Cinta Narsis Bos Arogan

Cinta Narsis Bos Arogan
Terima kasih atas pertolongannya


__ADS_3

Dengan langkah kaki cepat Netty mencoba mengambil pistol yang ada di dalam laci. Netty tanpa ragu mengarahkan pistol itu ke arah Vander.


Meski ada rasa takut, terlihat dari tangannya yang bergetar, Netty tetap mengarahkan pistol itu ke arah Vander yang diam-diam telah mengetahui siapa dirinya.


Selama ini, dia telah menyembunyikan alamatnya dan juga identitasnya. Hanya namanya saja yang tidak dia ubah.


Lalu, bagaimana Vander mengetahui tentang dirinya sebegitu dalamnya sampai dia dengan diam-diam memberinya semua apa yang dia butuhkan.


"Katakan padaku apa sebenarnya yang kamu inginkan!? apakah kamu bekerja sama dengan tanteku dan mencoba untuk menjebakku!?" tanya Netty dengan geram.


Vander sangat terkejut dengan respon Netty. Sebegitu dalamnya dia membenci dirinya, sehingga semua pertolongannya di kira hanya dusta belaka.


Namun Vander hanya diam dan berusaha untuk tenang. Dia tetap memberikan ekspresi datar membuat Netty semakin was-was kepadanya.


"Kenapa kamu diam saja!? jawab aku!" bentak Netty.


Vander lagi-lagi hanya bisa menghela nafas berat.


Bagaimana cara menjelaskannya. Lagi pula, apakah perlu aku menjelaskan sesuatu kepada seseorang yang tidak mempercayai ku!?


Vander bergumam dalam hati merasa bimbang.


"Aku hanya ingin membantumu. Aku tahu kamu telah di tipu dan di khianati oleh orang-orang kepercayaan ayahmu. Aku datang untuk membantumu, apakah itu cukup?" jelas Vander.


"Apakah kamu mengenal ayahku?" tanya Netty sedikit luluh.


"Tidak!" jawab Vander singkat.


Netty pun kembali merasa curiga.


"Lantas, apa yang membuatmu mau membantuku?" tanya Netty.


Vander sedikit bingung harus menjawab apa. Dia juga tidak mengerti mengapa dia ingin membantu Netty.


"Sudah ku katakan, aku bekerja sama dengan grup Demantion. Aku tidak ingin bekerjasama dengan perusahaan yang tidak jelas ke pemimpinnya. Sampai akhirnya, aku menemukan mu."


Netty pun sedikit lega setelah mengetahui jika Vander memberi penjelasan. Rasa percaya itu tiba-tiba muncul dan membuat Netty melepaskan kewaspadaannya terhadap Vander.


"Em, bos Vander, jadi selama ini anda tahu-?"


"Belum lama ini!" potong Vander.


"Meskipun anda adalah mantan bos yang sangat menyebalkan, namun saya benar-benar sangat berterima kasih kepada anda karena sudah sudi membantu saya secara cuma-cuma."


Netty bertekuk lutut di depan Vander yang masih setia duduk dan menikmati kompres dingin di luka memar yang ada di wajahnya.


"Semua tidak cuma-cuma!" jawab Vander dingin.

__ADS_1


"Lalu, apa yang harus saya lakukan?" tanya Netty.


Vander pun mendekatkan wajahnya ke wajah Netty yang sedang bersimpuh lutut kepada Vander.


Saking dekatnya, Netty sampai bisa merasakan hembusan nafas Vander yang berbau seperti mint lavender.


Sesaat, Netty langsung menyukai aroma nafas Vander yang sangat segar.


"Apa yang kamu pikirkan?" tanya Vander membuat Netty yang sedang ngefly dengan aroma khas Vander pun langsung memejamkan mata karena merasa malu.


"Ti-tidak, saya tidak apa-apa!" jawab Netty cepat.


"Katakan padaku, bagaimana penampilan ku dengan wajah seperti ini?" tanya Vander blak-blakan.


HAH!?


Netty pun tepengarah mendengar pertanyaan Vander.


Di situasi seperti ini, dia masih sempat-sempatnya bertanya soal penampilan?


"Eeee.. Tentu anda terlihat sangat tampan. Apapun yang terjadi, ketampanan Anda tidak menepis ataupun berkurang sedikit pun. Ini hanya memar sedikit, sama sekali tidak dapat memudarkan ketampanan Anda meski secuil," ucap Netty dengan sangat semangat memuji Vander.


Vander pun tersenyum dan kembali duduk di posisi awalnya.


