
Pagi itu disekolah campuran anak manusia dan drakula yang berbaur menjadi satu. Mereka para drakula diharuskan memakai cincin mistis agar mereka dapat mengontrol diri jika bertemu manusia.
Pelajaran olahraga renang, pelajaran yang baru mereka dapatkan di kelas dua. Hal yang dinantikan para pria. Pasalnya mata lelaki normal pasti suka melihat tubuh gadis yang beranjak dewasa. Mereka cenderung lebih penasaran akan hal-hal baru terutama hal yang berkaitan dengan daya tarik.
Advance School memiliki gedung olahraga sendiri. Kolam renang berada di lantai dasar. Ruang olahraga Futsal dan Badminton berada di lantai dua. Dan untuk olahraga Basket ada di lapangan luar.
Serra dan Lionard tidak berada dalam kelas yang sama. Lionard sekelas dengan Aluna, sementara Serra satu dengan Hans.
Lionard sedang bercengkrama dengan kawan lainnya sembari menunggu siswa lainnya berganti pakaian renang. Tak berapa lama beberapa anak gadis datang dan mendapat sorakan dari para pria.
Aluna memakai pakaian renang terbuka memperlihatkan lengan dan sebagian punggungnya. Meski bagian dadanya tertutup dan pahanya juga tertutup oleh rok. Tetap saja mengundang perhatian mata lelaki.
Kulitnya yang putih membuat para pria menatap kearahnya termasuk Lionard. Seketika pria itu mengerjakan matanya, terpesona dengan penampilan Aluna yang sangat seksi. Saat Lionard tahu jika temannya menatap Aluna dengan tatapan messum rasanya pria itu ingin sekali menutupi punggung Aluna yang terbuka.
Lionard mendekati Aluna yang sedang berbicara dengan dua temannya. Tentu saja dengan dua wanita yang terkaya dan setara dengannya.
"Hemm Aluna, maaf sebaiknya..." ucapan Lionard terhenti ia tidak enak mengatakannya tapi pria itu memilih langsung memberikan sebuah handuk dan mengalungkannya pada kedua bahu wanita itu untuk menutupi punggungnya yang terbuka.
"Maaf, tapi mereka terus melihatmu," ucap Lionard pada Aluna
"Jadi kamu berpikir aku berpakaian renang seperti ini karena mau memperlihatkan tubuh aku?" Tuduh Aluna
"Lagian ini yang dipakai Aluna normal kok gak terbuka banget, Bagian dada dan pahanya juga ketutup. Cuma punggung aja yang kelihatan itu pun tidak seluruhnya melainkan separuhnya," ucap Yoona
"Terserah kalian mau berpikir seperti apa, aku hanya melindungi Aluna dari tatapan messum mereka," ucap L menunjuk ke arah temannya dengan dagu. Kemudian pergi berlalu meninggalkan Aluna.
Aluna tertegun melihat sikap Lionard, semakin menarik perhatiannya. Jarang ada pria yang bersikap melindungi seperti itu padanya. Aluna memandangi Lionard.
"Cih dia sendiri tidak memakai pakaian dan memperlihatkan badannya yang berotot tapi malah mengatai Aluna berpakaian seksi," ucap Vie teman Aluna yang satunya.
"Ya seharusnya mereka para pria menutupi badannya juga," sahut Yoona merasa tidak adil
__ADS_1
"Jangan samakan kita dan para pria itu beda, tapi yang dikatakan Lionard benar. Lihat saja para pria itu menatap kita yang para wanita dengan tatapan messum. Besok kita ganti pakaian renang kita yang lebih tertutup," ucap Aluna yang sesekali memandangi Lionard.
Dia berbeda dengan pria lainnya, sama sekali dia bukan pria messum. Dia memilih berbicara dengan teman prianya dan membelakangi barisan perempuan.
Lionard tahu jika Aluna sedang menatap kearahnya. Meskipun ia tidak dapat membaca isi hati dan pikiran Aluna, tetapi sikap Aluna yang mencuri pandang ke arahnya sempat ia ketahui. Pria itu balas melihat Aluna, mata mereka bertemu namun Aluna segera mengalihkan pandangannya.
Huh dasar tidak mau mengakui ya jika kau mulai tertarik padaku. Lihat saja Aluna, aku akan membuatmu tak bisa berpaling dariku.
Setelah semuanya selesai berganti pakaian renang. Olah raga pun dimulai. Mereka melakukan pemanasan gerakan sebelum akhirnya memasukin kolam.
Perkenalan akan bermacam-macam gaya dan latihan menggerakkan kaki mendorong tubuh agar bisa bergerak maju diatas air. Setelah perkenalan tentang olahraga air itu di hari pertama ini, anak-anak bebas bergaya apapun dan bebas berendam didalam air.
