
Gerakan langkah kaki bergemuruh di telinga Netty yang sedang merasa panik di dalam kamar Vander.
Netty dengan buru-buru kembali ke tempat tidur dan memejamkan matanya.
Ceklek
Suara pintu terbuka, Netty pun mencoba untuk lebih merilekskan pikiran dan nafasnya.
Ternyata Vander membawa seorang dokter ke dalam kamarnya.
"Siapa dia?" tanya Dokter yang terdengar dari suaranya jika dia masih sangat muda.
"Dia adalah gadis yang selalu mencoba terus menggodaku!" jawab Vander membuat Netty benar-benar merasa dongkol di dalam hati.
Gilak, kepedean sekali sih ini orang. batin Netty.
"Ckckck ... gasak bro, dia terlihat sangat cantik, lumayan." goda dokter tampan itu.
"Kris, apa yang mau kamu lakukan!?" tanya Vander ketika melihat temannya ingin menaikkan baju Netty.
"Katamu dia muntah-muntah, aku ingin mengecek perutnya!" jawab Dokter Kris.
"Tidak perlu di buka bajunya, bukankah tetap terdengar meski bajunya tertutup!?" Vander nampak tidak suka dengan sikap temannya.
"Come on bro.. Ada apa denganmu!?" Kris berdecak menahan tawa melihat tingkah temannya yang sangat aneh.
Vander tidak menjawab pernyataan Kris. Dia mengambil posisi duduk dan berkata," lakukan saja tugasmu tanpa banyak bertanya!" tukasnya.
Dokter Kris mengangguk. "Oke-oke, sepertinya gadis ini sangat spesial untuk mu ya? jika sudah bosan, bolehlah lempar ke aku. Hehehe!" goda Kris lagi-lagi memancing wajah sangar Vander.
Ya ampun, sweet banget sih dia... gak nyangka pak bos bisa semanis ini...
Netty menahan kebahagiaan dalam hatinya.
Setelah Kris memeriksa, dia pun mendekati Vander.
__ADS_1
,"Bagaimana?" tanya Vander.
"Apakah kamu tidak memberi makan pada wanitamu?" tanya dokter Kris.
"Apa maksud mu!?" Vander menatap Dokter dengan tajam.
"Dia sepertinya suka telat makan dan terlalu memforsir diri untuk bekerja," jelas dokter Kris.
"Lalu!?"
"Pasalnya, telat makan bisa menyebabkan gangguan sistem pencernaan seperti irritable bowel syndrome yang mengacu pada kumpulan gejala kronis distress lambung, termasuk kram perut dan nyeri, sembelit atau diare, serta perut kembung," jelas Dokter Kris.
"Apakah keadaanya kini sangat parah!? Apakah dia harus dirawat!? katakan iya jika memang harus!?" tanya Vander yang tiba-tiba terlihat sangat panik.
Dokter Kris tersenyum kecut dalam hati.
"Yah, tentu, dia harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit, keadaanya benar-benar sangat darurat!" jawab Dokter Kris dengan antusias.
Mendengar pernyataan dari Kris, membuat mata Vander langsung mendelik.
"Kenapa kamu tidak bilang dari tadi jika dia koma!?" tandas Vander yang langsung bergegas membopong Netty untuk di bawanya ke rumah sakit.
Netty hanya bisa meneruskan dramanya dengan berpura-pura pingsan.
Di sisi lain, dokter Kris hanya bisa tertawa di belakang Vander.
Nyatanya, sekolah jauh-jauh ke AS tidak membuatnya sepintar yang ia bayangkan.
Bagaimana tidak, meski sekolah di AS, Vander tetap melakukan Studi home di rumah neneknya yang berada di AS. Hanya pelajaran penting saja yang Vander harus pelajari. Soal medis, Vander sama sekali tidak mempelajari itu.
Ketika sedang menuruni anak tangga, semua orang pun dengan rasa terkejut, kagum dan merasa aneh ketika melihat Tuan muda membopong seorang wanita yang bukan lain hanyalah seorang buruh dekor.
Ajeng yang baru keluar dari kamar mandi untuk mencari keberadaan Netty pun langsung syok ketika melihat sahabatnya pingsan tidak berdaya di gendongan Vander.
Kansa yang sedang membicarakan obrolan penting dengan Tuan Puan pun langsung berdiri dan berjalan cepat ke arah Vander yang masih terus menuruni anak tangga.
__ADS_1
"Tuan, biar saya bantu?" ucap Kansa mencoba untuk mengambil Netty dari tangan Vander.
"siapkan mobil!" ucap Vander yang tidak memperdulikan tawaran Kansa.
Kansa pun dengan cepat berlari untuk menyiapkan mobil.
Ajeng yang menyadari jika identitasnya telah ketahuan karena Netty tidak menggunakan maskernya lagi, dia pun berlari ke arah mobil di mana Netty dan Vander sudah masuk.
Tanpa basa-basi, Ajeng langsung masuk dan duduk di kursi depan.
Vander dan Kansa menatap Ajeng dengan tatapan dingin dan tajam.
Meski Ajeng merasa sangat gugup, namun karena sahabatnya kini sedang tidak baik-baik saja, ia pun langsung menjelaskan.
"Dia adalah sahabatku, aku akan ikut dan memastikan jika dia baik-baik saja!" ucap Ajeng dengan tegas.
"Kansa, ayo!" Setelah titah dari Vander, Kansa pun langsung menancapkan pedal gas mobilnya.
Di dalam Mansion, Tuan Puan pun mendekati Dokter Kris.
"Kris, apa sebenarnya yang terjadi?" tanya Tuan Puan.
Sedangkan seniornya Netty, karena merasa penasaran, mereka pun mencoba untuk menguping pembicaraan Tuan Puan dan dokter Kris. Meraka juga ingin tahu apa sebenarnya yang terjadi kepada Netty.
"Wanitanya Vander mengalami kronis distress lambung, di sebabkan oleh karena telat makan dan kelelahan," jawab Kris.
"Tapi, dari mana wanita itu datang? saya tidak pernah melihat Vander membawa seorang wanita kerumah ini?" tanya Tuan Puan.
Senior dekor pun maju dan mencoba untuk menjelaskan kepada Tuan Puan.
"Maaf Tuan, sebenarnya dia adalah Netty, tim kami. Dia baru hari ini ikut bekerja sama dengan kita," jelas Senior itu.
Dokter Kris yang mendengar itu pun langsung syok dalam diamnya.
"Oh, jadi dia tukang penata dekor?" Kris mengangguk-ngangguk merasa tidak percaya jika selera Vander sangat bawah sekali.
__ADS_1
Tuan Puan hanya diam dan mengepalkan tangannya. Terlihat Tuan Puan merasa tidak suka jika anaknya menjalin hubungan dengan wanita biasa.
Para senior pun langsung tertunduk dan merasa sangat ketakutan dengan ekspresi geram yang Tuan Puan pancarkan.