
Tiara kaget setelah melihat Aldo berlumuran dengan darah di kepalanya.
Ya, yang kecelakaan itu adalah Aldo.
"tolong bantu saya, untuk membawanya ke rumah sakit!" ujar Tiara.
Warga pun yang ada di sana mengangguk dan mengangkat bobot tubuh Aldo ke mobil Ana dan Ani.
"maksih yah!" ujar Tiara.
"ayo berangkat sekarang ke rumah sakit cepetan!" ujar Tiara.
Ana pun dengan buru-buru melajukan mobil ke rumah sakit terdekat.
***
Skip di rumah sakit
"SUS! TOLONG!" teriak Tiara.
Suster pun dengan cepat lari ke arah Aldo dengan membawa brankar.
Mereka membantu Tiara untuk merebahkan tubuh kekar Aldo.
Setelah merebahkan tubuh Aldo mereka secara bebarengan mendorong brankar itu.
Setelah sampai di pintu ruang IGD, Tiara mondar mandir di depan pintu ruang itu karena khawatir.
Kebetulan handphone Aldo ada di genggaman Tiara.
Tiara pun menelpon mama nya Aldo dari telpon Aldo.
Tiara tau no nya ibu Aldo karena nama kontak Devita di handphone nya Aldo bernama mama.
Tiara pun tanpa basa-basi menelpon Devita.
"tan! Aldo kecelakaan sekarang sudah ada di rumah sakit *****."
"..."
Sambungan telpon itu pun di akhiri oleh Devita.
***
Sementara dilain tempat ada wanita patuh baya yang sedang khawatir karena mendapatkan kabar buruk.
Siapa lagi kalau bukan Devita.
__ADS_1
"PAH! PAPAH!" teriak Devita.
"iya ada apa mah?" tanya Ado.
"Aldo! Aldo kecelakaan hiks," ujar Devita yang tidak tahan untuk menahan tangisan nya.
"apah! Kenapa bisa terjadi?" tanya Andi.
"mama juga gak tau," balas Devita.
"yaudah sekarang kita berangkat ke rumah sakit itu!" ajak Andi.
Devita pun mengangguk dan mereka pun langsung menuju rumah sakit yang sudah di beri tahu oleh Tiara.
Devita berangkat ke rumah sakit tanpa make up sedikit pun karena khawatir kenapa-napa dengan anaknya.
"pah! Ayo cepetan," protes Devita.
"iya sabar ma!" balas Andi.
Andi pun mempercepat kecepatan mobilnya.
***
Setelah sampai di rumah sakit, Andi dan Devita lari ke arah ruang IGD karena dia tahu, pasti Aldo di rawat di tuang IGD.
"iya, tante!" balas Tiara ramah dan menyalimi tangan Devita dan Ado.
"sekarang gimana keadaan Aldo?" tanya Devita.
"belum tahu tante, karena dokternya belum juga keluar dari ruang ini!" balas Tiara.
Devita pun mengangguk dan duduk di kursi tunggu yang ada di dekat pintu tuang itu.
Devita terus saja menangis karena khawatir anaknya kenapa-napa.
"tante tenang aja, kak Aldo pasti gak papa kok!" ujar Tiara menenangkan Devita.
"apa kamu pacarnya Aldo?" tanya Devita secara tiba-tiba.
Tiara membisu karena mendengar pertanyaan Devita.
"eugh...! Bukan tan!" balas Tiara.
"kenapa gak jadian ajah!" seru Devita.
"kita baru juga kenal masa sudah maen terobos pacaran tan wkwk," canda Tiara menghibur Devita agar tidak terlalu khawatir pada Aldo.
__ADS_1
"haha... Padahal tante udah ngerestuin hubungan kalian!" ujar Devita menggoda Tiara.
"ish tante bisa aja deh!" ujar Tiara tersipu malu.
Ketika mereka sedang bercanda gurau, dokter yang memeriksa keadaan Aldo pun keluar.
"apakah kalian keluarganya pasien Aldo?" tanya dokter itu.
"saya ibunya dok!" balas Devita langsung berdiri ke hadapan dokter itu.
"owh... Silahkan masuk pasien tidak kenapa-napa cuman dia pasti akan sering sakit kepala karena benturan keras yang menimpa kepalanya." jelas Dokter itu.
"owh... Iya makasih ya dok!" Devita pun langsung memasuki ruangan itu untuk melihat keadaan anak nya.
"kita boleh masuk kan dok?" tanya Andi.
"silahkan! Tapi jangan membuat keributan yah!" ujar doktet itu.
Clara dan Andi pun mengangguk dan langsung memasuki ruangan itu.
Setelah memasuki ruangan itu terlihat seorang wanita paruh baya yang sedang menangis karena melihat keadaan anak laki-laki nya itu.
Tiara mengusap pelan punggung wanita paruh baya itu.
"cepet bangun nak! Hiks" ujar Devita sambil terus menangis.
Tidak lama kemudian Aldo membuka matanya secara perlahan dan medapati mamanya dan ayah nya, eits jangan lupa Aldo melihat Tiara juga.
Aldo tersenyum setelah melihat keberadaan Tiara.
"Tiara!" sapa Aldo.
"Iya, kak!" balas Tiara dan melangkah kedepan untuk lebih dekat dengan Aldo.
"I LOVE YOU!" ungkap Aldo di hadapan kedua orang tuanya.
Tiara tersipu malu atas perlakuan Aldo padanya.
"ish! kakak apaan sih," balas Tiara.
Devita dan Andi terawa geli dengan sikap kedua sejoli itu.
☆☆☆
Para pembaca novel aku, tolong bantu folow akun ig aku yah. "Fitrianhyazzahra".
Terima kasih atas perhatiannya.
__ADS_1