
Setelah siap-siap, mereka pun pergi memakai mobil sport Aldo.
Didalam mobil, mereka berbincang-ria.
"yang! Kita makan yuk!" ajak Tiara.
"ayok! Mau makan di restoran apa?" tanya Aldo.
"em... Aku mau makan dipinggiran jalan ajah!" ujar Tiara.
Aldo menjalankan mobilnya kepinggir jalan.
Aldo melirik ke arah Tiara.
"emang kamu gak malu makan dipinggir jalan?" tanya Aldo.
"ya... Enggak lah! Malu karena apa? Malahan, makanan yang dipinggir jalan lebih enak dari pada direstoran," jelas Tiara.
"ululu! Beruntung sekali aku punya istri kayak kamu..." ujar Aldo sambil mencubit pipi Tiara dengan gemas.
"ish! Sakit yang...!" ketus Tiara.
"eh! Eh maaf, mana yang sakit?" tanya Aldo.
"yang ini..." ujar Tiara mengusap kedua pipinya.
Cup!
Cup!
Aldo mencium kedua pipi Tiara secara bergantian.
"gimana? Masih sakit?" tanya Aldo.
"udah nggak hehe," ujar Tiara.
"hu... lagian di cium langsung sembuh!" ketus Aldo dan melajukan mobilnya.
Setelah lama mereka melewati jalan tol, akhirnya ada yang jualan di pinggir jalan.
"yang! Aku mau itu," ujar Tiara.
Aldo mengangguk dan melajukan mobilnya ketukang jualan itu.
Mereka pun keluar dari mobil itu dan duduk di kursi yang sudah disediakan si penjual itu.
"bang dua porsi!" teriak Aldo.
"baik den!" seru si tukang penjual.
Setelah lumayan menunggu, akhirnya pesanan mereka pun datang.
"makasih yah bang!" ujar Tiara.
"iyah neng, sama-sama!" seru mang udin.
Mereka pun menyantap makanan mereka masing-masing.
Setelah selesai menyantap makanan itu, Aldo pun membayarnya dan langsung masuk kedalam mobilnya.
Didalam mobil, Tiara terus bergelayut manja di tangan kekar Aldo, Aldo mengusap kepala Tiara dengan sayang.
"yang! Kita beli baju yuk!" ajak Tiara.
__ADS_1
"iyah sayang...!" seru Aldo.
Aldo pun menancap gas untuk menuju mall.
Setelah sampai di mall, mereka pun keluar dari mobil itu dan memasuki mall.
Didalam mall, Tiara langsung memilih-milih pakaian.
"yang! Ini bagus gak?" tanya Tiara sambil menunjukan baju yang di inginkannya.
"kamu beli pakaiannya jangan yang terbuka sayang...!" Tiara cemberut.
"kenapa?" tanya Tiara polos.
"nanti body kamu dilihat orang gimana?" tanya Aldo.
"em... Yaudah deh!" ujar Tiara dan langsung menyimpan baju itu dan memilih pakaian lain.
"yang! Aku mau cari baju buat aku dulu yah!" pamit Aldo.
"okeh!" seru Tiara.
Aldo pun menjauh dari Tiara dan mulai mencari pakaian untuk dipakainya nanti.
Ketika sedang memilih pakaian, tiba-tiba dari belakang ada yang memeluk Aldo dari belakang.
"tumben kamu meluk aku sayang!" monolog Aldo.
Aldo mengusap tangan cewek itu dengan sayang.
Ketika sedang asik mengusap tangan cewek itu, tiba-tiba, Tiara muncul dari samping Aldo
Aldo membulatkan matanya, dan menoleh ke cewek yang sedang memeluknya.
"elo?" monolog Aldo.
Yups, yang memeluk Aldo itu bukan Tiara, tapi Intan.
"kak ald?" monolog Tiara.
Mata Tiara sudah berkaca-kaca.
"sayang! Kamu salah paham!" ujar Aldo sambil memegang tangan Tiara.
Tiara menepis tangan Aldo dengan kasar dan langsung lari keluar dari mall itu.
Aldo mengejar Tiara, setelah sampai diluar, Aldo langsung menggendong Tiara untuk masuk kemobilnya.
"ish! Kak, lepasin!" ujar Tiara.
Aldo tidak menghiraukn ucapan Tiara.
Setelah keduanya masuk, Aldo langsung melajukan mobilnya kerumahnya.
Setelah sampai dirumah mereka, Tiara langsung keluar dari mobil itu dengan pipi yang basah akibat terus menangis.
Tiara lari kedalam rumah itu, dan langsung masuk ke kamarnya, dan mengunci pintu kamar itu.
"yang! Buka," teriak Aldo dari luar kamar itu dambil menggedor-gedor pintu kamar itu.
"nggak...! Hiks," teriak Tiara.
Didalam kamar, Tiara terus menangis di pojok tembok kamar itu.
__ADS_1
"ra...! Itu cuman salah paham!" lirih Aldo.
"salah paham gimana? Orang kakak juga menikmati pelukan Intan hiks," teriak Tiara.
"aku kira itu kamu sayang!" ujar Aldo.
"halahh...! Bullshit!" teriak Tiara.
"yang...! Buka dulu pintunya, kita selesain bareng," lirih Aldo.
"nggak!" teriak Tiara.
"ya udah, pintu ini akan aku dobrak!" ancam Aldo.
"satu, dua, " Aldo sudah mengambil ancang-ancang untuk mendobrak pintu itu.
Ceklek!
Tiara membuka pintu kamar itu.
"masuk!" ketus Tiara.
Aldo langsung masuk dan mengunci pintu kamar itu.
Aldo langsung memeluk Tiara dengan erat.
"yank! Kamu salah paham," ungkap Aldo.
"salah paham gimana? Tadikan kakak menikmati pelukan itu?" bentak Tiara.
Greb!
Aldio langsung memeluk Tiara.
"tadi, aku kira itu kamu sayang...!" lirih Aldo.
"halah...! Alesan," ketus Tiara dan langsung melepaskan pelukannya.
Tiara membelakangi Aldo dan bersedekap dada.
Aldo memeluk Tiara dari belakang.
"lepasin!" berontak Tiara.
Sebenarnya, Tiara juga nyaman dipelukan Aldo.
tapi, Tiara ingat dengan kejadian tadi, dan membuat dirinya kembali benci dengan Aldo.
"sayang, percaya deh! Sama aku," lirih Aldo dan menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Tiara.
"ya udah ceritain, semua kejadian tadi." titah Tiara.
"tapi jangan ditambahkan, atau pun di kurangi!" ketus Tiara.
Aldo pun menceritakan kejadian tadi tanpa ditambah, atau pun dikurangi.
Mata Tiara berkaca-kaca.
Greb!
Tiara langsung memeluk badan kekar Aldo dengan erat.
"maafin aku yah kak, aku tidak pernah sama sekali memanjakan kakak, hiks!" ujar Tiara yang masih di pelukan Aldo.
__ADS_1
"iyah! Aku juga memakluminya kok!" ujar Aldo.
Mereka pun berpelukan dan sudah baikan kembali.