Cinta Ku Tuan Drakula Season 2

Cinta Ku Tuan Drakula Season 2
Inikah Cinta


__ADS_3

Lionard merebahkan tubuhnya di ranjang sembari memainkan ponselnya. Dia baru saja menemukan akun media sosial milik Aluna. Di bukanya terus hingga ke bawah akun sosial yang menyuguhkan banyak foto wanita yang ia sukai.


"Cantik," gumam Lionard


Tok tok tok


Ketukan pintu mengalihkan pikirannya yang sedari tadi fokus memandangi kecantikan Aluna.


"Ya, masuk," seru Lionard


"Permisi Tuan saya mau membersihkan kamar Anda jadi tolong segera keluar dari kamar," ucap Serra menirukan gaya seorang cleaning service


"Haha silahkan tapi saya tidak mau keluar tuh," ucap Lionard


"Baiklah terserah anda jika terjadi sesuatu jangan salahkan saya, oke Tuan muda L," ucap Serra.


Dengan kekuatan seorang penyihir di dalam tubuhnya Serra mengambil kedua sisi seprei dan mengangkatnya tinggi, lalu mengibaskan ya ke bawah tapi Lionard ikut terjatuh, kemudian ia menarik ujungnya hingga seprei menjadi rapi.


"Serra," seru Lionard yang terjatuh kesakitan.


"Haha aku akan sudah bilang, keluarlah tapi kau tidak mau, itu akibatnya," Serra tertawa keras.


"Hah senang sekali kau, aku akan membuatmu tertawa sepanjang hari," ancam Lionard lalu mengeluarkan sihirnya dan membuat Serra terus tertawa


"Haha L cukup hahaha, ampun ahhahaha, L hahaha," ucap Serra yang dia sendiri tidak bisa menghentikan tawanya.


"Kerjakan PR ku maka kau akan ku lepaskan,"


"Hahahaha gak kebalik, haha kan kamu yang pintar ahhaha L hentikan," ucap Serra


"Aku malas kalau soal mengarang,"


"L hentikan hahaha ok ok aku akan hahaha membuatkan tugasmu," ucap Serra yang terus tertawa karena sihir Lionard


Lionard kemudian menghentikan sihirnya dan Serra tidak tertawa lagi.


"Astaga perut dan pipi ku sakit akibat ulahmu," keluh gadis itu seraya menyentuh pipi dan perutnya,"


"Haha salah sendiri berani dengan Tuan muda Lionard 😒," ucap Lionard dengan wajah straight face dan dengan lirikan mata penuh kesombongan.


"Cepat bereskan kamarku lalu buatkan aku tugas mengarang cerita," titah Lionard kemudian kembali naik ke ranjang sembari bermain ponselnya.


Serra menurut saja, dia tetap sportif meskipun kemenangan Lionard sedikit curang. Selesai membersihkan kamar, Serra meminta buku Lionard yang harus dia kerjakan.


"L Mana buku mu?" Tanyanya pada Lionard


"Ada di tas ku, ambillah," ucap Lionard


"Huh kau benar-benar pemalas,"

__ADS_1


Lionard sengaja menyuruh Serra membuka tasnya karena ada kotak hadiah yang ingin dia berikan pada gadis itu. Serra kemudian mengambil buku yang ada di dalam tas sang pangeran. Namun gadis itu menemukan sebuah kotak cantik berwarna Navy dengan pita pembungkus warna emas. Navy adalah warna kesukaan gadis itu


"Eh ada kotak hadiah," gumam Serra


"Hey L kau dapat hadiah dari siapa? Ini kan bukan ulang tahunmu," tanya Serra


"Aku tidak tahu, kau buka saja," ujar L yang pura-pura cuek namun sedikit-sedikit pria itu mencuri pandang.


Serra membukanya isi kotak itu ada sepasang anting cantik didalamnya dan sebuah surat. Serra mengernyitkan dahi, ia berpikir ada seseorang yang memberikan L sebuah anting.


Siapa yang memberikan L sebuah anting.


"Ada surat, ini bacalah," ucap Serra seraya memberikan surat dengan lipatan kecil pada Lionard.


"Kau saja yang membacakan untukku," ucap Lionard masih berpura-pura cuek dan pandangannya fokus ke layar ponsel.


"Oke, dasar manja,"


"Teruntuk gadis tercantik yang amat ku sayangi, Serra," Serra membacakan surat itu dengan lantang dan saat namanya tertera di surat itu Serra pun menatap ke arah L dengan debaran hati yang tak menentu.


"Ini untuk ku?" Tanya Serra memastikan.


Lionard meraih tangan Serra dan menyuruhnya duduk disampingnya.


"Sini kemarilah, akan ku pakaikan," ucap Lionard dengan senyumnya. Serra masih tidak mengerti untuk apa Lionard memberikannya sepasang anting.


"Ayo baca lagi," titahnya sembari mengambil anting yang ada di kotak dan memakaikannya pada Serra. Namun Serra tak bisa membacanya karena L berada dihadapannya.


Sial gadis ini kenapa terlihat sangat manis sekali.


"Kalau begini kau terlihat manis," ucap Lionard dan membuat Serra salah tingkah.


"Ayo baca lagi surat itu," ucap Lionard.


