
Nayla menarik nafas ketika membuka mata karena merasa silau tertimpa cahaya mentari melalui ventilasi yang jatuh menimpa wajah nya.selimut yang membungkus tubuhnya tidak sanggup menghangatkan Karen udara pagi bercampur AC membuat tubuh nya beku,nayla mencoba bergerak tetapi tidak sanggup untuk menggerakkan kakinya yang terasa kaku dan kebas tubuh nya pun terasa panas dingin.
Nayla mencoba mengerjap matanya mencoba mengumpulkan kesadaran nya karena merasakan amat sangat lelah seolah-olah tulang yang ada dibadan nya remuk semua, Nayla merasakan betapa ganasnya seorang Dion Arga Mahendra yang terlihat dingin dari luar tidak berlaku untuk malam tadi yang terjadi pada dirinya.
Nayla berulang kali memejamkan matanya menahan sakit sekujur tubuh nya yang terasa seperti habis melakukan pertarungan hebat.
kejadian yang terjadi tadi malam seolah seperti mimpi yang tidak pernah diharapkan oleh Nayla yang belum siap untuk melakukan itu yang memang sudah jadi kewajiban nya seorang istri .
Apa hendak dikata semua sudah terjadi yang diawali dengan sikap aneh Arga merasakan tubuhnya tidak nyaman dan kepanasan seperti AC tidak dapat membuat dingin ruangan dan tubuh nya membuat Arga mengguyur tubuhnya dibawah shower dikamar mandi kemudian sikap Arga yang tiba-tiba melakukan sesuatu yang diluar dugaan karena kepedulian Nayla berniat membantu karena merasakan antara kasihan Bercampur takut, Arga akan sakit terkena air dingin malam-malam.
Nayla menarik nafas dalam-dalam kemudian menoleh kearah samping terlihat Arga masih menutup mata terlihat tertidur pulas seolah sedang berada pada kedamaian ditambah lagi terdengar dengkuran halus keluar dari mulut nya.
Nayla tercenung sebentar menatap wajah baby face yang terlihat tampan ketika sedang tenggelam didunia mimpi, wajah yang akan terlihat dingin saat dia membuka mata.
"tuhan....aku tidak tahu apa yang terjadi tadi malam itu atas dasar apa.....tapi perasaanku takut ada hal buruk menimpa nanti...." ucap Nayla lirih sambil membuang nafas berat merasa kan dadanya terasa sesak seolah-olah seperti dihimpit batu besar.
Nayla pun mencoba bangkit dari pembaringan itu walau harus menahan rasa sakit yang amat sangat menghujam tubuhnya, Nayla pun menyeret langkahnya ingin membersihkan tubuhnya yang terasa lengket dan tidak nyaman ,sekilas Nayla melihat bercak darah dispei itu membuat muka Nayla memucat seketika kemudian berkelabat bayangan Arga yang menyentuh tubuhnya dengan bringas dan tanpa ampun walau berkali Nayla menangis tertahan dan memberontak tidak menyurutkan niat Arga terus menjadi kan nya sebuah tunggangan tanpa ampun.
" hhummmm...." hanyalah tarikan nafas panjang yang dapat Nayla lakukan mengusir semua bayangan yang mengerikan menimpa dirinya.
Nayla menyambar handuk yang tergantung kemudian masuk kekamar mandi.
terdengar percikan air yang jatuh dilantai , tidak begitu lama Nayla pun keluar dari kamar mandi terlilit handuk dengan rambut basah terurai masih menitikkan air dari ujung-ujungnya.
__ADS_1
ketika Nayla mengangkat kepalanya menatap ketempat tidur matanya bersitatap dengan sepasang mata tajam dengan rambut sedikit acak-acakan ciri khas orang yang baru bangun tidur sedang bersandar dikepala tempat tidur masih menutup setengah dari tubuh nya dengan selimut terlihat masih bertelanjang dada memperlihatkan tubuhnya yang atletis.
Nayla pun tertunduk malu mencoba menutupi tubuhnya dengan tangan seadanya karena sekarang kondisi tubuhnya sedang terlilit handuk saja walau bagaimanapun Arga itu suami sah nya tapi Nayla masih malu untuk sekarang dengan keadaan ini.
" mas...sudah bangun...." ucap Nayla dengan sedikit kaku sekedar basa basi karena jengah ditatap begitu lama.
"ambilkan aku handuk dilemari...aku mau mandi..." ucap Arga berwajah dingin.sangat berbeda dengan wajah yang Nayla lihat tadi malam membuatnya menjadi salah tingkah.
