
Wajah Netty terlihat sangat kebingungan. Dia menatap sang sahabat yang masih pingsan di sebelahnya.
"Ajeng.. Ajeng. !" Netty mencoba membangunkannya.
Ajeng pun dengan perlahan sadar. Dia sangat sedikit kesulitan membuka matanya. Rasanya seperti ada batu bata yang menimpa matanya.
"Di-dimana kita, Net!?" tanya Ajeng yang masih belum sadar banget.
"Ki-ki kita ada di rumah," jawab Neti sambil melihat ke sekeliling untuk memastikannya sekali lagi.
"Apa!?" Ajeng pun langsung mengocek matanya dan melihat sekitar nya.
"Benar kita ada di rumah. Bagaimana bisa, bukankah tadi kita diculik oleh anak suruhannya Caren!?" tanya Ajeng sambil memegangi kepalanya yang terasa berat akibat efek samping dari obat bius itu.
"Entahlah, mungkin kita telah melewati sesuatu ketika kita tidak sadar," jawab Netty.
"Net, bukankah kita harus segera bertindak? tante kamu sudah tahu kita, dia sudah melihat kita, pasti dia tidak akan membiarkan kita begitu saja!" ucap Ajeng merasa jika mereka harus segera bertindak juga.
"Aku akan memikirkannya," jawab Netty sambil berjalan ke arah kulkas untuk mengambil air dingin.
Ketika melihat isi kulkas mata Netty pun langsung terbelalak sesaat, Dia sangat terkejut karena kulkasnya terisi penuh dengan semua macam hal di dalamnya.
ada sayuran, ada buah-buahan, ada cemilan, ada minuman, semua sangat lengkap di dalam kulkas nya yang awalnya kosong hanya ada sebotol air minum.
"Ada apa?" tanya Ajeng menghampiri Netty.
"Haaaaah!" Ajeng ikut membuka mulutnya lebar-lebar, tidak percaya dengan dia lihat.
"Si-siapa mengisi semua ini!?" tanya Ajeng melanjutkan.
"Net, kita temui keamanan sekarang!? aku sangat penasaran siapa orang yang membawa kita rumah!?" ucap Netty dengan tergesa-gesa keluar dari apartemen.
Di ikuti oleh Ajeng, mereka pun menghampiri bapak pengaman untuk diizinkan melihat rekaman CCTV.
Setelah mencoba untuk membujuknya, akhirnya bapak pengaman pun membolehkan mereka untuk melihat rekaman CCTV.
Dari rekaman CCTV terlihat dua pria menggunakan masker membopong Ajeng dan Netty ke dalam apartemen.
"Siapa mereka?" tanya Netty dengan penasaran.
Ajeng terus memantau gerak-gerik pria itu. Sampai akhirnya dia menemukan sesuatu yang sangat tidak asing baginya.
*dia bukankah? kayaknya dia yang pernah menolongku juga? dan sekarang dia juga yang menolongku lagi, siapa sebenarnya dia*?
batin Ajeng ketika ia melihat tanda-tanda pria yang menolongnya sama dengan pria yang dulu pernah menolongnya di hotel sama persis. yaitu tahi lalat berbentuk segi tiga di leher bagian belakangnya.
Melihat ekspresi Ajeng yang sepertinya tahu sesuatu, Netty bertanya," Ajeng, apakah kamu tahu sesuatu?"
__ADS_1
"Ti-tidak, Net. Aku pun sangat penasaran siapa mereka!" jawab Ajeng yang tidak ingin berterus terang kepada Netty.
Karena jika berterus terang maka nanti Netty akan tahu yang sebenarnya.
Kini Ajeng dan Netty kembali ke apartemen mereka. Netty masuk ke dalam kamarnya dan terkejut kembali karena melihat ada begitu banyak peralatan make up di atas meja.
Netty pun bergegas ke kamar mandi, dan benar saja di dalam kamar mandi pun sangat lengkap dengan semua peralatan mandi.
Siapa sebenarnya kalian. batin Netty.
Malam ini tiba-tiba suara bel berbunyi. Dia adalah Rain, kekasih Netty.
Mata Ajeng pun terpaku sejenak ketika melihat Rain datang dan membawa bunga untuk Netty.
"Ka-kalian!?" tanya Ajeng.
"Apakah Netty tidak mengatakan apapun padamu!?" tanya Rain.
Netty hanya tersenyum melihat ekspresi wajah Ajeng.
"Aish, sudahlah, kalian membuatku sangat iri!" tandas Ajeng yang kesal melihat keromantisan Rain yang membawa sebuket bunga untuk Netty.
