Cinta Dalam Kecewa

Cinta Dalam Kecewa
sandiwara baru dimulai


__ADS_3

setelah pulang sekolah Nayla langsung mengganti baju nya kemudian pergi ke dapur untuk membantu ibu dan mertuanya menyiapkan makan siang, Nayla mencoba bersikap normal seolah-olah tidak mendengar ucapan tajam Arga.


Nayla pun fokus menyusun hidangan dimeja beserta alat-alat makan, walau pun sudah dilarang agar tıdak usah dıbantu oleh buk Mirna mertuanya yang baik hati. tapi Nayla tetap bersikeras ingin membantu karena ia tidak terbiasa berpangku tangan.


" nay...mama dan ibumu bisa kok mengerjakan ini semua... tugasmu melayani Arga suami mu saja yang keras kepala itu ..." ucap buk Mirna sambil tersenyum.


" nay gak tahu harus membantu mas Arga apa... soalnya mas Arga apa-apa bisa sendiri tuh... ntar klo nay bantu malah bikin kacau nanti..." ucap Nayla mencoba bercanda walau terasa seperti hambar dan garing.


" hehehe....gak mungkin lah nay....malah akan jadi semangat bagi suami bila dibantu istrinya...." ucap buk Mirna tertawa kecil.


"huuuffff....itu berlaku bagi pasangan yang saling mencintai... tapi ini adalah hubungan yang terjalin karena sebuah perjanjian. untuk saling membahagiakan orang tua masing-masing..." desah Nayla dalam hati sambil menatap gamang.


"nay...kok ngelamun sih...lagi banyak fikiran ya...." ucap buk Mirna menyentuh lembut bahu Nayla.


" ehh....maaf ma...tadi kepikiran sekolah aja ..." ucap Nayla sedikit berbohong menutupi kegugupannya.


"oohhh...kirain apa...nay kapan kasih mama cucu nih.... tangan ini dah gatal mau gendong baby lagi nih...." ucap buk Mirna to the point.


" hahh....ehhh...mama kok ngomong gitu... hehehe...." ucap Nayla salah tingkah bingung jawab apa.


"sabar dong ma .....Nayla masih muda loh...masa sudah dibebani soal anak...biar dulu dia menikmati masa mudanya..." ucap suara yang tiba-tiba muncul sudah berada disamping Nayla tidak lain adalah Dion Arga Mahendra yang sedang berubah dalam mode lembut tepat nya sedang cosplay menjadi lelaki hangat dan penuh perhatian.


"eehh....kamu Arga gak sopan suka nguping pembicaraan perempuan...." sungut buk Mirna menatap anaknya.


"yah wajib nguping lah... takutnya Mama menjelek-jelekkan dibelakangku nanti..." ucap Arga sambil tertawa kecil.


"iihhh....kamu masih bandel juga sudah Segede ini Arga..." ucap buk Mirna menjewer telinga anak nya.


"iya...iya ....ampun.... sayang tolong bantuin aku dong..." ucap Arga bersuara sedikit manja.


"kasihan mas Arga ma...." ucap Nayla sambil mengelus punggung buk Mirna.


" untung Nayla membela dan sayang sama kamu... jadi jagain dia...kamu beruntung dapat dia...." ucap buk Mirna menceramahi.


" iya ma ...Arga beruntung punya Nayla ..." ucap Arga sambil memeluk Nayla dari samping.

__ADS_1


" seandainya aku tidak diberikan peringatan oleh mas Arga... mungkin aku menyangka sikap sayang nya ini benar-benar nyata.... hampir aku hanyut dengan kepalsuan ini.... sadar nay jangan baper ini cuma skenario sandiwara yang harus aku jalani.." bisik hati Nayla menatap Arga yang tidak terlihat begitu canggung memeluk nya dan mencium pucuk kepalanya didepan Mama nya.


