Cinta Ku Tuan Drakula Season 2

Cinta Ku Tuan Drakula Season 2
Aluna Kembali


__ADS_3

"Dia di sini? Dirumah ini...," ujar Serra sembari membuka matanya serta dengan napasnya tersengal-sengal akibat konsentrasi sebelumnya.


Lionard mencari-cari sosok Aluna yang seperti dikatakan Serra bahwa Aluna ada di rumahnya. Ia melemparkan pandangannya ke segala arah.


Aluna berdiri di pertengahan anak tangga, ia hendak berjalan kebawah dengan langkah yang ragu. Wanita itu sedikit takut dengan keluarga Lionard.


Bagaimana sekarang aku berada di rumah drakula. Tenang Aluna tenang....dia itu Tuan D, dia tidak mungkin menghisap darahmu begitu saja.


Aluna kemudian fokus pada dirinya, dia mengambil napas dalam lalu membuangnya perlahan kemudian melanjutkan langkahnya untuk menuruni anak tangga.


Aku pikir ini kastil yang megah dan besar tetapi rupanya sama saja dengan rumah lainnya.


"Aluna!" Pekik L sembari menyunggingkan senyumnya kearah Aluna.


Pria itu lantas bergegas menghampiri Aluna dan melupakan kepanikan Serra. Lionard berlari dengan langkah besarnya. Tanpa sadar Lionard memeluk Aluna sebelum wanita itu sampai di lantai dasar. Ada lima anak tangga lagi yang belum sempat dilangkahi.


Serra berbalik melihat pemandangan yang membuatnya makin tersiksa. Kepanikan yang sedari tadi bersarang di rongga jiwanya berganti rasa cemburu yang tidak terbendung.


Harusnya ku lenyap kan saja dia. Dia yang mengganggu kedekatan ku dengan L. Dia yang mengganti posisi ku disamping L. Dia yang selalu mencuri perhatian L terhadap ku. Dan dia....


"Serra," panggilan Tuan D membuyarkan pikirannya.


"Aku harap tidak melakukan hal yang dapat membuatmu menyesal seumur hidup," sahut Tuan D mengingatkan Serra untuk mengontrol emosinya. Sepertinya Tuan D tahu apa yang bersarang di pikiran Serra.


"Baik Ayah," jawab Serra kemudian berdiri mendekati Aluna.


Aluna yang berjalan menuju sofa di ruang tengah, Lionard menuntunnya dengan merangkul Aluna membuat perasaan Serra semakin panas.


Sebelum mereka duduk, Serra mengulurkan tangannya untuk meminta maaf pada Aluna.


"Aluna...Aku minta maaf. Saat itu aku sedang mencoba kemampuan sihir ku. Di Taman itu juga sedang sepi dan aku tidak terpikir jika kau ada disana. Maafkan aku," ucap Serra mencoba mengabaikan rasa cemburunya dan meminta maaf dengan tulus.


Namun sebaliknya, ia mendapatkan perlakuan kasar dari Aluna. Aluna menepis dengan memukul keras tangan Serra.

__ADS_1


"Maaf?" Ucap Aluna sedikit lantang. Ia tidak lagi takut berada ditengah keluarga Drakula karena ada Lionard disampingnya.


"Kau tidak tahu betapa takutnya aku hah? Aku berada di sebuah gua yang sangat gelap, becek dan banyak suara-suara bergema. Bagaimana jika itu hewan buas atau hewan lainnya. Mereka bisa saja sewaktu-waktu memakanku," jelas Aluna ketakutan.


"Gua? Jadi sebelum kau disini kau ada di gua?" Tanya L kemudian menatap Serra dan ingin wanita itu yang menjelaskan.


"Aku sungguh tidak tahu L kenapa Aluna di tempat gelap itu. Tolong jangan hakimi aku...," pinta Serra yang matanya sudah berkaca-kaca.


"Sayang tolong jelaskan, apa yang sebetulnya terjadi," pinta Liana kepada suaminya.


"Kalian duduklah. Serra memiliki kekuatan murni yang sangat ajaib. Aku akan menjelaskannya," ucap Tuan D menengahi perbincangan kedua remaja itu.


Mereka pun duduk, L memilih duduk di dekat Aluna ketimbang Serra. Sedangkan Hans duduk disamping Serra dan menjadi penyimak yang baik.


Kini semua mata tertuju pada Tuan D. Terutama Liana yang sangat penasaran. Tuan Dimitri memajukan duduknya, dia tak lagi bersandar dan mulai memasang wajah serius.


