
Di sebuah ruangan bawah tanah, terlihat Netty yang sedang di ikat dan mata yang di tutup. Entah berada dimana dia sekarang, namun terlihat Netty mencoba untuk tenang dan tidak panik.
Di sisi lain, terlihat Vander dengan geram memasuki rumah besar itu di susul oleh Kansa.
"Maaf, tuan. Ada perlu dengan siapa?" tanya seorang penjaga pintu.
"Cepat panggil Nyonya kalian, Vander ingin bertemu!" sahut Vander dengan sorot mata yang tajam.
Meski dia merasa tidak sabar, namun Vander tetap mempertahankan adab sebagai tamu yang datang.
Salah satu penjaga pun akhirnya masuk ke dalam memberi tahu Caren yang sedang santai di dalam rumah jarahannya.
"Nyonya, seseorang bernama Vander datang ingin menemui anda," ucap penjaga tersebut.
Gisel, anak dari Caren yang sedang berjalan kearah Caren pun langsung lompat-lompat kegirangan.
"Asyiiik....! Mamah, Apakah Vander datang untuk melamarku?" tanya Gisel dengan semangat.
"Sayang, kamu masuk ke dalam kamar kamu dulu, nanti akan mamah kasih kabar kepadamu," ucap Caren dengan lembut kepada putrinya.
Caren pun berjalan keluar untuk menemui Vander.
Terlihat Vander yang sudah duduk tidak nyaman di sofa empuk milik Caren.
Tatapannya tajam dengan tangan yang selalu mencengkram.
"Hay, pak Vander!? senang anda berkunjung ke kediaman saya yang sederhana ini," sambut Caren dengan ramah seolah-olah tidak ada masalah.
"Tidak usah basa-basi. Saya datang untuk menjemput wanitaku. Serahkan dia sekarang atau aku akan segera memerangi mu!" ancam Vander tanpa basa-basi.
Di dalam hati Kansa dia pun tersenyum. Ternyata benar jika bos ini sedang jatuh cinta.
Caren pun mengerutkan keningnya tidak mengerti.
"Apa maksud anda, pak Vander!? Sepertinya ada kesalah pahaman di sini,!" elak Caren tidak terima.
Vander hanya bisa mencengkram kursinya. Rasanya sudah tidak sabar lagi. Satu yang pasti, jika sampai ada sesuatu yang terjadi kepada Netty, maka dia akan menghancurkan segalanya.
Tiba-tiba ponsel Vander berdering. Itu adalah dari ayahnya, tuan Puan.
"Cepat kembali!" suara Tuan Puan di balik telepon.
Ini tidak seperti biasanya ayahnya bersikap seperti ini. Terpaksa Vander pun mengundurkan diri.
"Kansa, kita pergi dulu. Suruh bawahan untuk mengawasi rumah ini!" titah Vander.
"Hay! kamu tidak dapat melakukan itu di rumahku!" tandas Caren tidak terima.
__ADS_1
Namun Vander tidak ingin dengar. Dia berjalan cepat memunggungi Caren.
Satu sisi lain, Ajeng sudah berhasil menyelinap ke ruangan bawah tanah. Ajeng sengaja memanfaatkan kesempatan Vander yang bertemu dengan Caren.
Ini adalah rumah sahabatnya, jadi Ajeng sangat paham jalan tikus yang bisa di lalui.
Sampai di bawah tanah, Ajeng saangat pilu melihat keadaan sahabatnya yang terikat.
"Netty, ini aku," bisik Ajeng.
Netty merasa sangat tenang ketika mendengar sang sahabat. Ajeng pun bergegas untuk menyelamatkannya.
"Setelah semua ikatan sudah di lepas, Ajeng pun menatap Netty dengan tatapan tajam.
"Kita akan menuntaskan ini sekarang juga!" tegasnya.
Netty pun mengangguk dan bertekad, hidup dan mati dia akan melawan saat ini juga.
...****************...
Di sisi lain, Vander dengan buru-buru turun dari mobil setelah sampai di kediamannya.
Kansa yang dari awal sudah menahan sesuatu, akhirnya langsung menoleh ke belakang dan mencari keberadaan Ajeng.
"Di mana gadis itu! ilang kemana dia!?" gumam Kansa.
Setelah melihat jika Ajeng sudah mengambil pakaian bos Vander, Kansa pun hanya bisa tersenyum tipis melihat semua itu.
