Cinta Dalam Kecewa

Cinta Dalam Kecewa
setelah selesai ujian


__ADS_3

suasana diskolah menengah tempat Nayla menuntut ilmu terlihat begitu ramai dan penuh dengan wajah-wajah sumringah karena ujian yang menyiksa dan memeras otak telah selesai Sekarang mereka hanya menunggu pengumuman kelulusan saja, walau mereka belum yakin hasilnya tapi mereka cukup puas dapat menyelesaikan ujian dengan usaha semaksimal mungkin.


" Nay...aku dengar ada lamaran datang ya Minggu kemarin dirumah mu...." ucap tari sambil duduk disamping Nayla yang sedang duduk-duduk dibawah pohon rindang didepan sekolah.


"ehh...gosip dari mana lagi tuh..." ucap nayla kaget dengan kehadiran tari yang datang tiba-tiba.


"aku mau datang kerumahmu rencana nya aku ngajak belajar bersama nay...tapi karena lihat dua mobil didepan rumahmu membawa kayak barang seserahan gitu aku putar haluan deh....kamu jadi juga nikah kontrak sama om-om ya...." ucap tari menatap penuh curiga.


" huss.... sembarangan saja itu teman ibu aku yang datang bersama keluarga nya .... masalah barang-barang yang kamu lihat itu mereka memberikan bantuan untuk keluarga ku...kamu kan tau siapa yang miskin dikampung ini..." ucap Nayla sedikit berbohong karena dia tidak mau ada berita yang aneh-aneh menyebar nanti nya karena dia tau tari itu gak bisa jaga rahasia.


"oohhh....kirain lamaran soalnya barang-barang nya tuh dibungkus cantik banget...apa gitu ya gaya orang kota kasih hadiah sama orang desa ya..." ucap tari sambil manggut-manggut mengelus-elus dagunya.


" hehehe... gitu mungkin tar...." ucap nayla berpura-pura ikut bingung.


"ya udah kita ke warung buk Tejo yuk...katanya gorengannya enak banget trus cendolnya itu..beuh... enaknya kebangetan...." ucap tari dengan semangat sambil mengacungkan jempol nya.


" kalau tari mah....semua makanan enak semua..." ucap Nayla tertawa kecil sambil mencubit pipi tari.


" Nay... aku ingin bicara sebentar..." ucap laki-laki berseragam sekolah sama seperti Nayla tidak lain adalah Andri.


" Andri...kan sudah aku bilang ... tidak ada yang perlu kita bicarakan..." ucap Nayla berpaling kearah suara yang ada dibelakang nya.


"aku tidak perduli....ayo ikut aku sebentar...." ucap andri menarik tangan Nayla .


" nggak mau Andri...." ucap Nayla mengimbas- ngibaskan tangan nya agar lepas genggaman tangan itu.


" Andri... jangan gitu dong... nanti orang salah faham lihat kamu memegang tangan Nayla ... apalagi sebentar lagi kamu mau nikah sama bela..." ucap tari mencegah.


" kamu jangan ikut campur tari....ini urusan ku...kamu minggir sana..." ucap andri menolak tari yang menghalangi jalannya.


" Andri... kamu gila ya..." ucap tari mencekal baju Andri dari belakang.


"lepasin gak....atau gua bongkar keburukan orang tua mu disini... Sekarang jangan ikut campur..." ucap andri melotot kan matanya.


"tari...biar aku ikut dia sebentar....gak apa-apa kok...."ucap Nayla mengalah karena dia tahu betul watak keras kepala Andri yang biasa mendapatkan ia mau.

__ADS_1


" tapi nay...." ucap tari ragu.


"percaya sama aku...." ucap Nayla mengusap bahu temannya kemudian langsung mengikuti langkah Andri yang membawanya kesebuah pendopo kecil tak jauh dari sekolah nya.


setelah sampai disana mereka pun duduk ,Nayla duduk sambil menjuntai kan kakinya sedang kan Andri memilih menyandar diruang pendopo itu.


" Nay.... seminggu yang lalu aku lihat ada mobil seperti sebuah rombongan kecil datang kerumahmu...kau menerima lamaran kan....siapa dia..." ucap andri dengan tatapan tajam.


"uhmm.....dia teman ibuku dari kota..." ucap Nayla mengalihkan pandangannya.


" Nay...aku tidak terima ini....aku tidak terima kamu jadi milik orang...kita kawin lari saja lagian kita sudah selesai ujian..." ucap andri mengepalkan tangannya.


"kau egois Andri...demi kepentingan mu...kau tega menyakiti orang-orang disekelilingmu...aku tidak mau melakukan itu.... ayahku butuh uang untuk berobat...ibuku sudah tua siapa yang akan menjaga nya....kita jalani kehidupan kita masing-masing...." ucap Nayla menolak dengan tegas.


