Cinta Pertama Seorang Psycopath

Cinta Pertama Seorang Psycopath
Episode 8


__ADS_3

Setelah memakan es cream mereka pun memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing.


Aldo mengantarkan Tiara ke rumahnya.


"makasih," ujar Tiara sambil tersenyum pada Aldo.


"iya sama-sama." balas Aldo dan membalas senyuman Tiara.


"mau mampir dulu gak?" tanya Tiara.


"nggak ahh aku masih ada urusan lain kali ajah!" ujar Aldo tersenyum ramah.


"oh! Yaudah aku masuk dulu yah?!" pamit Tiara.


"iyah! Jangan lupa mandi yah wkwk," canda Aldo.


"yey! Itumah pasti," ketus Tiara.


"wkwk canda kok!" ucap Aldo.


"yaudah aku masuk dulu yah, bay." ujar Tiara dan langsung memasuki rumahnya.


Didalam mobil Aldo, dia senyum senyum sendiri di dalam mobil nya sambil menatap punggung Tiara yang mulai menjauh.


"kamu lucu deh," gemes Aldo yang membayangkan kejadian-kejadian tadi.


Dia melajukan mobilnya untuk pulang ke rumahnya.


***


Skip di rumah Tiara


"assalamu'alaikum," sapa Tiara.


"wa'alaikumsalam!" balas Jullianti dan Adi bersamaan.


"gimana tadi dengan Aldo?" tanya Julianti.


"seru banget!" balas tiara.

__ADS_1


"syukur deh," ujar julianti. "Tapi kamu gak di apa-apain kan?" sambung julianti.


"ya nggak doonk mah," balas tiara.


"syukurlah!" ujar julianti. "yaudah gih, kmu mandi dulu biar gak bau!" sambung julianti.


"iya mah!" ujar Tiara.


Tiara pun menaiki anak tangga untuk ke kamarnya.


Setelah sampai di kamar tiara, dia langsung melakukan ritual mandi.


Setelah melakukan ritual mandinya, dia merebahkan tubuhnya di atas kasur king size miliknya.


Dia senyum senyum sendiri sambil membayangkan kejadian-kejadian tadi.


"ish, apaan sih! Kok gue jadi ngebayangin kejadian tadi?!" ketus Tiara bicara sendiri.


Tiara memutuskan untuk turun ke bawah untuk menonton TV bersama orang tuanya.


"ikutan dong mah! Pah!" ujar Tiara.


Tiara dengan cepat mendudukan bobot tubuhnya di samping julianti.


Mereka bertiga pun menonton TV bersama di ruang tv rumah itu.


***


Di rumah Aldo


Setelah sampai di rumahnya, Aldo langsung mandi.


Setelah melakukan ritual mandinya, dia merebahkan tubuhnya di atas kasur king size miliknya.


Aldo senyum-senyum sendiri membayangkan kejadian-kejadian tadi.


"ish lucu banget sih cewek tadi jadi pengen memakan dia wkwk," Aldo berbicara sendiri.


Aldo pun memutuskan ke bawah untuk menonton tv.

__ADS_1


"dek sini deh!" ajak Aldo pada Dian.


(masih ingatkan pada Dian?)


"iya bang? ada apa?" tanya Dian.


"nonton bersama yuk ah," ajak Aldo.


"ayok!" dengan senang hati, Dian pun duduk di samping Aldo, mereka menontok film drakor bersama.


Dian sesegukan menangis melihat film drakor, aldo yang melihat Dian nangis merasa jengah.


"kenapa sih dek? Kok nangis?" tanya aldo.


"terharu gue bang!" balas Dian yang terus sesegukan menangis.


"ish! Lebay lo dek!" Aldo menonyor jidat Dian dengan keras.


"ish! Abang jahaatt huaaa mamaaahhh bang Aldo jahaatt!" rengek Dian yang semakin keras menangis.


"yaampun! Aldo adek kamu di apain?" tanya Devita.


"nggak kok mah!" balas Aldo sambil mengengkat kedua tangannya.


"tadi bang Aldo menonyor jidat Dian maahh...!" adu Dian.


"kamu ini yah! Kenapa sih suka banget bikin nangis adiknya," ketus Devita.


"yamaaf mah! Aku cuman canda, Dian nya aja yang cengeng!" ujar Aldo.


"tuuhh kan maahh!!! Kak Aldo jahaatt huaaaa!" ujar Dian sambil terus menangis.


"aduuh!!! Mamah pusing ahh ngurusin kalian berdua!" ujar devita mengangkat kedua tangan nya dan melenggang pergi ke dapur.


"huuhh! Dasar adek lucknut!" ketus Aldo dan langsung menunggalkan Dian.


"lah! Kok gua di tinggal si?" tanya Dian pada dirinya sendiri.


"ahh gausah di pikirin! Mending lanjut nonton ajah!" ucap Dian ngomong sendiri.

__ADS_1


Dian pun melanjutkan menonton drakornya.


__ADS_2