
Pagi harinya
Sepasang suami istri yang sedng tertidur nyenyak terganggu karena suara alarm.
Tiara mematikan alarm itu dan melihat jam itu.
Ternyata sekarang sudah pukul 05.30 wib.
"mandi dulu ah!" monolog Tiara dan langsung pergi ke kamar mandi.
Ceklek!
Tiara menutup pintu kamar mandi dengan sedikit keras, hingga Aldo terbangun karena mendengar suara pintu yang di tutup dengan sedikit keras.
Gemercikan air terdengar di telinga Aldo.
"oh! Mungkin Tiara lagi mandi!" monolog Aldo dan langsung merebahkan tubuhnya.
Sekitar 20menit, Tiara keluar dari kamar mandi dengan memakai seragam sekolah dan handuk yang dililitkan di rambutnya.
Tiara melangkah ke arah Aldo untuk membangunkan Aldo.
"yang... Bangun!" titah Tiara menggoyangkan lengan kekar Aldo.
"yang!"
"sayang...!!!" panggil Tiara sambil mencubit pipi Aldo gemas.
Tidak ada sahutan dari Aldo sedikit pun.
Cup!
Tiara mencium pipi Aldo.
Aldo langsung terbangun dan tersenyum ke arah Tiara.
Cup!
Aldo mencium pipi Tiara dan langsung lari kekamar mandi karena takut di marahi sang istri.
"bagian dicium ajah! Langsung bangun huh! Punya suami gitu banget... Yaa allah!" cerocos Tiara sambil membereskan ranjang mereka.
Setelah membereskan ranjang, Tiara langsung menyiapkan pakaian Aldo untuk dipakai ke kantornya.
15menit kemudian, Aldo keluar dari kamar mandi itu dengan handuk yang dililitkan di pinggangnya.
Tiara masih sibuk memberekan kamar mereka yang sedikit berantakan.
"sayang... Udah jangan di beresin! Biar bi Ranti ajah yang beresin," ujar Aldo yang sedang memeluk Tiara dari belakang.
"ish! Apaan sih, udah ah kakak pakai baju dulu." titah Tiara.
"apah?" tanya Aldo sedikir berteriak.
Aldo beralih ke hadapan Tiara.
__ADS_1
Tiara sedikit was-was dengan tatapan mesum Aldo.
Aldo mencium leher Tiara hingga meninggalkan bekas ciuman di leher Tiara.
"ish! Kamu apaan sih! Main cup*ang ajah, nanti kalau keliatan sama teman sekelas aku gimana?" protes Tiara.
(benar gak sih? Soalnya aku belum pernah ngalamin hal yang begituan, dosa! Tapi kalau yang udah sah mah, malah jadi ibadah😆)
"mana disini lagi!" sambung Tiara mengusap lehernya yang sudah ada bekas biru.
Tiara mengambil kaleng coca cola dan menyiramnya dengan air, dan menekan-nekan di leher yang sudah ada bekas ciuman.
Tidak lama kemudian bekas ciumn itu pun hilang.
(eh, btw aku tahu nya dari you tube yah! Iseng iseng liat video kerajinan 5munites itu, eh ada yang ngasih tutor itu ya aku tempelin ajah di cerita ini hehe!)
"untung bisa hilang!" monolog Tiara.
"loh! Kok hilang sih yang?" tanya Aldo yang melihat leher Tiara.
"ya iya lah!" sombong Tiara.
"udah sana! Kamu pakai baju dulu!" titah Tiara.
Aldo memakai pakaian kerjanya.
Tiara pergi ke bawah untuk membantu ART memasak.
"bi! Biar aku bantu yah!" ujar Tiara.
"nggak akan kok bi! Nanti juga ku bilangin kalau aku yang ingin bantu bibi masak!" ujar Tiara dan langsung membantu bi Ranti.
Dengan berat hati, bi Ranti pun membiarkan Tiara untuk membantu dirinya.
Ketika sedang memasak, Aldo turun dari lantai atas dengan seragam lengkap has kantoran.
Dengan perasaan was-was Bi Ranti menyapa Aldo.
Aldo menatap tajam ke arah Bi Ranti.
"kenapa Tiara di biarkan menyentuh alat dapur?" bentak Aldo.
"non Tiara yang minta sendiri tuan!" seru Bi Ranti.
"yang, udah! Orang aku juga yang memaksa buat masak!" ujar Tiara sambil mengusap lengan kekar Aldo.
"tapi nanti kalau kamu menyentuh alat dapur, nanti tangan kamu gak halus lagi dong yang!" ujar Aldo memegangi kedua tangan Tiara.
"yank...! Nanti kalau aku gak nyentuh alat rumah tangga sedikit pun, bagaimana aku mau jadi seorang ibu rumah tangga?" ujar Tiara.
"tapi--" ujar Aldo yang di potong ucapan Tiara.
"huss... Udah jangan tapi-tapian, pokok nya aku mau bantu Bi Ranti masak! Kalau kamu gak ngizinin aku buat bantu Bi Ranti, nanti aku akan pergi dari rumah ini!" cerocos Tiara.
"yaudah deh! Terserah kamu," ujar Aldo dan langsung duduk di kursi meja makan untuk memperhatikan sang istri yang sedang memasak.
__ADS_1
Bi Ranti beruntung memiliki majikan seperti Tiara yang lemah lembut dan rendah hati, walau pun Tiara banyak uang, tapi Tiara tetap rendah hati pada siapa pun.
Aldo tersenyum-senyum sendiri melihat Tiara yang begitu lihai nya dengan alat dapur.
Setelah selesai memasak hidangan hari ini, Tiara menata rapi makanan itu.
Setelah tugasnya selesai, Bi Ranti melenggang pergi ke ruang lain untuk membereskan nya.
"eh! Bi Ranti mau kemana?" tanya Tiara.
"mau beredin ruangan yang belum di beresin nyonya!" ujar Bi Ranti ramah.
"nanti ajah! Sekarang kita makan bersama dulu!" titah Tiara.
"gausah non! Nanti aku makan di dapur ajah!" ujar Bi Ranti.
"udah, ayo! Cepet, kita makan bersama biar enak!" ajak Tiara sambil menyiapkan makanan mereka.
Bi Ranti pun mengangguk dan duduk di kursi meja makan itu.
"ayok dimakan! Nanti kalau mau nambah! Nambah ajah jangan segan-segan!" Bi Ranti pun mengangguk.
Mereka bertiga pun menyantap makanan masing-masing.
'Yaa Allah... Beruntung nya aku, dapat majikan seperti non Tiara!' batin Bi Ranti.
***
Setelah selesai makan, Aldo dan Tiara pergi ke tujuan masing-masing.
Didalam mobil Aldo
"yank! Kok kamu baik banget sih?" tanya Aldo.
"ya iyalah! Buat apa sombong? Emang harta bakal di bawa mati?" tanya Tiara.
"iya juga sih!" monolog Aldo.
"nah... Mangkanya kamu jangan sombong! Karena kalau kita mati, bekal kita suatu saat nanti adalah amal, bukan Harta!" cerocos Tiara.
"ye... Istri aku jadi ustadzah nih!" goda Aldo.
"ish! Kamu apaan sih!" ketus Tiara.
Tidak lama kemudian, mereka pun sampai di sekolah Tiara.
Tiara menyalimi tangan Aldo dengan takzim.
"aku sekolah dulu yah! Assalamu'alaikum!" pamit Tiara.
"iyah! Yang rajin yah!" seru Aldo.
Tiara pun keluar dan memasuki sekolahnya.
Aldo melajukan mobilnya untuk menuju kantor miliknya.
__ADS_1