
setelah kejadian dimobil itu Arga pun tidak pernah lagi membantah ucapan ibunya karena ia takut penyakit jantung ibunya tiba-tiba kambuh lagi.
sejak itu ia menerima permintaan ibunya walau hatinya berat harus menerima perjodohan itu begitu juga saat ini Arga tanpa perlawanan menjemput Nayla pulang sekolah walau pun ia memilih menunggu digubuk itu dari pada pergi kesekolah Nayla pasti akan menarik perhatian makanya Arga memilih menunggu saja walau hatinya jengkel tapi bagaimana lagi demi ibunya.
" aku ingin bicara sama kamu... mumpung kita sedang berdua tidak ada mama ku...." ucap Arga dengan sikap dingin nya yang tidak berubah dari awal pertemuan pertama.
"ada apa mas..." tanya Nayla bingung.
"kita sudah sah jadi suami istri Dimata tuhan dan negara....tapi kamu tahu aku mengikuti perjodohan ini karena keinginan mamaku...dia jatuh sakit ketika aku menolak nya....jadi aku harap kamu jangan berharap kasih sayang dariku karena hati ku sudah milik orang lain...." ucap Arga penuh dengan penekanan dan rasa dingin.
" ya mas...saya tahu..." ucap Nayla singkat mencoba tegar merasakan pahitnya rasa kecewa mengawali kehidupan nya.
sesuai permintaan buk Mirna pada anak nya setelah sakit meminta anaknya lamaran langsung menikah tanpa pesta terlebih dahulu menimbang Nayla akan menghadapi ujian akhir dan Arga belum siap pernikahan nya diketahui publik untuk sementara waktu. buk Mirna menyanggupi karena Arga sudah mau dijodohkan.
setelah melakukan lamaran dan nikah langsung hari itu Arga pulang ikut mamanya kekota dengan alasan mau mengambil cuti yang pas setelah menyelesaikan pekerjaan nya terlebih dahulu.
pada saat itu Nayla merasa biasa saja karena ia ingat janji nya dengan ibu Mirna yang seperti malaikat penolong bagi keluarga nya. Nayla pun menjalankan harinya seperti biasa sampai saat dia menyelesaikan ujiannya dengan lancar.
tapi berbeda dengan saat dimana mendengar ucapan dari mulut suami sah Walau tanpa cinta terang-terangan menolak kehadiran nya.
"aku harap kamu mau berpura-pura seperti pasangan suami-istri sungguh didepan mamaku....dan satu lagi kamu jangan bercerita dengan mamaku bahwa kamu hanya istri bohongan dalam hidup ku..." ucap Arga berisi sedikit ancaman tidak lebih dingin dari kata-kata sebelum nya.
" ya mas aku mengerti...." ucap nayla mengangguk menahan gemuruh dihati nya yang merasa sakit, sebuah pernikahan yang diharapkan akan membawa kebahagiaan walau diawali perjodohan tapi sudah diberi batasan terlebih dahulu oleh Arga.
" kau terbiasa hanya berkata iya....apa segitu patuhnya sampai aku suruh kau loncat dari mobil ...kau langsung menyanggupi..." ucap Arga mulai geram melihat sikap Nayla yang tidak ada bantahan terlihat manut berbeda dengan wanita yang ia kenal dikota.
" terus saya harus bilang apa mas...marah dan membantah perkataan mas...itu gak mungkin kan .... ibu Mirna orang yang baik tidak mungkin saya mau membuat beliau sakit karena saya tidak terlihat jadi menantu yang diharapkan..." ucap Nayla dengan suara tenang tapi tidak mau menatap kearah Arga yang berada disampingnya.kalau ditanya yang sebenarnya isi hatinya Nayla terus terang Nayla merasa sakit dan terluka tapi dia tidak mau memperlihatkan nya cukup disimpan nya dalam hati.
"baguslah kalau kau begitu faham... pernikahan ini hanya sampai dua tahun paling lama... paling cepat satu tahun tergantung situasinya gimana...aku akan mencari jalan agar kita bisa bercerai secepatnya dengan aman...." ucap Arga dengan senyum tipis melihat situasi yang bisa ia kendalikan dengan mudah.
__ADS_1
"saya ikut saja yang terbaik menurut mas..." ucap Nayla bernada pasrah.
"ohh ya satu lagi... seandainya selama berumah tangga kita tidak sengaja berhubungan badan... kuharap kamu tidak hamil...tapi aku akan usahakan sebisanya tidak menyentuh mu...tapi ketika aku butuh kau harus melayani ku... karena aku tidak mau tidur dengan perempuan tanpa ikatan...." ucap Arga dengan tatapan dingin pada perempuan disebelah nya yang terlihat cantik setelah melihat lebih dekat.arga merasa tidak mungkin tahan berdekatan apalagi sudah resmi jadi suami istri untuk membiarkan wanita secantik itu tanpa menyentuh nya.
"hummm...." Nayla cuma menghela nafas sambil memejamkan matanya karena terlalu Lelah secara fisik dan mental membuatnya tidak bisa menahan kantuk dan tertidur dengan kepala bersandar dikaca jendela mobil.
