Cinta Gendis

Cinta Gendis
Bab.12


__ADS_3

Adzan subuh sudah berkumandang karena rumah Andra yang berdekatan dengan Masjid komplek perumahan.


Gendis terbangun sambil mengerjabkan mata, dia mendapati diri nya sudah terlepas dari ikatan dan terbaring di atas ranjang dan terbalut selimut.


"Kapan mas Andra mengangkat ku kok bisa ga terasa ya." Gendis berkata sendiri.


Kini dia berusaha bangun untuk duduk sungguh rasa badan nya begitu remuk dan tulang- tulang nya begitu ngilu dia rasa.


"Kok gini ya rasa nya tapi sebaik nya aku segera turun waktu subuh hampir habis." Gendis berkata sendiri.


Gendis segera bangkit dan keluar kamar tapi sebelum nya dia merapikan tempat tidur Andra.


Sampai di bawah Gendis bertemu mbok Darmi yang melihat nya terheran-heran.


"Non Gendis tidur di kamar tuan ya terus itu kok mata nya kayak bola golf, kenapa non?." Tanya mbok Darmi.


"Ga apa- apa mbok." Jawab Gendis yang segera berlalu ke arah belakang menuju kamar nya.


"Mbok, kasian sekali ya non Gendis kok di perlakukan ga manusiawi sama tuan." Kata Siti sambil mengerjakan tugas nya menyiapkan meja makan untuk sarapan pagi.


"Sudahlah ti, kita kerja aja dan kita doakan tuan Andra sadar." Kata mbok Darmi berlalu menuju lantai dua ke kamar nyonya Ajeng.


Nyonya Ajeng sudah siap di meja makan tapi tak di lihat nya Gendis yang biasa nya sudah duduk dengan nya.


"Mbok di mana Gendis ?." Tanya nyonya Ajeng.


"Maaf nyonya, mungkin masih di kamar nya." Jawab mbok Darmi.

__ADS_1


Sementara Gendis di kamar nya pun sudah selesai mandi, kini dia masih memandang wajah nya yang tampak begitu kusut di tambah lagi mata nya yang bengkak akibat menangis terlalu lama.


Akhir nya dia mencoba memberi tetes mata berharap mengurangi efek bengkak mata nya agar ibu mertua nya tak curiga.


"Ibu maaf Gendis bangun agak siang jadi tidak menjemput ibu di kamar." Kata Gendis beralasan.


"Sayang?! ibu ga pa pa kok terus itu kenapa dengan mata mu seperti nya abis menangis, kamu bertengkar dengan suami mu." Tanya ibu Ajeng penuh selidik.


"Tidak ibu, Gendis cuma kangen rumah." Jawab Gendis.


Gendis dan ibu Ajeng telah selesai sarapan tapi Andra tak terlihat membuat Gendis bertanya pada mbok Darmi.


"Mbok kok mas Andra ga kelihatan dari pagi." Tanya Gendis heran.


"Non ini kan hari sabtu jadi biasa nya kalau libur den Andra menghabiskan waktu nya untuk gym di ruang atas, dia tidak sarapan biasanya cuman minta di anterin jus buah." Mbok Darmi menjelaskan.


"Ya sudah mbok biar Gendis yang buat kan jus nya mbok." Pinta Gendis penuh semangat.


Gendis segera melakukan kegiatannya membuat jus buah untuk Andra, Gendis terus berusaha untuk menjadi istri yang berbakti dan patuh walau hanya luka yang dia dapat.


Setelah selesai membuat jus buah kesukaan Andra Gendis segera naik ke lantai dua menyusuri lorong yang lumayan panjang menuju arah ruang gym.


Sampai di depan pintu yang memang tidak tertutup rapat Gendis samar-samar mendengar percakapan Andra dengan seseorang lewat ponsel nya.


"Sayang ?! jangan khawatir besok aku yang jemput kamu dan sudah aku siapkan apartemen sesuai permintaan mu." Kata Andra.


"Kamu tahu aku begitu rindu dengan mu."Kembali Andra berkata."

__ADS_1


Sungguh hati Gendis benar tersayat sungguh tak ada celah di hati Andra untuk nya masuk.


Gendis hanya berdiri menunggu berharap Andra segera menutup percakapan dengan seseorang di ponselnya yang Gendis tahu pasti itu adalah Reina.


Setelah sudah tak terdengar lagi percakapan mesra kini Gendis masuk sambil mengucapkan salam.


"Maaf mas, ini jus nya." Kata Gendis sambil menaruh jus tersebut di meja yang terletak di sudut ruangan.


"Gendis permisi mas." Ucap Gendis sambil berlalu keluar.


Sungguh untuk berucap terima kasih pun seorang Andra begitu enggan dan lebih menampakan wajah datar.


Gendis segera turun karena dia mendengar suara khas seorang anak kecil yang memanggil nama dengan sangat kencang.


Yah karena ini adalah weekend dan saat nya Kemala datang bersama kedua orang tua nya untuk menginap.


"Tante Gendis, tante Gendis di mana sih!?." Teriak Kemala.


"Iya princess tante disini." Ucap Gendis yang turun dari tangga sambil merentangkan kedua tangannya untuk menyambut Kemala ke pelukan nya.


"Tante mana om pangeran." Tanya Kemala pada Gendis.


"Oh om pangeran lagi di atas sedang olahraga sayang. Ucap Gendis yang menjawab pertanyaan Kemala.


"Kemala mau lihat tante." Kata Kemala yang melepaskan diri dari pelukan Gendis dan berlari menaiki tangga.


"Sayang ! tunggu tante." Seru Gendis yang panik melihat Kemala berlari menaiki tangga.

__ADS_1


Sementara Dimas dan Laras yang sudah biasa melihat tingkah anak mereka hanya tersenyum. Kemala dan Andra sangat dekat bahkan seorang Kemala bisa membuat Andra tak keluar malam apabila ada Kemala menginap.


🌹🌹🌹🌹🌹


__ADS_2