" iihhh.... kalian mentang-mentang pengantin baru... mesra-mesraan didepan Mama.... pergi ke kamar gih...bikin Mama baper saja..." ucap buk Mirna tersenyum sambil dikulum.


"ayo sayang kita kekamar melanjutkan nya...." ucap Arga menggenggam tangan Nayla.


" tapi mas....semua sudah terhidang...apa gak sebaiknya kita makan dulu...." ucap Nayla ngatur nada suara nya agak manja untuk mengikuti ritme sandiwara yang dilakukan Arga.


" udah sana kalian... kayak nya si Arga udah kebelet tuh nay...." ucap buk Arga mendorong lembut anak menantu nya menjauh dari ruang makan.


Nayla pun patuh mengikuti langkah Arga yang membawanya kearah kamar dengan tangan saling bergandengan.sesampainya dikamar Arga pun melepaskan pegangan tangan nya dan berubah menjadi dingin kembali setelah pintu kamar ditutup.


" kamu jangan baper yang tadi....aku melakukan nya demi Mama tahu...." ucap Arga dengan ketus sambil pergi ngeloyor ketempat tidur dan langsung merebahkan tubuhnya disana.


" iya mas... nay tahu kok....nay sadar posisi nay dimana...." ucap Nayla berusaha menahan sebaknya didada, hatinya bagai di iris-iris sembilu tapi Nayla tetap mempertahankan dengan tetap berwajah tenang.


" bagus lah kamu tau posisi kamu dimana....tanpa harus capek-capek aku ngasih tau nya...." ucap Arga bersikap cuek .


" huufff....." Nayla pun menghirup nafas mencoba meredakan rasa sesak menggelayuti dadanya.


melihat Arga yang sibuk dengan gawai ditangan nya sambil baring-baring membuat Nayla merasa seperti makluk astral. ada tapi tidak terlihat.


Nayla pun mengambil kain sprei dari ember kemudian mengucek nya. terlihat banyak bercak darah.


" kok susah hilang nya sih...."desis Nayla sambil menambahkan deterjen dan mengucek nya kembali. dengan usahanya yang keras akhirnya bercak darah itu bisa disamarkan walau tidak hilang sepenuhnya.


"huuufff.... akhirnya Kelar juga.... tinggal dijemur deh... mumpung cuaca bagus diluar..." ucap Nayla tersenyum kecil melihat sprei yang berhasil ia bersih kan dan sudah ia bilas kemudian sprei itu dimasukkan ke ember kembali dan Nayla pun keluar dari kamar mandi sambil menenteng ember ditangan nya.


" mau kemana kamu...." ucap Arga menatap tajam tapi tetap sibuk tangan nya digawai dengan posisi masih bersantai dikasur.


" mau keluar menjemur sprei ini mas...." ucap Nayla mengangkat sedikit ember itu kearah Arga.


" terserah saja...." ucap Arga melengos kembali fokus pada gawainya lagi.


" nay keluar dulu ya mas...." ucap Nayla pamit.

__ADS_1


"hhmmm..." cuma deheman itu yang keluar dari mulut Arga seakan tidak perduli.


Nayla pun keluar dari kamar langsung menuju kearah pintu samping yang ada jemuran nya, Nayla melewati ruang tengah terlihat terlihat disana buk Mirna sedang duduk ditemani gawainya, Nayla cuma tersenyum melihat pemandangan itu.


sesampainya didekat jemuran Nayla pun mulai membentangkan sprei itu diatas tali jemuran kemudian merapikannya agar ketika kering tidak terlalu kusut.


"nay...." panggil suara dari arah belakang nya tidak lain adalah ibunya .


" ya bu....ada apa...." tanya Nayla menoleh kebelakang menatap sipemilik suara.


" ibu ingin bertanya sesuatu....bisa kita bicara ditepi kolam itu..." ucap buk Retno menunjuk kolam ikan tak jauh dari rumah nya.


