
Nayla menatap kamar yang berukuran mungil berukuran 3x4 itu yang didalamnya ada dipan untuk ukuran satu orang ,sebuah kipas angin yang menempel di dinding dan sebuah meja kecil dilengkapi juga sebuah kursi dan sebuah lemari pakaian terbuat dari kayu. bagi Nayla kamar ini lebih pantas ia tempati dibandingkan kamar tamu yang begitu mewah tadi.
Nayla tidak kecewa karena ditempat kan disini,baginya kamar ini juga mewah baginya yang terbiasa hidup susah dikampung.
" non...tidak apa-apa disini ..." ucap bik sum menatap sedih.
" nggak apa-apa bik....kamar ini cukup bagus kok...." ucap Nayla sambil mengeluarkan pakaian nya dan memasukkan kedalam lemari.
"tapi kan non...istri sah nya den Arga...." ucap bik sum dengan nada tidak enak hati.
" itu kan cuma dikertas bik...jadi jangan difikirkan...." ucap nayla sambil tersenyum manis " eehh... tunggu dari mana bik sum tahu kalau nay ini istri nya Arga...." ucap Nayla nada kaget menatap kearah bik sum yang berdiri dipintu.
" bibik dengar pembicaraan dari buk mirna waktu datang kerumah ini....waktu itu den Arga terlibat pembicaraan serius dan saya mendengar nama non diucapkan berkali-kali...." ucap bik sum menjelaskan dengan gamblang.
" oohh....gitu ya bik...oh ya bibik kenal sama wanita bersama mas Arga tadi...." ucap Nayla duduk ditepi tempat tidur.
"oohh....non Clara ...dia sering nginap disini...." ucap bik sum ikut duduk di kursi kamar itu.
" satu kamar bik...." ucap Nayla dengan wajah kaget.
" tidak non....den Arga gak kayak gitu... non Clara tidur nya dikamar sebelah kamar den Arga dilantai atas...." ucap bik sum cepat-cepat mengklarifikasi.
" uhhmm...." Nayla cuma mengangguk -angguk saja tanda mengerti.
"ya udah ....bibik mau masak dulu ..." ucap bik sum berdiri dari duduknya.
" mau nay bantu bik...." ucap Nayla ikut bangkit dari duduknya.
__ADS_1
" nggak usah non....kan baru sampai dari perjalanan jauh ... sebaiknya non istirahat saja ya ... " ucap bik sum mengelus lengan Nayla sambil menggeleng.
kemudian bik sum keluar dari kamar itu,Nayla pun mulai menata kasur itu memberi sprei dan merapikan barang-barang nya disana tidak lupa mengeluarkan sebuah pigura dan menaruhnya diatas meja kecil itu yang berisi gambar dirinya dan orang tuanya.
setelah semua rapi Nayla pun menutup pintu kamar itu dan mulai merebahkan tubuhnya diatas kasur untuk meluruskan tubuh nya yang setengah hari didalam mobil membuat rasa kantuk menyerang nya tidak lama matanya terkatup dengan sendirinya dan membuat Nayla jatuh tertidur .
*************
" bik....saya harap.... keberadaan Nayla jangan ada yang tau identitas sebenarnya disini ... " ucap Arga yang duduk santai disofa mewah diruang tamu.
" maksud den Arga.... gimana ya..." ucap bik sum bingung.
"hmm .... jangan ada yang tahu kalau dia istri saya.... kemudian jangan pernah istimewa kan dia....dia itu bukan nyonya rumah ini...dia sama status nya dengan bibik....dan satu lagi pekerjaan pembantu yang dulu berikan padanya ... mengerti....." ucap Arga dengan penuh tekanan.
" tapi den.... bagaimana pun non Nayla kan istri Aden...kenapa Aden perlakuan begitu...." ucap bik sumi merasa bingung dan bercampur sedih.
" bik...bagiku dia hanya orang yang ditolong oleh ibuku....jadi setidaknya dia tahu diri bagaimana membalas jasa..." ucap Arga dengan nada dingin.
