Cinta Narsis Bos Arogan

Cinta Narsis Bos Arogan
Pertolongan misterius


__ADS_3

"Maaf, maaf kan saya, bang? sungguh, saya tidak bermaksud-!" Ajeng berdiri dan mencoba menjelaskan kepada Kansa, jika ia tidak bermaksud bersikap tidak senonoh padanya.


Namun Kansa yang merasakan jantungnya ingin copot tidak ingin berlama-lama berhadapan dengan Ajeng.


Kansa pun pergi meninggalkan Ajeng ketika ia sedang nyerocos panjang kali lebar.


Mata Ajeng membulat ketika melihat superhero nya pergi begitu saja ketika dia sedang berbicara.


CEKIT!


Jantung Ajeng pun langsung terasa di cubit dengan sekuat tenaga.


"Ah!" pekik Ajeng memegangi jantungnya karena merasa sakit sakit.


Kansa yang mendengar Ajeng memekik pun langsung menoleh kebelakang. Melihat Ajeng yang memegangi jantungnya dengan ekspresi muka yang terlihat menahan sakit, Kansa pun berfikir jika Ajeng sedang mengalami sakit jantung dan membutuhkan medis.


"Nona, ada apa dengan anda?" tanya Kansa mendekati Ajeng.


Ajeng pun terkejut melihat superhero nya sangat peduli dengannya. Ajeng pun tidak ingin kehilangan kesempatan lagi kali ini.


Aku harus mendapatkannya! batin Ajeng memulai aktingnya.


"Abang, Jantung adek, Aaahh! Jantung adek, Abang!?" Ajeng mencengkram erat tangan Kansa seolah-olah dia benar-benar merasakan sakit yang luar biasa.


Kansa pun terpaku sejenak. Mendengar sebutan abang dan adek, entah mengapa membuat Kansa meras geli. Namun tidak di pungkiri ia sangat tertarik dengan sebutan itu.


"A-adek, sini biar A-abang bawa kamu kerumah sakit!?" lidah Kansa sangat kaku untuk mengucapkan kata-kata itu.


Wajah Ajeng pun memerah merona mendengar kata-kata panggilan sayang itu dari bibir super Hero nya.


Ketika Kansa mendekati Ajeng untuk membopongnya, Ajeng pun tersenyum dan perlahan mengangkat tangannya untuk membuka masker yang menempel pada wajah Kansa.


"Ajeng!?" teriak seorang wanita.


Dia adalah Netty. Netty yang akan membuang sampah tidak sengaja melihat sahabatnya yang sedang berdekatan dengan seseorang.


Ajeng pun langsung menyembunyikan tangannya yang bersiap untuk membuka masker Kansa. Dan, Kansa pun mengurungkan niatnya untuk membopong Ajeng Karena Netty keburu datang.


"Ajeng, siapa dia?" tanya Netty dengan ekspresi mengintimidasi keduanya.


"Eee....!" Ajeng pun nampak sulit menjelaskannya kepada Netty. sebab ia tidak pernah menceritakan tentang superhero yang terus membayangi pikirannya..


Kansa yang tidak ingin identitasnya ketahuan ia pun pergi begitu saja meninggalkan Ajeng dan Netty.

__ADS_1


Netty semakin curiga dengan Ajeng dan juga pria itu.


"Ajeng, katakan padaku siapa sebenarnya pria itu? Apakah dia kekasihmu? mengapa kamu tidak pernah mengatakan kepadaku Jika kamu sudah punya kekasih?" tanya Netty bertubi-tubi.


"Oh, nggak! bukan-bukan, dia bukan kekasihku, dia entah siapa, tadi kami tidak sengaja bertabrakan!" jelas Ajeng dengan cepat agar Netty percaya padanya.


Meski Netty sedikit merasa ragu, namun dia tidak ada cara lain untuk percaya kepada Ajeng.


"Emm, ya sudah, aku mau buang sampah dulu. Kamu jadi joging gak?" tanya Netty.


"Oh, iya, tentu jadi donk! Aku berangkat dulu ya? cuaca pagi ini sangat segar sekali," ucap Ajeng dengan senyum yang dibuat-buat.


...Netty pun hanya bisa menggelengkan kepalanya....


...****************...


Hari ini, Netty akhirnya mendapatkan pekerjaan baru lagi di sebuah hotel. Tidak lupa, Netty juga merekomendasikan Ajeng untuk ikut bekerja bersamanya.


Netty tidak sabaran berlari kecil menuju apartemennya untuk mengabari Ajeng.


Karena pekerjaan lamanya sudah di baca oleh tantenya, terpaksa Netty dan Ajeng harus berhenti dari pekerjaan itu.


Beruntung Netty dan Ajeng menggunakan alamat palsu ketika mendaftar diri. Jadi, alamatnya masih tersembunyi sampai saat ini.


