Cinta Ku Tuan Drakula Season 2

Cinta Ku Tuan Drakula Season 2
Blackhole


__ADS_3

Istirahat selesai, semua murid kembali ke kelasnya masing-masing. Selama pelajaran berlangsung, Serra terus memikirkan tentang ucapan Hans tentang kekuatan black hole yang bisa ia ciptakan. Pasalnya nenek moyang Serra yang seorang penyihir, pada jaman dahulu pernah menciptakan black hole dan mengirimkan semua musuhnya ke luar angkasa.


Siapa yang bisa hidup jika berada di luar angkasa tanpa adanya oksigen. Black hole adalah lubang hitam yang mempunyai daya tarik gravitasi yang begitu kuat. Siapapun yang berada didekatnya dapat diserap dan dipaksa masuk oleh kekuatan daya tarik black hole itu sendiri.


Serra melihat telapak tangannya dengan tatapan datar seraya berkata dalam hatinya, "Dapatkah aku menciptakan black hole?"


Sebuah bayangan hitam di sisi kirinya muncul, rupanya seperti Serra dengan baju gelap.


"Kau bisa Serra haha, kau keturunan penyihir yang terpilih. Kau yang termuda dan terkuat. Kau bisa mendapatkan semua keinginanmu dengan melenyapkan mereka yang tidak kau sukai. Bukankah kau mencintai Lionard? Kau bisa memilikinya jika tidak ada Aluna disampingnya," bisik bayangan hitam ditelinga kirinya.


Lalu muncul bayangan putih sedikit bercahaya, rupa wajahnya sama persis dengan Serra.


"Jangan biarkan kekuatan hitam mengerubungi mu Serra sayang. Kau mempunyai kekuatan yang terbaik dan gunakan kekuatan itu untuk hal baik juga," bisik bayangan berpakaian putih.


"Ya kau baik Serra, tetapi mereka tidak baik padamu! Kau harus membalas perbuatan jahat mereka," bisik bayangan hitam tak mau kalah


"Jangan dengarkan dia Serra, kau akan menjadi jahat jika mengikuti ucapannya,"


Braaak


Serra menggebrak meja dengan keras hingga semua mata tertuju padanya. Namun Serra belum menyadari perbuatannya yang mengundang semua perhatian orang yang ada didalam kelasnya.


"Arrghh stop! Kalian bisa diam tidak!?" teriak Serra.


"Ehemm Serra!...Serraa!" teriak Madam Souljah


"I-iya Madam," Serra baru menyadarinya


"Maaf Madam, Saya tadi berbicara dengan setan,"


"Setan? Hah omong kosong! Sekarang kau maju kedepan dan kerjakan semua soal dipapan tulis!" perintah Madam Souljah guru matematika yang terkenal galaknya.


Serra maju ke depan dan mengerjakan semua soal di papan tulis. Meski gadis itu tidak terlalu pintar tetapi dia dapat mengerjakannya dengan baik.


Bel tanda pulang sekolah akhirnya tiba, hal yang dinantikan. Serra berlari kecil ke kelas L. Tetapi tiba-tiba ia menghentikan langkahnya. Gadis itu lupa jika dirinya dan L sedang tidak akur. Serra pun berjalan sendiri menuruni anak tangga. Kelasnya ada dilantai tiga dan itu sangat melelahkan.


"Sayang, pulang bareng yuk," ucap Hans yang tanpa ijin langsung saja merangkul bahu Serra.


Serra spontan terkejut dan mendorong Hans. Kaki Hans terkilir dan pria itu pun terjatuh hingga menuruni beberapa anak tangga.

__ADS_1


"Arrghhh sakit," keluh Hans yang sengaja menambahkan drama.


Serra berlari kecil dan mengulurkan tangannya membantu Hans berdiri.


"Maaf Hans, kau sih mengagetkan ku," ucap Serra seraya menarik Hans untuk kembali berdiri.


"Aduh sepertinya kakinya patah,"


"Mana mungkin, aku tidak mendorong keras,"


Dengan susah payah Hans pun beranjak berdiri. Memang pergelangan kakinya terkilir dan tidak terlalu sakit baginya. Tetapi pria itu memasang ekspresi agar terlihat sangat sakit.


"Aku papah kau hingga ke lantai bawah," ucap Serra.


Yes rencana berhasil, kapan lagi bisa dirangkul Serra seperti ini


Dari lantai atas, Lionard melihat Serra dan Hans saling merangkul. Pria itu pun tidak ingin menggganggu kedekatan Hans dan Serra. Tetapi hatinya merasa tidak tenang, Lionar pun menyusulnya.


