
Sore harinya
Aldo dan Tiara sudah sampai di rumahnya dan sudah mandi.
Seperti biasa, mereka rebahan di ruang keluarga dan menonton televisi berdua.
Di ruang keluarga itu mereka sudah menyiapkan cemiln di hadapannya untuk di santap mereka berdua.
Sepasang suami istri sedang memakan cemilan bersama dan kadang saling suap-suapan.
Aldo menyodorkan cemilan itu kemulut Tiara, Tiara membuka mulutnya dan mendekatkan mulutnya ke arah cemilan itu.
Aldo menarik pelan cemilan itu ke arahnya, sedangkan Tiara terus mendekat ke cemilan itu dan
Cup!
Aldo mencium kening Tiara lama.
(kebayangkan gimana? Susah aku ngejelasin nya๐)
Setelah lama mencium kening Tiara, Aldo pun melepaskan ciuman itu dan tertawa terbahak-bahak.
Tiara pun ikut tertawa dengan tingkah Aldo.
"aduh! Aduh perut ku sakit, hehe" ujar Tiara memegangi perut nya sambil terus tertawa.
"kamu kenapa sayang?" tanya Aldo.
"aduh! Yang, sakit gara-gara aku terus tertawa!" ujar Tiara tak henti-hentinya tertawa.
"ye... Lemah huh!" ledek Aldo dan langsung menggelitik perut Tiara.
"aduh! Yang, geli!" ujar Tiara.
"salah siapa, bikin aku cemas wlee!" ujar Aldo sambil terus menggelitik.
"eh! Yang, bangun!" ujar Aldo ketika melihat Istrinya tergeletak pingsan.
__ADS_1
"yang!" panggil Aldo sambil menepuk pipi Tiara pelan.
Aldo mengngkat tubuh Tiara ala brydel style kekamarnya.
Setelah sampai di kamarnya Aldo merebahkan badan Tiara.
"yank! Bangun," titah Aldo sambil menepuk pelan pipi Tiara.
"apa aku kasih nafas buatan yah?" monolog Aldo.
Aldo pun mendekatkan wajahnya ke wajah Tiara, dan
Bwhahaha!
Tiara tertawa keras karena sikap Aldo yang terlalu khawatir padanya.
"hahaha! Kamu kena prank, wlee!" ujar Tiara menjulurkan lidahnya.
"ye... Kamu udah berani ngebohongin aku yah!" seru Aldo dan mengejar Tiara yang sudah lari ke arah pintu.
"aaaaa...!"
Hap!
Aldo dengan cepat menangkap tubuh Tiara.
Mereka pun saling tatap-tatapan.
Setelah lama saling tatap-tatapan, Tiara pun tersadar dan langsung membenahi pakaiannya.
"udah yuk ah! Mending kita ke ranjang, hehe" ajak Aldo.
"ayok!" seru Tiara.
Mereka pun menuju ranjang.
Tiara duduk diranjang, Aldo menjadikan paha Tiara bantal.
__ADS_1
Aldo terus mengusap perut Tiara yang datar.
"kenapa Kamu elus-elus perut aku? Kan aku belum hamil!" ujar Tiara.
"ya... Suka ajah!" ujar Aldo dan mencium perut Tiara.
"aduh! Geli yang!" protes Tiara.
"hehe, aku udah gak sabar deh nyobain tubuh kamu wkwk," ujar Aldo dan langsung menyembunyikan wajahnya ke perut Tiara karena takut di tampar.
Bugh!
Tiara memukul lengan kekar Aldo dengan keras.
"aws!" bukannya Aldo yang meringis tapi Tiara.
"tangan kamu kok keras sih!" protes Tiara.
"makan tuh... Makannya jangan gitu ke suami!" ujar Aldo.
Mereka pun saling canda satu sama lain, dan kadang mereka bercerita tentang kehidupan mereka.
Dan begitulah kegiatan mereka selalu di lingkungi dengan canda tawa.
Tiara sangat bahagia mempunyai suami seperti Aldo, dia mempunyai paras wajah yang tampan, dan badan yang kekar.
Begitu pun sebaliknya, Aldo sangat bahagia mempunyai istri seperti Tiara, yang mempunyai paras wajah cantik dan mempunyai tubuh yang ideal.
End
\*\*\*\*\*\*\*\*
Tapi boong๐๐
__ADS_1