Cinta Ku Tuan Drakula Season 2

Cinta Ku Tuan Drakula Season 2
Bisikan


__ADS_3

Sopir Aluna yang baru saja di telepon, datang beberapa menit kemudian. Keluarga Lionard mengantarnya hingga ke depan kecuali Serra. Wanita itu sengaja menyibukkan diri menyiapkan peralatan makan di meja makan. Padahal dia sedang menghilangkan rasa cemburunya.


Aku tidak boleh menyukai Lionard, bagaimanapun dia adalah saudaraku. Raja dan Ratu telah sangat baik merawat ku sejak orang tua ku tiada. Serra kau harus bisa berbalas budi, batin Serra.


Tak berapa lama semua anggota keluarga masuk dan berkumpul di ruang makan. Hans ikut bergabung karena Liana memintanya.


"Kemarilah Hans, duduk dan makan bersama kami. Kau sudah lama tidak makan dengan kami kan?" Ajak Liana


"Jujur saja saya sangat ingin Ratu tetapi Serra tidak suka jika saya berlama-lama di dekatnya," ucap Hans


"Nanti lama kelamaan Serra juga bisa membuka hatinya untukmu Hans," ucap Tuan D sengaja ingin membuat L cemburu.


Tetapi yang terjadi sikap Lionard sangat biasa saja. Tidak ada ekspresi apapun yang terjadi ketika Ayahnya mencoba menjodohkan Hans dengan Serra.


"Ayah bicara apa, aku tidak ingin pacaran dengan siapapun. Aku ingin fokus sekolah dulu dan memperbaiki ilmu sihir ku," ucap Serra kemudian duduk di hadapan Lionard dan menuangkan makanan ke dalam piringnya.


"Ya, Aku setuju. Kau harus perbaiki sihirmu itu agar tidak ada korban lagi," nasihat L membuat Serra merasa tidak nyaman.


Lionard berbicara seperti itu tanpa memandang Serra yang duduk di depan mejanya. Dia dengan cepat melahap makan siangnya dan segera berlalu dari sana.


"Ada apa dengan anak itu?" Tanya Liana sambil menatap Lionard yang sudah menghilang menuju kamarnya.


"Lionard menyukai Aluna, dan saya rasa sikapnya seperti itu karena marah dengan Serra,"


"Kalau sudah seperti ini mau berapa kali di jelaskan pun tetap saja Serra salah dimatanya," ucap Tuan D


"Biar nanti Serra yang bicara dengan L," ucap Serra dengan lirihnya.


Disepanjang perjalanan pulang, Aluna tertidur sebentar. Lalu ia mendapati sesuatu yang berbisik di telinganya.


"Aluna..." bisik seseorang dengan timbre suara wanita.


Aluna terbangun dari tidurnya, ia segera mencari asal suara. Tetapi tidak ada seorangpun didekatnya, hanya sopir yang mempunyai timbre suara laki-laki.


"Pak, apa kau baru saja berbicara denganku?" Tanya Aluna ragu.

__ADS_1


"Tidak Nona, sedari tadi saya hanya diam dan tidak berbicara apapun," jawaban sopir itu membuat Aluna ketakutan.


Ia pun menatap jalan keluar ke jendela. Tak berapa lama, bisikan itu muncul kembali. Kali ini bisikan itu seperti sebuah pesan yang harus dilakukan.


"Aluna, seharusnya kau jangan memaafkan Serra begitu saja, kau harus membalasnya," bisikan itu muncul lagi membuat Aluna mencari-cari asal suara lagi.


"Balas....balas...." bisikan itu terus bergema hingga telinganya berdenging dan Aluna pingsan


"Aluna, Aluna...," terdengar suara laki-laki yang tak asing ditelinganya.


Aluna membuka matanya kembali mencoba mengingat apa yang terjadi bersamaan itu ia juga mencari-cari sosok suara. Tidak ada siapapun. Wanita itu melihat ke luar jendela kembali.


Bisikan pun datang kembali, dengan cepat Aluna menoleh sebelum bisikan itu hilang.


"Aaaah!" Pekik Aluna


Rupanya ada Hans yang tiba-tiba duduk disampingnya membuat Aluna terperanjat kaget.


"Ada apa Nona?" Tanya sopir seraya menghentikan mobilnya ke tepi dan menengok ke arah kursi belakangnya.


