
Sejak aksi penyelamatan Pangeran Lionard terhadap Aluna, mereka semakin akrab. Saat jam istirahat, Lionard dan Aluna asik bercanda tawa di taman halaman sekolah.
Serra mencari-cari keberadaan L, seperti biasa ia ingin mengajaknya makan di kantin. Akhirnya Serra menemukan sosok Lionard yang sedang menyuapkan es krim ke arah Aluna. Wanita itu pun memakan es krim dari tangan Lionard, tetapi dengan jahilnya Lionard mendorong es krimnya hingga mengenai ujung hidung Aluna. Aluna cemberut tetapi langsung tertawa dan Lionard juga tertawa bersamanya.
Melihat keakraban didepan matanya entah mengapa Serra tak menyukainya. Ia merasa iri dengan sikap yang Lionard berikan untuk Aluna. Seharusnya Serra lah yang berada disana. Serra merasa posisinya tergantikan. Dan sampai detik ini, Serra belum sepenuhnya tahu akan perasaannya.
Serra datang mendekati Lionard dan mengajaknya makan bersama di kantin.
"L ke kantin yuk," ajak Serra pada Lionard.
Lionard menghentikan tawanya dan melihat Serra, kemudian ia berkata, "Maaf Serr aku sudah makan dengan Aluna tadi, hemm kau makan sendiri saja ya, atau kau aja saja Hans,"
"Aku tidak mau dengan Hans, ayolah L aku tidak punya teman," seru Serra seraya menarik lengan L.
Tiba-tiba saja Lionard menepis tangan Serra dengan kasar hingga gadis itu terjatuh.
"Ahh," rintih Serra
"Maaf Serra, aku tidak sengaja," ucap Lionard membantu Serra berdiri, setelah itu Lionard kembali duduk.
"Serra kau bukan anak kecil lagi kan? Yang harus ditemani kesana kemari, kau bisa makan sendiri dan mulailah berbaur dengan temanmu," ucapan Lionard memang ada benarnya tetapi perkataannya sedikit kasar bagi Serra.
"Kau berubah sejak adanya dia," ucap Serra seraya menunjuk Aluna
"Ini bukan soal perubahan sikap tapi lihatlah dirimu, kau terus bergantung padaku," Lionard mulai tak suka dengan sifat Serra yang sedikit memaksa.
Serra bukannya tak mau berbaur, tetapi dia tipe orang yang menutup diri, sekalinya orang lain tak suka padanya, dia tak akan mendekat lagi.
Pernah satu kali ia mencoba mendekati teman lainnya tetapi yang terjadi tak ada seorang pun yang mau berteman dengannya karena masa lalu Serra yang terus diumbar oleh teman kecilnya yang lain dan bersekolah di sekolahan itu. Dan Lionard tahu akan hal itu.
Tetapi kini kenapa Lionard menyuruh Serra untuk berbaur kembali, seakan-akan dia tak ingin lagi berteman dengan Serra.
"Lionard sebaiknya kau temani saja dia, lihat dia tidak punya teman selain kau dan Hans," bisik Aluna tetapi seakan mengejek Serra.
"Kau mengejekku?" Tanya Serra dengan dingin
"Serra, kau jangan berlaku macam-macam padanya," ujar Lionard kemudian beranjak berdiri dan membawa Serra menjauh, ia takut jika Serra berulah.
__ADS_1
"Hah sekarang kau juga berpikir jika aku orang yang jahat, seperti itu?" Ucap Sera
"Aku hanya mengantisipasi, karena emosimu tak bisa dibaca dan selalu tidak terkontrol," jelas L
"Teruskan saja berpikiran buruk tentang ku, Kau pria yang paling mengerti aku, tetapi dalam sekejap kau sudah berubah. Kemana dirimu hah?" Tanya Serra seraya menudingkan telunjuk ke arah dada L.
"Serra kau salah paham,"
"Apa yang salah? Itu kenyataan,"
"Hey hey apa ini ribut-ribut," ucap Hans yang tiba-tiba datang menghampiri Serra dan Lionard yang sedang bertengkar
"Bukan urusanmu," ucap Serra yang jenuh melihat Hans kemudian pergi meninggalkan mereka semua.
"Hans temani dia, Serra ingin makan di kantin," titah Lionard yang langsung dijawab oleh Hans
"Oke, siap laksanakan pangeran ku," ujar Hans
"Pangeran, haha pangeran kodok," ucap Aluna dengan candanya. Ia belum tahu jika Lionard adalah pangeran Drakula
"Heh diam itu tidak lucu!" hardik Hans kemudian Aluna langsung terdiam
Lionard yang tidak ingin statusnya di ketahui orang lain, segera menutupnya mulutnya dengan satu tangannya.
"Ka-kau Dra-drakula?" Tanya Aluna memastikan.