"Kenapa tak kau katakan saja pada orangnya langsung," ucap Serra.


"Oke kalau begitu lihat aku, Hem Ehem...," ucap Lionard


"Aku Lionard meminta maaf yang sebesar-besarnya, karena saat kau ulang tahun aku tidak sempat memberikanmu sebuah hadiah. Semoga kau suka hadiah pemberianku ini. Tertanda drakula paling jahil Lionard," ucap Lionard tanpa membaca suratnya tetapi isi surat itu sama persis dengan yang diucapkannya barusan.


"Jadi ini hadiah ulang tahun yang sudah lama terlewatkan," ucap Serra


"Iya, lihatlah anting itu cocok untukmu. Kau seperti seorang wanita," ujar Lionard sedikit memuji.


Serra semakin beranggapan bahwa jika Lionard sangat memperhatikan dirinya. Perasaannya kacau saat Lionard memujinya, pipinya menjadi merah karena buaian itu.


"Jadi sebelumnya aku tidak terlihat seperti wanita?" Tanya Serra yang sudah mendelikkan matanya.


"Haha kau terlalu tomboy Serra, dan terlalu cuek dengan penampilan. Kau tahu Hans saja sudah mulai tertarik dengan penampilan tomboymu apalagi jika kau berdandan tipis mungkin kau bisa menarik hati semua orang," ucap Lionard.

__ADS_1


"Termasuk kau?" Tanya Serra ragu.


"Ya mungkin haha," jawab Lionard asal tetapi sebenarnya jawaban itu membuat Serra berpikiran lain.


"Sudah sana kerjakan PR ku," perintah Lionard kemudian Serra memukulnya dengan bantal. Dia kesal karena pria itu suka menyuruhnya dengan sesuka hati.


Serra mengerjakan tugas Lionard di kamar pemuda itu. Lebih tepatnya di meja belajar. Tak berapa lama Liana datang mengecek apa yang dilakukan anak-anaknya.


"Serra kau disini rupanya," tanya Liana


"Iya Ma, L menyuruhku membuat tugasnya," adu Serra sembari menengok ke arah mamanya kemudian kembali menulis.


"Lionard, kau ini suka sekali memanfaatkan orang. Serra sudah hentikan biar Lionard yang mengerjakannya," perintah Liana


"Sebentar lagi selesai Mah, jika dilanjutkan pangeran kodok itu nanti ceritanya jadi berbeda," ujar Serra dengan enaknya menyebut L sebagi pangeran kodok.


"Kalau L pangeran kodok berarti mama Ratu kodok dong haha," ucap Liana dan kemudian semuanya tertawa.


"Bercanda Mah," sahut Serra kemudian.


"Ya sudah Mama ke kamar dulu mau istirahat siang, kalian jangan berantem ya," pamit Liana dan diakhiri dengan sebuah pesan. Pasalnya mereka berdua tidak pernah akur, dalam artian bukan bermusuhan karena benci melainkan hanya candaan saja. Liana kemudian menutup pintu kamar Lionard dan melangkah menuju kamarnya.


Beberapa menit kemudian hasil pekerjaan Serra sudah selesai, gadis itu pun memanggil Lionard untuk melihat hasil karyanya.


"Hey Lionard kemarilah," seru Serra.


Lionard beranjak dan menghampiri Serra dia membungkuk sedikit dan mendekati Serra, di waktu yang bersamaan Serra menoleh ke belakang.


Cup


Kedua bibir mereka saling bertautan, Serra terkejut begitupun dengan Lionard namun pria itu tak segera melepaskan kedua bibir itu karena perasaan kejutnya membuat perasaan mereka merasakan hal aneh.


Lionard melepaskan tautan bibir itu dan merasakan bibirnya sedikit manis. Tentu saja karena Serra memakai lippgloss yang mempunyai rasa manis.


"Ma-ma-maaf Serra, sungguh aku tidak sengaja," ucap Lionard dengan rasa canggung menyelimuti keduanya kemudian ia mengelus lehernya sendiri karena malu.


Serra menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan mencoba tersenyum.


"Ahh hemm i-iya aku...." ucapan Serra terpotong.


"Kau memakai apa? Bibirmu terasa manis," Tanya Lionard yang membuat Serra memerah


"Hah sudah lupakan, haha Serra maaf ya," ucap Lionard berkali-kali meminta maaf karena ketidaksengajaan.


Aku baru saja mengecup bibirnya, astaga kenapa harus Serra yang mengambil ciuman pertamaku. Tapi kita tidak saling berciuman itu hanya menempel ya hanya menempel tidak bisa dikatakan ciuman.


Lionard berbicara pada dirinya sendiri berusaha menenangkan hatinya yang juga berdetak. Jantung drakula itu berdetak karena dia sedang memakai cincin. Menurutnya rasanya sangat tidak enak menurutnya dan dia terus meracau dalam dirinya sendiri.


Lionard memegang bukunya dan membaca hasil karangan Serra, namun pria itu menjadi tidak fokus membacanya.

__ADS_1


Sementara Serra juga berbicara pada hatinya yang tidak dapat dibaca Lionard.


Astaga ciuman pertamaku dengan L, lagi-lagi perasaan itu muncul lagi. Apakah ini cinta?


__ADS_2