"Maaf Nona menunjuk siapa karena tidak ada siapapun disamping Anda," perkataan sopir itu membuat Aluna takut dan memundurkan duduknya yang sudah tidak bisa mundur. Sikap ketakutan Aluna membuat Hans tertawa


"Oh maaf itu hanya halusinasi ku saja. Lanjutkan lagi perjalanannya, silahkan," perintah Aluna. Sopir kemudian melajukan mobilnya lagi.


"Ini kekuatan ku Aluna, Aku dapat mengontrol siapa saja orang yang dapat melihat dan mendengarkan aku," ucap Hans


"Mau apa kau," ucap Aluna pelan seperti berbisik


"Aku kemari hanya untuk memberimu peringatan. Jika kau menyakiti Serra, akulah yang akan menyeret mu ke lubang singa,"


"Hah Serra lah yang menyakiti ku, dia mengirimkan sebuah tempat yang gelap dan menakutkan. Jika bukan Serra siapa lagi,"


Seketika Hans melihat bayangan hitam yang berseliweran di dekat tubuh Aluna, tetapi ketika Hans ingin mencari tahu, bayangan itu menghilang


Apa itu? Aku yakin itu sesuatu yang buruk dari dalam diri Aluna tapi apa itu? -batin Hans

__ADS_1


Pria itu mendekati Aluna dengan menggeser duduknya. Hans mengendus aroma sesuatu yang aneh dari dalam diri Aluna, ia juga mencoba membaca pikiran Aluna dan semakin mendekati wajahnya ke wajah Aluna. Gadis itu memundurkan wajahnya hingga mentok ke jendela.


"Hans kau mau apa?" Tanya Aluna yang takut jika Hans berbuat messum.


"Kau siapa?" Hans bertanya pada sesuatu yang hinggap di diri Aluna.


"Aku Aluna, kau lucu sekali. Tolong menjauh dari ku," sahut Aluna seraya mendorong tubuh Hans.


Namun Hans tidak bergerak kebelakang, dia terus mendekat dan terus menatap Aluna hingga gadis itu salah tingkah. Berbeda dengan yang dirasakan Hans, pria itu tidak menatap Aluna sebagai wanita namun ia mencari sesuatu yang bersembunyi dibalik tubuh Aluna.


Hans harus menyentuh Aluna untuk mencari tahu siapa sosok makhluk itu. Ia menyentuh tangan Aluna tapi tak menemukan apapun. Kemudian Hans menyentuh tengkuk Aluna. Disisi lain jantung Aluna berdegup kencang, ia mengira Hans ingin mencumbu dirinya.


Aneh, bayangan itu hilang seketika. Aku yakin ada makhluk lain yang bersembunyi didalam diri Aluna. Jika tidak mana mungkin Aluna dapat dengan pintar menutup dirinya hingga para drakula sepertiku tidak dapat membacanya. Kecuali jika Aluna seperti Serra. Tapi tidak mungkin. - Batin Hans


Hans baru sadar jika dia menyentuh tengkuk Aluna seperti ingin mencumbunya hingga Aluna memejamkan matanya.


Tuk


Hans memukul jidat Aluna.


"Awww sakit," ucap Aluna sedikit keras


"Ya nona?" jawab Sopir


"Tidak apa-apa, tadi jari tanganku terkena peniti Bros,"


"Haha kau jangan bersuara atau kau akan di cap gila," ucap Hans


"Untuk apa kau memejamkan mata? Kau pikir aku akan mencium mu, haha...Kau tidak sebanding dengan Serra. Aku tidak ingin mencium mu, aku hanya penasaran dengan makhluk yang bersembunyi di dalam dirimu," jelas Hans


"Kalau begitu menyingkirlah," seru Aluna yang sudah memerah karena salah paham. Dia pun jadi salah tingkah dan membuat Hans berkali-kali tertawa.


Kalau di lihat-lihat Hans tampan juga, tapi dia terlalu galak untuk di dekati . Tapi apa yang dia bilang soal makhluk dalam diriku? Aku sendiri tidak tahu. Atau itu hanya akal-akalan dia saja? -batin Aluna


Hans menghilang tanpa pamit setelah Aluna menyuruhnya untuk menyingkir dari pandangannya. Pria itu juga malas jika harus berlama-lama berada di dekat Aluna. Sementara Aluna terus berpikir soal sosok yang dimaksud Hans.

__ADS_1


__ADS_2