Cinta Narsis Bos Arogan

Cinta Narsis Bos Arogan
Sikapnya misterius


__ADS_3

Ya tuhan, mengapa aku berada di sini? apakah aku sudah salah masuk kamar!? matilah aku.


Netty melangkah kakinya mundur ketika .


Vander berjalan ke arahnya.


Apa yang ingin dia lakukan? Mengapa dia diam saja dan berjalan ke arahku? Tuhaaan, apa yang harus aku lakukan, apakah aku harus lari, tapi mengapa kaki ini sangat sulit di gerakan.


Netty masih terus berjalan mundur dengan kaki yang bergetar hebat. Rasanya dia seperti sedang merasakan asam urat yang sering neneknya rasakan ketika masih hidup.


Sampai mentok di pojokan tembok, Netty pun mencoba untuk mengatakan sesuatu supaya Vander berhenti melangkah ke arahnya.


"pa..pak! maafkan aku yang sudah salah kamar, maafkan aku!" Netty memejamkan matanya karena Vander kini berada tepat di depannya dengan jarak hanya berjarak satu hembusan nafas.


"Apa kamu pikir aku tidak tahu?" Vander tersenyum aneh ke arah Netty.


Apa, jadi dia tahu jika aku berada di sini seharian?


"Kamu dengan berani ingin menggodaku dengan masuk ke dalam lift pribadi ku. Lalu kamu masih ingin mencari simpati ku dengan diam-diam bekerja di bawah wewenanganku. Lalu, kini kamu dengan liciknya mencari pekerjaan yang akan ada berhubungan dengan kediaman ku? lalu sekarang, kamu dengan sengaja masuk ke kamarku dan ingin menggodaku kembali?" Vander membuat pernyataan yang membuat perut Netty merasa tergelitik.


Netty pun ingin tertawa sampai rasanya ingin muntah kembali.


"ckckck... a-apa yang anda katakan, pak? Anda benar-benar membuatku ingin tertawa," sahut Netty dengan menahan tawanya.


Vander pun mengerutkan keningnya. Baru kali ini ada yang berani menertawai dirinya.


"Wanita macam dirimu, aku sudah tidak heran lagi. Berhenti bersandiwara dan katakan padaku apa yang kamu inginkan? apakah kamu melakukan ini karena ingin bercinta denganku dan mendapatkan secuil dari uangku?" Vander mampu membuat Netty langsung terdiam dari tawanya.


Apa, bukankah dia seorang gay? mengapa dia bisa berkata seperti itu padaku? batin Netty.


"Apa yang kamu pikirkan? apakah kamu berfikir aku ini pria tidak normal!?" tanya Vander yang kini lebih membuat suasana semakin mencengkram.

__ADS_1


"Ti-tidak, pak! aku tidak berfikir seperti itu, aku hanya mengikuti berita saja. Sungguh aku ti..tidak-!"


"Emm... Ternyata diam-diam kamu juga mengikuti berita tentang diriku ya? seberapa banyak kamu tahu tentang diriku ini?" sahut Vander lagi-lagi mengikis nyali Netty. .


Ya tuhan, salah ngomong lagi, gimana cara menjelaskannya kepada pria sepertinya.


Krues..


Krues ..


Krues..


Aw! kenapa lagi ini perutku? ke-kenapa rasanya aku mual kembali.


Netty memegangi perutnya dan salah satu tangannya lagi memegangi mulutnya.


Vander mengerutkan keningnya lagi menatap heran dengan ekspresi wajah Netty.


"Kam-....?"


SUWUOOOR....!


Netty pun kembali memuntahkan isi perutnya. Namun kali ini dia benar-benar berada dalam musibah besar, karena muntahannya mengenai tubuh Vander yang kekar.


Wajah Netty pun pucat pasi. Karena tidak ingin melihat apa yang terjadi, akhirnya Netty pura-pura pingsan.


Netty mencoba mengatur nafasnya agar terlihat benar-benar pingsan. Andai Vander ingin membunuhnya, Netty tidak masalah, karena memang saat ini rasanya dia ingin mati saja.


Namun di luar dugaan. Vander dengan santai mengambil handuk kecil dan mengelap tubuhnya sendiri.


Lalu, dia membopong Netty dan meletakkannya di atas kasurnya.

__ADS_1


Netty benar-benar sangat ketakutan, namun ia tidak dapat membuka matanya. Dia sangat malu dengan perbuatanya sendiri.


Lalu Vander masuk ke dalam kamar mandi. Terdengar air dari shower mengalir.


Netty diam-diam membuka matanya. Dia ingin melihat apa terjadi.


Tidak berlangsung lama, tiba-tiba Vander keluar dari kamar mandi. Netty spontan langsung kembali menutup matanya.


Vander hanya menggunakan handuk di pinggangnya. Sepertinya dia habis mandi.


Vander juga membawa pel di tangannya.


Diam-diam Netty pun membuka matanya sedikit. Dari pantulan cermin, Netty melihat Vander yang dengan telaten mengepel bekas muntahannya tanpa rasa jijik.


Ya tuhan, mengapa dia bersikap semanis ini? apakah dia tidak merasa jijik? dia seperti seseorang yang berbeda.


Netty benar-benar tidak dapat berfikir "Apa" kali ini.


Bagaimana bisa, Bos yang sangat arogan, sombong dan galaknya sepertinya bisa berbuat selembut ini.


Netty masih berpura-pura pingsan. Sedangkan Vander, setelah selesai mengepel kotoran Netty, dia pun mengambil sebuah kimono piyama untuk pria.


Setelah menggunakan piyama hitam, Vander keluar dari kamarnya dan meninggalkan Netty seorang diri.


Netty yang mendengar suara pintu tertutup pun dengan cepat bangkit dari kasur dan bergegas untuk keluar.


Namun, ketika akan membuka pintu, Netty menyadari jika pintu telah di kunci dari luar kamar.


Seketika, tubuh Netty langsung terasa gemetar hebat dan merasa sangat lemas. Jantungnya kembali berdetak tidak karuan.


Ya ampun, mengapa dia mengunci aku di dalam sini? apakah dia sengaja!? Sial sial sial! bagaimana aku bisa keluar dari sini?

__ADS_1


Netty mondar-mandir merasa frustasi dengan sikap bosnya yang tidak dapat di tebak.


Sesat dia menyeramkan, terapi sesat bersikap manis dan sesaat dia sangat misterius. Tidak tahu apa sebenarnya yang ada di isi kepalanya.


__ADS_2