
Arga langsung membuka pintu kamar dan melempar jas nya ketempat tidur, Nayla memungut jas ditempat tidur itu dan menggantung nya dilemari.
tiba-tiba Nayla merasa ada deru nafas dibelakang nya dan tangan melingkar di pinggang nya.
" mas Arga.... ngapain..." ucap Nayla terkejut mencoba mendorong menjauh namun tidak berhasil karena Arga mendekapnya dengan kuat.
" hmmm ...hummm..." cuma suara deru nafas Arga yg terdengar dikuping Nayla dan uap panas nafas Arga menyentuh kulit tengkuk nya
" mas ...kamu gak apa-apa...." tanya Nayla panik melihat sikap Arga aneh , yang biasanya menyentuh nayla seperti orang jijik tapi sekarang berbeda tubuh Nayla sekarang dalam dekapan nya.
" sekarang kita realisasikan ke inginan mama...ayo kita buat anak itu..." ucap Arga yang tiba-tiba menyusupkan tangannya kebalik baju Nayla dan menggesek-gesek kan suatu benda keras dibalik celana itu kebokong Nayla.
" mas....sadar yang mas ucapkan...." ucap Nayla coba berontak karena dia tidak mau disalah kan nanti atau dituduh merayu Arga kalau mereka berakhir ditempat tidur.
Arga menarik Nayla ketempat tidur langsung menindih tubuh mungil itu tampak isyarat apapun kemudian dengan buas bibir merah Nayla diserang dengan ******* yang panas.berkali-kali Nayla mencoba memberontak namun dicekal dengan kuat oleh tangan Arga begitu kuat sehingga terkunci dalam dekapan itu.
"mmhhhmmm.....mas...dengar dulu...." ucap Nayla ditengah -tengah nafasnya yang tersengal-sengal karena bibir nya seolah tenggelam dibibir Arga yang pergerakan nya mulai liar.
" nay...aku sedang menginginkan nya...jadi jangan menolak..." ucap Arga dengan nada ancaman terlihat nafasnya terlihat tidak beraturan dengan tatapan nanar.
" mas...tapi mas kan biasanya bersama Clara..." ucap Nayla menolak dengan nada takut.
"diam.... dengan Clara tidak cukup hanya dengan mulutnya ...aku sudah merindukan yang ini..." ucap Arga menyusupkan tangannya dibalik gaun yang dipakai Nayla dan jari Arga bergerak dipangkal paha Nayla yang tersembunyi gua yang terasa lembab , satu jari itu perlahan memasuki tempat lembab itu seolah sedang menguji sesuatu.
" aahhhkkkk....hmm....." pekik tertahan Nayla merasakan tubuhnya bergetar merasakan tempat sensitif nya sedang diaduk oleh jari itu membuat perasaan yang aneh menjalari tubuhnya membuat tangan Nayla mencengkeram bahu Arga sambil memejamkan mata.
" bagaimana nay....kau pasti sudah lama tidak menikmati ini....aku akan beri hadiah karena telah sempurna berakting didepan mamaku...." bisik Arga mulai bergerak tangan nya melepaskan pakaian Nayla .
" mmhhhh...mas....kenapa mas tidak melakukan nya dengan Clara saja...." ucap Nayla dengan nafas tersengal mencoba mengumpulkan kesadaran nya.
__ADS_1
" bodoh.....aku dan dia sudah sepakat tidak mau melakukan nya sebelum nikah.... untuk memenuhi hasratku aku cuma menggunakan mulutnya saja....itu saja tidak cukup ...aku butuh tempat sebenarnya yang bisa menenggelamkan milikku dengan sempurna dan bisa menampung air kenikmatan ini tanpa terbuang sia-sia...." ucap Arga dengan deru nafas yang memburu dengan mata melotot menahan hasrat.
" mas...nay gak mau ..." ucap Nayla menolak karena merasa terhina hanya dijadikan pelampiasan saja.
" hahhh...sial...sudah merasakan kenikmatan oleh jariku...kini kau menolaknya...." dengus arga kesal kemudian menghujam kan jari nya kuat-kuat didaerah sensitif itu.
"aakkkkhhhh...sakit mas...." pekik Nayla tertahan karena daerah Pakal pahanya seperti diremas kasar.
" kalau kau tidak mau luka daerah ini....biar kan milik ku bermain disana...bukankah sudah lama milikmu ini tidak mencicipi nya..." ucap Arga dengan senyum sinisnya seperti memonopoli.
Nayla cuma bisa diam dan mulai melonggar kan tubuhnya tidak melakukan pemberontak kan lagi seolah pasrah dengan tubuhnya yang mulai tidak bertenaga lagi,memang Nayla akui ketika jari Arga bermain didalam miliknya ia merasakan sebuah kepuasan yang mejalari seluruh tubuhnya dan sebuah sentruman diotaknya.
melihat tidak ada penolakan lagi Arga pun melucuti seluruh pakaian Nayla yang menempel , begitu juga baju ditubuhnya tanpa banyak omong Arga membuka kedua paha itu menatap dengan penuh gairah sebuah tempat yang ditumbuhi bulu halus dan sebuah lubang yang terlihat sudah becek ulah tangan nya tadi.