"oke...oke...aku akan melepaskan mu setelah aku dapat menikmati tubuh mu dulu...." ucap andri dengan nada ancaman.


"Andri kau gila...aku tidak akan mau...kau fikir aku wanita apaan ... semurah an itu bisa semudah itu berbuat nista..." ucap Nayla dengan sorot mata penuh amarah.


"haah... kalau kau tidak mau melakukan nya dengan cara baik-baik...apa boleh buat...aku akan melakukan dengan cara paksaan...kau tahu aku tidak pernah main-main...."ucap andri dengan suara menggeram.


"nay....aku itu mencintaimu karena itu aku tidak rela kau sentuh orang lain..." ucap andri dengan suara melunak.


" kalau kau memang tulus mencintai ku...kau tentu tidak akan menyakiti ku...kau pasti akan membiarkan aku bahagia...tapi cinta yang kau punya hanya ***** belaka..." ucap Nayla dengan suara seperti orang yang akan menangis.


" nay....aku tulus mencintai mu....tapi aku tidak rela kau dimiliki orang lain..."ucap andri menunduk sambil meremas tangan nya.


"sudah lah Andri...aku capek..." ucap Nayla pun melangkah pergi menjauh dari Andri yang masih duduk dipendopo.


Nayla berjalan terus sampai ke kelas nya dan mengambil tasnya yang tergeletak dimeja kemudian menyampirkan dibahunya.


" Nay...mau kemana..." tanya tari dari arah belakang.


" tari... sejak kapan kau disana..." tanya Nayla kaget dengan kehadiran tari tiba-tiba.


"maaf...aku mengikuti mu karena aku tidak tenang kau dibawa begitu saja oleh si Andri tadi..." ucap tari dengan wajah bersalah.

__ADS_1


"tidak apa-apa tari...aku malah berterimakasih kamu begitu mencemaskan ku..." ucap Nayla menggenggam tangan sahabatnya itu sambil tersenyum.


" sama-sama nay....aku ikut ya..."ucap tari menyandang tas ranselnya dipunggung.


" aku mau pulang loh tar...." ucap Nayla sambil tersenyum.


" iya tahu....aku temenin kamu pulang...aku takut ada apa-apa nanti dijalan..." ucap tari ikut tersenyum manis .tari tahu pembicaraan Andri dan Nayla karena tari menguntit diam-diam dan bersembunyi dibalik pohon makanya tari tahu semua ancaman Andri,dia mencoba melindungi semampunya.


Nayla dan tari pun berjalan sambil bergandengan tangan keluar kelas dengan santai karena mereka tidak wajib untuk belajar lagi tapi hanya datang kesekolah untuk menunggu waktu keluar nya nomor kelulusan saja.makanya mereka bebas pulang tanpa tunggu perintah guru.


sepanjang perjalanan mereka lalui sambil bercerita dan bercanda melewati jalan desa tidak terasa Nayla pun sampai dirumahnya yang membuat Nayla terkejut melihat mobil terparkir didepan rumahnya.


" Nay mobil yang waktu itu aku lihat yang ini loh .." ucap tari menunjuk mobil yang terparkir didepan rumah itu.


" ini mobil teman ibu yang dari kota itu..."ucap nayla sambil tersenyum.


" oohh gitu...ya udah masuk sana...aku pulang dulu...aku gak mau mengganggu acara pertemuan keluarga..." ucap tari meninggalkan Nayla sambil melambaikan tangan.


"iya makasih mau nemenin pulang..." ucap Nayla sebelum tari melangkah jauh.


" sama-sama..." teriak tari sambil melambaikan tangan dan berjalan menjauh.


Nayla pun masuk kerumah alangkah kagetnya Nayla melihat perabot dirumah sudah tidak ada yang terlihat cuma tikar yang dibentangkan dilantai yang terlihat disana duduk seorang laki-laki yang tidak lain adalah Dion Arga Mahendra yang tidak lain anak dari sahabat ibunya.


"mas Arga...kok sendiri...mana ibu dan buk Mirna..." tanya Nayla berjalan masuk dan ikut duduk ditukar itu.


" mereka Sekarang dirumah baru...aku disuruh menjemput mu..."ucap Arga dengan wajah dingin nya.


"oohh...kalau gitu nay ganti baju dulu...." ucap Nayla hendak berdiri.


"semua barang sudah dipindahkan...jadi kita langsung kerumah baru itu saja..." ucap Arga berdiri dari duduknya dan melangkah keluar.


" baik mas..." ucap Nayla sedikit canggung mengikuti Arga berjalan lebih dulu darinya.


setelah masuk kedalam mobil pun berjalan melewati jalan desa yang dilalui oleh Nayla bersama tari tadi habis pulang sekolah.

__ADS_1


__ADS_2