
Godaan Serra saat itu hampir saja membuat Hans melewati batas. Antara percaya dan tidak percaya, tetapi Hans sangat senang dan meyakini jika yang dilihatnya adalah benar-benar Serra.
Serra membisikkan sesuatu pada Hans, dan seketika pria itu pun tertidur. Hans dalam pengaruh Serra, lebih tepatnya pengaruh sihir Zjorka.
Tanpa berlama-lama Tuan D, menguburkan Lionard ke dalam tanah. Bukan menguburkan seperti orang mati. Namun dia meletakkan L diatas tanah dan kemudian tanah itu menjalar sendiri keatas tubuhnya dan menyisakan wajah Hal itu ia lakukan karena drakula membutuhkan masa tidur panjang.
Bedanya saat ini L tidak sedang tidur panjang melainkan untuk menambah energi , dengan menyerap kekuatan magis dari tanah Transylvania.
Sembari mengucapkan mantra, Tuan D mewariskan kekuatan merah miliknya pada Lionard. Sedangkan kekuatan khusus yang Lionard miliki belum terlihat sampai sekarang. Karena terbilang umurnya yang masih muda.
Di tempat lain, Zjorka memulai ritualnya. Ia meninggalkan Hans yang tertidur di dalam goa kecil kemudian melayang ke udara menyerap kekuatan bulan purnama.
Zjorka merasakan hidup kembali. Tetapi kekuatan benci yang ia serap tidak seutuhnya murni. Cinta Serra pada Lionard rupanya begitu besar. Walaupun Lionard sempat mengatakan hal buruk meskipun itu pengaruh sihir Zjorka tetap saja, dihati Serra yang paling dalam tidak akan pernah bisa membenci Lionard.
Zjorka kesal! Rencananya gagal.
Ia pun mendatangi Lionard dan memasuki alam bawah sadarnya. Lionard terbangun, dia dapat mendeteksi keberadaan Serra.
Pria itu beranjak padahal kekuatan yang baru saja masuk ke dalam tubuh Lionard baru separuh. Tuan D marah dan menyuruh Lionard kembali ke tempatnya.
"Aku tahu dimana keberadaan Serra. Dia harus ku selematkan," ucap L karena dia telah berjanji pada dirinya sendiri untuk menjaga Serra segenap hatinya.
"Bodoh! Kau akan masuk kedalam jebakan Zjorka!"
"Aku tidak peduli! Aku yakin aku bisa mengatasinya dengan atau tanpa kekuatan itu," Lionard pergi tak menghiraukan perkataan Ayahnya.
Tuan D kemudian menyusul Lionard. Tetapi Zjorka menutupi jalannya. Pria itu semakin cemas dan khawatir akan nasib kedua anaknya. Bagaimana pun juga apa yang terjadi pada Lionard berpengaruh pada kehidupan Drakula mendatang.
Atas perintahnya ia mengerahkan pasukan Drakula untuk mencari keberadaan Zjorka yang menghilang tanpa jejak. Kelebihan Zjorka adalah menutupi jejaknya hingga tak terlihat.
Dalam waktu beberapa detik Lionard telah sampai dihadapan Serra yang tentu saja sedang di bawah pengaruh Zjorka.
"Keluar kau dari tubuh Serra!" pekik L
__ADS_1
"Hahaha," Zjorka azkha tertawa keras melengking hingga membuat kuping berdenging
"Kau pikir aku bodoh? Lionard, pangeran drakula yang sangat bodoh! Haha kau tidak pantas menjadi penerus Raja Drakula. Jadi lebih baik ku lenyapkan saja dirimu dan bangsa mu...Hiiiiat rasakan ini," Zjorka mengeluarkan sihir mematikannya.
Lionard mengelak dan terus mengelak. Lionard tidak berani membalas. Ia takut jika kekuatannya dapat melukai Serra.
"Dasar Lemah! Musnah saja kau!" pekik Zjorka
Lionard menutupi sihir Zjorka dengan sihirnya. Saking hebatnya kekuatan Zjorka. Lionard terluka dan terjatuh.
Zjorka tertawa keras hingga membangunkan Hans. Sekali lagi serangan maka musnah sudah Lionard.
Scratch
"Argghhh," Hans tiba-tiba berada di depan Lionard. Ia melindungi Lionard.
Hans memuncratkan darah dari dalam mulutnya.
"Hans! Apa yang kau lakukan?"
Zjorka terus pergi melayang jauh ke udara hingga berada diatas tebing yang sangat tinggi. Wanita jahat itu tetap tak mau melepaskan Serra. Namun sebelum Hans lenyap mantra terakhirnya membuat Zjorka keluar dari tubuh Serra
Whuuusss
Hans menjadi abu dan terbang bersama angin. Lionard yang mengejar Serra pun menangis melihat detik-detik terakhir hidup sahabatnya itu.
Ketika Zjorka keluar dari tubuh Serra, Serra yang lemah tak berdaya terjatuh dari tebing dekat danau. Lionard menangkap Serra. Mendekapnya dalam pelukannya.
Jantungnya berdegup kencang saat pria itu meraih tubuh Serra.
"Jangan tinggalkan aku Serra," tiba-tiba saja Lionard mengecup bibir Serra yang sedang pingsan.
Lionard merasakan bibir Serra berkedut, alisnya mengerut dan matanya mulai terbuka. Lantas ia melepaskan kecupannya. Keduanya saling memandang lekat, sembari terus melayang di udara.
__ADS_1
Serra baru tersadar jika dirinya melayang, gadis itu pun hampir jatuh karena melepaskan pegangannya.
"Pegang leherku, dan jangan pernah lepaskan," ucap Lionard
"Kenapa?"
"Hmm?"
"Kenapa kau mengecupku?"
"Hanya sebuah kecupan agar kau terbangun, kau kan putri tidur," Lionard tak berani mengatakan perasaanya.
Lionard lupa masih ada Zjorka disana yang sedang merintih kesakitan. Wujudnya berupa asap hitam berbentuk seperti badan yang tak sempurna.
"Aku akan melenyapkan mu, Lionard," pekik Zjorka
Lionard dengan segera mengeluarkan kekuatan miliknya. Kekuatan khas yang belum pernah ia keluarkan sebelumnya.
Swingsss
Sihir Lionard tepat mengenai Zjorka dan memusnahkan dirinya untuk selamanya. Dalam seketika, drakula yang berbuah dalam pengaruh sihir jahatnya, kembali membaik.
"Kekuatan apa itu?" tanya Serra
"Kekuatan cinta, kebencian akan dikalahkan oleh cinta...Serra....Aku mencintaimu,"
Lionard mencium bibir Serra lembut. Lionard masih merengkuh tubuh Serra dan melayang di udara di bawah sinar bulan purnama.
"Aku...Aku juga mencintaimu," jawab Serra gugup.
Lionard terus mengecup bibir Serra hingga kata the End keluar.
The End
__ADS_1
Maaf menunggu lama, karena Hiatus dari pada tergantung jadi ku tamatkan saja. Semoga terhibur