Ajeng sedang memegang beberapa alat canggih di tangannya.


Ada alat pendeteksi. Jam tangan canggih, dengan kecanggihan teknologi yang dapat membuka pin kode apapun (dengan syarat, orang tahu cara merentas yang dapat melakukannya)


Ada laptop terbaru yang tidak kalah canggihnya. Ada baju anti peluru, ada beberapa senjata api. Juga ada sebuah koper yang berisi uang.


Ajeng masih syok melihat semua ini, sampai akhirnya Netty kembali dan ikutan terkejut melihat semua yang sedang di lihat oleh Ajeng.


"A-apa ini?" tanya Netty tidak percaya.


"Aku pikir kamu yang memesan semua ini?" tanya Ajeng.


"Tidak, aku tidak memesan semua ini!" jawab Netty.


"Lalu, siapa melekatkan ini di sini?" tanya Ajeng.


"Kamu dari mana saja?" tanya Netty.


"sepulang joging aku tertidur, dan aku baru bangun lalu melihat semua ini sudah ada di atas meja," jelas Ajeng.

__ADS_1


Netty melihat sebuah surat yang ada di atas sebuah gepokan yang.


Tertulis.


Balas dendam telah di mulai. Ambil semua hak kalian. Jangan takut, kami selalu berada di belakang kalian.


Isi surat itu mampu membuat Jantung Ajeng dan Netty merasa merinding.


Dari kemarin, selalu saja ada sosok orang misterius yang selalu muncul di belakang mereka.


"Apakah Abang superhero yang melakukan semua ini?" gumam Ajeng keceplosan di depan Netty.


"Abang!? siapa Abang yang kamu maksud Ajeng!?" tanya Netty dengan tegas. Berharap Ajeng tidak lagi menyembunyikan sesuatu darinya.


"Eeeeemmm..."


"KATAKAN!?" tanya Nety kembali dengan tegas. Netty kali ini benar-benar tidak dapat diam saja. Ada seseorang yang tahu niat balas dendam mereka, dan kini mereka sedang bersembunyi di belakang.


Semenjak kejadian orang tua mereka. Netty saat ini tidak lagi percaya dengan siapapun. Bisa jadi, orang itu hanya memanfaatkan mereka dan membuat mereka tambah jatuh ke dalam jurang.


Karena tidak ada pada pilihan lain, jadi Ajeng menjelaskan kepada Netty.


"Jadi, waktu itu sebenarnya aku tidak benar-benar akan di jadikan sebagai aktor tim hore. Sebenernya aku aku benar-benar akan di jadikan pemeran utama. Tapi, sutrada ingin menjualku untuk mendapatkan modal pembuatan film yang berbau p*rno. Aku sama sekali tidak menyadari jika aku akan dijual. Saat di hotel, aku pikir semuanya akan berakhir. Tapi, tiba-tiba pria misterius itu datang dan menolongku.


Kamu tahu kenapa kita tiba-tiba berada di sini ketika kita sedang culik, dari rekaman CCTV, aku mendapati jika dialah yang menolong kita juga," jelas Ajeng.


Mata Netty pun terbelalak mendengar semua cerita sang sahabat.


"Kamu tahu dari awal jika film yang akan kamu mainkan adalah film dewasa!? tapi kenapa kamu tetap menerima tawaran itu!? apakah kamu masih sehat!?" tanya Netty dengan geram.


"Aku tidak ada pilihan lain, Net! kita butuh modal banyak untuk balas dendam. Kita harus menyuap beberapa orang untuk ikut bersama kita dan menjatuhkan Tante kamu itu!" tandas Ajeng berteriak. Ajeng tersulut emosi karena Netty tidak mengerti niat baiknya.


"Jika begitu kenapa gak kamu jual aja tubuhmu itu! apa bedanya kamu bermain film dewasa dengan kamu benar-benar bermain gila dengan pria hidung belang!" amuk Netty.


Ajeng menggelengkan kepalanya tidak percaya jika sahabatnya berkata seperti itu. Jelas seharusnya Netty paham jika film hanyalah sebuah akting, walaupun ada adegan buka-bukaan, namun itu tidak sampai harus melakukannya beneran. Semuanya hanyalah hasil editing.


Merasa kecewa dengan perkataan Netty, Ajeng pun berlari masuk ke dalam kamarnya dan menangis sesenggukan.


Di sisi lain, Netty pun hanya bisa duduk di sofa sambil memegangi kepalanya yang terasa cenut-cenutan.


Hanya saja tidak terlihat air mata keluar dari matanya. Namun sebenarnya Netty saat ini sedang menangis dengan derasnya. Hanya saja, dia sama sekali tidak dapat mengeluarkan air mata meski dia sangat ingin.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2