Cinta Narsis Bos Arogan

Cinta Narsis Bos Arogan
Berhasil masuk ke brangkas.


__ADS_3

Terlihat Netty dan Ajeng pelan-pelan menelusuri pentilasi udara untuk menemukan brangkas penting milik ayahnya yang hanya bisa dibuka oleh mata dan sidik jarinya dan juga suaranya.


Karena kecanggihan teknologi ini, membuat Caren berusaha untuk menemukan Netty dalam keadaan hidup.


3 tahun sudah Netty bersembunyi bagaikan tikus, akhirnya kini Netty dapat memberontak dan menjelma menjadi se seorang yang ambisius.


Setelah beberapa kali melewati tempat yang begitu sempit, akhirnya mereka sampai di sebuah pintu masuk ke dalam brangkas.


Ternyata, selain banyak penjaga, Caren juga telah menambah penambah pintu masuk agar Netty tidak dapat membuka brangkas sebelum melewati rintangan awal.


"Sial!" umpat Netty.


"Kita harus bagaimana!?" bisik Ajeng.


"Tunggu sampai penjaga itu pergi!" balasnya.


Meski perut terasa lapar, rasa pegal, yang pingin bab yang satu pingin buang air kecil, mana Ajeng membutuhkan obat nyeri perut, namun mereka menahan segalanya demi tujuan yang lebih besar.


...****************...


Di sisi lain, terlihat Vander yang tidak berdaya di depan ayahnya yang terbaring lemas di rumah sakit.


"Nak, papah mohon, menikah dengan Gisel, pulihkan nama baik keluarga kita?" Tuan Puan memanfaatkan keadaannya untuk membujuk Vander.


"Tapi aku sama sekali tidak melakukan semua itu, Pah!?" jelas Vander mencoba memberi pengertian kepada ayahnya.


"Melakukan atau tidak, tapi sekarang berita sudah menyebar. Papa mohon,?"


Vander pun hanya bisa mengepalkan kedua tangannya.


"Baiklah, pah. Vander akan menikahi gadis itu!" sahut Vander dengan sorot mata yang tajam.


Kalian memaksa aku untuk memenggal kepala kalian sendiri. Apa kalian pikir dapat menusukku hanya karena sebuah pernikahan ini!? Kalian benar-benar tidak mengenal Vander!"


geram Vander tersulut api di dalam hatinya.


Chamber yang mendengarkan dari luar ruangan pun langsung tersenyum jingkrak-jingkrak. Dia pun bergegas pergi dan mengabarkan Caren tentang rencana mereka yang berhasil.


Di sisi lain, Kansa membisikan sesuatu. Kansa membisikan apa yang dia lihat tentang Chamber.

__ADS_1


Vander hanya diam dan membiarkan Chamber melakukan semuanya yang ingin mereka lakukan.


Singkat cerita, kini Caren sangat bersemangat untuk menyiapkan acara pernikahan. Meski jiwanya sangat marah karena mangsanya berhasil lolos, namun berita ini dapat membuat Caren merasa sedikit lega.


Tuan sumbing pun berjalan ke arah selingkuhannya.


"Bagaimana sayang? apakah kita tetap terus melakukan pencarian terhadap wanita itu?" tanya Sumbing sembari memeluk Caren dari belakang.


"Itu adalah tugasmu. Aku yakin dia sekarang sedang bersembunyi bagaikan tikus yang mengenaskan. Bak tikus yang sekarat dan ketakutan yang menyelimuti hatinya. Dia tidak akan pernah lepas dari genggamanku!" tandas Carens dengan geram.


Kini Caren memberikan berita baik kepada Putrinya yang sangat polos.


"Benarkah, mah!? Vander akan menikahi aku!?" tanya Gisel tidak percaya. Dia benar-benar senang mendengar semuanya.


"Benar sayang, sekarang kamu diam saja di dalam kamar dan biarkan semuanya ibu yang mengurus," ucap Caren.


"Baik, Mah!" sahut Gisel bersemangat. Walaupun berulang kali di tolak oleh Vander, tidak membuat Gisel merasa tersinggung. Saat ini, akhirnya dialah pemenangnya. batin Gisel.


Karena rumah akan mengadakan pesta, Caren yang bersemangat pun mengurangi kewaspadaannya. Dia benar-benar tidak tahu jika tikus yang dia bicarakan kini sedang bersembunyi di dalam untuk melawannya.