"iya .... memang nya ada apa ibu.... terlihat serius banget...nay jadi takut nih...." ucap Nayla mengerinyitkan dahi Mencoba menduga-duga dan perasaan tidak enak melihat wajah ibunya yang begitu serius.


Nayla pun mengikuti langkah ibu nya menuju tempat yang telah ditunjuk tadi. sesampainya disana buk Retno memilih duduk agak menjorok kedalam dekat pohon mangga yang Batang nya cukup besar sehingga terlindung dari pandangan dari arah rumah.


" nay...apa kamu bahagia dengan perjodohan ini..." tanya buk Retno setelah menaruh bokongnya diatas selembar papan yang dilintangkan.


"kok ibu nanya gitu sih...." ucap Nayla menatap mata ibunya yang terlihat mendung .


"ibu merasa bersalah... seandainya kita tidak melarat...mungkin kamu menikah dengan lelaki yang kamu cintai nay... bukan menikah karena ingin membahagiakan ibu seperti ini....ibu merasa jadi orang tua yang jahat membiarkan anaknya berkorban seperti ini...." ucap ibu retno sambil menunduk kan kepalanya dan mengusap matanya yang mulai berair.


"kok ibu berfikir an begitu sih....nay tidak melakukan pengorbanan kok....nay justru berterimakasih dipertemukan dengan sosok seperti mas Arga yang baik...." ucap Nayla mencoba tersenyum dan terlihat bahagia.


" nay....kamu sedang tidak berbohong kepada ibu kan...." tanya buk Retno menatap dalam kearah mata putrinya mencari kebenaran disana.


"untuk apa nay bohong sih bu...nay bahagia hidup sama mas Arga kok...." ucap Nayla dengan nada semanis mungkin agar jangan menimbulkan kecurigaan ibunya karena dia tidak mau melihat kesedihan Dimata itu.


"tapi ibu merasa ....kamu terlihat tidak bahagia ... apabila dekat dengan Arga kamu terlihat ketakutan... perasaan ibu tidak mungkin berbohong...." ucap buk Retno meremas baju didadanya sambil memejamkan matanya menahan rasa sakit.


" ibu....itu tidak terlihat seperti ibu sangka...nay cuma belum terbiasa saja... ibu kan tahu seberapa hebat nya mas Arga rasanya seperti mimpi bersanding dengan nay gadis kampung yang tidak berpendidikan tinggi ini...." ucap Nayla Mencoba meyakinkan memperlihatkan wajah bahagia.


" nay....ibu percaya kamu tidak mungkin bohong... tapi hati ibu masih merasa sakit... ibu gagal membahagiakan mu...." ucap buk Retno dengan air mata meleleh dan bahu terguncang menahan sesak di dadanya.


" ibu jangan kayak gini dong....nay jadi ikut sedih... bagi nay.... ibu adalah yang terbaik di dunia ini...jadi jangan ngomong gitu lagi ya...ibu jangan berfikiran yang aneh-aneh lagi...nay benar-benar bahagia dengan mas Arga....walau masih canggung .... ibu tidak usah cemas ntar setelah terbiasa tidak terlihat aneh dimata ibu lagi..." ucap Nayla menggenggam tangan ibunya dengan hangat.

__ADS_1


" ya udah kalau nay udah yakin kayak gitu...ibu jadi sedikit tenang sekarang....ayo kita pulang... takut nya suamimu mencari--cari lagi...." ucap buk Retno bangkit dari duduknya dan mendahului berjalan pulang karena takut dilihat oleh besannya ngomong cuma berdua takutnya nanti ada kesalahpahaman yang timbul.


Nayla pun berjalan menyusul ibunya dibelakang menuju rumah,Nayla pun takut lama-lama ngobrol sama ibunya nanti ia bisa keceplosan yang akan berakibat fatal bukan untuk dirinya saja tapi untuk keluarga nya juga.


__ADS_2