Cinta Dalam Kecewa

Cinta Dalam Kecewa
kejadian tak terduga


__ADS_3

bangun pagi Nayla sudah sibuk membantu pekerjaan dapur setelah semua pekerjaan dirumah telah selesai Nayla memilih membersihkan kebun kecil dibelakang rumah besar itu yang terlihat kurang terawat ketika Nayla mendongak kepohon mangga tiba-tiba air liurnya menetes melihat ada beberapa buah mangga yg tergantung diranting dahan itu.


tanpa berfikir panjang Nayla pun memanjat pohon itu karena waktu dikampung itu hal yg lumrah dia lakukan ketika kecil.setelah berhasil meraih buah itu tidak sengaja kakinya tergelincir membuat tubuhnya kehilangan keseimbangan.


"gdbuukkk....aakhh.." bunyi tubuh Nayla terbanting ketanah cukup keras diiringi ringisan dari bibirnya.


Nayla meremas perutnya tiba-tiba sakit,ia pun bangkit dengan perlahan sambil terhuyung -terhuyung karena pandangan nya berputar, dengan sekuat tenaga mencoba menggerakkan kakinya berjalan kembali kerumah walau dengan badan terasa melayang-layang seperti orang mabuk perjalanan.


" nay...kamu kenapa....muka mu pucat...." ucap bik sumi jerit tertahan dgn cepat melepaskan sapu yang ada ditangannya dan langsung berlari memeluk tubuh Nayla yg hampir ambruk.


" nay...kamu kenapa...kok tubuhmu penuh goresan.....ini kok baju kamu kotor..." ucap bik Sumi panik kemudian mengguncang- guncang tubuh Nayla yang lemah.


"ehhmmm..mm...gak apa-apa bik...nay cuma pusing aja...." ucap Nayla mencoba membuka matanya dan menggerakkan badannya.


"sini bibi bantu berdiri...." ucap bik Sumi memeluk tubuh Nayla dari samping dan dipimpin pelan-pelan ke kamarnya.


sesampai dikamar Nayla dibaringkan diatas kasur tidak lupa menyelimuti kemudian bik Sumi duduk ditepi tempat tidur sambil membelai rambut panjang yg terlihat kusut.


"sungguh malang nasibmu nak .... jauh-jauh dibawa dari kampung tapi disini diabaikan...." bisik hati bik Sumi sambil menyeka matanya yg berkaca-kaca.


bik Sumi pun beranjak pergi keluar dari kamar Nayla, memberikan waktu istirahat agar cepat pemulihannya.


Nayla membuka mata walau terasa berat ,tangannya meraba perut nya yang sakit seolah-olah di remas.

__ADS_1


" uuhh...hmmm.....sakit..."desis Nayla menahan sakit sambil menggigit bibirnya sendiri untuk mengurangi rasa sakit yang mendera.


Nayla menyingkap selimut yang menutupi kakinya karena ia merasa ada sesuatu yang mengalir panas diantara dua pahanya.


" astaga....darah...." ucap Nayla kaget ketika melihat kakinya yang mengalir darah segar.


Nayla buru-buru duduk dengan kondisi pusing masih menguasai kepalanya.tangannya merogoh sesuatu gumpalan jeli yg keluar dari kedua pahanya ketika Nayla mendekat melihat lebih jelas apa yang ada ditangan nya.


"aakhhh....hhh...."membuat Nayla menjerit tertahan dengan mata terbelalak kaget.


"gumpalan darah..... astaga....apa ini menandakan aku pernah hamil....dan mengalami keguguran..."ucap Nayla dalam hati sambil mengingat- ingat pelajaran masalah reproduksi waktu masih dibangku sekolah dulu.


" syukur lah....andai aku tidak jatuh dari pohon....aku mungkin tidak tau sedang hamil...pasti dia terus berkembang dirahim ku....dan lahir ke dunia penuh penderitaan karena tidak di inginkan kehadiran nya....." ucap Nayla menghibur dirinya sendiri walau air mata jatuh berderai dengan begitu deras bagaimana pun hati nya seorang ibu pasti tercabik sesuatu makhluk yg selalu didambakan oleh pasangan menikah tapi beda cerita dengan kisah hidupnya.


lama Nayla tercenung melamun Melihat darah ditangan dan diatara kedua pahanya yang membasahi kain sprei yang dia duduki.setelah mengumpulkan kesadaran nya Nayla pun bangkit perlahan mengemasi kain yg kena darahnya dengan perlahan Nayla pergi keluar kamarnya setelah sebelumnya mengintip keadaan sekeliling setelah dirasa aman Nayla berlari kecil ke kamar mandi dan langsung membersihkan diri dikamar mandi dapur.


setelah selesai mandi Nayla dan telah berganti pakaian, ia pun buru-buru lari kecil ketaman belakang menggali tanah dan mengubur gumpalan darah tadi beserta wadah nya dengan alat seadanya walaupun tidak terlalu dalam menggali tetapi cukup untuk mengubur kan tidak lupa ia menyebarkan kelopak bunga mawar yg ada disampingnya Duduk bersimpuh sambil menatap tanah itu.


