Cinta Dalam Kecewa

Cinta Dalam Kecewa
sebulan telah berlalu


__ADS_3

setelah kejadian itu Nayla kembali menjalani kehidupan seperti biasanya melakukan pekerjaan seperti tidak pernah terjadi apa-apa dia mengerjakan tugas seperti biasa kepasar kemudian di rumah membagi tugas dengan bik sumi.


begitu juga Arga tetap sibuk dengan rutinitas kantor nya dan sesekali membawa kekasihnya Clara menginap dirumah ini membuat Nayla selalu berusaha menghindar agar tidak ada perselisihan atau kebencian yang akan menyakiti nya nanti.sikap Arga pun seperti orang tidak pernah peduli dan tidak pernah bicara banyak,semuanya terasa tenang seolah-olah kedamaian tercipta membuat hati Nayla tenang dan tidak merasa ketakutan lagi.


"kring....kringg....."


bik Sumi lari tergopoh-gopoh dari dapur keruang tengah untuk mengangkat telepon, terlihat bik Sumi berbincang sebentar kemudian melambaikan tangan nya kearah Nayla memberikan isyarat bahwa telfon itu untuk nya.


Nayla pun buru-buru meninggalkan kerjaan nya merasa itu telfon penting, setelah gagang telfon berpindah ke tangan nya dan bik Sumi pun berlalu pergi,barulah Nayla memulai pembicaraan karena dia tahu siapa yang berada diseberang sana yaitu Arga yang menelfon dari kantor nya, perasaan Nayla mulai tidak enak merasa ada sesuatu hal buruk akan datang.


"ya mas...ada apa..." jawab Nayla mencoba setenang mungkin.


" hari ini mama datang kerumah... kemungkinan besar akan menginap beberapa hari...jadi mulai malam ini kamu tidur dikamar lantai atas..." ucap Arga bernada perintah.


" ya mas..." jawab Nayla singkat.


" hmm...baju untuk mu sudah ku kirim kerumah ingat jangan memakai baju rongsokan itu didepan Mama ku....kemudian jangan coba-coba kamu menyentuh barang-barang Clara yang ada dikamar itu....kamu hanya sementara menempati nya sampai mama pulang jadi jangan serakah ..." ucap Arga bernada ancaman.


" nay.... mengerti mas...." ucap Nayla tenang seolah kata-kata yang berhamburan dari bibir Arga adalah makanan yang biasa ia telan.


"tadi aku sudah wanti - wanti sama bik Sumi apa yang harus dia lakukan didepan Mama .. begitu juga kamu nanti didepan Mama kita harus berlaku seperti pasangan yang harmonis...faham..." ucap Arga lagi dengan panjang lebar seperti menyusun naskah .


" ya mas....nay akan ingat itu...." ucap Nayla patuh karena hatinya sudah hampa.


"ya sudah . .sana kamu siap-siap menunggu kedatangan mama....aku sebentar lagi pulang..." ucap Arga langsung mematikan sambungan telepon tanpa basa-basi sedikit pun.


" hmm...hufff...." Nayla cuma dapat menarik nafas sambil meletakkan kembali gagang telfon itu ketempat nya semula .

__ADS_1


tidak lama datang sopir kepercayaan Arga datang membawa banyak kantung belanja dari butik terlihat dari kantung nya cukup bermerek, walaupun Nayla orang kampung dia selalu rajin membaca majalah - majalah yang ada di perpustakaan sekolahnya sehingga dapat tahu fashion dan merk apa yang dipakai oleh orang kaya dikota besar.


"nyonya ini dikirim oleh tuan Arga..." ucap mang Asep sopir pribadi Arga yang jarang Nayla temui karena selalu dengan Arga pergi kemana pun.


" makasih mang..." ucap Nayla tersenyum canggung karena malu mendengar kata sebutan nyonya yang tidak pantas untuk dirinya orang kampung yang tidak pernah dianggap dirumah ini.


Nayla pun naik kelantai atas dimana ada tiga kamar disana yang pertama kamar Arga disebelah nya kamar dikhususkan untuk Clara menginap dan diselahnya lagi adalah ruang kerja arga.


Nayla memilih masuk ke kamar Arga karena kamar Clara tempat terlarang ia masuki,tanpa fikir panjang Nayla pun langsung masuk kekamar Arga notabene nya suami sah walau hanya diatas kertas dan tidak pernah dianggap.nayla langsung menyusun pakaian yang dikantung tadi kedalam lemari pakaian dikamar itu yang cukup besar memiliki ruang ganti khusus.


dengan cekatan Nayla menggantung baju dilemari pojok kebetulan itu tempat yg sedikit ruang karena semua lemari sudah dipenuhi baju Arga yang penuh merk dan branded ditaksir kalau pun Nayla kerja sebagai pembantu seumur hidup belum tentu mampu membelinya.