"oh ya bik....tolong besok kasih tahu tugasnya apa saja ya...." ucap Arga sedikit berteriak karena bik sum sudah melangkah agak jauh.
bik sum cuma mengangguk sambil terus berjalan kedapur menahan air mata nya yan akan jatuh karena merasa kasihan dengan wanita yang baru tadi siang ia kenal tapi bik sum sudah merasa sayang kepada Nayla yang begitu polos dan baik tapi diperlakukan seperti itu.
sesampainya didapur bik sum melihat Nayla sedang membereskan perabotan kotor, bik sum pun mendekat kearah Nayla yang sedang memunggunginya.
"non....kok mengerjakan ini kan tugas bibik...." ucap bik sum kaget.
" eehh....bibik....nggak apa-apa kok ...ini sudah biasa nay kerjakan dikampung...." ucap Nayla tersenyum.
__ADS_1
" tapi non....pasti masih capek kan....biar bibik yang kerjakan...."ucap bik sumi mencoba mengambil alih pekerjaan itu.
" gak apa-apa bik....tadi udah istirahat kok....oh ya bik jangan panggil embel-embel nona gitu.... panggil saja Nayla....lagian kan nay orang kampung juga...." ucap Nayla menatap lembut bik sum.
"ya udah....bibik mau membersihkan yang lain saja ya...." ucap bik sum mengalah karena merasa pasti Nayla akan tetap bertahan mengerjakan pekerjaan itu.
"iya bik...." ucap Nayla melanjutkan pekerjaannya kembali dengan semangat.
"sungguh malang nasibnya...dibawa jauh dari desa hanya jadi pembantu padahal status seorang istri sah....ya tuhan gadis secantik dan semuda ini harus menanggung seperti itu....tapi terlihat kuat dan ikhlas....semoga kamu secepatnya dipertemukan dengan kebahagiaan....." ucap bik sum dalam menatap miris kearah Nayla.
tanpa banyak bicara mereka pun bahu- membahu bekerja menyelesaikan pekerjaan dapur itu membuat pekerjaan nya cepat selesai.
"sudah malam ....nona belum makan... langsung bekerja begini nanti bisa sakit..." ucap bik sum mengingat kan karena pada saat jam makan malam Nayla tidak ikut makan karena istirahat dikamar membuat bik sum kasihan untuk membangun kan.
" iya bik....nay makan nya dikamar saja...." ucap Nayla patuh kemudian mengambil piring dan mengisi nya dengan seadanya.
kemudian melangkah pergi masuk kekamar yang tidak jauh letaknya dari dapur.bik sum cuma menatap kepergian Nayla masuk kekamar nya.
didalam kamar Nayla duduk didekat meja kecil kemudian menyuap nasi kedalam mulutnya dan mengunyah nya perlahan namun air mata Nayla mengalir dengan deras sambil menahan Isak didadanya.
Nayla terbayang dan terngiang-ngiang ucapan Arga Yan tidak sengaja ia dengar karena ketika keluar dari kamar Nayla hendak mencari bik sum ketika hampir sampai keruang tengah Nayla mendengar dengan jelas pembicaraan bik sum dan Arga suaminya.
ucapan yang dilontarkan Arga seolah menampar keras perasaan Nayla untuk sadar dan tahu diri dimana posisi sebenarnya dia dirumah ini. hati Nayla hancur berkeping-keping tidak menyangka perlakuan yang ia dapat dirumah ini lebih rendah bukan saja tidak diakui tapi disamakan dengan seorang pembantu.
Nayla tidak mengharapkan cinta dan kasih sayang cuma butuh sedikit dihargai karena telah menjadi seorang isteri namun semuanya sudah hancur.
Nayla tidak sanggup melanjutkan makannya hanya sanggup menelan beberapa suap saja yang bisa lewat ditenggorokan nya hanya air putih yang sanggup ia telan banyak-banyak untuk mengisi perut nya yang kosong dari siang tadi.
__ADS_1
Nayla pun beranjak ketempat tidur dan langsung menyelimuti tubuhnya dan bersembunyi disana sambil melepaskan Isak tangis disana yang berusaha ia redam.
entah berapa lama Nayla menangis dengan meredam suaranya agar tidak didengar oleh bik sum, Nayla tidak mau orang sebaik bik sum nanti mencemaskan dirinya.setela cukup banyak air mata yang tumpah membuat Nayla lelah dan akhirnya jatuh tertidur walau masih menyisakan isakan kecil dibibir nya yang bergetar..