" nay....kamu ngapain duduk disini....tadi kan bibi udah antar kekamar untuk beristirahat..."ucap bik Sumi yg telah ada dibelakang nya menap heran sikap Nayla terkesan aneh.


" bik.....kok tau nay ada disini..." ucap Nayla sambil menyeka air matanya.


" bibi tadi nyari nay kekamar mau nganterin makanan karena nay dari pagi blum makan....ketika bibi melongok kedalam kamar nay nya gak ada..." ucap bik Sumi membantu Nayla tegak dan memapahnya dan membantu nya berjalan untuk kembali kedalam rumah.

__ADS_1


selama memapah tubuh Nayla yg lemah dan lunglai bik Sumi merasakan tatapan matanya kosong seolah- olah kehilangan sesuatu yg berharga.setelah sampai diruang makan bik Sumi mendudukkan Nayla disalah satu kursi dimeja makan itu.


bik Sumi buru-buru kedapur membawakan makanan yang masih hangat dan uap nya pun masih mengepul dan tercium sangat harum tapi tidak dapat menggugah selera Nayla yg kini fikirannya kosong dan tidak tahu harus bagaimana.


biksumi melihat Nayla tidak bergeming didepan makanan sedikit pun membuat nya gelisah sehingga bik Sumi mengambil keputusan mengambil makanan kepring dan menyuap kan Nayla yg sedang melamun dan menatap kosong ke taman belakang melalui kaca besar disamping.


Nayla hanya mengunyah dan menelan yang di suapkan bik Sumi kedalam mulutnya tanpa tau rasanya.melihat kondisi Nayla seperti memiliki tubuh tapi tidak bernyawa tanpa ada aura bahagia dimatanya.berkali-kali bik Sumi menyeka air matanya menyaksikan kondisi Nayla yang menyedihkan tetapi dia tidak tau apa sebenarnya yg terjadi pada Nayla membuat nya terlihat begitu terpuruk .


" nay ...cerita sama bibi....kamu kenapa ...apa yg terjadi sama kamu sehingga kamu jadi kayak gini...."ucap bik Sunmi mengguncang pelan lengan Nayla yg masih mematung dengan tatapan kosong.


" tidak apa-apa bik....nay mau istirahat dulu....nay minta maaf tidak bisa membantu bibi hari ini....." ucap Nayla datar tanpa ekspresi apa pun.


" gak apa-apa nay....yang penting kamu harus pulihkan dulu kondisi tubuh dan pikiran mu terlebih dahulu....dan jangan sungkan menceritakan apapun sama bibi...." ucap bik Sumi membelai rambut Nayla dengan kasih sayang.nayla pun memejamkan matanya meresapi sentuhan tulus dari orang yg menganggap nya seperti anak.


" iya bik.... makasih banyak...." ucap Nayla sambil menganggukkan kepalanya.


" ya udah ....kamu jangan banyak fikiran tentang tugas dirumah ini ... istirahat Yang banyak ya...." ucap bik Sumi menuntun Nayla kekamar nya.


" bik nay bisa masuk sendiri..." ucap Nayla didepan pintu kamar nya.


" kenapa....biar bibi bisa membaringkan dan menyelimuti nay...." ucap buk Sumi mengerinyitkan dahi penuh tanda tanya.


"gak apa-apa....nay masuk dulu ya Bik...." ucap Nayla buru-buru masuk ke kamar nya menutup pintu seolah-olah ada yg disembunyikan nya.

__ADS_1


bik Sumi angkat bahu seolah tidak mau mencari tahu lebih apa yg terjadi karena dia tahu Nayla butuh waktu menenangkan diri terlepas apa yg terjadi dan yang disembunyikan saat ini.


Nayla didalam kamar melihat masih ada noda darah diatas kasur yang spei nya sudah ia cuci namun darah dikasur masih ada.nayla pun membalik kasur itu menutupi noda darah itu dan langsung memasang sprei yang baru sebelum merebahkan tubuhnya untuk melepas kan kepenatan psikis dan mentalnya.


__ADS_2