"Bagus, akhirnya aku dapat mendengarnya sendiri dari bibirmu."


Netty hanya bisa tersenyum canggung dan mengangguk kecil.


...****************...


Ajeng benar-benar merasa sangat malu.


FIX, AKU TIDAK AKAN LAGI PERNAH MEMAKAI CELANA PUTIIIIIIHHH......! POKOKNYA MULAI SAAT INI, CELANA PUTIH HARAM UNTUK AKU PAKAI!


umpat Ajeng di dalam hatinya. Sampai akhirnya, Jantung Ajeng benar-benar tidak dapat di kendalikan setalah Kansa kini berdiri tepat di depannya.


Kansa hanya diam dan menunggu Ajeng menjelaskan sesuatu.


"Ha-Hay! Maaf, aku tadi salah memanggil. Aku tidak mengira jika kamu akan menoleh dengan sekali panggilan, sepertinya ada ikatan batin di antara kita. hehehehe!" Ajeng menjelaskan dengan cengengesan.


"Ada apa?" tanya Kansa dingin.


"I-itu,.bolehkah aku meminjam Jas kamu sebentar saja!? Nganu, aku sedikit ada masalah dengan celana putihku."


"Aku tahu!" jawab Kansa.


MALUU... MUKA MANA MUKAA.... AAAAAAA... AKU MALU SEKALI!

__ADS_1


"Hehehe, terima kasih banyak atas pengertiannya. Sekarang, maukah anda memaafkan saya dan meminjamkan jas itu!?" tanya Ajeng ragu-ragu..


Kansa hanya diam dan melemparkan jas itu kepada Ajeng. Setelah melemparkan jas itu, Kansa pun langsung pergi meninggalkan Ajeng sendiri.


Kansa tidak lagi membiarkan Ajeng berbicara omong kosong lebih banyak.


...****************...


Di tempat lain, Si sumbing telah berhasil masuk ke dalam kediaman Caren.


Terlihat Caren yang sangat syok melihat keadaan orang kepercayaannya.


"Hay! apa yang terjadi padamu!?" tanya Caren kepada Sumbing.


"Netty, d-dia datang padaku dan melawanku!" jawab sumbing.


Caren yang mendengar semua ini adalah ulah Netty, ia pun mendelik sangar dan mengutuk perbuatan Netty.


"Kurang ajar! kita harus segera melenyapkan anak itu!" umpat Caren.


"Kamu harus hati-hati, karena..-"


"Karena apa!?"


"Vander ada di pihaknya."


"Apa! Bagaimana bisa anak itu mengenal Vander!? Sial, kita harus segera memberi tahu Tuan Puan soal ini!" sahut Caren.


"Kamu benar, kita harus memberi tahu tuan Puan dengan sikap anaknya yang telah memihak yang salah!"


Caren setuju dengan ucapan Si sumbing. Caren bergegas untuk menemui Tuan Puan.


Di sebuah kediaman tuan Puan, Caren dengan semangat menjelaskan apa yang sedang terjadi.


"Kurang Ajar! bagaimana anak itu bisa mengenal gadis itu! bukankah kamu mengatakan jika gadis itu sedang koma!?" tanya tuan Puan menatap Caren dengan tidak percaya jika Carens berani berbohong kepadanya.


"Tuan, maafkan aku sebelumnya. Wanita itu sempat kabur ketika aku akan membawanya ke luar negeri. Setelah gadis itu kabur, aku tidak lagi menemukan keberadaannya. Untuk mempermudah proses a


pengalihan kekuasaan, aku terpaksa melakukan semua ini," jelas Carens.


Tuan Puan pun mengepalkan tangannya dengan erat. Dia tidak dapat membiarkan anaknya ikut campur soal permasalahan ini.


Tuan Puan tidak dapat membiarkan Vander mengetahui jika dia adalah dalang utama kematian orang tua Netty jelita.


Sejatinya, Caren hanyalah orang di bawah kendalinya. Untuk lebih mengusai dunia persaingan bisnis, segala cara telah di lakukan oleh tuan puan.


"Aku tidak akan membiarkannya lebih jauh membantu gadis itu. Tidak akan pernah!" Tuan puan memiliki seribu rencana licik di benaknya.

__ADS_1


Di sisi lain, Vanda yang sedang melukis di taman, dia tidak sengaja mendengar semua apa yang di bicarakan oleh ayahnya dan juga tamunya.


Vanda hanya bisa menutup Mulut tidak percaya.


__ADS_2