"iya mas...." ucap Nayla patuh sambil berjalan menuju lemari dan mengambil handuk baru dari lipatan kain.kemudian menyodorkan ketangan Arga yang masih duduk ditempat tidur.
"cepat pakai baju mu...." perintah Arga menatap tajam seperti hendak menguliti.
Nayla cuma mengangguk kemudian melangkah kelemari pakaian nya kemudian mengambil pakaian dan membawanya kesudut dekat lemari yang berada di jendela ada tirainya untuk memakai baju karena tempat itu tidak terlihat dari tempat tidur.
tak lama Arga keluar dari kamar mandi , entah kapan Arga pergi kekamar mandi tapi tahu-tahu sudah selesai mandi dan langsung memilih-milih baju dilemari pakaian tanpa memperdulikan keberadaan Nayla disana yang sedang duduk didekat meja rias.
setelah selesai memakai pakaian Arga langsung ngeloyor pergi keluar kamar tanpa bicara sepatah katapun atau pun sekadar menatap Nayla yang berada disana yang sedang dirundung perasaan canggung.
"hummm...." lagi-lagi Nayla cuma menarik nafas panjang merasa ada rasa sakit menyusup jantung nya walau sebenarnya Nayla sudah coba melawan nya tapi sakit itu telah mencengkram jantung nya .
"sadar Nayla apa yang terjadi tadi malam...tidak merubah segalanya....biar bagaimanapun yang terjadi itu belum setimpal atas kebaikan buk Mirna yang telah membantu keluarga ku dari lembah kemiskinan....jadi jangan berharap sebuah keramahan ini cuma sebuah transaksi .... sadar Nayla....sadar jangan menaruh sebiji harapan nanti yang tumbuh cuma rasa sakit yang mendalam..." ucap Nayla menepuk-nepuk pipinya membuang semua harapan dan mimpi yang sempat bercokol dihati nya.
cepat-cepat bangkit dari lamunan dan berjalan perlahan ketempat tidur untuk mengganti sprei yang telah kotor dengan sprei yang baru dari lemari.
__ADS_1
Nayla tidak berani membawa spei itu keluar kamar ,ia terlalu malu kalau ibu dan mertuanya tahu hal memalukan baginya itu.
sesampainya dikamar mandi Nayla mengambil ember dan merendam sprei itu yang telah diberikan deterjen.ember yang berisi rendaman sprei itu pun Nayla taruh agak kesudut tersembunyi agar jangan terlihat.
.*********
buk Mirna sedang duduk manis di dekat teras menghadap kearah taman sambil memainkan gadget berupa tablet ditemani secangkir Teh hangat dan sepiring camilan hangat.
" mama....aku mau bicara..." ucap suara dari samping tidak lain adalah Arga yang sedang melipat tangan sambil menatap tajam.
"silahkan tinggal bicara...." ucap buk Mirna tetap tenang menyesap secangkir teh yang sedang berada ditangan nya.
"apa yang mama masukkan pada makanan ku tadi malam ...." ucap Arga dingin sambil menekan suaranya sambil melihat sekeliling nya.
"mengapa kau menanyakan itu...mana mungkin aku masukkan racun dalam makanan mu... bukti nya kau masih hidup...jadi jangan bertanya yang aneh-aneh..." ucap buk Mirna masih sibuk bermain dengan gadget nya seolah-olah tidak perduli.
"mama... jangan bercanda... pasti ada sesuatu yang Mama masuk kan.... kenapa badanku merasakan kepanasan tadi malam seperti terbakar...." ucap Arga dengan intonasi sedikit tinggi dengan mata melotot melihat sikap cuek mamanya itu.
"mama cuma kasih kamu multi vitamin aja kok... karena kamu kan pengantin baru...jadi mama fikir itu bukan masalah yang perlu dibesar-besarkan...." ucap buk Mirna dengan intonasi masih sangat tenang seperti tidak ada riak sedikit pun.
" huhhh....mama sungguh terlalu..." ucap Arga melengos pergi dengan dengan menahan emosi bagaimana tidak kalau ia lanjutkan lagi perdebatan itu malah akan membuat nya terpojok dan membongkar kejadian malam itu yang membuat nya semakin kesal.
buk Mirna tersenyum tipis melirik kepergian Arga kemudian melanjutkan kerja tangan nya yang sibuk men scroll tablet nya .
__ADS_1