Cinta Ku Tuan Drakula Season 2

Cinta Ku Tuan Drakula Season 2
Aluna Menghilang


__ADS_3

Hans berlari kearah Serra seperti biasa dengan wajah super cool dan selalu tersenyum manis ke arah Serra. Tetapi Serra menatapnya dengan wajah panik dan dengan air mata yang mulai mengalir.


Serra akhirnya sadar jika Aluna menghilang dengan kekuatannya sendiri. Sementara Serra tidak tahu kemana black hole itu memakannya.


"Hans...hiks...hiks...," ucap Serra seraya menangis menghampiri Hans.


"Ada apa Serra?"


"Hans...Aku menciptakan Black Hole ...hiks...dan ....,"


"Wow itu keren. Itu bagus sayang," puji Hans.


"Tapi aku tidak tahu kenapa bisa ada Aluna di taman ini. Dan Aluna mendekati blackhole itu lalu...hiks... Aluna masuk kedalamnya dan mereka hilang bersamaan," jelas Serra dengan isak tangis yang sedikit sulit di cerna oleh Hans.


"Aluna? Aluna ke taman dan kebetulan saat kau sedang menciptakan Black hole dia datang?" Tanya Hans memastikan dengan pendengaran yang ia tangkap.


"Iya, tiba-tiba ada Aluna disini dan aku tidak tahu jika ada orang lain karena sebelumnya tempat ini sepi. Aku juga tidak tahu kemana Aluna. Dia hilang dengan kekuatan sihir blackhole ku. Hiks...Dia hilang....hiks," ucap Serra


Lionard menyusul Aluna ke taman karena sebelumnya mereka berlari-larian. Saat Lionard mencari keberadaan Aluna di taman, ia tidak mendapati sosok Aluna malah ia menemukan Serra bersama Hans. Lionard mendekati mereka tetapi pria itu mendengar semua ucapan Serra.


"Apa! Kau membuat Aluna hilang dengan kekuatan mu?" Tanya Lionard


"L...hiks...L aku sungguh tidak tahu jika ada Aluna disini. Aku hanya mencoba berlatih sihirku disini," jelas Serra


"Lalu kau kirim dia kemana! Hah! JAWAB!!!" Hardik Lionard seraya mencengkeram kedua lengan Serra dan mengguncang-guncangkannya.


"Nard... Lionard, Serra tidak sengaja melakukannya. Dan dia baru saja mempunyai kekuatan itu. Kau jangan menyalah-," ucapan Hans terpotong karena Lionard merentangkan tangannya kearah Hans, ia mendorong tubuh Hans dengan kekuatan drakulanya.


Hans terpental jauh hingga punggungnya menabrak pohon tua yang ada di taman itu..



Pandangan Lionard beralih ke hadapan Serra. Tatapannya menyeramkan dan penuh dengan emosi diwajahnya.


"L kau menyakiti lenganku, L sakit," lirih Serra seraya menangis


"Kau bodoh atau bagaimana hah? Kau yang menciptakan black hole itu dan kau menghilangkan Aluna. Aku tidak mau tahu. Cari Aluna sekarang!" teriak Lionard di hadapan wajah Serra


"Aku sudah bilang aku tidak tahu, karena aku baru saja memiliki kekuatan itu. Aku juga tidak tahu jika gadis sok kaya itu pergi ke taman ini," ucap Serra


Hans kembali lagi, ia menarik kerah Lionard dari belakang dan melemparkan tubuh Lionard ke arah pohon tua itu. Hans membalas perbuatan Lionard.


"Kau tuli? Serra bilang tidak tahu karena baru saja memiliki kekuatan itu. Kau jangan memperkeruh masalah!" teriak Hans pada Lionard yang sudah berada di ranting-ranting pohon.

__ADS_1


"Arghh sialan Hans," ucap Lionard yang sedikit kesakitan karena tubuhnya terkena goresan ranting.


"Sayang, kita sekarang pulang dan bicarakan ini pada orang tuamu. Tenang saja mereka tidak akan menyalahkanmu. Jika mereka menyakitimu dan menyalahkan mu, ada aku di depanmu," ucap Hans.


Entah kenapa perkataan Hans membuat Serra sedikit tenang. Hans lalu ingin menggenggam tangan Serra dan mereka pergi menghilang dari tempat itu. Namun belum sampai itu terjadi Lionard datang dan menyerang tubuh Hans dengan kekuatan sihir drakulanya.


"L hentikan! L jangan serang Hans lagi," pekik Serra yang kini berbalik melindungi Hans


"Hah jadi sang kekasih tidak terima jika aku menyerangnya?" ucap Lionard menatap tajam ke arah Serra.


Lionard tidak menghiraukan ucapan Serra, ia terus menyerang Hans dengan kekuatannya. Hans mulai kelelahan bahkan keluar darah hitam dari mulutnya


"Cukup L, kau keterlaluan!" ucap Serra mendekati Hans bermaksud menghentikan peperangan Lionard dan Hans. Namun malah Serra yang terkena serangan Lionard.