Arga menoleh karena tidak kunjung mendapat Jawaban dari wanita disampingnya dan suasana terasa sunyi.arga menepikan mobilnya kebetulan rumah baru yang dituju sudah sampai.nayla masih tertidur nyenyak nampak nya.
setelah mobil berhenti Arga hendak membangun kan Nayla .ketika Arga hendak mendekat Nayla terlihat menggeser kakinya membuat rok span abu-abu yang ia gunakan tertarik naik memperlihatkan paha yang putih mulus.
Arga tersentak dengan muka memerah dan menarik mundur tubuhnya kebelakang.
" tok...tok...tok..." kaca mobil diketuk dari luar.
" ada apa ma..." tanya Arga keluar dari mobilnya.
" dia gi tidur dimobil....bentar Arga bangunin..." ucap Arga hendak masuk kembali kemobil.
" jangan dibangunin kasihan...pasti capek banget habis pulang sekolah.... gendong aja gih bawa kekamar ....ibu sudah beresin kamar untuk kalian....." ucap buk Mirna -nepuk lembut lengan anaknya dan berlalu masuk kedalam rumah.
Arga pun membuka pintu mobil perlahan dan mengangkat tubuh Nayla masuk dalam pelukan nya dan menyandarkan kepala Nayla didadanya.
pintu mobil pun ditutup dengan dorongan sebelah kaki oleh Arga . dengan langkah hati-hati Arga masuk kerumah langsung menuju kamar yang ditunjukkan oleh ibunya.
sesampainya dikamar Arga pun membaringkan tubuh Nayla dikasur spring bed yang sudah dihiasi Sangat cantik ada kelopak mawar bertabur disana dan begitu juga kamarnya didekor seperti kamar pengantin.
" aduh...mama ni apa-apa an sih ... hias kamar kayak gini..." gerutu Arga dengan suara bergumam.
setelah Nayla diselimuti kemudian Arga pun menyetel AC untuk membuat ruangan kamar agar udara nya nyaman.
__ADS_1
"Arga kok gak diganti baju Nayla nya kasihan pasti dia gerah banget tuh...." ucap buk Mirna sambil melongok dari pintu.
"aahh....mama ada-ada saja...gak sopan dong bukain baju perempuan..." ucap Arga kaget menoleh kepintu langsung menggeleng kan kepalanya.
"apa nya gak sopan...Nayla sudah sah jadi istri mu... jangan bilang kamu berniat hanya bermain-main berumah tang ini ya...." ucap buk Mirna menatap curiga putranya kemudian mendekati.
" iihh...mama apaan sih....Arga gak mungkin kayak gitu...." ucap Arga gelagapan.
" kalau gitu mama mau dengar kabar baik... berikan mama secepatnya cucu....jangan kamu bilang kamu gak mampu..." ucap buk Mirna dengan tatapan seakan menguliti hidup-hidup.
" yahh...gak bisa cepat-cepat gitu dong ma... lagian kan Nayla masih muda...dia masih butuh waktu menyesuaikan...."ucap Arga tidak kehabisan akal menghadapi Mama nya.
" mama harap... kamu jangan menyakiti Nayla dia gadis yang baik... dia bisa jadi istri yang baik buat kamu... percaya sama mama...." ucap buk Mirna menatap Nayla yang begitu lelap tertidur diatas tempat tidur.
" ma... sesuai perjanjian kita.....dalam dua tahun seandainya antara kami tidak ada cinta...mama harus relakan kami berpisah...." ucap Arga mengingat kan kembali kesepakatan yang telah buk mirna setujui sebelum Arga mengiyakan perjodohan ini.
"walau begitu kau harus berusaha dulu mencintai Nayla ... memperlakukan dia sebagai istri seutuhnya...." ucap buk Mirna menatap tajam anaknya.
"tentu ma...." ucap Arga cepat sambil memalingkan muka menatap keluar jendela.
"ya sudah mama mau bantu jeng Retno didapur ... untuk makan siang kita..." ucap buk Mirna keluar dari kamar.
" fuiiihhhh...." Arga bernafas lega karena Mama nya sudah pergi karena dia tidak bisa bersandiwara lebih lama lagi.
Arga pun mengambil handuk dilemari kemudian masuk kekamar mandi untuk membersihkan badan sekaligus mendinginkan hatinya.setelah dikamar mandi terdengar suara air turun jatuh dilantai.
Nayla membuka matanya perlahan tidak terasa air matanya jatuh karena sebenarnya dia mendengar pembicaraan antara ibu dan anak tadi,Nayla merasa menjadi duri namun untuk mundur sudah terlambat karena orang tuanya butuh biaya dan ini lah jalan satu-satunya ia harus bisa mengorbankan perasaan nya untuk orang tua nya agar hidup lebih layak.
Nayla bangkit memeriksa salah satu lemari mencari baju,ia mau cepat-cepat ganti baju agar tidak perlu berlama-lama satu ruangan dengan seorang Arga lelaki sempurna fisiknya tapi tidak hatinya yang sudah jadi milik orang.
__ADS_1