Cinta Ku Tuan Drakula Season 2

Cinta Ku Tuan Drakula Season 2
Awal Kisah


__ADS_3

......Diharapkan membaca kisah sebelumnya.......


......Cinta Ku Tuan Drakula......


......Session 1.......


......Happy Reading......


......--------💘💘---------......



"Yang bisa menjadi ayahku hanyalah pria yang memeluk ku saat ini. Siapapun yang menyakiti orang tua ku, akan ku balas lebih menyakitkan. Kau berikutnya," ucap Serra dalam hati dan Tuan D mengetahuinya dari kejauhan.


Lee memeluk anaknya yang selamat dari kecelakaan. Kecelakaan itu sendiri sebenarnya di buat oleh Serra dengan kekuatannya. Lee sedikit menangis ketakutan, tetapi ada perasaan lega ketika melihat keadaan Serra yang baik-baik saja, padahal disekelilingnya banyak mobil yang bertabrakan dengan bus dan truk bergelimpangan. Banyak juga korban yang terluka dan mati ditempat.


Lee melepaskan pelukannya dan menatap Serra tajam, " Kau... apakah kau memiliki kekuatan? Kau selamat dari kecelakaan ini, itu hal yang ajaib. Yang terpenting kau selamat, ayo kita pulang," ucap Lee pada Serra dan dibalas oleh senyuman kecil dari bibir mungilnya.


Anak itu paham ucapan orang tuanya, anak ajaib yang memiliki kekuatan penyihir dan drakula. Kekuatan drakula yang Arin miliki telah diserap oleh Serra sehingga Arin tidak memilikinya. Dia bagaikan drakula tanpa kekuatan.


Serra Constantine menuruni ilmu sihir dari kakek buyutnya. Kekuatannya menggelap seiring bertambahnya dendam di hatinya. Orang berikutnya yang ingin dibunuh adalah Kakek Ye.


Liana telah memberikan kekuatan cintanya, maka dari itu Serra bisa menahan sedikit emosinya. Tetapi jika Kakek Ye berbuat jahat kepada Lee atau Arin lagi, jangan harap pria tua itu akan selamat.


...... 💘💘💘💘💘💘......


Lima tahun kemudian.


Pangeran Lionard Dimitri, anak dari pasangan Raja Dimitri Van Helsing dan Liana Evelyn Ye. Telah tumbuh menjadi anak yang pintar dan bijak.


Di usia mudanya, dia anak yang cerdas dan mampu menembakkan busur panah tepat mengenai sasarannya. Tentu saja yang menjadi sasarannya adalah hewan buas. Sementara Serra tidak memiliki kemampuan apapun selain sihir yang dimilikinya. Sihir yang dimilikinya pun ia sembunyikan, tak ada orang lain yang tahu kecuali Tuan D dan Liana.


Hari ini perayaan ulang tahun Lionard dan Serra yang ke lima. Setelah meniup lilin bersama Lionard dan Serra saling menyuapkan kue ulang tahun mereka. Kemudian bergantian dengan menyuapkan kue itu pada orang tua mereka. Semua bahagia bersama.


Setelah perayaan ulang tahun, Lionard berkumpul dengan teman-teman Drakulanya. Mereka asik bercanda tawa lalu Serra datang menghampiri.


Kehadiran Serra tak diinginkan oleh teman Lionard pasalnya Serra hanyalah anak manusia.


"Sudahlah, dia saudara aku jadi kita tetap bermain bersama ya?" Ucap Lionard membela Serra yang ingin bermain tangkap bola.

__ADS_1


Mereka melempar bola dengan kekuatan drakula sekaligus adu kekuatan. Serra yang menyembunyikan kekuatannya pun berpura-pura lemah saat harus menangkap bola. Ia mencari perhatian agar Lionard memperhatikan dirinya. Tetapi ia malah mendapatkan cibiran dari temannya


"Gara-gara kamu mainnya tidak becus, kita jadi kalah kan?" ucap temannya yang merasa paling jago.


"Hah sudahlah kau pergi saja, dasar anak manusia bisanya bikin ulah," ucap temannya yang satu namun ucapan itu membuat Serra marah.


"Memangnya kenapa kalau manusia hah?" Tanya Serra dengan mendelikkan bola matanya pada temannya itu.


"Kau manusia lemah," cibir Hans


Sera pun marah dikata lemah, anak itu mudah sekali terpancing emosi, Lionard mencegah Serra namun ia menepis tangan Lionard dan menyerang teman yang menghinanya.


Serra sudah tidak bisa menyembunyikan kekuatannya lebih lama ia mendorong tubuh anak itu dengan kekuatannya dan anak itu melayang terpental keras ke dinding Kastil. Tidak hanya anak sebayanya yang terkejut namun para orang dewasa yang juga disana semua ikut terkejut. Mereka tak menyangka dengan kekuatan yang baru saja dilontarkan anak kecil itu.


"Serra kau memiliki kekuatan?" Tanya Lionard terperanjat kaget.


Perbuatan Serra membuat marah orang tua Hans, keributan diluar membuat Kakek Ye menjadi penasaran dan mendekati asal keributan.


