Cinta Dalam Kecewa

Cinta Dalam Kecewa
kekota


__ADS_3

pagi hari ketika sinar sang Surya masih malu-malu memperlihatkan wajahnya dan langit masih terlihat ada sedikit semburat cahaya membayang dilangit walau begitu disebuah rumah terlihat kesibukan pagi itu karena Nayla dan Arga akan berangkat kekota sesuai dengan pembicaraan kemarin membuat raut wajah buk Retno sedikit murung dan sedih karena akan berpisah dengan putri satu-satunya yang tidak pernah jauh darinya sejak dari kecil tapi setelah dewasa akan dibawa pergi jauh oleh suaminya, pasti terasa sulit untuk bertemu karena begitu jauh jarak yang memisahkan.yang membuat hati buk Retno yang lebih sedih dan sedikit nyeri dihatinya menatap putri semata wayangnya terlihat tertekan berada di samping Arga walau selalu ditutupi dengan senyuman manis yang selalu dipamerkan tapi hati kecil buk Retno tidak bisa dibohongi dia dapat merasakan bahwa anaknya sedang tidak bahagia namun apa dayanya tidak mampu mencegah keinginan putri nya itu.


lain halnya dengan buk Mirna terlihat bahagia melihat Nayla mendampingi Arga sebagai istri yang akan mengurus anaknya dikota nanti.dan dia sudah tidak sabar mendengarkan kabar baik dari anak dan menantunya tentang akan hadir nya seorang cucu nanti nya.


" Ma...Arga berangkat dulu ...jaga kesehatan mama selama disini... kalau ada apa-apa cepat hubungi Arga ya ..." ucap Arga memeluk hangat tubuh buk Mirna penuh rasa sayang seakan tidak tega meninggalkan ibu yang amat dicintainya.


" ya sayang.... hati-hati dijalan... jangan lupa kalau sudah sampai kabarin mama ya nak...." ucap buk Mirna penuh haru sambil membelai wajah putranya itu.


Arga cuma mengangguk sambil tersenyum kepada buk Mirna kemudian langsung berpamitan kepada buk Retno sambil mencium tangan.


" hati-hati dijalan ya nak Arga... tolong jagain Nayla ya nak....titip putri ibu satu-satunya..." ucap buk Retno menggenggam tangan Arga sambil menatap penuh harap.


"ya buk..." ucap Arga sambil mengangguk dengan nada datar kemudian langsung masuk kedalam mobil dan duduk dibelakang kemudi.


" nay... berangkat ya ma ..." ucap Nayla memeluk buk Mirna dengan hangat.


" iya sayang.... jagain Arga disana ya..." ucap buk Mirna mengecup kening Nayla dengan penuh kasih.


" iya ma..." ucap Nayla mengangguk lemah.


" Nay... jaga kesehatan ya nak selama jauh dari ibu.... jangan lupa telfon ibu yah....nay jangan banyak fikiran ya... pokok nya nay harus selalu bahagia ya...." ucap buk Retno memeluk erat tubuh Nayla sambil menahan air mata yang hendak tumpah.


" iya ibu....nay akan sering menghubungi ibu kalau ada waktu senggang...jadi ibu jangan sedih ya...." ucap Nayla Mencoba tersenyum dan terlihat tegar sambil mengelus punggung ibunya yang terlihat sangat sedih.


Nayla pun melangkah masuk kedalam mobil dan duduk disamping Arga . setelah didalam mobil Nayla menurunkan kaca kemudian melambaikan tangan kearah buk Retno dan buk Mirna.


mobil pun melaju meninggalkan pekarangan rumah itu kemudian menelusuri jalan kampung mengarah ke arah jalan besar yang akan mengantarkan mereka kearah jalan kota.


didalam mobil tidak ada pembicaraan yang ada hanya suara angin dan kendaraan yang berlalu lalang berseliweran dijalan itu.


*******"********

__ADS_1


"hummm......" Nayla mengerjakan matanya karena terkena silau mata hari ketika ia membuka mata. karena mobil berhenti otomatis membangun kan tidur nya.


ketika Nayla mengucek matanya perlahan menatap ke sekeliling nya terlihat bangunan rumah Megah dan mewah terbentang dihadapan nya ,menurut pandangan nya seperti melihat dunia dongeng. rumah berpilar besar berdiri kokoh dengan bercat warna putih dan terlihat lantai nya bermarmer berkilau ditimpa mata hari,rumah itu terlihat elegan dengan desain Eropa berlantai dua.


mata Nayla berkali-kali mengerjap-ngerjap dan di kucek-kucek tidak percaya merasa seperti mimpi.


" hei....mau sampai kapan kau bersikap seperti orang bodoh..." suara sinis Arga dari samping kemudian keluar dari mobil terdengar pintu dibanting.