Ajeng pun berjalan masuk ke dalam kamarnya. Di dalam kamarnya, Ajeng terus memikirkan pria misterius yang sudah menolongnya sebanyak dua kali.
Andai di beri kesempatan, Ajeng ingin mengucapkan terima kasih. Bahkan jika dia lajang, aku ingin menjadi kekasihnya. batin Ajeng penuh dengan khayalan.
Di ruang tamu, Netty dan Rain duduk bersandingan. Netty yang masih malu-malu tidak berbicara banyak.
"Hari ini cukup melelahkan," jawab Netty jujur apa yang ia rasakan. Namun ia tidak memberi tahu apa yang sebenarnya terjadi.
"Besok aku akan pergi ke kota xxx.. sebulan lagi aku akan kembali ke sini untuk mengambilnya barang. Jaga dirimu baik-baik ya?" ucap Rain menatap Netty dengan penuh arti.
"Aku akan selalu menunggu mu," jawab Netty.
Rain pun menatap Netty dengan sangat penuh arti di dalamnya. Netty melihat itu pun merasa heran, apa yang ingin di lakukan Rain.
Semakin dekat, maka semakin terasa hembusan nafas di antara keduanya.
Ah, ternyata Rain meminta jatah.
Namun Netty adalah wanita berprinsip.
"Rain, apa yang ingin kamu lakukan?" tanya Netty gugup.
Rain pun berhenti mendekati wajah Netty.
"Ini!" Rain mengambil secuil roti yang tertinggal di sudut bibir Netty.
__ADS_1
"Oh, hohoho... ya ampun, maafkan aku, aku tidak sadar. Aku harap kamu tidak ilfil dengan ku karena ini," ucap Netty merasa sangat malu sehingga rasanya ia ingin masuk ke dalam lubang hitam.
Rain mengacak-ngacak rambut Netty.
"Tidaklah, mana mungkin aku bisa ilfil sama wanita menggemaskan seperti mu. Kalo begitu, aku pulang dulu ya? sampai bertemu lagi ketika aku sudah kembali," ucap Rain berpamitan.
Netty pun mengangguk.
"Hati-hati di jalan ya!? sampai bertemu kembali" ucap Netty sambil melambaikan tangannya.
...****************...
Pagi-pagi sekali pukul 5:30, Ajeng bersiap untuk joging sendiri. Ajeng rindu menghirup udara segar di jam segini.
Karena Ajeng ingin mencari keringat, jadi memutuskan untuk keluar melewati tangga.
Ketika Ajeng membuka pintu ke arah tangga, Ajeng melihat dari atas jika ada seseorang yang juga melewati anak tangga.
Dari atas, Ajeng melihat kembali pria dengan tiga tahi lalat di leher belakanganya. Dengan buru-buru, Ajeng pun mencoba untuk mengejar pria yang sudah membuatnya mabuk kepayang karena merasa takjub.
Dia, ia itu dia! aku harus mendapatkannya!
Ajeng pun cepat-cepat menuruni anak tangga.
Aku gak boleh kehilangan dia. aku harus mendapatkannya!
Ajeng terus mengomel dalam hati. Dia benar-benar merasa tidak sabar untuk bertemu dengan sang super Hero-nya.
Sampai di aula apartemen, Ajeng pun langsung berteriak.
"MY SUPER HERO....!" teriakan Ajeng menggema di aula yang masih sepi.
Kansa pun mengenali suara cempreng milik Ajeng. Kansa yang selalu membawa masker di tangannya pun langsung menggunakan masker itu. Kansa tidak ingin Ajeng mengetahui jika dirinya juga tinggal satu gedung dengan Ajeng.
Inilah alasan Kansa yang selalu menggunakan anak tangga dari pada Lift. Karena Kansa ingin menghindari pertemuan dengan Ajeng.
Ajeng yang melihat prianya berhenti pun langsung berlari sekuat tenaga agar segera dapat melihat pujaan hatinya nya.
Namun, karena tergesa-gesa, Ajeng tidak menyadari jika tali sepatunya lepas mengakibatkan dirinya keserimpet.
"AAHHKKK!" teriak Ajeng memejamkan matanya bersiap untuk menghantam lantai.
HAP ..
Kansa yang berdiri tepat di depan Ajeng pun dengan sigap menolong dan menangkapnya.
Ajeng perlahan membuka matanya. Dia sangat terkejut mendapati wajah pria misterius itu sudah berada 5centi dari matanya.
__ADS_1
Dua mata menatap dengan tatapan penuh cinta. Hanya bedanya, Ajeng belum mengetahui siapa sebenarnya pria yang sedang memeluk pinggangnya dengan erat.
...****************...