Cinta Gendis

Cinta Gendis
Bab. 1


__ADS_3

Hari ini adalah hari pertama Gendis bekerja di sebuah resto elite milik salah satu orang terpandang di kota ini.


Dengan segala usaha dan proses seleksi yang ketat Gendis berhasil di terima bekerja sebagai waitress.


Gendis hanya lulus SMA untuk melanjutkan kuliah sangat tidak mungkin karena ketiadaan biaya.


Kini Gendis tinggal bersama pakde dan bude nya yang hanya bekerja sebagai petugas kebersihan.


Pakde Gendis bekerja sebagai supir truk pengangkut sampah sedangkan bude nya sebagai penyapu jalan.


Puluhan tahun mereka berdua bekerja dan tinggal di rumah sederhana berdinding kayu tanpa hadirnya seorang anak hingga saat Gendis datang menemani hari hari mereka.


Sebelum berangkat Gendis sarapan dengan segelas teh dan sebungkus mie instan rebus.


Setiap pagi memang Gendis harus melewati sarapan seorang diri karena pakde dan budenya sudah berangkat di pagi buta dimana orang- orang masih berpeluk mimpi.


Berpakaian rapi khas waitress tempat nya bekerja dan tak lupa jaket berwarna dusty juga di balut hijab bergelung sebatas leher.


Gendis berangkat menggunakan moda transportasi umum mencari posisi terbaik untuk kenyamanan sepanjang perjalanan menuju tempat tujuan.


Gendis sampai di tempatnya bekerja sebuah restoran mewah bernuansa modern nan elegan memiliki dua lantai.


Gendis sudah mengenal semua karyawan karena sebelum benar- benar di terima bekerja dia.


Terlebih dahulu magang selama satu bulan.


Setelah cek clock semua karyawan harus breafing terlebih dahulu.


Sang manajer restoran Dimas Satria Prima sekaligus sebagai koki eksekutif selalu memberikan arahan pada para pegawainya karena resto ini adalah langganan para sosialita dan kaum jetset ibu kota.


Dimas adalah lulusan institut kuliner terbaik di dunia berbeda dengan adik lelakinya Andra Barata Prima, Dimas lebih tertarik dengan dunia kuliner jadilah sang adik yang harus mengurus perusahaan.


Resto milik Dimas pun memiliki beberapa cabang di beberapa kota di indonesia dan tiga kota di Asia " Malaysia, Singapura, dan Thailand.


Tapi Dimas tetap memilih tinggal di Jakarta tapi seringkali dia harus tetap mengunjungi resto - resto tersebut walaupun dia sudah mendelegasikan semua kepada orang - orang pilihan dan kepercayaannya.


Dimas adalah manajer yang ramah dan bersahaja tak pernah dia terlihat marah atau terkesan arogan dia selalu memberi perhatian dan pengayom bagi karyawannya.


Memiliki wajah tampan nan karismatik hingga membuat setiap wanita yang melihatnya bisa langsung jatuh cinta.


Tapi sayang seorang Dimas sudah memiliki keluarga kecil nan harmonis, putri cantiknya Kemala Pramudita Prima baru berusia 3 tahun dengan istri cantik Laras Indriana yang berprofesi sebagai dokter gigi.


Sifat Dimas dan Andra sangat bertolak belakang, Dimas yang ramah dan santun juga sangat religius berbeda dengan Andra yang begitu angkuh dan sombong tetapi Andra yang masih muda juga sudah jadi pebisnis ulung yang di dapat dari sang Ayah.


Tetapi Andra tidaklah religius dia masih sering berpoya poya datang ke club' malam juga kadang minum minuman keras.

__ADS_1


Dimas dan orang tua mereka sudah sangat intens menasehati bahkan mengancam tapi itu semua tidak diperdulikan Andra.


Sebenarnya sifat angkuh dan arogan seorang Andra di dapat akibat pelampiasan kemarahannya pada sang ayah yang sudah menduakan ibu mereka.


Ayah Andra tuan Yuda Anggara Prima terpikat sang sekretaris" Gita Anggraeni" hingga menjadikannya istri kedua sang ayah.


Walau matian - matian Dimas dan Andra menolak tapi sang ayah tetap bersikeras memperistri seorang Gita dan jadilah sang ayah tinggal terpisah.


Tuan Yuda lebih memilih bersama istri mudanya sedangkan ibu mereka ibu Ajeng Rahayu yang sakit sakitan karena begitu terpuruk harus merasakan di madu oleh sang suami kini tinggal bersama Andra.


Tuan Yuda lebih memilih mengurus perusahaan yang ada di Malaysia.


Selain luka yang ditorehkan sang ayah Andra juga memendam kekecewaan terhadap mantan kekasihnya Reina Kartika.


Kini di benak seorang Dimas hanyalah ingin mencarikan seorang istri yang sholehah untuk adik nya agar dapat menyadarkan sang adik dan membawanya menjadi imam untuk anak anaknya kelak.