Nayla pun tersadar dari kekaguman nya karena mereka sudah sampai didepan rumah Arga yang berada dikota membuat Nayla terbengong karena seumur hidup nya tidak pernah melihat bangunan seperti itu secara nyata kalau pun ada hanya dimajalah dan poster.


Nayla pun turun mobil sambil membawa tas pakaian yang sudah lusuh karena hanya membawa pakaian tidak seberapa.


dari kejauhan seorang wanita cantik semampai datang menyongsong kedatangan Arga dan langsung memeluk dengan mesra.


"sayang selamat datang....baru sampai ya..." ucap wanita itu langsung menghadiahi sebuah ciuman kecil dibibir Arga.


" deggg...." Nayla cuma tertegun melihat pemandangan itu tanpa tahu harus berbuat apa karena hatinya merasakan perih melihat pemandangan didepannya tapi semua harus dia tahan karena dia sadar pernikahan ini bukan atas dasar cinta tapi sebuah kesepakatan.


"baru nyampai juga sayang.." ucap Clara tersenyum manis "....ooohh....ini wanita yang kamu cerita in ditelfon ya.... cantik sih .... hmmm.... kalian blum tidur bersama kan...." ucap Clara melanjutkan sambil menatap sinis kearah Nayla yang hanya berdiri mematung disamping mobil.


" sudah lah sayang mari kita masuk ke rumah.... jangan cemburu gitu....dia tuh gak da apa-apa nya dibandingkan dengan kamu...." ucap Arga merangkul Clara menarik masuk kerumah sambil berpelukan mesra.


Nayla hanya menatap dengan hati terasa amat perih, bagaimana bisa seorang suami memeluk wanita lain dihadapan istri sah sungguh tidak punya sedikit pun perasaan.


" mari non masuk kedalam....biar bibik bawain tas nya..." ucap wanita bertubuh sedikit gemuk dan sudah berumur mungkin seumuran dengan ibu Nayla dikampung.


"gak usah bik....nay bisa bawa sendiri koq... lagian tasnya gak berat..." ucap Nayla menolak dengan sopan.


" ooohhh...mari bibik antarkan kekamar...." ucap bibik itu ramah.


" maaf bik... kalau boleh tahu... nama bibik siapa...biar nanti Nay gak canggung manggil nya..." ucap Nayla sedikit senang karena ada orang yang ramah kepadanya ditempat asing ini.

__ADS_1


"nama saya Sumiati tapi panggil saja bik sum saja non ..." ucap bik sum dengan suara lembut.


"iya bik sum... panggil saja saya Nayla...." ucap Nayla memperkenalkan namanya.


"iya non Nayla....moga betah disini ya...." ucap bik sum bersemangat.


" semoga saja bik...." ucap Nayla lemah karena ia tidak begitu yakin bisa bertahan lama ditempat ini karena awal kedatangan nya sudah disambut oleh rasa sakit.


tidak terasa sudah sampai didepan sebuah kamar terlihat cukup mewah terlihat dari pintu yang begitu bagus.bik sum membuka pintu itu perlahan.


" mari masuk non....ini kamar tamu... kalau kamar den Arga ada dilantai atas..." ucap bik sum mempersilahkan sambil memberikan penjelasan.


" hmmm... makasih bik...." ucap Nayla tersenyum canggung hendak melangkah masuk keruangan mewah itu.


"tunggu bik...kenapa wanita itu dikamar itu... tidak pantas tau...." ucap suara wanita dari belakang tak lain Clara dengan nada mencegah.


Nayla dan bik sum pun menghentikan langkahnya dan memutar badan menoleh kebelakang.


" tapi non Clara...ini kan kamar khusus tamu...." ucap bik sum bertanya heran


"sayang....masak kamu biarkan wanita gembel ini.... memakai ruangan sebagus ini....mana pantas...." ucap Clara menggelayut manja dibahu Arga seolah minta dukungan.


" udah bik... ikut in aja kata Clara...." ucap Arga mengiyakan keinginan Clara kekasih yang ia cintai.


" tapi tuan....gak ada lagi kamar tamu selain ini...." ucap bik sum kebingungan.


"kamar pembantu kan ada dua tuh....lagian pembantu rumah ini kan ada yang baru berhenti....suruh dia pakai kamar itu saja...." ucap Clara dengan mata melotot.


"hmmm....tuan...." ucap bik sum menatap ragu-ragu kearah Arga yang notabene tuan rumah ini.


"bawa kesana ja bik..." ucap Arga sambil melengos pergi dari sana di ikuti oleh Clara yang tersenyum mengejek kearah Nayla yang hanya diam bagaikan patung sambil menunduk kan kepalanya seolah tahu diri sedang berada dimana.

__ADS_1


__ADS_2