
setelah Nayla ganti baju ia pun cepat-cepat keluar dari kamar itu agar tidak keduluan Arga yang berada di kamar mandi takut nya selesai terlebih dahulu.
setelah berada diluar kamar Nayla langsung mencari-cari dapur rumah ini karena nayla tidak tahu ruangan yang dirumah yang cukup besar menurut nya yang terbiasa dirumah kecil. rumah itu terlihat bagai istana dengan lantai porselen putih ber plafon ukiran indah dengan lampu gantung menghiasi.
diruang an itu banyak perabot terlihat masih baru begitu juga alat elektronik nya masih sangat baru masih ada segel dan plastik pembungkus nya terlihat barang nya baru datang.
Nayla tercengang penuh kekaguman baru pertama masuk kerumah yang bagai serasa mimpi baginya saat Nayla asik celingak celinguk menatap kesana kemari tiba-tiba.
" jangan kau lihat kan wajah bodoh mu itu kepada orang...rumah seperti ini saja kau sudah seperti itu.... bagaimana kalau kau dikota nanti ....jangan-jangan kau langsung serangan jantung mendadak...." ucap suara dingin yang berasal dari belakang Nayla tidak lain adalah Dion Arga Mahendra.
" hahh....mas Arga... sejak kapan disana..." ucap Nayla kaget bercampur malu ketahuan berprilaku seperti orang udik.
"bukan kah kau tidur tadi.... sekarang kau sudah disini dan berganti pakaian pula...apa kau pura-pura tidur..." ucap Arga memajukan wajahnya menatap curiga.
" uhmm...saya gak pura-pura mas...tadi terbangun dari tidur langsung ingat mau bantu ibuk didapur..." ucap nalya gelagapan.
" hahhh....." suara tarikan nafas Arga kemudian melengos pergi meninggalkan begitu saja.
Nayla cuma menatap punggung lebar dan seksi dengan otot lengan terlihat dari baju kaos putih yang begitu ngepres ditubuh seorang Arga yang betul-betul cocok kalau jadi model.
"sadar nay....sadar...orang miskin kok mimpi ketinggian...udah dibantu ekonomi keluarga mu sudah syukur... jangan mimpi untuk mendapatkan hati orang sesempurna seperti itu....dasar tidak tahu diri...." rutuk hati Nayla memaki dirinya yang terpesona sebentar melihat suami sah nya itu.
Nayla pun melangkah kembali mencari dapur rumah itu berbekal suara sayup-sayup sebuah obrolan dari arah ujung rumah itu terdengar suara ibunya dan buk Mirna ,Nayla mempercepat langkahnya melangkah kearah itu, matanya sedetik menangkap diluar jendela Arga sedang menghadapi laptop nya dengan fokus terlihat makin mempesona Dimata Nayla keluar aura maskulin nan seksi berbalut baju santai.
"astaga...mata kok gak fokus sih ..." ucap Nayla menepuk jidatnya nya melupakan apa yang dilihatnya.
sesampainya didapur terlihat buk Mirna dan ibunya sedang asik mengobrol sambil tangan masing-masing sibuk memindahkan makanan kemangkok dan menyusun piring diatas meja
" nay bantu ya...." ucap Nayla mendekat.
" gak usah sayang....udah hampir siap kok..." ucap buk Retno menatap lembut Putri nya.
" mending nay panggil Arga kesini .... biar kita makan bareng...buruan .." ucap buk Mirna tersenyum.
" iya buk..." ucap Nayla hendak pergi.
__ADS_1
" Nay.... jangan panggil ibuk gitu...nay kan udah jadi menantu ganti mama ya...biar samaan panggilan nya dengan Arga..." ucap buk Mirna sambil menata peralatan makan diatas meja makan yang tidak begitu jauh dari dapur
" ehh....iya...ibuk....ehhh... mama...." ucap Nayla sedikit kikuk karena terasa tidak terbiasa.
"bagus.... jangan lupa lagi oke sayang..." ucap buk Mirna sambil membelai rambut Nayla kemudian berlalu kedapur.
" loh kok... melamun disini nay....tadi disuruh manggil suaminya kok malah masih disini..." ucap buk Retno mengagetkan sambil membawa semangkong sup panas ditaruh diatas meja.
" eehhh iya Bu....nay kedepan dulu...cari mas Arga..." ucap Nayla tersenyum kikuk.
" buruan sayang... nanti keburu dingin masakan ini...." ucap buk Retno kembali kedapur.
Nayla pun pergi melangkah keteras dimana Arga sedang berkutat didepan laptop nya terlihat serius dan begitu fokus sehingga tidak sadar akan kehadiran Nayla yang sudah berdiri tidak jauh dari sana.
" mas....mas....mas Arga...." panggil Nayla sambil menatap ragu.