Seketika Aluna merasa takut, dia pernah tenggelam di air. Dan sebenarnya olahraga renang adalah hal yang dia takutkan.
"Hey Aluna ayo masuk ke dalam kolam," ajak Yoona karena sedari tadi Aluna hanya duduk di tepian kolam renang dan memasukkan kakinya saja.
"Aku disini saja," ucap Aluna
"Ah gak seru, ayo," seru Vie yang kemudian menarik lengan Aluna hingga wanita itu terjatuh kedalam kolam renang.
Aluna terjatuh kedalam di kedalaman dua meter. Kedua temannya malah tertawa, mereka mengira jika Aluna bisa berenang karena pada umumnya anak orang kaya terlebih anak elite, itu bisa berenang dan bahkan mereka mengambil les privat khusus renang di luar sekolah.
"Tolong....," ucap Aluna namun tidak jelas sementara temannya mengira Aluna berbohong.
"Haha hentikan Aluna itu tidak lucu," sahut Yoona
Pada saat kejadian Aluna tercebur, Lionard sedang buang air kecil di toilet. Dia bukan anak kecil yang kencing didalam kolam renang.
"Yoona Aluna kayaknya beneran butuh bantuan," ucap Vie menghentikan tawanya.
Mereka tidak bergabung dengan lainnya karena kaum elit tidak mau berbaur dengan kaum remahan.
__ADS_1
Sekembalinya Lionard dari toilet pria, ia melihat Aluna yang sudah lemas menggerakkan tangannya, tubuhnya mulai tenggelam, pria itu segera berlari dari jauh dan menangkap Aluna sebelum tenggelam.
Byuur
Vie dan Yoona panik ia pun membantu Aluna namun kalah cepat dengan Lionard. Pria itu membawa tubuh Aluna yang sudah pingsan. Aksinya menarik perhatian semua temannya. Gurunya saat itu tidak ada disana, karena itu jam bebas dan memberikan kesempatan anak muridnya untuk belajar mandiri. Mereka pun mendekati Aluna yang sudah direbahkan di tepi kolam.
"Aluna," panggil Lionard menepuk pipinya
Vie mulai ketakutan dan menggigit jarinya ia pun menyuruh Lionard segera membuatkan napas buatan untuk gadis itu
"Kau buat napas buatan untuknya, ayo cepat!" seru Vie yang saat itu yang terlihat paling panik. Pasalnya dialah yang menarik Aluna ke dalam kolam.
Lionard ragu, karena dia belum pernah melakukan tindakan CPR tetapi dia tahu teori mengenai CPR.
CPR pun dilakukan. Dengan beberapa tekanan di bagianĀ dada. Namun Aluna belum juga sadar. Akhirnya Lionard membuka jalur napas dengan mendongakkan kepalanya. Selanjutnya, dia mengangkat dagu Aluna secara perlahan untuk membuka saluran napas.
Setelah membuka saluran pernapasan, Lionard mulai memberikan napas buatan sebanyak dua kali. Kemudian Dia mencoba menekan dada sebanyak 30 kali. Dan memberikan bantuan napas kembali.
Tak berapa lama terlihat dada Aluna mulai mengembang itu menunjukan dia mulai bernapas. Dia pun mengeluarkan air yang sempat terminum sambil terbatuk-batuk. Gadis itu pun membuka matanya kemudian beranjak duduk sembari mengeluarkan air yang tertelan. Kemudian ia melihat sekelilingnya dengan pandangan buram dan mata yang perih karena terkena air saat tenggelam. Semua pandangan mata sedang melihat kearahnya. Melihatnya tersadar membuat Lionard lega tanpa disadari pria itu memeluk Aluna.
Aluna mendorong Lionard dengan spontan.
"Maaf, aku sangat senang kau bisa sadar kembali," ucap L
"Aluna maaf ya, aku tidak tahu jika kau tidak bisa berenang. Untung ada Lionard yang langsung membawamu naik ke permukaan," ucap Vie
"Iya benar, Lionard juga tadi memberikan bantuan CPR pada mu," sahut Yoona
Apa? Jadi secara tidak sengaja bibir ku dan dia bersentuhan
"Terimakasih Lionard," ucap Aluna merasa tidak enak, karena sempat berperilaku kasar dan sombong padanya.
__ADS_1
Lionard kemudian mengambil handuk kering dan menutupi tubuh Aluna sembari berkata, "Tidak usah berterimakasih, sudah kewajiban kita kan saling tolong-menolong. Dan harus selalu kau ingat, aku akan selalu ada untukmu,"
Kalimat akhir Lionard membuat Aluna membeku, bukan hanya Kalimatnya namun Aluna sudah tersihir oleh tatapan Tuan Muda L.