
" nay....kamu pulang pakai apa sekarang...gak mungkin berjalan kaki kan...soalnya rumah mu gak disana lagi loh...." ucap tari menyenggol bahu Nayla yang sedang tegak didepan gerbang sekolah.
" oohh...iya aku lupa .... untung kamu ingetin tar.... hampir saja aku pulang kerumah lama ..." ucap Nayla tersentak dan langsung menepuk jidatnya.
" hehehe.... belum tua dah pikun kamu nay..." ucap tari tertawa melihat tingkah Nayla.
"bukan pikun tar...belum terbiasa saja...kan baru semalam pindah nya... wajah lah lupa tar...." ucap Nayla sedikit sewot karena ditertawakan.
"iya deh....trus gimana nih caranya kamu pulang..." ucap tari menatap serius.
" nah itu masalah nya tar....aku juga bingung nih .." ucap Nayla menggigit kukunya sambil celingak-celinguk kesana kemari.
" udah gini aja kamu naik ojek aja...biar aku temenin kesimpang sana .... cuma disana yang ada pangkal an ojeknya ..." ucap tari mengapit tangan Nayla dengan semangat.
" kan berlawanan arah dari rumah kamu tar....apa gak apa-apa..." ucap Nayla sedikit cemas menatap sahabatnya itu .
"gak apa-apa lah... sekali-kali kok... lagian ntar aku naik ojek juga pulang nya ..." ucap tari tersenyum manis sambil menyeret langkah teman nya itu.
"tapi tar ..." ucap Nayla menghentikan langkahnya temannya itu.
"tapi apalagi sih nay...." ucap tari mengerut kan keningnya sambil menoleh kepada Nayla.
"aku gak bawa duit untuk bayar ojeknya ..." ucap Nayla sambil menghela nafas .
"alah.... gampang itu ntar aku yang bayar jangan khawatir....hanya bayar ojek gak bikin aku miskin tenang aja kamu nay ...kirain apa tadi...." ucap tari menarik Nayla kemudian tersenyum lebar dan mengajak untuk berjalan lagi.
"aduh kamu baik banget tar....aku jadi terharu nih .." ucap Nayla tersenyum manis.
__ADS_1
" iihhh.... jangan lebayyy deh nay ...ini gak gratis ya ..... nanti kamu bayar dengan undangan nikahan kamu...awas ya jangan lupa karena aku mau makan enak dipesta kamu nanti... hehehe...." ucap tari tertawa lebar .
" iihhh ...gak janji loh tar....iya kalau pestanya di desa kita ... kalau dikota kamu mau datang..." ucap Nayla menatap sahabatnya itu serasa ingin mengatakan kalau sebenarnya tidak mungkin ada pesta karena Arga mungkin tidak mau pernikahan ini diketahui oleh siapapun.
"uhhmm....iya juga sih...lagian kalau aku pergi ke kota nanti kamu repot ngurusin aku..." ucap tari sambil manggut-manggut setuju.
Nayla pun tersenyum dan merangkul tari karena sebentar lagi dia akan jauh dari sahabat terbaiknya yang seperti murai daun yang selalu berkicau menjadi sebuah hiburan baginya dikala hatinya sedih dengan candaan dan gossip yang sudah pasti benar karena tari bukan tipe orang yang mau berbicara tanpa fakta apalagi memfitnah.
" tiinn....tiinnn...." terdengar suara klakson mobil dari arah belakang mereka.
Nayla dan tari pun sama-sama menoleh kebelakang sambil menepi kepinggir jalan untuk memberikan jalan agar mobil itu mendahului mereka.
mobil itu pun berhenti tepat disampingnya kemudian tidak lama turun seorang lelaki berpakaian rapi, bertubuh atletis dan berwajah tampan yang Nayla Sangat kenal itu siapa tidak lain sosok Dion Arga Mahendra suami rahasianya yang berasal dari kota.
"mas Arga...kok disini..." ucap Nayla tidak percaya Arga akan turun dari mobil dan mendatanginya.padahal Nayla tau Arga tidak mau hubungan perjodohan mereka tercium orang lain.
"hhmmm....ini ya calon suami kamu nay ... hallo aku tari sahabat nya Nayla..." ucap tari terbelalak melihat seorang Arga yang begitu sempurna tidak ada tandingannya bila beradu dengan pemuda-pemuda yang ada dikampung nya maupun kampung sebelah.
Arga cuma tersenyum dingin tidak memberikan respon sambil menatap datar.tapi beda dengan reaksi Nayla, mukanya memucat karena dia tahu betul sifat Arga yang sedikit angkuh apalagi hidup lama dikota jadi kurang empati nya terhadap sekeliling.
