Cinta Dalam Kecewa

Cinta Dalam Kecewa
dirumah


__ADS_3

setelah sampai dirumah Nayla pun langsung mengganti baju seragam nya dengan baju biasa kemudian langsung pergi ke dapur berencana untuk memasak karena ibunya pulang dari pabrik pasti lapar.


Nayla menyadari kesusahan hidupnya membuat nya tidak mau manja berusaha membantu sebisanya ditambah lagi ayahnya sedang sakit parah sekarang di puskesmas didesanya sedang rawat inap.nayla belum sanggup membawa ke rumah sakit yang terletak di ibukota karena terganjal biaya sedang kan gaji buruh pabrik tidak mencukupi untuk biaya untuk rawat inap ditambah obat-obatan nya sangat mahal sebanding dengan khasiat nya cepat menyembuhkan.


Nayla sudah sampai di dapur namun alangkah terkejutnya karena melihat ibunya sedang memasak gulai nangka dan sambal ulek terasi diletakkan satu ekor ikan mas ditambah dengan tempe tahu goreng.


" ibu gak kerja hari ini....loh kok banyak masakan hari ini...ada acara apa Bu...." tanya nayla bingung melihat masakan yang menurut Nayla itu banyak dan mewah terlihat istimewa karena sehari-hari dia cuma makan sambal terasi dan lalapan kadang-kadang makan tempe goreng.


"nanti ada tamu nay....ibu sudah minta izin gak masuk kerja hari ini..." ucap ibu retno dengan lembut menatap Putri satu-satu nya.


"ooohh..... tamu..? siapa yang mau bertamu ke rumah kita ini Bu..." ucap nayla bingung sambil berfikir mengingat rumahnya seperti gubuk itu siapa yang Sudi mau bertamu karena Nayla tau tetangga-tetangga Nayla dikampung selalu memandang sinis kehidupan nya.


"teman lama ibuk waktu sama-sama sekolah SD dulu...dia orang kampung sini dulunya kemudian pindah kekota ikut orang tuanya tugas...ibu ketemu tadi pagi di puskesmas... kebetulan temen ibu itu sedang mengadakan sosial memberikan bantuan kepada keluarga miskin dikampung kita...." ucap ibu retno dengan wajah sumringah.


" ibu nampak bahagia ya ketemu teman lama...." ucap Nayla tersenyum melihat wajah bahagia ibunya.


"ya iyalah nay.... apalagi dia ingin ketemu sama kamu... soalnya ibu cerita kalau ibu punya seorang putri yang cantik dan pintar.... kemudian dia ikut bercerita juga punya seorang putra yang sudah punya perusahaan sendiri dikota..." ucap buk Retno dengan wajah bangga.


" iihhh....ibu kok bangga-banggain nay gitu...kan jadi malu kalau ketemu nanti...nay kan ga segitu hebatnya..."ucap nayla tersipu malu.


"hehehe...anak ibu itu hebat...ibu bangga sama kamu nay..."ucap buk Retno menatap penuh kasih sambil mengusap lembut lengan Nayla.


"nay... sayang banget sama ibu...selalu sehat ya Bu ..." ucap Nayla memeluk buk Retno dari belakang penuh kasih sayang.


" ibu juga ingin kita selalu bersama..." ucap buk Retno membelai rambut Putrinya yang amat ia sayangi.


"tok...tok....tok...."


"nay kayaknya ada yang datang.....ibu kedepan dulu....kamu beresin didapur ya...." ucap ibu Retno menatap Putri nya dan memberikan perintah.


" ya Bu ..." angguk Nayla mengiyakan kemudian melanjutkan pekerjaan ibunya tadi.


setelah cuci tangan buk Retno berjalan dari dapur kepintu depan yang jaraknya tidak begitu jauh karena rumah nya memang kecil.


buk Retno pun membukakan pintu yang sudah reot dan lapuk itu perlahan.


" krriiieeeett....." derit pintu terbuka.


"wah.... jeng Mirna.....ayo masuk..." ucap buk Retno dengan wajah berseri-seri mempersilahkan tamunya.

__ADS_1


"makasih loh jeng Retno ....maaf loh ngerepotin..." ucap buk Mirna berbasa basi.


"iihh....jeng Mirna...kayak orang lain saja.... hehehe..." ucap buk Retno tertawa kecil.


"ehh....mana anak gadis jeng Retno yang cantik itu jadi gak sabar mau melihat nya...." ucap buk Mirna dengan wajah sumringah setelah duduk dikursi rotan yang sudah usang yang ada diruangan itu.


"sebentar ya jeng...aku panggil dulu..." ucap buk Retno dengan semangat.


buk Mirna cuma mengangguk sambil tersenyum mengiyakan.


"nay...nay....kesini nak sebentar...." panggil buk Retno sambil menatap kedapur.


"ya Bu....sebentar..." ucap suara Nayla dari dapur.


" rajin anak gadis jeng Retno ya....diumurnya segitu teman-teman sebayanya pasti lagi bermain tapi dia memilih membantu orang tua didapur...." ucap buk Mirna sambil memuji.


"iya jeng.. kadang aku sedih melihat dia gak bisa kayak teman-teman nya karena sibuk membantu kami ditambah lagi ayah nya yang sakit parah sekarang....waktu sehabis pulang sekolah dipakai untuk ikut bekerja dipabrik..." ucap ibuk Retno dengan wajah muram.


" ya ampun jeng.... beruntung dapat anak berbakti seperti itu...anak gadis sekarang mana mau kayak gitu...." ucap buk Mirna memberikan semangat.