"Kamu benar-benar wanita yang sangat konyol!" gumam Kansa dengan hati-hati memunguti pakaian Ajeng.
Meski ada pakaian Ajeng penuh bercak darah, namun Kansa terlihat tidak jijik. Dia dengan segera menyembunyikan barang itu sebelum Vander mengetahuinya.
Di dalam rumah, terlihat tuan Puan menunjukan sebuah foto vulgar Vander dengan Gisel, anak dari Caren.
Terlihat mereka sedang tidur berdua di sebuah hotel.
"Apa ini!?" tanya Tuan Puan dengan geram.
Vander pun sedikit terkejut melihat semua ini. Namun dia tahu jika semuanya adalah rekayasa.
"KATAKAN PADAKU APA INI!?" tanya Tuan Puan dengan emosi.
"Saya tidak harus menjelaskan apapun. Satu yang pasti, ini bukan saya, semua ini hanyalah rekayasa!" sahut Vander acuh tak acuh.
Tiba-tiba, datang seorang artis lawas yaitu nyonya Chamber yang membawa beberapa wartawan.
"ADUH! MAAF, KALIAN TIDAK BISA MASUK KE DALAM RUMAH SUAMI SAYA!" tolak Chamber tidak membiarkan para wartawan masuk ke dalam.
__ADS_1
Namun sesaat Chamber mengedipkan mata kepada wartawan itu agar terus mendorongnya. Yah, semua ini adalah rencana Chamber untuk menjebak Vander.
*Kami hanya ingin bertanya sesuatu, biarkan kami mewawancarai tuan Vander ini klarifikasi dengan berita yang sudah tersebar. Apakah benar dia sudah melakukan hubungan terlarang oleh anak dari pengusaha terkenal itu!?
Ya, izinkan kami meminta keterangan sedikit!
Tuan Vander! tolong berikan kami sedikit klarifikasi..!
Pak Vander*...!
Suara wartawan dari depan membuat telinga tuan Puan merasa sakit. Akhirnya, Tuan puan pun menyeret Vander untuk keluar dan memberikan klarifikasi.
Mereka adalah keluarga terpandang, tidak mungkin nama baiknya hancur karena ulah sang anak yang mesyum.
"Pah, aku tidak keluar menemui mereka!" tolak Vander menarik tangannya kasar.
Tuan Puan pun langsung memegangi jantungnya karena sikap anaknya yang sangat kasar padanya.
"Ahk!" pekik Tuan Puan merasakan sakit.
"Papah!?" Vander pun pun langsung menangakap tubuh ayahnya.
"Vander, papah mohon, selamatkan reputasi nama baik keluarga kita!" ujar Tuan Puan sebelum akhirnya dia pingsan.
Kansa pun bergegas dan menyingkir wartawan yang menganggu jalan. Tuan Puan harus segera di masukan ke dalam rumah sakit.
Chamber terlihat panik ketika suaminya terkena serangan jantung.
"Baiklah, kalian semua pulang dulu, aku akan kabari kalian jika ada kesempatan!" bisik Chamber kepada wartawan itu.
Chamber pun bergegas menyusul suaminya pakai mobil yang terpisah. Karena Vander tidak akan pernah mengizinkannya untuk naik ke dalam mobilnya.
Dari lantai dua, terlihat Vanda hanya tersenyum kecut melihat semua kejadian ini. Melihat ayahnya terbaring sakit, Vanda tidak merasa sedih, justru dia menahan segalanya untuk membuktikan jika ayahnya adalah seorang penjahat.
Ketika Caren dan Tuan Puan sedang membicarakan tentang kematian ayahnya Netty. Akhirnya Vanda dapat menyimpulkan jika ayahnya adalah dalang dari semua ini.
Vanda pernah berjanji pada dirinya jika dia akan membantu Netty dan Ajeng meski dari awal mereka menolak bantuannya.
Janji adalah janji, meski kenyataan dia harus berperang pada ayahnya sendiri, Vanda tetap akan menegakkan keadilan untuk Ajeng dan Netty.
...****************...
Di sisi lain, terlihat Chamber yang tertawa terbahak-bahak di dalam mobilnya.
"HAHAHAA....! bagus, matilah kau. Setelah Vander menikah dengan Gisel, maka aku akan dapat mengendalikannya dan melumpuhkannya!"
Chamber sangat bersemangat untuk langkah yang kejam. Entah apa yang membuat Chamber tiba-tiba masuk ke dalam keluarga Vander dan berniat untuk menghancurkannya.
__ADS_1