Cinta Ku Tuan Drakula Season 2

Cinta Ku Tuan Drakula Season 2
Dirasuki


__ADS_3

Hans mendengar keributan dari teras rumah, ia pun memutuskan untuk masuk saja tanpa harus meminta ijin. Meskipun pintu telah tertutup namun ia dengan mudah masuk tentu saja dengan kekuatan drakulanya


"Ck CK ck apa-apaan ini? Menuduh seseorang seenaknya," ucap Hans sembari berjalan mendekati Serra yang berdiri di depan kursi ruang tamu.


"Aku berkata sebenarnya!" Pekik Aluna


"Kau drakula kan? Kalian semua drakula dan aku tahu kalian bisa masuk kedalam ingatanku atau apa yang terjadi padaku barusan," tantang Aluna


Ia memang tidak berbohong dan memang benar apa yang dilihatnya adalah Serra,-batin Hans


"Aku yakin itu bukan Serra," ucap Hans


"Apa?!" Aluna sedikit kesal karena Hans tidak percaya dengan apa yang terjadi padanya


"Tuan D, kau selalu raja Drakula. Aku butuh keadilan, terlebih lagi dia anakmu," timpal Aluna.


Tuan D sama seperti Hans tidak mudah percaya tetapi berkali-kali dia memasuki dimensi lain dan memang benar apa yang dilihatnya adalah Serra.


Sayang apa yang harus aku lakukan? Aku bingung, ini tidak seperti rekayasa. Jika ini adalah penyamaran tentu aku tahu. Tapi yang kulihat adalah Serra," ucap Tuan D melalui telepatinya.


"Apa benar Serra yang berbuat seperti itu? Aku tidak percaya jika Serra melakukannya karena dendam pada Aluna," ucap Liana


"Tenanglah Aluna, ini sudah malam sebaiknya kita bicarakan besok kembali sembari menemukan jalan tengahnya. Aku percaya pada anakku Serra, dia tidak mungkin berlaku jahat pada orang lain," ucap Liana yang begitu tenang.


"Kemarilah Serra, dan ceritakan apa yang kau lakukan hari ini. Kau nakal ya, malam-malam begini keluar dengan....Hans," ucap Liana sembari tersenyum mengalihkan perhatian.

__ADS_1


Sementara Lionard yang juga tidak mau percaya dengan penglihatannya mendadak pusing. Sesuatu menyentuh raganya dan terasa hawa panas kemudian berubah menjadi sangat dingin, hingga ia tak bisa berkata-kata untuk membela Serra.


Seperti ada sesuatu yang mengunci dirinya, dan kemudian masuk kedalam tubuh Lionard, seketika matanya berubah dan sikapnya menjadi lebih kasar. Sekali lagi tidak ada yang tahu akan hal itu.


Lionard beranjak berdiri, dan kemudian melangkah mendekati Serra.


"Serra, kau pembunuh, tidak seharusnya kau tinggal disini,, pergi kau!" ucap Lionard dengan suara keras, seperti bukan suara L.


Serra ketakutan melihatnya karena L sangat tajam menatapnya. Terlihat ada api kemarahan di matanya.


"Lionard! Ada apa dengan mu, dia adikmu, tak sepantasnya kau mengusirnya," seru Tuan Dimitri


Tetapi ucapan ayahnya tak didengarkan Lionard.


"Ku bilang pergi! Aku tak suka mempunyai adik sepertimu, seorang pembunuh," ucap Lionard.


"Dasar pembunuh,"


"Enyah saja kau dari bumi ini,"


"Kau tidak, pantas sekolah disini!"


"Pembunuh...Pembunuh,"


Suara seruan itu terus bergema di kepalanya yang mengatakan jika dirinya pembunuh. Perkataan teman-temannya disekolah, dan juga Lionard.

__ADS_1


Serra memundurkan langkahnya, "Tidak," gumamnya sembari menangis.


Ia menutupi telinganya dengan kedua tangan, seakan-akan meminta untuk berhenti suara-suara yang terus bergema. Padahal saat itu suasana hening.


"Serra, jangan dengerkan Lionard. Kemarilah nak, Ayah dan Mama percaya padamu. Ba-bahkan Hans juga percaya padamu kan sayang," Liana bergegas menghampiri Serra yang berdiri di depan pintu ruang tamu, sebelum Lionard berbuat kasar padanya.


Namun Serra malah mengeluarkan kekuatannya, dia menjulurkan kedua tangannya ke depan dengan sebuah mantra.


Seketika Angin kencang berhembus berputar-putar dan membuat orang yang berdiri didepannya terlempar. Sementara Aluna ketakutan dan bersembunyi di balik kursi.


Dengan sigap Tuan D menangkap Liana tetapi ia tidak sempat menangkap Lionard yang terlempar keras ke tembok.


Hans berusaha menghentikan Serra yang sedang marah, namun Serra juga menyerang Hans. Semua yang ada disekitar Serra terjatuh.


Tuan D mengeluarkan kekuatannya untuk menenangkan Serra, angin yang berhembus memutar kencang mengelilingi Serra kemudian mereda, setelah itu terlihat asap hitam mengelilingi tubuh Serra.


Setelah Serra terserang kekuatan Tuan D, tubuhnya melemah dan mengeluarkan darah dari hidungnya.


"Kalian penuh kemunafikan," Serra mengusap darahnya dengan punggung lengannya kemudian pergi meninggalkan rumahnya.


"Serra tunggu jangan pergi," seru Liana


Tuan D ikut mengejar namun sebelum itu ia melihat putranya yang pingsan karena terbentur tembok. Ia juga melihat ketakutan di dalam diri Aluna.


Tuan D menghampiri Aluna menyihirnya agar melupakan semua kejadian yang ia lihat. Lalu mengirimnya dengan kekuatan yang dimilikinya. Setelah itu pandangannya beralih kepada Lionard yang masih tak sadarkan diri. Tuan D membawanya kembali ke kamar Lionard

__ADS_1


Yang mengusir Serra bukanlah Lionard, aku melihat ada keanehan dalam dirinya. Namun sayang aku tak bisa menangkap sosok yang merasuki tubuh Lionard. Hal yang kutakutkan terjadi. Serra...., Dia bisa mengancam dunia ini. Batin Tuan D


__ADS_2