"Jadi, Serra membuat Blackhole yang dia sendiri tidak tahu kemana ujungnya. Saat Aluna terserap masuk oleh kekuatan Blackhole itu sendiri, kekuatan itu bekerja mengirim Aluna sesuai perasaan Serra saat itu. Serra memikirkan sebuah gua sebelumnya. Hatinya terluka oleh seseorang," ucapan Tuan D terhenti dan melayangkan pandangannya kearah Lionard.


"Kenapa Ayah menatapku?" Tanya L


"Jika Aluna daa di gua, bagaimana dia bisa kemari?" Tanya Liana.


"Karena Serra jugalah yang memanggilnya. Itulah yang ku sebut kekuatan baru Serra. Dia dapat mengirim Aluna ke tempat yang ia inginkan dengan pikirannya. Tanpa kekuatan Blackhole, dan itu dapat terjadi saat dia panik barusan. Aku rasa Serra juga belum tahu cara kerja. Aku hanya mengandalkan kepanikannya saat itu,"


"Wow itu keren," pekik Hans tiba-tiba memuji kekuatan baru Serra.


Astaga Serra wanita yang menakutkan, batin Aluna


Tuan D dapat membaca pikiran Aluna dan dia tidak menyukai gadis itu. Pria itu heran kenapa anaknya dapat mengagumi Aluna. Jika dari fisik Aluna memang lebih cantik dari Serra. Tetapi jika dari aroma darah, darah Aluna sama sekali tidak enak.


Raja Drakula itu malah setuju mendekatkan Lionard dengan Serra. Meski kekuatan Serra menakutkan. Selain itu Aluna memiliki misteri yang tidak dapat ia baca.


"Aluna memiliki misteri yang tidak dapat ku baca," batin Tuan D

__ADS_1


"Aku juga tidak dapat membaca pikirannya," sela Liana melalui telepati dengan suaminya.


"Haha bukan sayang bukan pikirannya, Aluna seperti Serra dia mampu menutupi pikirannya. Aku yakin Lionard juga tidak dapat membacanya. Tetapi aku bisa membaca pikirannya. Yang tidak bisa ku baca adalah gambaran Aluna sebelum masa sekarang. Ada misteri dirinya dimasa lalu yang tertutupi," jelas Tuan D lewat telepati dan hanya Liana yang mampu mendengarnya.


"Aku mengerti sekarang," jawab Liana


"Hemm Aluna. Kami sebagai orang tua Serra, dengan rendah hati meminta maaf yang sebesar-besarnya. Ini murni kesalahan yang tidak disengaja. Tolong pahami keadaan dan jangan menyudutkan Serra," ucap Liana dengan sangat lembut.


"Ya sudah karena Nyonya yang meminta maka Aluna akan memaafkan perbuatan Serra," ucap Aluna yang sebenarnya tidak ingin memaafkannya begitu saja.


"Terimakasih. Sebaiknya nak Aluna pulang ya, pasti kau sangat lelah dan takut. Biar Hans yang mengantar mu pulang," ujar Liana


"Hah? Ratu saya tidak mau," tolak Hans


"Biar aku saja yang mengantarnya Bu," sahut L kemudian beranjak berdiri bersiap mengantar.


"Tidak L, kau tetaplah disini. Kita belum makan siang kan? Jangan biarkan Ibu mu ini bersedih, dia sudah bersusah-payah membuat hidangan makan siang jadi hargailah dengan memakannya," Dimitri sengaja menyuruh L untuk tetap di rumah.


"Ayah...tapi Hans tidak mau mengantarnya," jawab L


"Hans kau harus mau," perintah Tuan D dengan menatapnya tajam.


"Ba-baiklah Rajaku. Ayo Aluna ku antar kau pulang," ajak Hans


"Tidak, lebih baik aku menelepon sopirku untuk menjemput disini," Aluna tidak ingin pulang dengan Hans. Ia pun segera mengeluarkan ponselnya dan menghubungi sopir pribadinya untuk menjemputnya dirumah Tuan D.


Ya begitu lebih baik. Aku lebih tenang jika Aluna diantar pulang oleh sopirnya.


"Saya akan pulang dengan sopir saya, jadi biarkan saya menunggunya diluar teras. Saya permisi Tuan dan Nyonya," pamit Aluna


"Bagus sayang kau pintar membuat alasan," ucap Liana lewat telepatinya kepada Dimitri


"Kau harus membayar ku untuk ini haha," jawab Dimitri

__ADS_1


"Dengan senang hati drakula ku,"


__ADS_2