
sesampainya diruang makan semua sudah tertata oleh bik Sumi yang begitu cekatan dan faham situasi dirumah ini. teman -teman Arga pun duduk mengelilingi meja makan tanpa ba-bi-bu bo langsung mengambil piring dan menyendok nasi.
tidak begitu dengan Arga pergi berjalan kearah bik Sumi kemudian mendekat.
" bik...suruh Nayla kelantai atas kamar saya...saya ada yg mau dibicarakan..." ucap Arga berbisik dengan suara perlahan.
" baik den...." angguk bik Sumi mengiakan dengan suara pelan juga.
Arga pun melangkah pergi dari meja makan hendak pergi kearah tangga.
" heeii ...Arga lu gak ikut makan...." tanya Reno sambil melambaikan piring kearah Arga
" nanti saja.... kalian duluan aja...aku ada urusan sedikit..."ucap Arga tersenyum kemudian berbalik melangkah menaiki tangga.
"udah biar aja si Arga....dia lagi diet tuh..." ucap Tomi sambil menyendok makanan kemulutnya.
Rendi dari tadi hanya diam memperhatikan sekeliling nya walau dia ikut menyantap makanan yg ada dipiring tapi matanya terus mengikuti langkah kaki wanita muda pembantu Arga yang baru itu terlihat melangkah naik ketingkat atas yang ia tahu disana ada kamar dan ruang kerja pribadi Arga, sepintas lalu tak ada yg salah seorang pembantu naik kesana tapi Rendi merasa janggal tapi dia berusaha tidak ambil pusing itu urusan temannya.
sesampainya dilantai atas Nayla mengetuk pintu kamar yang tertutup rapat.
" masuk ..." terdengar suara perintah dari dalam kamar .
Nayla pun masuk tidak lupa menutup pintu dengan perlahan takut membuat hal yang tidak disukai oleh Arga nanti.
" maaf mas....ada apa memanggil nay....mas butuh sesuatu...." ucap Nayla perlahan sambil berjalan mendekat.
"duduk...." ucap Arga ketus
Nayla pun duduk dengan patuh disofa mini yang ada dikamar itu yang tidak jauh dari tempat tidur besar dan mewah.
" baru saja disini sudah menggoda laki-laki....hebat kamu ya .." ucap Arga sambil berkacak pinggang menatap tajam.
" menggoda...??!.... maksud mas apa...nay gak ngerti...." ucap Nayla dengan suara bergetar menatap bingung.
"oohhh....gak ngerti ya....sini aku kasih tau... biar kamu ngerti...." ucap Arga melangkah kearah Nayla.
dengan kasar Arga menarik Nayla ketempat tidur kemudian mendorong nya hingga jatuh terlentang diatas kasur. Nayla mencoba bangkit namun tubuhnya sudah terlebih dahulu ditindih sehingga tidak bisa bergerak. dengan satu tangan Arga mencengkeram dagu Nayla dengan dengan buas ******* bibir itu secara paksa pula mendorong lidahnya masuk ke rongga mulut Nayla.
"uhuuukk...uhuuukk..." Nayla pun terbatuk-batuk karena tersedak.
" bodoh...." bentak Arga sambil menyingkap rok yang Nayla gunakan kemudian menariknya hingga jatuh kelantai.
__ADS_1
" mas....sakit ..." ucap Nayla mencoba melepaskan tangannya yang dicengkeram kuat oleh Arga.
" diam...kau harus tau....ini hukuman untuk wanita penggoda...." ucap Arga menyerang tanpa ampun.dengan kasar Arga merobek baju yang Nayla hingga tidak berbentuk.
" mas ...tolong hentikan....nay minta maaf....mas....maaf ..." ucap Nayla terisak karena sekujur tubuhnya sakit seperti diacak-acak oleh binatang buas.
Arga sudah hilang kendali terus berpacu dan meremas tubuh Nayla yg merintih kesakitan karena diperlakukan kasar.
Nayla hanya terdiam tidak melakukan pelawanan lagi karena sudah tidak bertenaga lagi cuma air matanya yang menetes,namun Arga tetap bersemangat sehingga peluh membanjiri tubuhnya.
" aakhhhh....." suara tertahan Arga berpacu dengan dengan deru nafasnya.
Arga pun bangkit dari tubuh Nayla yang sudah acak-acakan tidak karuan begitu juga kondisi sprei dan bantal diatas kasur.
dengan santai Arga melenggang masuk ke kamar mandi, terdengar air jatuh kelantai.
tidak lama Nayla pun merosot tubuhnya turun kesamping tempat tidur dan menarik sprei untuk menutupi tubuhnya ,ia pun terduduk lesu dengan pandangan kosong sesekali masih terisak menggigit ujung sprei menahan tangis karena merasakan sekujur tubuhnya begitu sakit dan terasa nyeri karena bekas gigitan dan cengkraman disalah satu tubuhnya.
Arga keluar dan menatap nanar kearah Nayla kemudian mengambil sesuatu dari laci dan melemparkannya kearah Nayla.
" minum itu ...aku tidak Sudi ada seorang anak lahir dari rahim mu.... mengerti....." ucap Arga berjongkok sambil mencengkram dagu Nayla dan menghempaskan kesamping.
" kau harus ingat....kau pelayanku sekarang jadi jangan coba-coba main mata dengan laki-laki lain....ingat itu.... jangan kau kira aku cemburu....aku tidak suka ada perempuan murahan tinggal di rumah ku...." ucap Arga sengit sambil menunjuk kening Nayla dan menoyor kebelakang.
Nayla hanya diam tidak berkutik dan membantah hanya air mata yang merembes keluar dari dua bolamata cantik nya,walau Nayla tidak merasa melakukan kesalaha tetapi dia menerima hukuman ini dengan sabar.