Nayla mengambil salah satu baju tadi dan memakainya kemudian cepat-cepat turun kelantai bawah menuju kamarnya yang terletak didapur karena dianggap cuma pembantu dirumah ini,Nayla menyimpan baju kumalnya didalam lemari kemudian menata rambutnya dan memakai bedak dan lipstik yang ia bawa dari kampung hantaran nikahnya.


setelah semua nya dirasa sempurna Nayla melangkah keruang tamu duduk di sofa mewah yang berbalut beludru mahal terasa lembut dan nyaman.nayla duduk berakting seperti nyonya memegang sebuah majalah mengusir kebosanan dalam menunggu.


sayup-sayup Nayla mendengar dua mobil berhenti di garasi tidak jauh dari rumah besar ini,ia pun melangkah kepinntu utama untuk menyambut kedatangan mama mertua nya yang menjadi penolong keluarga nya.


" mama...apa kabar..." ucap Nayla membalas pelukan Bu Retno dengan hangat.


" ayo masuk....kita ngobrol nya didalam ya..." ucap Bu Retno mengapit tangan Nayla dan membawa masuk langsung duduk disofa itu tak lupa Bu Retno membelai pipi Nayla dengan kasih sayang.


"iya mama..."ucap Nayla menyandarkan kepalanya dibahu Bu Retno saking rindu nya Nayla dengan sosok orang tuanya dikampung.


" aku pulang sayang...." ucap suara dipintu tidak lain adalah Arga.


" ahh... selamat datang mas..." ucap Nayla buru-buru menyongsong kemudian mencium tangan Arga dan langsung membawakan tas Arga masuk.

__ADS_1


" apa kabar mama..." ucap Arga masuk dan memeluk ibunya .


" baik....gimana kabar mu dan Nayla...sudah hampir tiga bulan kalian berumah tangga...blum ada kabar baik nih..." ucap Bu Retno menatap Arga dan Nayla bergantian dengan senyum hangat.


"maksud nama apa sih..." ucap Arga setengah hati .nayla cuma menunduk kikuk mendengar pertanyaan itu.


"masak gak ngerti....kapan mama mau dikasih cucu ...apa jangan-jangan kalian tidak tidur satu kamar ya...." ucap Bu Retno menatap penuh selidik.


"apa an sih ma....kami sedang usaha kok...ya kan sayang...." ucap Arga merangkul tubuh Nayla yang bergetar kebingungan.


" iya ma...kita sedang berusaha kok ..." ucap Nayla dengan nada gugup karena baru pertama melihat Arga bersikap hangat selama ia tinggal dirumah ini .


"uuhhhmm...ya sudah kalian masih muda...masih banyak waktu ...nay gak minta kuliah sama Arga...." ucap Bu Retno membelai kepala Nayla penuh kasih sayang.


"uhmm...belum ma..." ucap Nayla yang tidak pernah kepikiran untuk kuliah karena sibuk jadi pembantu tanpa gaji dirumah ini.


" Nayla lagi fokus untu membuat cucu untuk mama....jadi gak mungkin kuliah dulu....ya kan sayang..." ucap Arga dengan suara manja merangkul tubuh Nayla.


" iii....iya...he...he..." ucap Nayla dengan tawa sumbang antar bingung dan bahagia melihat perilaku Arga yang hangat walau dalam konteks kepura-puraan.


" nay.....udah telfonan sama jeng Mirna..." ucap Bu Retno menatap serius kearah Nayla dengan tatapan hangat menganggap seperti putri nya sendiri.


"udah ma....cuma beberapa kali saja..." ucap Nayla mengingat ingat pada saaat baru sampai dirumah ini dan dua kali menanyakan keadaan keluarga nya dikampung.


" oohh....ya udah mama istirahat dulu ya....kamu gak usah balik kekantor dirumah aja istirahat..." ucap Bu Retno menepuk lembut bahu anaknya.


" ya ma...." ucap Arga patuh.

__ADS_1


setelah Bu Retno berlalu masuk ke kamar tak jauh dari ruang tamu.


" aku mau ke kamar....kamu harus ikut agar tidak menimbulkan kecurigaan...." ucap Arga berwajah datar dan bangkit dari duduknya kemudian melangkah menaiki tangga di ikuti oleh Nayla dari belakang tanpa banyak bantahan.


__ADS_2