sedih menatap rumah itu yang banyak mempunyai kenangan karena disana lah ia dilahirkan dan dibesarkan terlalu banyak kenangan sedih dan bahagia terlukis dan tergores merangkum cerita dimemori ingatan yang tidak mungkin bisa terlupakan begitu saja.


tidak terasa Air mata Nayla jatuh menetes membayangkan sebentar lagi meninggalkan semua kenangan ini.


" kenapa kau disini...hahh...." ucap suara yang yang terdengar sedikit membentak


Nayla pun terkejut dan menoleh kebelakang betapa kagetnya melihat orang yang berdiri dibelakang nya tidak lain Dion Arga Mahendra adalah Suaminya.


" mas Arga ..kok disini ..." ucap Nayla dengan wajah pucat saking kaget.


"Astaga....ditanya kok balik nanya...." ucap Arga dengan nada kesal menatap tajam.


" hmm....tadi mau ketemu temen mau ngucapin perpisahan...takut gak sempat..." ucap Nayla gugup sambil menunduk kan kepala.


"kau tau ini jam berapa hah...." ucap Arga menunjukkan jam ditangan nya kehadapan Nayla.


" udah hampir jam enam sore mas...." ucap Nayla menatap kearah jam tangan Arga.


" kalau sudah tau.... ngapain bengong...naik kemobil...aku tidak punya banyak waktu untuk berlama-lama menunggu kamu ..." ucap Arga ketus dan melengos masuk kemobil yang terparkir tidak jauh dari sana .

__ADS_1


Nayla tidak menjawab sedikit pun langsung mengikuti Arga masuk kedalam mobil.karena Nayla tidak mau mendengar kata-kata tajam lebih banyak lagi yang akan menyakiti hatinya nantinya.


setelah berada dimobil tiada obrolan terjadi selama perjalanan Nayla diam sambil melemparkan pandangan keluar jendela melihat matahari terbenam yang menimbulkan warna jingga kemerahan diufuk barat membuat suasana alam mulai redup kehilangan sang mentari yang kembali kepadanya.


__ADS_2