Cinta Pertama Seorang Psycopath

Cinta Pertama Seorang Psycopath
Episode 24


__ADS_3

'Hmmmpp! Hemmmmppp!'


Tiara dibekap dengan kain yang sudah di beri obat tidur.


Bruk!


Tiara terjatuh ke tanah karena menghirup obat tidur.


Penculik itu pun membawa Tiara ke gudang yang ada di sekolah itu.


***


Eugh!


Tiara terbangun dari tidur nya, dan melihat sekelilingnya.


"em... Aku dimana?" tanya Tiara.


"hahaha! Lo sekarang sedang berada di gudang, gue yang menculik lo!" ujar si penculik itu.


"Intan?" Tiara tidak menyangka bahwa yang menculiknya adalah Intan.


"iyah! Kenapa hah?" sungut Intan.


"kenapa lo culik gue?" tanya Tiara.


"karena lo! Udah rebut Doni dari gue!" bentak Intan menunjuk ke arah wajah cantik Tiara.


"kapan gue rebut Doni dari lo?" tanya Tiara.


"emang nya lo gak sadar hah? Kalau lo udah mereburt Doni dari gue!" bentak Intan.


Plak!


"dasar pelakor!"


Duk!


Setelah menampar dn menendang Tiara, Intan mencengkram dagu Tiara kuat.


"lo jangan berani-beraninya merebut Doni dari gue!" bentak Tiara.


"gue gak rebut Doni dari lo! hiks," ujar Tiara sambil menangis karena merasa sakit di tubuhnya.


"gausah nangis juga kaliii...!" sungut Intan sambil melepaskan cekraman nya.


"urus dia!" titah Intan pada bodyguard nya.


Bodyguard Intan pun mengangguk.


***


Di lain tempat ada seorang pria yang sedang mencari sang istri tercinta.


"Tiara dimana?" monolog Aldo.


"Tiara...?"


"sayang...?"


Aldo terus mencari Tiara di depan gerbang sekolah itu.


"loh! Ini kan sepatu Tiara?" monolog Aldo ketika melihat sepatu Tiara tergeletak disana.


Aldo menelusuri jejak itu.


"loh ini kan gelang Tiara!" monolog Aldo lagi ketika melihat gelang yang sering di pakai Tiara.


Ketika sedang berjalan, tiba-tiba Aldo mendengar teriakan seorang perempuan.


"TOLONG...!"


"TOLONG...!"


Aldo melirik ke sumber suara.


"itukan suara Tiara?" monolog Aldo.


"sayang? Kamu disana?" tanya Aldo sambil menggedor gedor pintu gudang itu.


Didalam gudang itu Tiara mendengar suara Aldo.


"kak Aldo tolongin aku! Aku dikurung disini!" teriak Tiara dari dalam ruangan itu.

__ADS_1


Aldo semakin cemas dia berusaha untuk mendobrak pintu gudang itu dan,


Bruk!


Akhirnya pintu itupun terbuka lebar akibat dorongan Aldo.


"Tiara?"


Aldo pun langsung menyusul Tiara dan membuka tali yang telah mengikat tangan dan kaki Tiara.


Setelah terbuka Tiara langsung memeluk Aldo dengan erat karena ketakutan.


"kamu gak papakan?" tanya Aldo.


"siapa yang sudah nyulik kamu?" sambung Aldo.


Tiara tidak menjawab karena sekarang dia tidak bisa bicara karena sedang menangis sesegukan.


"hahaha! Ternyata ada penyelamat disini!" ujar Intan


Aldo menengok ke arah sumber suara.


"Intan?"


"Kak Aldo?"


Tiara membulatkan matanya.


'apa mereka sudah kenal?' monolog Tiara dalam hati.


"jadi kamu yang udah nyulik cewek gue?" bentak Aldo.


"yaampun... Kak aku minta maaf karena sudah menculik Tiara,,, aku kira Tiara bukan pacar kakak!" ujar Intan memeluk Aldo.


Tiara mengepalkan tangan nya karena geram dengan sikap Intan yang kegatelan.


"ish! Apaan sih lo? Maen peluk-peluk ajah!" ujar Aldo dan langsung memegang pinggang Tiara dengan posesive.


Intan mengepalkan tangan nya karena cemburu.


'awas aja lo ra! Gue akan rebut kak Aldo dari lo!' batin Intan.


Intan pun pergi dari tempat itu dengan menghentak-hentakan kakinya.


"gak papa kok kak!" ujar Tiara.


"yaudah yuk kita keluar!" ajak Tiara.


Aldo pun mengangguk dan menggendong tubuh Tiara ala brydel style.


"ish! kakak apaan sih malu tau!" ujar Tiara menyembunyikan wajahnya ke dada bidang Aldo karena malu.


Aldo pun memasukan tubuh Tiara ke dalam mobil.


