Cinta Ku Tuan Drakula Season 2

Cinta Ku Tuan Drakula Season 2
Terpesona


__ADS_3

Lionard mengumbar senyum senangnya, pria itu menganggap jika Aluna mulai tertarik padanya. Sebenarnya ada dua wanita yang juga tidak bisa dibaca hati dan pikirannya oleh Lionard, yaitu Serra dan Aluna.


Sempat terpikir olehnya apakah Aluna mempunyai kekuatan sihir? Tapi tidak mungkin karena kedua orang tuanya adalah manusia dan Ayah Aluna adalah partner kerja Ayahnya.


"Lionard menyetir lah yang benar, kau seperti orang gila yang tertawa sendiri," ujar Hans dengan candanya. Dia tahu jika Lionard menyimpan perasaan sukanya pada Aluna sejak lama.


"Ah aku lupa, kau kan bisa pergi dengan kekuatan mu. Ini sudah diluar sekolah jadi lebih baik kau pergi karena saudaraku ini sedari tadi cemberut karena kehadiran mu," ujar Lionard sembari melirik ke arah Serra.


"Kau kejam Nard, Serra saja sedari tadi diam, dia tidak mengusirku," balas Hans dengan senyumnya.


"Kau ingin koma untuk kedua kalinya?" Tanya Serra pada Hans.


"Jangankan koma, aku rela mati demi dirimu," ucap Hans yang tiba-tiba ditertawakan oleh Lionard.


"Haha, sejak kapan kau mulai menyukai Serra. Dulu saja kau dan dia selalu bertengkar dan berkali-kali orang tuamu mengadu pada Ayahku. Sepertinya kau gegar otak, atau amnesia haha," cibir Lionard.


"Entah Nard, Serra makin lama makin cantik. Jika ku lihat-lihat dia semakin menarik," ujar Hans yang sudah mulai menaruh hati pada Serra.


"Cie... Serra tuh ada yang jatuh cinta padamu, terima Ser," goda Lionard sembari terus tertawa, tetapi Serra hanya menanggapinya dengan cemberut dan menatap Lionard dengan lirikan mautnya


"Duh, tatapanmu Serr, setajam silet hahaha," canda Lionard yang kemudian membuat Serra akhirnya tertawa. Sebenarnya tingkah Lionard lah yang membuat ya tertawa karena pria itu pura-pura kesakitan saat Serra meliriknya.


"Haha, sudah hentikan rayuan mu Hans, sekarang kau pulang saja," sahut Serra yang kembali serius setelah tertawa kecil.


"Oke oke, Serra aku pastikan suatu saat kau akan menerima cintaku," ucap Hans dengan senyum liciknya.


Whuuus


Hans pun menghilang dan pulang kerumahnya dengan kekuatan yang ia miliki. Hans anak drakula, salah satu pengikut Tuan D.


"L, kau bisa membawa mobil ini langsung sampai di rumah, secepat kedipan matamu kan?" Tanya Serra


"Iya bisa," jawab Lionard


"Ayo tunggu apa lagi, aku lelah dan ingin pulang," rengek Serra


"Kau tidak ingin berlama-lama denganku?" Tanya Lionard


"Apa maksudmu?" Tanya Serra.


"Serra ada kalanya manusia membentuk sebuah moment atau kenangan. Sayangnya aku bukan manusia, dan saat itu terjadi mereka tidak bisa mengulangnya. Jika suatu saat kau tua maka momen inilah yang akan kita rindukan. Pulang bersama, sekolah bersama, bercanda tawa bersama, bermain bersama dan hal lainnya," jelas Lionard.


"Sebaiknya kau membentuk momen mu itu bersama orang yang kau sukai, kita sedari kecil bersama bukan, pulang sekolah juga bersama, jadi untuk apa kita berlama-lama sekarang? Yang ada aku terlampau lelah," ucap Serra yang masih belum mengerti apa yang dimaksud Lionard.

__ADS_1


Sementara Lionard tidak bisa menjamin akan pulang bersama lagi saat dirinya atau pun Serra mempunyai kekasih.


"Oke baik tuan putri siap laksanakan," jawab Lionard yang kemudian hanya dengan kedipan matanya mereka sudah sampai didepan rumahnya.


Lebih tepatnya di kediaman Tuan D di Bukares, rumah yang sangat besar dan mewah seperti kastil namun bangunannya lebih modern. Serra turun lebih dulu dan berlari kecil menuju kedalam rumah, sementara Lionard memasukkan mobilnya ke dalam garasi mobil.


Ratu Liana yang saat itu sedang menyiapkan makanan di meja makan, segera menyapa Serra saat anak itu masuk membuka pintu rumahnya.


"Sayang ku, Serra kau sudah pulang. Segera bersihkan dirimu dan kemari kita makan bersama ya," teriak Ratu Liana.


"Iya Ma, aku mandi dulu karena kulitku terasa lengket," ucap Serra sembari menghampiri Ibu angkatnya. Sejak Arin dan Lee musnah karena ketidaksengajaan Serra dibesarkan oleh Liana dan Dimitri.


Meskipun bergelar Ratu namun Liana tetap memasak dan mengerjakan pekerjaan rumahnya seorang diri. Tuan D membeli rumah lagi untuk keluarga kecilnya, sehingga Mama Bella dan Nenek Mary tidak berada dirumah itu.