"Hey kenapa kakimu?" Tanya Lionard


"Terkilir," jawab Hans kemudian ia menyuruh Lionard untuk menyingkir darinya dengan isyarat mimik mukanya.


Sementara Serra diam, ia tak ingin menjawab ataupun melihat Lionard.


"Tidak perlu, terimakasih, kita sudah hampir sampai," ucap Hans kemudian pria itu kembali mengusir Lionard dengan isyarat di tangannya dan sebuah tatapan tajam.


"Oh ok. Tapi setelah ini aku dan Serra pulang bersama jadi aku tetap akan mengikuti kalian," ucap Lionard pada Hans


"Kau pulang saja sendiri, aku bukan anak kecil yang harus mengikuti mu," ucap Serra dan ketika mereka sampai di anak tangga terakhir. Serra melepaskan Hans dan pergi menjauh dari dua lelaki itu.


Siapa yang ingin pulang dengannya, Aku tidak ingin dikatakan anak kecil yang selalu mengikuti Lionard. Aku bisa pulang sendiri.


Serra keluar dari gerbang tanpa memperdulikan Lionard yang terus memanggilnya.


"Hahah kenapa aku senang sekali ya melihat kau dan Serra seperti ini. Sudah jangan pedulikan Serra, mulai sekarang dia tanggung jawab ku. Lepaskan dia, dia bukan milik mu," ucap Hans menunjuk dada Lionard


"Hans, lepaskan? Dia itu saudaraku, jelas dia milikku," ucap Lionard


"Bukan begitu, maksud ku....dia Serra, pacarku. Dan ya kau saudaranya hanya saudara. Lebih baik sekarang kau mengajak Aluna pulang dan aku akan mengantar Serra pulang," ucap Hans kemudian melihat Serra yang sudah menghilang dari peredaran matanya

__ADS_1


"Pacar?"


"Sudah ya, Serra semakin jauh,"


"Jadi mereka pacaran? Hah? Tidak mungkin, bukannya Serra membencinya?" ucap Lionard pada dirinya sendiri.


Ia pun melihat Hans yang mulai mengecil dan kemudian menghilang dari pandangannya. Lionard lalu mencari sosok Aluna di sekitar sekolah.


Serra berjalan menuju sebuah taman yang sepi dan ada danau kecil disana. Disana ia melatih kekuatannya.



"Black hole," ucapnya seraya memejamkan mata


Berkali-kali Serra berusaha mengeluarkan sihir black hole. Namun selalu gagal dan gagal lagi. Tiba-tiba ada sebuah bisikan, bukan berasal dari bayangan Serra. Serra membuka matanya terkejut dengan suara-suara berbisik tetapi gadis itu tidak jelas mendengarnya.


Suara bisikan itu tidak menampakkan dirinya. Serra berputar mengedarkan pandangannya ke sekelilingnya. Namun ia tetap tidak menemukan sosok yang berbisik dengan suara aneh


"Cavum Nigrum," ucap suara yang berbisik itu. Terdengar jelas kali ini hingga Serra memejamkan matanya dan mengulangi ucapan suara bisikan itu. Cavum Nigrum adalah bahasa latin yang artinya lubang hitam.


"Cavum Nigrum," ucap Serra.


Tak berapa lama terciptalah sebuah lubang hitam kecil yang mulai menyedot sesuatu kedalamnya.


"Astaga! Aku bisa haha aku bisa," ucap Serra kemudian gadis itu ingin menghilangkan Black Hole yang baru saja ia ciptakan. Namun gagal, black hole itu malah semakin membesar dan berpindah entah kemana.


Serra mencarinya dan saat Serra menemukannya kebetulan sekali, Aluna berada di sekitar black hole. Aluna penasaran dan malah mendekati black hole tersebut.


"Aluna jangan dekati lubang itu!" Teriak Serra


"Aaaah...," jerit Aluna lantang, bersamaan dengan itu lubang hitam pun tertutup rapat.


Serra terlambat memperingatkan gadis itu. Aluna sudah masuk kedalam black hole. Serra mencari-cari keberadaan black hole ciptaaannya yang tiba-tiba menghilang.


"Astaga, dimana black hole itu!" ucap Serra pada dirinya sendiri.


"Aluna...!" panggil Serra


Namun tak ada jawaban, dan Serra semakin panik.

__ADS_1


__ADS_2