"Aaaah," pekik Serra seraya menyentuh dadanya yang terkena sihir Lionard


"Serra, kau tidak apa-apa kan?" Tanya Hans


"Sakit,"


Lionard melayang mendekati Serra


"Serra, maaf aku tidak bermaksud menyerang mu. Untuk apa kau melindungi Hans? Aku dan dia sudah biasa seperti ini," ucap Lionard


"Kau tak bisa melindunginya," ucap Lionard kemudian mendorong Hans pelan


Lionard kemudian mengeluarkan sihir penyembuh, ia menuruni bakat penyembuh itu dari Ayahnya. Lalu ia mengarahkannya pada Serra. Seketika dada Serra tak terasa sakit lagi.


"Kita pulang, dan bicarakan pada Ayah Ibu. Huh kau pembuat masalah dan harus mempertanggungjawabkan perbuatanmu itu," ucap Lionard


"Iya aku tahu, aku akan bertanggung jawab, hiks..." ucap Serra kemudian ia menangis lagi


"Sudah jangan menangis, maaf jika aku kasar," ucap Lionard seraya mengusap air mata Serra yang mengalir di pipinya.


Pria itu pun merasa menyesal dengan kelakuannya yang sedikit kasar, ia pun memeluk Serra dan mereka menghilang menuju rumahnya meninggalkan Hans di taman sendiri.


"Sialan aku di tinggal," gumam Hans kemudian menyusul Lionard dan Serra dengan kekuatan teleportasinya.


Begitulah emosi para remaja itu, sedikit-sedikit marah lalu berbaikan. Dan secara tidak langsung, Lionard masih belum bisa melepaskan Serra ke tangan Hans. Baginya Serra adalah keluarganya, miliknya dan hanya Lionard yang bisa menjaganya.


Sesampainya di rumah, seperti biasa Liana sedang menyiapkan makan siang. Wanita itu sedang merapikan meja makan dan menyuguhkan hidangan yang beraroma sangat enak. Liana menuangkan darah segar ke gelasnya dan gelas Lionard lalu menuangkan jus buah berry ke dalam gelas Serra.


"Ma," panggil Lionard

__ADS_1


Pria itu menghampiri ibunya seraya menggandeng tangan Serra.


"Ya sayang? Ayo bersihkan diri kalian dan kita makan siang," ucap Liana kemudian melihat Serra dengan wajah sembab


"Serra, kau kenapa? Kenapa terlihat sedih?" Tanya Liana


Tak berapa lama Hans datang dibelakang mereka.


"Hans? Wah kita kedatangan tamu. Duduklah Hans aku akan menyiapkan makan siang mu," ucap Liana


"Selamat siang Ratu Liana, Hemmm tidak perlu Ratu, terimakasih," ucap Hans dengan sedikit membungkukkan badannya.


"Ma, ada yang ingin Serra bicarakan," ucap Serra dengan wajah menunduk.


Liana merasa ada kesalahan yang mereka perbuat. Ia pun memanggil Tuan D untuk segera pulang dengan telepati yang dimilikinya.


"Baiklah kita bicarakan di ruang tengah ya," ucap Liana kemudian melepaskan apronnya dan menanggalkannya di kursi makan.


Tak berapa lama Tuan D datang, Hans segera menyambutnya kedatangan rajanya itu.


"Hans ini bukan di kastil, jadi bersikaplah biasa saja," ucap Tuan D


Semuanya sudah duduk di kursi ruang tengah. Sementara Serra gugup, ia mengambil roknya dan sedikit meremasnya.


Lionard menyentuh punggung tangan Serra dan melayangkan senyumannya. Tuan D tersenyum melihat kelakuan Lionard dan Serra. Raja Dimitri telah melihat masa depan dua saudara tak sedarah itu, mereka akan menjadi sepasang kekasih. Tetapi ia tak ingin mempercayainya begitu saja. Ramalan tak berarti benar.


Dan soal apa yang ingin mereka katakan Tuan D juga sudah mengetahuinya. Tetapi ia ingin anaknya itu memiliki rasa tanggung jawab dengan mengakui kesalahannya.


"A-ayah, Serra melakukan kesalahan. Serra mencoba ilmu sihir yang baru di sebuah taman yang sepi tetapi sihir itu melenyapkan seseorang," ucap Serra yang bingung menjelaskannya.


Liana terkejut karena tidak tahu permasalahannya. Sementara Tuan D bersikap santai dan tenang.


"Apa? Melenyapkan maksud mu...orang itu meninggal?" Tanya Liana


"Bukan Ma, jadi..." ucap Lionard kemudian ia membantu Serra menceritakan semua permasalahannya.


Tuan D kemudian berpura-pura panik, dan ia menyuruh Serra untuk berkonsentrasi. Mencari tahu dimana keberadaan Aluna.


"Sayang, Serra...Ayah tahu ini sihir baru mu, jadi cobalah untuk mencari tahu dimana keberadaan Aluna. Kau bisa....Ayah yakin kau bisa mencarinya dengan tenang dan konsentrasi," ucap Tuan D mencoba membantu Serra


"Baik Ayah, Serra akan mencobanya,"


Serra menarik napas dalam dan mengeluarkan perlahan seraya memejamkan matanya. Wanita itu berkonsentrasi dan Aluna berhasil ia temukan.

__ADS_1


"Aluna ada di..." ucap Serra sedikit ragu


__ADS_2