Waktu makan siang tiba dan seperti biasa resto akan dipenuhi pengunjung dari berbagai kalangan dan profesi.


Terlihat Gendis dan para waitress yang lain sangat sibuk melayani para tamu.


Gendis sendiri mendapat tugas di lantai dua ini adalah area vip karena area ini langsung menghadap kearah kota sehingga pemandangan seluruh penjuru kota dapat di nikmati di area ini.


Gendis begitu ramah dan gesit di tunjang tubuh yang indah dan wajah cantik alami nan putih bersih sungguh jika disejajarkan dengan para sosialita Gendis pun tak kalah, hanya kalah nasib.


Termasuk sang atasan tuan Dimas yang bahkan sangat terobsesi dengan Gendis ingin sekali dia menjadikan Gendis adik iparnya.


Karena Dimas dapat melihat bahwa Gendis adalah gadis baik dan tak neko neko.


Tapi apakah Andra akan mau dengan Gendis mengingat cinta yang begitu kuat untuk Reina sehingga sampai detik ini Andra enggan membuka hati untuk nama lain.


"Reina adalah top model yang lebih memilih mengejar karier internasional, kecintaannya pada dunia modeling dan fashion mengalahkan cinta yang begitu tulus dari Andra Barata Prima."


Kepergian Reina menorehkan luka dan benci walau masih sedikit cinta yang tersisa di benak Andra.


"Bisa di katakan Andra begitu kuat menghadapi masalah yang menyelimuti hatinya bagaimana sakit hatinya dia dengan sang ayah.


Hingga menyaksikan ibu nya yang tak pernah lagi tersenyum semenjak kehadiran wanita lain di hati sang ayah di tambah lagi kepergian Reina yang begitu dia cinta. Namun sekuatnya seorang Andra kini dia melampiaskan kearah yang salah.


Berbeda dengan Dimas karena lebih religius maka lebih bersabar dan bertawakal kepada Sang Khalik dengan semua yang dialami dalam keluarganya.


Dimas punya seorang istri yang sangat baik dan pengertian sehingga Dimas dapat berbagi keluh kesah dengan sang istri dan ini juga yang membantu Dimas tetap tegar dan kuat.


*****


pukul 19:30

__ADS_1


Kini Gendis bersama pakde dan bude nya sedang bersantap makan malam sederhana, di atas tikar telah tersaji tempe goreng dan ikan asin dan semangkuk sayur bening tak lupa sambel tomat yang merah menggoda dengan nasi yang masih memamerkan asap halus.


Gimana hari pertama mu kerja sebagai karyawan ndok ??!." Tanya pakde."


Alhamdulillah pakde pokoknya lancar jaya, Gendis senang semua baik." Jawab Gendis bersemangat."


Apalagi pak bos kita orangnya baik banget terus ramah juga santun."


Pantesan bisa dapat istri cantik banget lho bude pakde."


Kata Gendis yang begitu kagum dengan sosok Laras istri Dimas yang tadi sore mampir ke restoran setelah pulang bekerja di salah satu rumah sakit swasta."


Sudah cantik ramah murah senyum terus dokter lagi, ngebayangin kehidupan orang kaya itu kok sempurna banget yah pakde."


Kata Gendis sambil menyuapkan sesendok nasi ke mulutnya"


Itu namanya urip kuwi mung sawang si nawang to ndok!? artinya hidup itu tergantung bagaimana seseorang memandang atau melihat kehidupan."


Kamu melihat kehidupan bos mu hanya dari luar dari penglihatan mu saja mereka sempurna punya segala nya tapi kita juga tidak tahu dibalik itu semua mungkin banyak masalah yang mereka hadapi."


"Maka dari itu bersyukur lah dengan kehidupan yang sudah Allah beri untuk kita ini. Kata pakde."


"Enggeh pakde.Gendis paham."


"Dan ingat ndok kamu pun harus pandai memilah teman karena ini kota besar jangan sampai salah melangkah.


Tepatlah memilih teman jangan berteman dengan orang yang justru menjerumuskan kamu ke hal yang negatif dan merugikan diri mu sendiri. Kata bude."


"Iyaa bude. Kata Gendis."


"Apalagi sosmed sekarang sudah makin menggila.Kata pakde sambil menggeleng gelengkan kepalanya."


"Yah kalo sosmed tergantung individu masing - masing to pak, kalo digunakan ke arah positif akan jadi positif tapi digunakan ke hal negatif sudah pasti berakibat buruk ke semuanya.


Mengajak orang kearah positif itu teramat susah tapi kalo sudah yang negatif dan cenderung menjerumuskan pasti banyak pengikutnya.


Kata bude sambil menyeruput teh hangat di hadapannya."


"Ya Allah pakde sama bude ini hebat yah malah debat masalah sosmed. Ucap Gendis tersenyum."


"Gendis kui ra nduwe sing jenenge fb po ig pokok' e aman. Kata Gendis sembari mengangkat dua jempolnya."


🌷🌷🌷🌷


" jemmpooolll cantik ya say"

__ADS_1


__ADS_2