Kakek Ye datang menghampiri mereka, orang tua Hans pun mengadu pada kakeknya, sementara kondisi Hans terlihat limbung karena kepalanya ikut terhantam keras dan mengeluarkan banyak darah.


Pandangan Kakek Ye pada Serra berubah menjadi menakutkan. Ia pun menarik telinga Serra dan menyeretnya dengan kasar ke dalam Kastil menuju perkumpulan para orang tua.


"Astaga, ada apa Kek? Kenapa telinga Serra ditarik seperti itu?" Tanya Arin seraya mendekati Serra.


Belum saja Arin mendekat, Kakek Ye melepaskan cubitan pada telinga Serra dengan sedikit mendorongnya hingga anak itu terjerembab ke lantai namun Lee segera menangkap Serra sehingga anak itu tidak jadi terjatuh.


"Kakek...! Tolong jangan kasar terhadap Serra, dia masih kecil," ujar Lee yang masih belum tahu apa permasalahannya.


"Iya Kek, Kakek tidak berhak berlaku seperti itu, kalau dia salah cukup nasihati dia baik-baik, jangan dengan kekerasan," ucap Arin yang ikut marah terhadap perlakuan Kakek Ye


Serra terdiam, dia menahan tangis. Arin dan Lee kesal dengan perlakuan Kakek yang sangat kasar


"Itulah! Kalian berdua terlalu memanjakannya!" Seru Kakek Ye


" Serra harus dihukum agar dia jera dan tidak melakukan perbuatannya lagi!" Seru Kakek Ye


"Ada apa ini?" Liana datang mendekat menghampiri keributan yang disebabkan Kakek Ye


"Lihatlah anaknya Liana, dia membesarkan Lionard dengan baik. Lionard menjadi anak yang cerdas, ramah dan baik terhadap semua manusia ataupun drakula," ucap Kakek Ye membandingkan kelebihan cucu-cucunya.

__ADS_1


"Memangnya apa yang Serra lakukan hingga kakek berlaku demikian? Setiap anak punya kelebihannya sendiri dan Aku tidak suka jika Kakek membanding-bandingkannya. Karena itu akan membuat mereka sakit hati," ucap Tuan D pada Kakeknya.


"Serra ternyata memiliki kekuatan seperti ku, dia menghantam Hans ke dinding dengan keras hingga kepalanya berdarah. Jika anak itu mati bagaimana? Beruntung anak itu masih hidup," jelas Kakek Ye.


Arin mengambil Serra dari pelukan Lee dan memeluknya, anak itu terlihat mulai menangis.


"Serra berlaku demikian pasti memiliki alasan. Siapa yang memulai pertengkaran dan yang mulai menyalakan api. Kakek jangan melihat sebelah mata," ujar Lee seraya beranjak dari lantai.


"Ahhh kau tau apa!" ucap Kakek Ye seraya menampar Lee


"Ahh," rintih Lee seraya memegangi pipinya


Semuanya terdiam, mendengar Kakek Ye yang tidak bisa dinasihati. Kakek seorang yang tegas, kasar dan sangat menyeramkan jika sudah marah.


"Lee, kau tak apa-apa?" Tanya Arin menghampiri Lee dengan menggandeng tangan Serra


"Kakek, aku mohon jangan memakai kekerasan. Disini ada anak kecil yang bisa merekam perbuatan kita," ucap Arin seraya menangis.


Kakek Ye suka sekali menampar pria itu. Sepertinya dendamnya yang dulu belum pernah berakhir. Kakek Ye masih tidak terima jika Arin kini seorang drakula.


"Aku sudah tua tahu mana yang salah. Tak usah kau ajari aku! Apa kau tidak dengar ucapan ku? Serra hampir membunuh seorang anak drakula!" Hardik Kakek Ye.


"Kalau dia tidak dihukum, apa kau ingin dia menjadi seorang pembunuh hah? Kalian tidak bisa mendidiknya dengan baik, kalian berdua tidak becus!" Hardik Kakek Ye


"Kakek...." Liana ingin menyudahi pertengkaran itu namun ucapannya terhenti karena Serra menyela.


"Cukup!!! Jangan sakiti orang tuaku, Aku tidak akan membiarkan mu menyakiti mereka lagi, kau akan ku bunuh!" Seru Serra dengan api amarah dimatanya.


Dengan cepat anak itu mengeluarkan sihir pembunuh. Lee dan Arin berusaha melindungi Kakek Ye namun mereka berdua malah terkena sihir anaknya sendiri. Tuan D dan Liana kalah cepat menghalau kekuatan Serra.


Scraaaatzzzz


"A-ayah, I-Ibu.... Tidaaaaaak!" Air mata Serra terjatuh seraya melalui kedua orangtuanya yang berubah menjadi abu.


Kakek Ye tidak menyangka jika Lee dan Arin masih menyelamatkan dirinya, ia terpaku seakan ada paku yang masuk ke tenggorokannya.


Serra jatuh berlutut menangisi perbuatannya. Liana segera merangkul Serra agar anak itu tidak berbuat hal diluar batas.


Tak ada yang bisa menyakiti hatinya. Jika hatinya tersakiti maka jangan salahkan Serra jika nyawa menjadi taruhannya.

__ADS_1


__ADS_2