" sekarang kau kemasi yg berserakan itu ....semua disini kamu ganti termasuk sprei dan selimut.....aku tidak mau bau tubuh mu menempel di ruangan ini ..." ucap Arga dengan nada tidak berperasaan dan dengan acuh sambil memakai pakaian dan mengeringkan rambutnya.
" iya mas..." ucap Nayla suara bergetar karena masih diliputi oleh rasa takut.
" satu lagi....tolong kamar ini disemprot dengan pewangi..." ucap Arga keluar dari pintu tanpa menoleh sedikit pun.
setelah terdiam sebentar Nayla pun bangkit dengan meraba tepian tempat tidur untuk menyangga badan nya yang sedikit oyong . mengambil pakaian nya yang sudah robek dan memakainya walau tidak tertutup penuh tapi setidaknya dia berpakaian .walau tulang ditubuh nya rasanya hancur dan sakit Nayla tetap menyeret langkahnya membersihkan tempat tidur dan mengganti sprei dan selimut tidak lupa membersihkan kan kamar itu walau sesekali Nayla memegang kepalanya dan menahan nyeri di sekujur tubuhnya.
*******
sementara diruang makan teman -teman Arga sudah selesai makan sambil menikmati rokok dan buah-buahan yang ada tersaji dimeja. Arga datang mendekati sambil membawa beberapa map.
" Arga...lu gak makan..." tanya Rendi sambil mengerinyitkan dahi.
" gue makan dikantor saja ..kita harus buru-buru balik nanti kan kita ada pertemuan penting..." ucap Arga berdiri menatap teman -teman nya yang masih santai.
__ADS_1
" lu ganti baju lagi Arga...sepanas apa sih kamar lu sampai lu mandi segala...." ucap Tomi menyipitkan mata menatap curiga.
" apa an sih lu....ini rumah gua ya suka-suka gue dong....mau nyebut kekolam kek mau berendam kek...kok lu yang ngatur sih...." ucap Arga ketus merasa tidak senang.
"udah tom...lu cari perkara dirumah orang ..ayok kita pergi nanti telat lagi ..." ucap reno menyeret Tomi biar jangan ada masalah.
" tunggu dulu bro ...gue mau pamitan ma pembantu cantik Arga...mana dia..." ucap Arga berhenti menahan langkah Reno.
" udah... jangan kurang ajar dirumah temen sendiri...." ucap Rendi ikut menarik Tomi karena dia sedikit banyak bisa membaca keadaan , tingkah Arga yg tiba-tiba marah itu bukan yg wajar seperti menyembunyikan sesuatu.
" iihh....memang kalian gak asik ... biasanya liat cewek cantik kita kompak...kok sekarang pada aneh ..." gerutu Tomi menepis tangan teman-temannya dan dengan wajah cemberut berjalan mendahului.
" bruuummmm...." bunyi mobil meninggal kan pelataran rumah.
Nayla yang tegak dibalik kaca jendela dilantai atas dapat menyaksikan kepergian Arga dan teman-teman nya.
" huummm...." Nayla pun menarik nafas sedikit lega melihat kepergian mereka.nayla pun menyampirkan sprei kotor itu ketubuhnya untuk menutupi baju nya yg robek dan memeluk kain yg kotor lainnya untuk dibawa turun kelantai bawah.
setelah keluar dari kamar Arga , Nayla pun menuruni tangga dengan hati-hati dengan mencengkram besi pegangan tangga. walau sekujur tubuhnya berdenyut kesakitan Nayla tetap berusaha kuat.
" loh nay....kok kamu selimut an dengan sprei....kamu sakit...." ucap bik Sumi menatap cemas melihat Nayla lewat didepannya yg sedang mengemasi meja makan.
" tidak bi....mas Arga suruh mencucinya...jadi nay bawa turun kyk gini..." ucap Nayla tersenyum kaku .
"oohhh... kirain apa....ya udah nay taruh saja dimesin cuci ntar bibi yang ngerjain...." ucap bik Sumi merasa kasihan.
" gak usah bik....bik Sumi kan sibuk ...nanti malah ngerepotin...." ucap nayla menggeleng lemah.
" udah...gak apa-apa....wajah nay udah pucat kayak gitu...pergi istirahat gih....bibik bisa kok jgn cemas..." ucap bik Sumi mendekat dan membelai pipi Nayla lembut .
"iya bik... makasih banyak ya bik ..." ucap Nayla terharu dan membuat matanya berkaca-kaca.
" iiihh ...nay biasa aja sama bibi ..." ucap bi sumi mengusap lembut rambut Nayla membuatnya memejamkan mata merasakan kehangatan mengalir kehati nya seolah usapan tangan ibunya yang jauh.
Nayla pun melangkah meninggalkan kan buk Sumi yang menyelesaikan pekerjaan nya yang tertunda tadi.nayla memilih tidak langsung pergi ke kamar mandi tempat pencucian baju tapi ia masuk ke kamar nya yang terletak tidak jauh dari dapur karena ia mau mengganti baju nya yg robek terlebih dahulu agar bik Sumi tidak curiga.
setelah selesai bergati baju Nayla pun keluar membawa handuk untuk mandi karena kamar mandi terletak didapur khusus untuk pembantu.
buk Sumi cuma menatap miris melihat keadaan Nayla yang jauh-jauh dibawa dari kampung nya hanya dijadikan pembantu padahal gadis secantik Nayla ini lebih cocok jadi nyonya rumah ini.
" hmmm..." bik Sumi menarik nafas sambil menggelengkan kepalanya kemudian terus melanjutkan pekerjaan sambil membuang fikiran negatif yang bercokol di kepala nya.
__ADS_1