Cinta Narsis Bos Arogan

Cinta Narsis Bos Arogan
Terjebak perasaan.


__ADS_3

Sore ini Vander berniat untuk menjenguk Netty. Perasaaan aneh menyelimuti hatinya membuat Vander merasa tidak nyaman.


Setelah mengetahui banyak hal tentang wanita yang selalu mengganggu tidurnya, kini rasa simpati semakin dalam di hatinya.


Vander membawakan buah di tangannya untuk menjenguk Netty. Vander juga berniat akan membahas bibiknya Netty yang bernama Caren. Walaupun itu bukan urusannya, entah mengapa Vander merasa jika dia harus melakukan sesuatu dan membantunya.


Vander tersenyum dan tidak lupa bercermin di cermin kecil yang selalu ada di sakunya.


Di perhatikan dengan seksama, "Aku masih tampan" gumam Vander puas melihat wajahnya sendiri.


Ketika Vander perlahan membuka pintu, terlihat Netty sedang bercengkrama bersama seorang pria, dia adalah Rain.


Terlihat Rain dengan lembut menyuapi Netty dan juga dengan manja mengelap sisa-sisa makanan yang ada di bibir Netty.


Mereka tersenyum dan saling menatap dengan penuh cinta. Vander terpaku sejenak.


Cekit


Cekit


Cekit


Jantungnya terasa tercekit-cekit melihat kemesraan Netty dan juga Rain. Vander memegangi jantungnya dan baru kali ia merasakan hal seperti ini.


Apa ini, mengapa Jantungku terasa sakit. Apakah ada yang salah dengan jantungku? apakah aku mulai mengalami sakit jantung!?


Vander masih terdiam dan memegangi jantungnya. Dia tidak menyadari jika Netty dan Rain kini menatapnya. Rain yang tahu jika bosnya ada di depannya pun langsung berdiri dan memberi hormat.


"Tuan, apakah anda baik-baik saja?" tanya Rain menyapa Vander.


Vander terlalu fokus merasakan jantungnya yang cekit-cekitan sehingga baru menyadari jika Rain kini sudah ada di depannya.


"Oh, tidak papa. Jantungku sedikit bermasalah," jawab Vander.


"Apakah anda butuh dokter? saya akan memanggilnya untuk anda," ucap Rain.

__ADS_1


"Ya boleh, panggilkan mereka untuk saya. Saya akan tunggu di ruangan ini saja," jawab Vander.


Rain pun dengan patuh mencari dokter untuk Vander.


Sedangkan Vander, dia berjalan masuk ke dalam ruangan Netty.


"Pak, apakah anda baik-baik saja?" tanya Netty.


"Apakah kamu sudah membaik?" tanya Vander balik.


Netty mengangguk.


"Saya sudah membaik, Pak. Terima kasih banyak," ucap Netty.


"Kamu dan dia-!?" Vander terlihat sangat polos ketika menanyai antara dan Rain dan Netty.


Netty tersenyum malu-malu.


"Kami hari ini resmi menjalin hubungan spesial. Dia adalah cinta pertamaku ketika masa anak-anak," jawab Netty tersipu malu.


"Cinta masa anak-anak? Apakah sekarang masih cinta juga, apakah cintanya tidak kadaluarsa?" tanya Vander.


"I-iya pak, saya masih cinta kok," jawab Netty.


Vander hanya terdiam dengan wajah yang datar. Tidak tahu apa yang sedang Vander pikirkan.


Tidak lama Rain datang membawa seorang dokter, ternyata dia adalah Dokter Kris.


Dokter Kris tersenyum ke arah Vander. Dia berniat untuk menggoda Vander dan juga Netty.


Namun, senyumanya pudar dan niatnya yang ingin meledek Netty dan Vander pun tertahan ketika melihat Rain berjalan ke arah Netty dan mengelus rambut sambil menatap ke arah Vander dan dokter Kris.


Melihat sikap manis Rain, Vander pun kembali memegangi jantungnya.


"Ada apa, bro?" tanya Dokter Kris kepada Vander.

__ADS_1


"Entahlah, jantungku terasa sakit," jawab Vander.


"Duduk sini, aku akan periksa." Dokter Kris meminta Vander untuk duduk di sofa.


"Apa yang kamu rasakan?" tanya Kris.


"Jantungku terasa aneh ketika melihat mereka," jawab Vander dengan suara lirih berbisik kepada Kris.


Dokter Kris setelah mendengar itu pun mencoba sekuat tenaga untuk tidak tertawa. Lalu dokter Kris pun membisikkan sesuatu di telinga Vander.


"Bro, kamu sedang butuh dokter cinta, ckckck!" bisik Dokter Kris ke telinga Vander.


Vander masih berekspresi bodoh di depan Dokter Kris. Dia masih saja tidak mengerti maksud Kris.


...****************...


Malam ini, Vander termenung di dalam kamarnya.


Dia mengingat bagaimana Netty berkata, jika dia sudah mencintai Rain sejak kecil, dan rasa cinta itu masih ada.


"Mengapa masih ada? bukankah cinta bisa kadaluarsa jika terlalu lama?" pikiran Vander melayang mengingat ketika dia juga masih berusia 10 tahun.


Vander berjalan dan mengambil sebuah kotak kecil. Vander melihat isi kotak dan mengambilnya.


Isinya adalah surat dari seseorang yang tidak Vander kenal.


Dahulu, walaupun Vander tidak tahu siapa yang mengirimkan surat itu, namun dia sangat senang dan merasa di cintai oleh seseorang yang pernah mengirimkan surat pada saat itu.


Vander kecil yang pemalu tidak berani membalas surat cinta monyet itu. Setalah 10 surat ia dapatkan, setelah itu Vander tidak pernah mendapatkan surat apapun lagi.


Vander kecil yang galau selalu menunggu surat misterius itu datang lagi. Namun, sampai dia harus ke AS untuk belajar, seseorang itu tidak lagi mengirimkannya surat.


Vander kecil pun merasa sangat patah hati. Cinta masa kecilnya pun pupus, dan kini ia sudah tidak lagi mengharapakan surat misterius itu.


Namun, meski Vander tidak mengharapkan surat itu lagi. Tapi dampak dari rasa kecewanya pun sangat besar. Vander berprinsip jika hidup bersama wanita hanyalah semu. Ketika wanita mau, dia akan datang, namun ketika tidak mau, dia akan pergi.

__ADS_1


Tidak ingin sakit hati untuk kedua kalinya. Vander pun enggan untuk menikah dan menjalani sebuah komitmen dengan seorang wanita.


Pada akhirnya, Vander yang kini berusia 30 tahun, terjebak pada perasaan di usia 10 tahun. Meski tubuh sudah dewasa, namun perasaan cintanya masih tertinggal di usianya yang baru 10 tahun.


__ADS_2