Cinta Pertama Seorang Psycopath

Cinta Pertama Seorang Psycopath
Episode 30


__ADS_3

[kelulusan Clara]


Dua tahun kemudian...


Sekarang hari kelulusan Tiara, Adi, Julianti, Aldo, Andi, dan Devita datang ke perayaan kelulusan Tiara.


"selamat ya, sayang... Akhirnya kamu lulus, jadi mama sebentar lagi punya cucu Yey..." girang Julianti.


"iya, jadi gak sabar dehh punya cucu!" Sambung Devita.


"semangat yah bikin cucu nya!" bisik Adi pada Aldo.


"iyah semangat ya, bikin cucu yang banyak hehe..." bisik Andi.


"ish! Kalian apaan sih! Liat tuh Tiara muka nya merah gitu," ujar Aldo.


Kedua orang tua mereka pun menengok ke arah Tiara, dan terlihatlah Tiara yang sedang menunduk karena malu.


"bwahaha!" mereka pun tertawa.


"udah ah! Kita lihat acara nya ajah!" ujar Andi.


Mereka pun melihat acara kelulusan SMK itu.


***


Setelah selesai, keluarga besar itupun pulang ke rumah Andi.


Mereka niatnya mau menginap di rumah Andi sekeluarga.


"em... Mumpung kita kumpul gini, mending kita bikin makanan apa... Gitu," ajak Adi.


"iya, ya! Yaudah kita bikin sate ajah, jadi kita gadang malam ini, mumpung lagi ngumpul... Iya kan?" sambung Devita.


"oke ayok!" seru mereka.


"nah! Sekarang kita membeli ayam nya dulu!" seru Julianti.


"jangan lupa bahan-bahannya," ujar Tiara.


"okee siap!" ujar Adi, karena yang nyetir mobil itu adalah Adi.


Adi pun melajukan mobilnya ke pasar.


Setelah sampai di pasar, mereka semua masuk ke pasar.


Mereka, walaupun orang kaya, mereka memilih belanja ke pasar di banding ke mall.


Setelah sampai di pasar, mereka membeli daging ayam.


***


Didalam mobil, terdapat sepasang suami istri yang sedang berbincang.


Yaps, Aldo dan Tiara tidak ikut ke pasar, karena buat apa ikut? Gak ngapa-ngapain juga kan?.


"em... Nanti kalau kita nginap di rumah kita, kita buat dede bayi yah!" seru Aldo.


"ish! Kakak apaan sih!" ketus Tiara.


"ya, kan kmu udah lulus, kamu belum ngasih aku jatah loh! Selama dua tahun," gerutu Aldo.


"dosa loh... Nolak permintaan suami," sambung Aldo.


"iya-iya nanti aku kasih!" ketus Tiara.


"yey... Awas ajah nanti kalau kamu gak ngasih aku jatah, aku gak akan ngasih kamu uang!" ancam Aldo.


"lah, kok gitu sih yang?" ujar Tiara cemberut.


"ya, makannya kamu harus kasih aku jatah, hehe" ujar Aldo.


Tiara mengangguk sambil terus cemberut.


"kenapa tu mulut? Mau aku cium?" goda Aldo.

__ADS_1


Tiara menutup hidungnya.


Bwhaha!


Aldo tertawa keras di dalam mobil itu.


Ketika sedang tertawa, pintu mobil itu terbuka dan menampakan kedua orang tua mereka.


"hai! Kenapa kamu ketawa nak?" tanya Julianti.


"nggak kok mah! Cuma lucu aja sama tingkah anak mamah, hehe..." ujar Aldo.


Julianti geleng-geleng kepala.


"udah yuk kita pulang! Capek," ujar Devita.


Andi mengangguk dan melajukan mobilnya untuk pulng kerumah.


***


Skip di rumah Andi dan Devita.


"kita kekamar masing-masing ajah dulu! Kita tidur dulu! Nah... Nanti malamnya kita gak boleh tidur," ujar Julianti.


"siap...!" seru mereka serempak.


Mereka pun melangkah ke kamar mereka masing-masing yang sudah di sediakan oleh Devita dan Andi.


Didalam kamar Aldo dan Tuara, Tiara sedang mandi, sedangkan Aldo sedang mamainkan telfonnya sambil menunggu Tiara.


Sekitar dua puluh menit, Tiara keluar dari kamar mandi dengan memakai baju piyama.


"kamu mandi gih!" titah Tiara.