"Jangan dengarkan ucapan Hans hehe," ujar Lionard yang masih menutup mulut Hans, sementara Hans berontak berusaha menyingkirkan tangan Lionard dari mulutnya.
Karena tak bisa melepaskan tangannya itu, Hans pun menggigit telapak tangan Lionard.
"Aarrgh, sakit," rintih Lionard
"Itu benar Aluna untuk apa aku berbohong," seru Hans
"Sudah ya aku mau menemui princess Serra," timpalnya lagi kemudian menyusul Serra ke kantin.
Aluna menatap Lionard membutuhkan penjelasan.
__ADS_1
"Hehe iya yang dikatakan Hans benar, jadi kau sudah tahu sedikit tentangku, Kau masih ingin berteman dengan ku kan?" Tanya Lionard
"Tentu saja, aku masih ingin berteman denganmu. Maaf aku sempat terkejut karena aku mengira, kau adalah manusia biasa," ucap Aluna
Hemm seharusnya dia mengaku sejak awal, jika dirinya anak dari orang berada, dengan begitu Mommy tidak akan memarahi ku.
Lionard tidak bisa membaca pikiran Aluna, kenapa? Dia bingung dan penasaran dengan siapa sebenarnya Aluna, apakah Aluna juga memiliki kekuatan seperti Serra.
Serra duduk di kantin dengan segelas jus jeruk di hadapannya. Sebelah tangannya memegang sedotan dan hanya di main-mainkan. Dia terlihat termenung, kemudian Hans datang dan langsung duduk dibangku sebelahnya.
"Cantik, aku tahu kau sedang kesal kan dengan Lionard. Itu semua gara-gara Aluna, bagaimana kalau kau membuat blackhole dengan sihirmu dan mengirimkan dia ke hutan belantara, haha aku tidak bisa membayangkannya pasti gadis itu akan menjerit dan menangis," ucap Hans
"Tolong-tolong siapa saja tolong aku hiks hiks," ucap Hans dengan menirukan suara perempuan.
"Kau bisa diam tidak," jawab Serra lalu menoleh ke arah Hans.
Tak disangka wajah mereka berdekatan, Hans jadi salah tingkah dibuatnya. Hans kemudian memajukan wajahnya berniat mengecup bibir Serra. Wanita itu memundurkan wajahnya.
"Kau jangan macam-macam," seru Serra
Lionard dan Aluna berjalan-jalan menuju lapangan basket dan melewati kantin. Kemudian ia tak sengaja melihat Hans dan Serra berdekatan.
"Mau apa Hans, aku menyuruhnya mendekati Serra tapi bukan berarti dia berbuat seenaknya," gumam Lionard yang ingin menghampiri Hans namun Aluna menarik lengannya.
"Ayo, nanti kita terlambat! Sepertinya pertandingannya mau dimulai," ajak Aluna dengan antusias.
Lionard pun tersenyum dan memilih mengikuti ajakan Aluna. Tetapi entah kenapa ada hati yang mengganjal dirinya.
"Tolong jauhkan dirimu, atau aku akan mencelakai mu," ancam Serra yang hanya menakuti pria itu agar menjauh. Sebenarnya dia tidak berniat melakukan sihir yang bisa mencelakainya.
"Serra, kenapa kau tak bisa menerima cintaku," ucap Hans
"Aku mencintaimu, kau temanku... tapi aku tak suka melihat wajahmu," ucap Serra
"Tidak aku yang aku maksud adalah Cinta antara lelaki dan wanita. Aku ingin kau menjadi kekasih ku dan setelah besar nanti kita akan menikah,"
"Memangnya apa itu cinta? Tak lain hanya memberikan kasih sayang saja kan? Aku rasa sebagai teman cukup," ucap Serra
__ADS_1
"Tidak Serra, cinta itu lebih dari rasa kasih dan sayang, cinta lebih peduli ketimbang sebuah persahabatan. Rasa ingin memiliki jiwa dan raga. Rasa ingin melindungi, rasa ingin menemani dan rasa saling membutuhkan. Jika kau bertemu dengan cintamu, kau akan merasakan detak jantungmu berdebar sangat kencang. Jika cintamu bersama yang lain, kau akan merasa sakit. Jika cintamu pergi meninggalkan mu kau akan tersiksa. Jika kau tak melihat cintamu sedetik saja. Kau akan merindukannya. Dan aku mencintaimu seperti itu Serra," ujar Hans yang sebenarnya dia sendiri bingung mengartikan kata cinta dalam sebuah kata. Dia hanya menjabarkan apa yang dia ketahui.
Aku berdebar tiap bertemu dengan L, aku juga cemburu melihat Lionard dengan Aluna, jadi perasaan ku pada L adalah sebuah cinta? batin Serra