Arga pun tersenyum sambil mengeluarkan senjata pamungkas nya yang sejak tadi sudah meronta ronta untuk dicelup kan dikubangan kenikmatan, tanpa fikir panjang Arga mendorong panggulnya dengan sekali tekanan membuat senjatanya tertelan sempurna seolah menghilang dan melebur jadi satu dengan gua lembab itu .
Arga dengan semangat bergerak maju mundur seolah sedang asyik berolah raga, tangan nya tidak tinggal diam menggenggam kedua bukit kembar yang masih nampak mengkal menegang dan mengeras di iringi tubuh Nayla yang terlihat bergetar dan menggelepar seperti ikan yg keluar dari kolam, tangannya meremas kain sprei disamping dengan mata terpejam dengan nafas tidak beraturan.
" ahkkk....." Arga melenguh seperti sapi yang habis dikorbankan kemudian jatuh terkulai disamping Nayla sambil memejamkan mata dengan nafas masih belum beraturan dengan keringat membanjiri tubuhnya.
"tok....tok...tok...." bunyi ketokan pintu kamar
" siapa...." teriak Nayla terkejut dengan reflek menarik kain selimut menutupi tubuhnya
" ini bibik....nyonya memanggil non nay untuk ngeteh ditepi kolam ..." ucap bik Sumi menjelaskan dibalik daun pintu.
" ohhh ya Bik....nay mau siap-siap dulu ya..." ucap Nayla masih kebingungan bercampur gugup.
" baik lah non....nanti bibi sampaikan..." ucap Bik Sumi menghilang seiring bunyi suara langkah kaki menjauh .
__ADS_1
Nayla pun bangkit dengan perlahan karena merasa sedikit nyeri dan kebas dipangkal pahanya karena perbuatan Arga seperti singa lapar dan memangsa tanpa ampun seperti sudah lama tidak makan daging, membuat tubuh Nayla seperti remuk redam.
Nayla menyelimuti tubuh Arga yang polos dengan selimut karena terlihat kelelahan seperti enggan membuka matanya.setelah itu Nayla pergi kekamar mandi membersihkan tubuhnya yang terasa lengket karena banyak mengeluarkan keringat.
setelah selesai mandi Nayla keluar masih dengan tubuh terlilit handuk yang tidak bisa menutupi seluruh tubuhnya,Nayla tersentak menatap tempat tidur melihat Arga duduk bersandar di kepala tempat tidur dengan selimut menutupi tubuh bagian bawahnya saja sedangkan dada bidang dan otot-otot nya terlihat jelas terpampang.
"mas...mau mandi..." tanya Nayla sambil meremas handuknya takut melorot.
" tidak...." ucap Arga datar tapi masih menatap lurus pada Nayla yang terlihat kikuk dan canggung.
" ooohhh...uhmm...nay mau pakai baju dulu mas..." ucap Nayla hendak melangkah keruang ganti yang bersebelahan dengan ruang tidur.
" kenapa kesana...disini saja memakai bajunya...." ucap Arga mengerutkan dahi.
" nay malu mas...." ucap Nayla dengan muka tertunduk menyembunyikan wajahnya yang memerah karena malu.
" kenapa malu... mengapa harus disembunyikan ..toh aku sudah tau seluruh tubuhmu dan setiap inci nya...nah yang itu juga sudah puas kulihat tadi..." ucap Arga menunjukkan ************ Nayla dengan santai.
Nayla diam mematung sambil memegang erat lipatan handuk di dada nya takut terlepas tiba-tiba karena handuk itu sedikit kecil dan tidak bisa menutup tubuhnya masih memperlihat kan pahanya yang mulus.
" sini cepat...." ucap Arga memerintah dengan suara dingin sambil menggerakkan kan satu jarinya .
Nayla yang masih membisu tetap dengan patuh berjalan perlahan mendekat,dengan secepat kilat Arga menarik handuk itu dan melempar nya kesudut ruangan.nayla pun ditarik naik keatas ranjang sambil menghadapkan mukanya kearah tempat tidur memposisikan tubuh Nayla seperti posisi merangkak dan tangannya bertumpu kedinding tiba saja Arga memeluk dari belakang dan sesuatu benda keras terasa menerobas dari arah belakang dan menembus gua diantara paha nayla dan bergerak maju mundur membuat suara seperti decakan terdengar suara lenguhan Arga yang memejamkan mata sambil meremas bahu Nayla.
" mas ...nay.... dipanggil mama..." ucap Nayla tertahan dan terbata-bata karena tubuhnya diguncang dengan kuat oleh arga yang berada dibelakang nya seperti menyodok-nyodoknya dengan gerakan berirama.
" diam ...sebentar lagi selesai....aahh...akhhh..." ucap Arga dengan suara memburu dengan tangan bergerilya ketempat -tempat yang ingin dia sentuh.
Nayla cuma diam menahan perasaan campur aduk anatara nyeri dan nikmat karena posisi yg Arga lakukan seperti memberikan sensasi yang luar biasa dibanding yang tadi.
__ADS_1
tiba-tiba Arga mendorong kuat dan lebih dalam dan Nayla dapat merasakan sesuatu cairan panas menggenangi rahimnya dengan benda yang masih menancap berdenyut kuat disana.
Arga ambruk menghimpit tubuh Nayla dengan posisi tengkurap dan sibuk mengatur nafas dengan mata terpejam dan senyum kepuasan dengan posisi memeluk dengan erat.