" humm.... kayaknya aku gak jadi naik ojek deh tar ....gimana nih..." ucap nayla cepat-cepat mengalihkan pembicaraan dan suasana takut sikap Arga dapat menyinggung sahabatnya.
"gak apa-apa kok...kamu pulang aja gih sana sama calon suami mu ...aku gak mau ganggu ya .... lagian kita belum jauh dari sekolah jadi gak terlalu jauh aku balik arahnya...." ucap tari menepuk-nepuk lengan Nayla menunjuk kan dia baik-baik saja.
" maaf ya tar...aku bikin repot...." ucap Nayla menatap tidak enak hati melihat besarnya pengertian sahabat nya.
"aissh....nih anak kok merasa bersalah gitu sih ...macam kita baru kenal saja...udah gih sana kasihan calon kamu nungguin lama tuh ..." ucap tari sambil melangkah pergi setengah berlari menjauh tidak menunggu jawaban dari Nayla.
__ADS_1
" hati-hati dijalan ya tar...." teriak Nayla melihat sahabatnya pergi menjauh. tari cuma tersenyum dan melambaikan tangan kemudian terus berjalan.
" naik...aku tidak punya banyak waktu..." ucap Arga bernada ketus kemudian melengos pergi masuk kedalam mobilnya.
"iya mas..." jawab Nayla mengangguk patuh mengikuti Arga masuk kedalam mobil.
setelah masuk kedalam mobil pun mulai bergerak melaju dengan kecepatan sedang menuju arah pulang kerumah.
Nayla duduk dengan gugup disamping Arga yang sedang mengemudi, bayangan malam panas itu berkelabat dipelupuk mata Nayla membuat nya panas dingin dan merasa kurang nyaman. Nayla pun mengalihkan pandangannya kesamping jendela menatap persawahan yang terbentang luar dan banyak nya pohon dikiri kanan jalan,rumah penduduk terlihat jauh antara satu dengan yang lain karena halaman dan tanah yang mereka jadikan tempat tapak rumah sangat luas.
" Nay.... soal semalam tolong lupakan... anggap yang terjadi adalah suatu kesalahan.... jujur saja aku mempunyai kekasih yang sangat kucintai dikota....aku menikahi mu karena perintah mama yang tidak bisa aku tolak..." ucap Arga melirik sebentar dengan ekor matanya kemudian kembali fokus pandangan nya kedepan.
"ya mas...saya tahu..." ucap Nayla dengan suara tertahan menahan embun dimata nya yang mulai memerah karena menahan nyeri menusuk hatinya yang paling dalam, ucapan Arga yang ringan namun sanggup mengiris-iris hatinya.
"satu lagi kamu harus ingat jangan menaruh hati padaku karena aku tidak bisa mencintai mu...tapi kau harus tetap berakting baik-baik saja didepan mamaku....dan jangan melaporkan apa-apa yang bisa membuat mamaku shock dan penyakit jantung nya kumat lagi....kau tahu bila itu sampai terjadi....aku akan hancurkan kamu beserta orang tuamu..." ucap Arga dengan nada dingin berisi sebuah ancaman.
" baik mas...nay akan ingat itu..." ucap nayla dengan suara bergetar kemudian menggenggam tepian roknya menahan sakit dan sesak di dadanya seperti menyergap membuat pandangan nya seperti berputar. berkali-kali Nayla mengerjapkan matanya yang mulai panas.
" bagus....aku suka dengan orang yang bisa diajak kerja sama...tidak salah mama memilih mu menjadi menantu sangat patuh sekali...." ucap Arga dengan nada senang semua sesuai yang di inginkan nya .
"mas ...nay istirahat dulu ya...." ucap Nayla masih mempertahankan intonasi suara nya agar tetap tenang.
" silahkan....tapi ingat jangan lelap....aku tidak mau disuruh menggendong mu lagi...." ucap Arga dengan suara datar terkesan tidak peduli.
" iya mas..." ucap Nayla singkat kemudian memejamkan matanya dan menyandarkan kepalanya dikaca. Nayla sengaja memilih berpura-pura tidur agar ucapan yang Arga lontar kan tadi tidak meluruhkan air matanya. Nayla tidak mau menangis didepan Arga karena takut dianggap tidak tahu diri karena bagaimanapun kalau bukan karena mama nya Arga mungkin orang tua nya masih terjerat kemiskinan dan jadi hinaan orang.
bagaimana pun Nayla berterima kasih dengan kehadiran Arga dapat merubah kehidupan keluarga nya walau bayaran nya yang harus ia lunasi dengan rela terluka selama dalam bersandiwara dan mengorbankan perasaan nya untuk bertahan agar senyum ibunya tidak pernah hilang.
__ADS_1