"iya jeng...aku berharap dia besok dapat jodoh yang bisa membahagiakan nya...jadi gak susah kayak sekarang..." ucap buk Retno sedih.


"pasti itu jeng....anak sebaik itu pasti jodohnya terbaik...." ucap buk Mirna menggenggam tangan sahabatnya dengan hangat.


"wahh....cantik banget anak gadis jeng Retno loh kayak artis...." seru buk Mirna dengan wajah kaget melihat Nayla yang berkulit putih , berhidung mancung dan bertubuh proposional bila dipakai kan baju mahal pasti tidak percaya orang kalau dia orang miskin.


" ahhh ...jeng Mirna nih...bikin saya malu... ayo diminum dan dicicipi ubi goreng nya enak loh jeng...." ucap buk Retno tenyum bahagia.


" iya jeng...." ucap buk Mirna mengambil ubi itu dan memakannya kemudian meminum teh itu dengan santai.


buk Retno dan nayla tersenyum melihat buk Retno menikmati hidangan sederhana itu. setelah selesai menikmati buk Mirna menatap lembut kearah Nayla.


"ayo duduk disini...." panggil buk Mirna sambil menepuk kursi disampingnya.


Nayla pun menurut ikut duduk sesuai yang diperintahkan setelah menata minuman dan makanan diatas meja.


" udah kelas berapa sekarang...." tanya buk Mirna sambil menatap bola mata cantik milik Nayla.


" kelas tiga SMA buk...." ucap nayla malu-malu.

__ADS_1


"wah berarti hampir tamat dong ..." ucap buk Mirna sambil tersenyum.


" iya buk...dua Minggu lagi mau ujian akhir..." ucap Nayla menerangkan.


"trus mau lanjutin kuliah kemana....mau ngambil jurusan apa nanti..." ucap buk Mirna antusias.


" gak ngelanjutin buk gak ada biaya... rencananya sudah tamat ini mau kerja dipabrik saja....biar bisa bantu biaya pengobatan bapak yang lagi dirawat di Puskesmas..." ucap Nayla sambil tersenyum kikuk.


"wah...sayang banget jeng Retno... sepintar dan secantik ini gak dilanjutkan pendidikannya...." ucap buk Mirna sambil mengusap rambut Nayla dengan hangat.


"yahh....gimana lagi jeng Mirna... ekonomi kami sangat sulit...jeng kan bisa lihat sendiri...." ucap buk Retno sambil mengedarkan pandangannya diruangan itu.


" jeng... seandainya kalau ada yang mau melamar Nayla gimana...." tanya buk Mirna dengan mimik wajah mulai serius.


"gak mungkin lah jeng....siapa yang mau besanan sama saya yang gak punya apa-apa ini..." ucap buk Retno dengan nada suara getir.


"kalau ada gimana....apa bisa diterima..." ucap buk Mirna dengan senyum kecil.


"saya tergantung Nayla saja...."ucap buk Retno sambil melirik Putri nya yang dari tadi hanya tersipu malu.


"gimana kalau saya melamar Nayla jadi menantu... apa bisa diterima jeng Retno..." tanya buk Mirna sambil menatap temannya dengan serius.


" aduh jeng ini bercanda saja....mana mungkin anak lelaki jeng yang pengusaha sukses mau dengan anak saya yang cuma tamatan SMA...jeng Mirna ini ada-ada ja deh..." ucap buk Retno tertawa kecil.


"saya serius loh jeng...saya suka Nayla pada pandangan pertama...saya jadi ingat putri saya yang sudah meninggal... seandainya dia masih hidup mungkin sudah sebesar nayla..." ucap buk Mirna berwajah muram mengingat masa lalu.


"tapi jeng...apa jeng sudah fikiran masak-masak...saya gak punya apa-apa...mana pantas bersanding dengan jeng Mirna..." ucap buk Retno dengan suara canggung.


"jeng Retno sosok yang baik dan selalu menolong saya waktu kita kecil-kecil dulu... saya berhutang Budi kepada jeng Retno... ingat waktu kita jatuh disungai jeng mempertaruhkan nyawa tetap memeluk saya sambil berpegangan dengan sebatang kayu...sampai orang datang menolong... seandainya jeng melepaskan saya waktu itu...mungkin saya sudah tidak ada didunia ini....jadi jeng jangan merendah seperti itu jeng itu Dimata saya orang yang paling hebat..." ucap buk Mirna menggenggam tangan buk Retno dan tersenyum hangat.


" humm....jeng ayo kita makan...nanti takutnya keburu dingin..." ucap buk Retno mengalihkan pembicaraan karena dia malu kalau diungkit-ungkit kebaikan yang telah berlalu.


"oohh iya...sudah lama ya...tidak merasakan masakan jeng Retno..." ucap buk Mirna dengan semangat.


" nay...bawa kesini makanan nya...kita makan disini saja..." ucap buk Retno memberikan perintah pada putrinya.


" iya buk..." ucap Nayla dengan patuh dan langsung pergi kearah dapur .


tidak berselang lama Nayla datang membawa sayur, lauk pauk dan nasi diatas nampah besar kemudian menata diatas meja , setelah itu nayla kembali kedapur mengambil gelas ,piring dan teko air.

__ADS_1


setelah semua tersedia buk Retno mempersilahkan sahabat lamanya menyantap hidangan itu.


mereka pun menikmati makanan itu dengan hikmat yang terdengar cuma dentingan sendok beradu dengan piring.


__ADS_2