Mendengar jika Vander akan menikahi Gisel membuat Netty dan Ajeng ikut terkejut.


"Apa!? Vander akan menikahi Gisel!? suara pekikan Ajeng sangat keras membuat Netty memintanya untuk memperpelankan suaranya.


Meski Netty terlihat cuek, namun jauh dari lubuk hatinya dia merasa sangat sakit. Bagiamana dengan semua perhatian yang Vander berikan padanya.


Netty melamun di ruangan pentilasi yang sangat sempit. Dia mengenang masa-masa ketika matanya bertatapan dengan bos Vander yang sangat menyebalkan.


Pertama, Netty membayangkan awal mula ia bertemu dengan bos Vander di saat dia dengan lancang memasuki lift pribadinya.


Tatapannya begitu intens membuat jantung Netty berdetak tidak karuan.


Kedua, Netty membayangkan bagaimana dia bisa salah masuk kamar dan akhirnya masuk ke dalam kamar Vander. Langkah Vander yang mendekatinya, membuat hati Netty berdetak kencang meski kini dia hanya sedang membayangkannya.


Ketiga, tatapan ketika ia sedang mengobati Vander yang terluka akibat menolongnya. Vander benar-benar membuat jantung Netty terasa copot ketika dia membeberkan jika dia telah membantunya untuk segala persiapan balas dendam.


Netty sangat terharu awalnya. Bahkan ada perasaan yang aneh ketika ia membayangkan wajah Vander yang sangat khas.


Namun, Kini hati Netty hancur berkeping-keping ketika mendengar berita jika Vander akan menikahi Gisel, sepupunya nya sendiri.

__ADS_1


"Net, apakah kita akan turun sekarang?" tanya Ajeng.


"Belum saatnya!" balas Netty.


"Ssht, aku sangat lapar, aku butuh pembalut dan juga butuh kamar kecil," keluh Ajeng.


"Bersabarlah, kita akan keluar nanti malam." jawab Netty.


Meski Netty juga merasa tidak tahan, namun dia harus menahan segalanya untuk balas dendam. Ini adalah kesempatannya. Rasa sakit di hatinya kepada Vander membuatnya semakin bersemangat.


Ketika malam hari, tepat pukul 01 malam, penjaga yang menjaga Brangkas pun terlihat mulai lelah. Satu di antara ada yang pergi dan satu lagi tertidur nyenyak.


Ajeng dan Netty meskipun merasa semutan dan kram, mereka tetap memaksa tubuh untuk bergerak dan keluar dari ventilasi udara.


"Ahk!" pekik Ajeng ketika dia melompat dari atas. Rasa keram membuatnya tidak bisa mendarat dengan Sempurna.


Beruntung penjaga yang tertidur tidak mendengarkan suara Ajeng.


"Shuut!" Netty lagi-lagi meminta Ajeng untuk tidak bersuara.


Ajeng menyatukan tangan meminta maaf kepada Netty. Mereka tidak menyia-nyiakan waktu. Netty dengan usahanya mencoba untuk membobol pintu pertama.


Terutama Netty mencoba untuk mengambil kartu dari saku penjaga. Kartu inilah yang dapat membuka pintu pertama.


Ketika pintu terbuka, Netty pun langsung mengembalikkan kartunya. Sedangkan Ajeng, sebelum dia ikut masuk ke dalam, dia mengambil semua makanan penjaga, begitu pun dengan kopi yang sudah mulai mendingin.


"Cepatlah!" ucap Netty.


Ajeng pun bergegas masuk dan tersenyum kepada Netty.


"Hehehe, aku sangat lapar," sahut Ajeng cengengesan.


Netty hanya menggelengkan kepalanya.


setelah maju beberapa langkah, akhirnya mereka sampai di depan pintu brangkas. Netty menyentuh pintu itu dengan tatapan penuh haru.


tidak menunggu waktu lama, Netty pun langsung mencoba membuka pintu brangkasnya. Sesuai harapan, suara, sidik jari dan juga mata Netty lah yang mampu membuka brangkasnya.


Ajeng pun benar-benar terpana melihat semuanya tidak sia-sia. Akhirnya mereka dapat masuk ke dalam pintu kejayaan.

__ADS_1


Setelah masuk, maka semuanya akan berakhir untuk Caren dan semua orang yang ikut dalam pembunuhan ayahnya. Dan apa alasan mereka membunuh ayahnya yang baik dan jujur.


Semua akan terungkap di episode selanjutnya 😁


__ADS_2