Muach


Serra mendaratkan ciumannya di pipi Liana, dan Liana membalas ciumannya bergantian menciumi pipi Serra


"Hemm kau bau matahari dan hujan," sahut Liana


"Haha salah Mama sendiri kenapa menciumiku," ucap Serra kemudian mengambil sepotong kentang dan memakannya langsung.


"Serra kau belum mencuci tanganmu, jangan ulangi lagi ya kau bisa sakit perut," seru Liana menasihati anak gadisnya itu.


"Siang Ma, aku pulang," ucap Lionard yang baru saja masuk dan menghampiri Ibunya.


"Ok bos," ucap Lionard


"Yes Mom," jawab Serra


"Serra, kita berlomba, siapa duluan sampai di meja makan, dia yang menang dan yang kalah harus membersihkan kamar yang menang," sahut Lionard


"Oke," Serra pun mengiyakan, gadis itu lupa jika Lionard bisa menghilang dan sampai dalam sekejap.


Whuuss


Pria itu menggunakan kekuatannya untuk sampai di kamar dan segera mandi.


"Hey kau curang, kau memakai kekuatan mu itu tidak adil," seru Serra seraya berlari di kamarnya yang berada di lantai bawah.


Liana hanya menggelengkan kepalanya dan ikut tertawa melihat tingkah anak-anaknya.


"Sayang kau pulang lah, kita makan bersama," ucap Liana memanggil suaminya lewat telepati

__ADS_1


"Aku sedang rapat dengan dewan sekolah, kau makan saja duluan dengan anak-anak ya. Aku makan nanti seperti biasa makan diranjang lebih nikmat," ucap Tuan D yang maksudnya adalah meminta jatah hariannya.


"Ya sudah, selamat kerja suamiku muach," ucap Liana lewat telepatinya, mereka tak butuh ponsel. Dalam sekejap Tuan D muncul dan mencium bibir Liana dengan cepat kemudian pria itu menghilang kembali.


"Astaga dia bilang tidak bisa pulang taunya pulang hanya untuk mencium ku, " gumam Liana.


Tak berapa lama Lionard sudah sampai di meja makan, Sementara Serra masih mandi dan baru saja mengenakan pakaiannya.


"Serra aku sudah sampai di meja makan, haha kau kalah," teriak Lionard


"Ya teruslah bangga dengan kemenangan curang mu itu," ucap Serra dengan balas berteriak, gadis itu menjawab dari dalam kamarnya.


"Haha No Rules dan ini sah," sahut Lionard kembali


Setelah itu Serra datang ke ruang makan dan duduk dihadapan Lionard. Sementara Liana duduk di kursi tengah. Mereka makan dengan tenang tanpa ada yang berbicara. Selesai makan Serra mencuci piring dan gelas kotor. Sementara Liana pergi ke rumah televisi untuk menghibur dirinya setelah seharian mengerjakan pekerjaan rumah.


Lionard sendiri masih berada di ruang makan sembari menikmati buah-buahan yang tersedia di meja.


"Ahh," pekik Serra tiba-tiba membuat Lionard segera datang menghampiri dengan kekuatannya.


Dalam sekejap pria itu sudah ada disampingnya, "Kau kenapa?" Tanya Lionard sembari melihat jari telunjuk Serra berdarah. Pria itu menghirup darah segar aroma darah segar yang membuatnya tergoda.


"Ada piring yang tepinya sompel dan aku terkena tepiannya,"


Lionard mengambil jari Serra dan ingin menghisapnya juga untuk menghentikan darah yang keluar.


"Kau mau apa," ucap Serra yang menarik kembali jarinya.


"Aku mau menghisapnya, seperti di film-film," ucap Lionard


"Kau harus meminta ijin pada Ayah jika ingin meminum darah manusia,"


"Aku diijinkan jika itu dirimu, dan jika kau mengalami luka-luka seperti itu," jawab Lionard dengan cepat pria itu sudah tak tahan akan aroma darah yang menetes meski hanya setetes tetapi sangat membuatnya bergelora


Dengan cepat ia menarik tangan Serra dan mulai menghisap nya, Serra kalah tenaga dan tangannya sakit karena tarikan kasar dari Lionard.


"L hentikan, kau menghisapnya sangat dalam. Itu sakit," seru Serra


"Sera berhentilah mengeluh, maaf, aku akan menghisapnya pelan," pinta Lionard dan pria itu mulai menghisap dengan tenang dan memejamkan matanya seakan pria itu sangat menikmatinya. Serra menatap pria itu lekat dan genderang dalam hatinya kembali bermain.


Merasa tak ada darah lagi yang keluar Lionard pun menghentikan aksinya, "Sudah, lain kali teruslah berdarah seperti itu, kau tahu darahmu sangat nikmat," ucap Lionard yang menginginkan darah lebih banyak.


"Huh kau menyeramkan," ucap Serra dengan wajah merona karena tidak dapat dipungkiri Lionard terlihat mempesona saat berkata seperti itu.

__ADS_1


"Haha tidak aku bercanda, lain kali jangan sampai berdarah," ucap Lionard seraya mengusap pucuk kepalanya dan pergi meninggalkan Serra


Kenapa dengan diriku, tadi disekolah dan sekarang aku merasakannya lagi di rumah. Apa aku sudah terpikat olehnya? Ah semoga saja tidak. Lionard memang tampan siapa yang tidak akan terpikat, semoga saja hanya perasaan kagum biasa


__ADS_2