Setelah mereka berada di dalam mobil, Aldo pun melajukan mobilnya ke rumah Tiara.


***


Setelah sampai di rumah Tiara, mereka keluar dari mobil itu dan memasuki rumah itu dengan bergandengan tangan.


"assalamu'alaikum!" sapa Tiara dn Aldo secara bersamaan.


"wa'alaikumsalam!" balas Julianti.


"papa mana mah?" tanya Tiara.


"masih kerja! Mungkin lagi banyak pekejaan," ujar Julianti.


Tiara mengangguk paham.


"yaudah mah! Kita kekamar dulu yah!" pamit Tiara.


"iyah silahkan!" ujar Julianti.


Mereka pun pergi ke kamar Tiara.


Setelah sampai di kamar Tiara, Tiara langsung ngambil handuk dan lari secepat mungkin.


Aldo yang melihat tingkah Tiara seperti itu, hanya geleng geleng kepala.


Aldo melenggang pergi ke kamar tamu untuk ke kamar mandi di kamar ruang tamu itu.


Ketika Aldo membuka pintu kamar itu Aldo membukatkn matanya karena kaget melihat sepasang suami istri yang sedang melakukan ciuman.

__ADS_1


"eh maaf mbak! Mas! Saya gak tahu kalau disini ada kalian!" ujar Aldo ketika melihat sepasang itu menengok ke arahnya.


Aldo pun langsung terbirit-birit lari ke kamar Tiara.


Huh! Huh!


Aldo ngos ngosan karena takut dimarahi oleh sepasang suami istri itu.


Tiara yang baru saja keluar dari kamar mandi langsung melangakah ke arah Aldo.


"kakak kenapa?" tanya Tiara.


"tadi kan kakak ke kamar tamu, nah di ruang tamu itu ada sepasang suami istri yang sedang ciuman, kakak kaget takutnya mereka marah sama kakak!" jelas Aldo


"bwhahaa!" Tiara tertawa keras karena mendengar ucapan Aldo tadi.


Aldo melihat tubuh Tiara dari atas sampai bawah.


'ya tuhan...! Tahan do! Tahan!' batin Aldo yang melihat badan Tiara yang hanya dililiti handuk.


Yaps, Tiara sekarang tidak memakai pakaian hanya memakai handuk.


"kakak kenapa? Kok liatin aku kayak gitu!" tanya Tiara.


"haduuh...! Kamu buat iman aku ambruk ajah! Kamu belum pakai pakaian Tiara!" Ujar Aldo.


Tiara yang mendengar ucapan Aldo langsung melihat tubuhnya.


"yaampun...! Kenapa aku bisa seceroboh itu?" monolog Tiara.


Aldo mendekatkan wajah nya ke wajah Tiara.


Tiara mundur secara perlahan karena takut dengan Aldo.


'aduh...!' batin Tiara ketika sudah mentok ke tembok.


Aldo tersenyum sumringah ketika melihat Tiara yang sudah di ujung tembok.


Aldo semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Tiara.


Dan sedetik kemudian


'Ekhem' Aldo dan Tiara menengok ke arah sumber suara.


"kalau mau ciuman pintunya di tutup dulu!" peringat Adi.


Tiara yang menyadari papahnya yang ada di pintu, langsung menyembunyikan mimik wajah nya ke dada bidang Aldo karena dia tahu kalau wajahnya pasti sedang merah.


"papah ganggu ajah ih!" ujar Aldo.


"hehe! Kamu sih pintunya gak di tutupin! ya iyalah papah lihat," ketus Adi.


"hehe! Lupa!" ujar Aldo cengengesan.


"yaudah lanjut! Jangan lupa pintunya di tutup dulu!" peringat Adi.


Adi pun melenggang pergi dn menutup pintu kamar itu.


"lanjut lagi yuk!" ajak Aldo.


"ish! Kakak apaan sih, udah ah aku mau pake baju dulu!" ketus Tiara.


"yank... Ayo lah!" rajuk Aldo.


"ish! kakak apaan sih!" ketus Tiara.


Tiara langsung mengambil bajunya.


Ketika Tiara mau pergi ke kamar mandi untuk memakai baju, Aldo langsung memeluk Tiara dari belakang.


Aldo menghirup wangi ceruk leher Tiara, dan mencium ceruk leher Tiara.


Tiara memberontak, tapi tenaga nya lebih besar dibanding tenaga Aldo.


Tiara pun menyerah dan memilih untuk diam.


Setelah lama mecium ceruk leher Tiara, Aldo pun melepaskannya.


"udah kan? Udah sana mandi!" suruh Aldo.


Dengan malasnya, Aldo pun melenggang pergi kekamar mandi.


Tiara pun memekai Bajunya di ruang ganti.

__ADS_1


__ADS_2