"iya sayang...!" seru Aldo sambil mencubit pipi Tiara gemas.


"aih! Kamu apa-apaan sih!" ketus Tiara.


Cup!


Cup!


"udah sembuh kan?" tanya Aldo.


Blus!


Pipi Tiara langsung memerah, Tiara menutup mukanya dengan kedua tangan.


Aldo pergi ke kamar mandi tanpa merasa bersalah.


"Huh! Dasar suami laknat!" gerutu Tiara.


Tiara melangkah ke arah ranjang, dan merebahkan tubuhnya di ranjang itu.


Dan Tiara pun terlelap.


Sekitar lima belas menit, Aldo mandi, Aldo pun keluar dari kmar mandi itu.


Aldo mendapati istrinya yang sedang tertidur pulas.


"ya ampun... Pasti dia kecapean!" ujar Aldo.


Aldo pun ikut merebahkan tubuhnya di samping Tiara.


Dan Aldo pun terlelap


***


Malam harinya, Devita, Andi, Dian, Aldo, Tiara, Julianti, dan Aldo sedang berkumpul di ruang keluarga.


"kita persiapkan alat dan bahan-bahan satenya yuk!" ajak Devita.


"ayok!" balas mereka serempak.


Devita, Julianti, Tiara dan Dian membersihkn ayamnya dengan bersih.

__ADS_1


Sementara Aldo, Andi, dan Adi menyiapkan alat-alat untuk membuat sate.


"gimana tadi, kamu udah dapat jatah belum?" tanya Adi di sela-sela kegiatannya.


"belum pah! Lagian aku kasihan, pasti tadi Tuara kecapean hehe" ujar Aldo.


"hahaha! Nanti ajah kalau kamu udah di rumh kamu!" seru Andi.


"udah ah! Kita persiapkan alat-alatnya, nanti istri kita marah lagi!" ujar Aldo.


"eh! Iya yah!" ujar Andi dan Adi serempak.


Merek pun melanjutkan kegiatan mereka.


***


"nah... Beres!" monolog Aldo, Adi, dan Andi secara bersamaan.


"nih... Bumbu-bumbu nya udah di persiapin, tinggal kita potong-potong daging ayamnya," ujar keempat cewek itu.


"yaaah... Padahal ma, baru aja Selesai, udah ada pekerjaan lagi huh!" gerutu ketiga lelaki itu secara bersamaan.


"hahhaha!" mereka tertawa bersama.


"udah ah! Kita potong-potong daging nya ajah!" seru Andi.


Mereka pun memotong daging ayam itu.


Ada juga yang menusukan daging yang sudah di potong ke tusukan.


"eh! Eh! Kita poto dulu! Buat kenangan...!" seru Dian.


Cekrek!


Cekrek!


Cekrek!


Beberapa gaya, sudah di poto.


"nah... Sekarang kita bakar daging ayamnya!" seru mereka bersamaan.


Andi, dan Adi membakar daging ayam itu.


Sedangkan Tiara dan Aldo sedang berduaan ditempat itu, dengan posisi paha Tiara yang dibuat bantal oleh Aldo.


Dian yang melihat kedua sejoli itu yang sedang kasmaran, membuat jiwa jomblo nya meronta-ronta.


"Ya Allah... Kapan aku punya pacar...!" teriak Dian.


Mereka yang mendengar teriakan Dian, menengok ke arah Dian.


"kamu kenapa dek?" tanya Aldo.


"kalian sih... Kasmaran di depan aku, kan jiwa jomblo ku jadi meronta-ronta, hiks!" seru Dian pura-pura nangis.


Mereka saling melihat satu sama lain.


"bwhahaha!" mereka tertawa keras dengan omongan Dian.


Bukan mereka saja, Dian pun tertawa dengan omongan dia sendiri.


Ketika sedang tertawa, mereka mencium bau gosong.


"lah! Kok bau gosong sih!" monolog Julianti.


Julianti menengok ke arah daging yang sedang di sate.


"Ya Allah...! Satenya gosong!" teriak Julianti.


Mereka yng mendengar teriakan Julianti langsung menengok.


"astagfirulloh...!" ujar mereka serempak.


"yaaah...! Untung baru sedikit!" ujar Adi dan Andi secara bersamaan.

__ADS_1


Mereka pun membuang daging itu, karena gosong.


Dan mereka pun melanjutkan kegiatan itu dengan canda dan tawa.


__ADS_2