" uhhmm.....ada apa...." ucap Arga melirik sebentar kearah Nayla kemudian kembali fokus kembali ke laptop nya.
"mama menyuruh saya memanggil mas Arga untuk makan bersama...." ucap Nayla menerangkan dengan gugup.
" mama yang memintanya....tapi kalau mas gak suka...nay panggil ibuk saja..." ucap nayla dengan polosnya merasakan kesukaan dari nada bicara Arga.
"udah lah gak usah ... ntar bisa jadi panjang ceritanya...." ucap Arga sambil menutup laptopnya dan memasukkan nya kedalam tas ransel hitam.
"mas biar nay bantu membawa tasnya...." ucap Nayla menawarkan bantuan.
" gak usah....kamu duluan aja kesana nanti aku nyusul ..." ucap Arga dengan wajah datar berlalu pergi masuk kedalam rumah.
"sabar nay....ini baru awal untuk merasa kecewa... ingat tugasmu adalah menjadi yang dimau buk Mirna ....ini demi kebahagiaan orang tuamu.... semangat ya nay....."ucap nayla dalam hati nya sambil mengelus dadanya.
Nayla pun melangkah kedalam rumah menuju keruang makan terlihat ibunya dan mama mertua nya sudah duduk menunggu yang lebih kaget nya Arga sudah duduk disana membuat Nayla tidak habis fikir kok cepat betul menaruh tasnya .
" duduk disini sayang....disuruh manggil suaminya kok ...Arga yang datang ...Nayla yang telat...."ucap buk Mirna tertawa kecil sambil memberikan isyarat duduk disamping Arga.
"ehh...iya ma...." ucap Nayla gugup kemudian menurut duduk sesuai yang diperintahkan.
__ADS_1
"ayo makan jeng Mirna... mumpung masih hangat ..." ucap buk Retno sambil menyerahkan piring ketangan buk Mirna.
acara makan siang pun berjalan begitu khidmat Nayla mengikuti segala perintah buk Mirna cara melayani Arga yang menjadi suami nya di meja makan.
Arga hanya manut tidak ada perlawanan beda jauh ketika sedang berdua dengan Nayla sikapnya sedingin es,namun bila bersama Mama nya sikapnya berubah hangat banyak tersenyum sesekali menggenggam tangan Nayla ketika berbicara terlihat seperti pasangan normal.
Nayla yang berada disana seolah-olah berada disebuah pertunjukan melihat dua sisi berbeda seorang Dion Arga Mahendra terlihat sangat berbeda.
*********
tidak terasa malam merambat mereka juga sudah makan malam ,sepanjang siang tidak ada hal-hal istimewa yang terjadi karena sibuk dengan urusan masing-masing , terutama Nayla yang harus menata barang-barangnya kedalam lemari yang tersedia untuk nya.
karena hari ini cukup melelahkan mereka pun masing-masing masuk kekamar.
begitu juga Nayla yang merasa canggung berada satu kamar dengan Arga berdua walau mereka sudah sah jadi suami istri.
"mas tidur saja dikasur....nay dilantai saja..." ucap Nayla mengambil bantal dan selimut hendak menurunkan kelantai disamping tempat tidur
"ngapain kamu tidur disana ...kalau mama sampai tahu...kamu mau buat mama ku jantungan ..." ucap Arga menatap tajam kearah Nayla duduk di ranjang berseberangan.
"apa mas nyaman satu ranjang dengan nay...." ucap Nayla hati-hati.
" haahhh....aku menang gak nyaman....tapi aku tidak mau mama tahu..." ucap Arga membaringkan tubuhnya dikasur besar itu tidur menghadap membelakangi Nayla.
" maaf mas...." ucap nayla dengan hati berat ikut membaringkan tubuhnya dikasur itu tidur memunggungi juga tidak lupa menari selimut membungkus tubuh nya.
tiba-tiba Arga menarik tubuh Nayla masuk kedalam pelukannya.
" ssstttt....mama seperti nya datang kekamar...kamu berpura-pura tidur cepat sambil memeluk ku...." ucap Arga dengan suara berbisik karena mendengar suara langkah kaki ,Arga sangat hafal itu adalah langkah kaki Mama nya yang sedang mengecek nya apa benar-benar Arga memperlakukan Nayla seperti istri atau pura-pura.
Nayla hanya menurut saja membaringkan kepalanya didada Arga dan melingkarkan tangannya di pinggang Arga. mereka pun pura-pura tidur dengan posisi seperti itu.
" krieeettt ..." pintu kamar perlahan terbuka
bunyi langkah kaki mendekat kearah ranjang. dan berhenti sebentar seperti memperhatikan.
__ADS_1
kemudian langkah kaki itu menjauh dan menghilang setelah pintu kamar tertutup kembali.