Cinta Ku Tuan Drakula Season 2

Cinta Ku Tuan Drakula Season 2
Membalas Pembully


__ADS_3

"Hemm kemana saja kau? Baru tau jika Serra korban Bullying? Kau tidak pantas menjadi pelindungnya," ucap Hans yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari Lionard.


L mengeluarkan sihir cengkeram mematikan, hanya dengan menggunakan pikirannya tubuh Hans tercekat kesakitan.


"Aaaghh," Hans terikat tak berdaya. Kekuatan special yang dimilik L tak mampu ditepis Hans atau drakula manapun.


Scratzzzz


Kecuali Serra, ia menghentikan aksi L yang menyakiti Hans.


"Kenapa kau melindunginya? Apa karena Hans ada disampingmu atau karena kalian baru saja berciuman hah?" Tanya L pada Serra dengan sinis


"Lihat, dirimu berantakan itu artinya Hans juga terlambat dan tidak dapat melindungi mu. Aku berkata padamu untuk tidak menggunakan sihir sembarangan," L berhenti karena Serra memotongnya


"Memangnya kau pikir mengontrol emosi itu mudah...hah? Kau baru saja tidak dapat mengatur emosimu,"


"Itu berbeda Serra, aku marah pada Hans karena dia tidak memahami ku,"


"Kau juga tidak memahami ku," Serra meninggikan suaranya


Kemudian hening terjadi


L memilih diam dan tidak menjawab ucapan Serra. Dia tidak ingin berdebat lebih jauh. Pria itu pun mendekati Hans yang sedang mengatur napasnya.


"Kau pikir kau siapa? Mengatakan seenaknya jika aku tidak dapat menjadi pelindung Serra? Memangnya kau ingin melakukan apa dengan mereka yang membully?"


"Kau bisa menghajar mereka, memusnahkan mereka dengan sihirmu," seru Hans.


"Hah yang ada mereka akan semakin membenci Serra, Aku diam bukan berarti aku tidak peduli. Buktinya aku kemari mencari Serra setelah membawa Aluna ke ruang kesehatan,"


"Aluna selalu menjadi prioritas mu," sela Hans


"Dia terluka,"


"Serra juga terluka,"


"Aku tidak ingin berdebat denganmu," Lionard melangkah mendekati Serra


Oke aku akan membalasnya dengan kekerasan seperti yang kau inginkan Hans. Kau baru saja menghinaku seolah aku tidak bisa berbuat seperti itu. Aku akan membuktikan padamu. Dan setelah ini kau harus siap dengan konsekuensi yang ada-batin L


Terlihat kilatan mata L yang penuh emosi. Ia menarik lengan Serra, menggenggam jemarinya dengan erat kemudian menghilang meninggalkan Hans.


"Nard akui saja kau cemburu kan, Kau hanya tidak menyadari perasaanmu," Hans menunduk tertawa sendiri menertawakan dirinya yang sudah pasti akan kalah jika bersaing dengan L. Kemudian Hans kembali duduk di atas gedung. Memikirkan cara untuk memiliki Serra.

__ADS_1


"Serra, aku tidak peduli bagaimanapun caranya. Kau harus jadi milikku," gumam Hans dengan angkuh.


Tak butuh waktu lama Lionard dan Serra telah sampai di sekolah. Lionard mengumpulkan semua orang yang membully Serra hanya dengan kekuatan pikirannya.


Padahal sudah jelas tertulis didalam sekolah, tidak diperkenankan menggunakan sihir Drakula.


Matanya berubah menyala merah, dia masih emosi karena Hans mengatai dirinya tidak becus menjaga Serra.


"L lepaskan," Lionard masih menggenggam tangan Serra.


Namun ia masih tidak melepaskannya.


Lionard memanggil beberapa anak membully Serra saat itu ke lapangan sekolah dengan kekuatan pikirannya. Beberapa ada yang berasal dari kaum drakula dan beberapanya adalah kaum manusia. Ia tahu siapa saja pelakunya, dengan membaca pikiran dari salah satu anak yang ada disana saat itu.


Semuanya yang membully Serra heran kenapa tubuhnya bergerak sendiri, melayang menuju ke arah lapangan. Guru-guru pun ikut heran, lantas mereka yang memiliki sihir drakula mencoba menghentikannya. Tetapi tidak bisa, mereka lalu mengikuti arah kemana muridnya melayang.


Banyak asap hitam yang keluar dari tubuh L, hingga Serra ketakutan. Cengkeraman tangannya lebih kuat dari sebelumnya. Pandangan L bagaikan Drakula yang ingin memangsa buruannya.


Tak butuh waktu lama semua para pembully telah berada dihadapan Serra. Mereka terikat, seperti ada yang mengikat tubuhnya dengan tali. Tetapi tak ada tali yang mengikat. Mereka semua kesulitan bernapas, berteriak dan masih melayang di udara.


Perbuatan L mengundang semua orang yang ada disana. Tak ada satu pun yang bisa menghentikan sihir L termasuk guru. Kekuatan unik L hanya Serra yang bisa menghentikannya.


"L hentikan,"


Saat Serra ingin menghentikannya, L menoleh padanya. Memandang Serra dengan pandangan lain.


"Mereka jahat, balas saja dengan kejahatan,"


"Tidak L, jangan seperti ini. Kau juga bisa dibenci oleh mereka dan kau akan mendapatkan hukuman,"


L kemudian menatap tubuh para pembully yang melayang kesakitan. Kemudian muncul asap besar membentuk wajah Lionard yang menakutkan dengan sinar mata merahnya, hingga para pembully ketakutan. Seakan-akan mereka akan dimakan asap itu


"Jika kalian menyakiti Serra, maka kalian akan berhadapan denganku," Bayangan asap itu berbicara dan mengeluarkan suara besar menggema bagaikan raksasa.


Bruuuk


Lionard menghentikan sihirnya dengan menjatuhkan mereka dari udara, tidak terlalu tinggi hanya setinggi satu meter tetapi cukup membuat mereka kesakitan.


Lionard memakai cincin mistisnya kembali, dia tidak akan tahan jika menghirup aroma darah segar dihadapannya. Ia pun kembali menoleh pada Serra.


"Itu yang aku sampaikan padamu Serra, jangan pernah menggunakan sihirmu. Sejahat apapun mereka, jika tidak mereka akan semakin membencimu. Ayo masuk kelas, tinggalkan mereka," ucap L kemudian pergi meninggalkan Serra.


Semua pembully yang jatuh kesakitan itu semakin memiliki dendam pada Serra. Meskipun mereka takut dan tidak ingin mengulanginya, dan kini tatapan mereka penuh waspada.

__ADS_1


Serra tak peduli, dia pun hanya diam tanpa sepatah kata kemudian berlalu kembali ke kelas.


"Aluna rencanamu hebat, tetapi sangat menakutkan. Untung saja kau tidak terluka," puji Vie yang dibalas senyuman oleh Aluna.


"Kita berhadapan dengan penyihir, itu sedikit membahayakan tapi aku yakin sebentar lagi Lionard pasti akan menjauhinya karena emosinya yang mudah meledak tidak bisa di kontrol,"


"Gawat!" Pekik Yoona dari kejauhan, ia datang sambil berlari mendekati ruang kesehatan.


"Gawat apanya?" Tanya Aluna dan Vie bersamaan.


"Lionard marah dan mengancam anak-anak yang menghajar Serra, untung saja saat itu aku tidak ikut-ikutan memukul. Aku hanya menyorakinya,"


"Jadi Lionard masih menjaga anak itu," sahut Aluna


"Kalau kita ketahuan bagaimana?"


"Sudah diam saja, jangan mengatakan apapun dan ikuti rencanaku,"


Lionard dipanggil kepala sekolah tak lama saat aksinya mengundang perhatian.


"Kau telah melanggar aturan sekolah," ucap Jorsh, Kepala sekolah Advance.


"Saya tahu, hukum saja,"


"Kau anak pemilik sekolah ini, bagaimana...." ucapan Jorsh terhenti.


"Saya sama seperti mereka, lakukan saja. Saya akan menerima hukuman apapun yang Tuan berikan," ujar Lionard dengan pandangan datar.


Meskipun telah memakai cincin tetapi dia sedikit kehabisan tenaga.


Aku butuh darah


Pandangan L mulai berkunang-kunang, apapun yang dikatakan Jorsh tidak masuk ke telinganya. Jorsh yang seorang manusia, membuat Lionard tergoda akan darahnya. Entah kenapa cincin yang digunakannya sedikit tidak berfungsi. Cincin itu mulai kehilangan kekuatan mistisnya.


Apa yang terjadi kenapa aku tidak bisa merasakan debaran jantungku. Aroma darah itu sangat kental, dan saat ini aku membutuhkan Serra. Darahnya Serra lebih menggoda dan kenapa aku merasakan darah itu disekitar sini. Apakah Serra ada dibalik pintu ruangan ini? Ku harap Serra menjauh dariku. Jika tidak aku.....


Lionard memejamkan matanya, aroma darah Serra semakin mendekat. Rupanya Serra baru saja datang dan masuk ke ruang kepala sekolah.


"Serra, silahkan duduk," perintah Jorsh


Sial Serra disini, ooh aku tidak kuat lagi. Kenapa cincin ini menjadi tidak berfungsi


Lionard menahan keinginannya, tubuhnya mengeluarkan keringat dingin. Ia menggigil dan gemetar, L harus bisa menguasai dirinya.

__ADS_1


Serra, darahmu sangat menggodaku


Ayah datanglah....Tolong aku - batin L


__ADS_2