Cinta Pertama Seorang Psycopath

Cinta Pertama Seorang Psycopath
Episode 22


__ADS_3

Siang berganti malam, matahari berganti bulan.


Adzan magrib berkumandang.


"kak! Kakak shalatnya du mesjid! Kan laki-laki harusnya shalat nya di mesjid," titah Tiara.


"tapi kakak mau shalat berjamaah sama kamu...!" ujar Aldo menghentak-hentakan kakinya.


"ish! Kakak kayak anak kecil aja! Udah cepet sana ke mesjid shalat magrib!" titah Tiara mendorong-dorong tubuh Aldo.


"tapi kan kakak belum ganti baju sayang...!" ujar Aldo.


"yaudah gih! Kakak gnti baju dulu sana!" titah Tiara.


"siapin doonk! Kamu itu sebagai istri harus melayani suami nya!" titah Aldo.


"iya-iya..." kesal Tiara.


Mereka pun pergi kekamarnya.


Setelah sampai di kamar mereka, Tiara menyiapkan baju koko Aldo.


Aldo memilih untuk wudhu dulu, Aldo pun melenggang pergi kekamar mandi untuk melakukan wudhu.


Setelah Aldo melakukan wudhunya, Aldo memakai baju koko itu dan pergi ke mesjid.


Setelah melihat sang suami pergi ke mesjid Tiara melenggang pergi ke kamar mandi untuk melakukan wudhu.


Setelah melakukan wudhu, Tiara memakai mukena nya dan membeberkan sejadahnya.


Tiara pun melakukan shalat magrib sendiri.


***


Setelah shalat magrib Tiara memeilih untuk membaca Al-Qur'an.


Dengan merdunya Tiara membacakan ayat-ayat Al-Qur'an.


Ketika sedang membaca Al-Qur'an, pintu kamar itu terbuka dan menampakan seorang pria tampan yang memakai baju koko dan kupiah senada, siapa lagi kalau bukan Aldo.


Tiara tersenyum ke arah Aldo.


"kakak mau baca Al-Qur'an juga gak?" tawar Tiara.


"mau...!" ujar Aldo dan langsung duduk di samping Tiara.


Tiara memberikan Al-Qur'an yang satunya lagi ke Aldo untuk dibaca Aldo.


Aldo pun menerima nya.


"kita baca surat yasin aja yuk!" ajak Aldo.


Tiara mengangguk.


Mereka pun membacakan surat yasin dengan nada yang sama.


***


Ketika sudah di ayat terakhir, adzan isa pun berkumandang.


Mereka pun melakukan shalat isa berjamaah.


Setelah shalat isa mereka merebahkan tubuhnya di atas kasur king size di kamar itu.


"ra! Kita pindah yah ke rumah milik kakak!" ujar Aldo.


"emang nya gak bisa disini kak?" tanya Tiara.


"kita kan udah nikah! Seharusnya kita pisah rumah sama orang tua kita,,, lagian juga itu rumah gak ada yang ngisi! cuman ada pembantu dan bodyguard doank!" jelas Aldo.


"tapi kak! Aku belum siap untuk pisah rumah sama mama dan ayah aku!" ujar Tiara.


"nanti juga kamu akan terbiasa!" ujar Aldo.


"yaudah dehh!" ujar Tiara.


"tapi nanti pindahan nya kalau aku lagi libur!" sambung Tiara.


Aldo mengangguk.


"yaudah! Sekarang kita tidur!" ujar Aldo.

__ADS_1


Aldo menggeser tubuhnya untuk menepis jarak diantara mereka.


Aldo memeluk Tiara erat.


Mereka pun terlelap.


***


Pagi harinya


Tiara terbangun dari tidurnya.


Tiara menoleh ke arah Aldo.


Tiara mengusap wajah Aldo dengan lembut.


"ganteng juga yah!" ujar Tiara tanpa sadar.


"iyah! aku tau kok aku ganteng!" ujar Aldo dengan mata yang masih tertutup.


Tiara kaget dan melepaskan tangan nya dari wajah Aldo.


Tiara gelagapan karena tertangkap basah.


'aduuh...! Pasti pipi aku merah!' batin Tiara menepuk nepuk pipinya.


"udah jangan malu-malu gitu hehe..." goda Aldo.


Tiara ingin pergi dari sana.


Ketika Tiara mau berdiri, Aldo menarik tangan Tiara dengan keras sehingga Tiara tersungkur ke atas badan Aldo.


Tiara membulatkan matanya.


"ish! Kakak apaan sih!" protes Tiara.


Aldo diam menatap wajah Tiara dengan detail.


Lima detik kemudian, Aldo mengubah posisi nya sehingga Aldo berada di atas Tiara, dan Tiara di bawah Aldo.


Aldo mendekatkan wajahnya pada Tiara.


"ish! Kakak apaan sih aku mau mandi...!" protes Tiara.


Aldo semakin mendekatkan wajah nya ke wajah Tiara.


"ingat! Kamu milik aku, tidak akan ada orang yang bisa miliki kamu selain aku!" bisik Aldo.


"kalau ada yang berani ngerebut kamu dari aku, aku akan bunuh dia, siapapun dia!" Sambung Aldo.


Tiara bergelidig ngeri atas perkataan Aldo.


Setelah menyampaikan ucapan itu, Aldo berpindah tempat ke samping Tiara.


Huft!


Tiara bernafas tenang.


Tiara segera lari ke kamar mandi karena sudah dirasakan kalau pipi Tiara sudah mulai memanas.


"pasti pipi aku merah lagi!" ujar Tiara didalam kamar mandi.


Tiara pun memilih untuk melakukan ritual mandinya.


***


Setelah melakukan ritual mandinya, Tiara mencari pakaian nya di dalam kamar mandi itu.


"oh! Iya yah, kan aku gak bawa baju kesini!" ujar Tiara.


"mati aku...!" ujar Tiara menepuk jidat nya.


"mau gak mau... Aku harus minta bantuan ke kak Aldo," ujar Tiara.


"kak...! Tolong ambilin aku baju doonk...!" teriak Tiara dari dalam kamar mandi.


Aldo yang nendengar teriakan itu tersenyum licik.


"iyah...! Bentar!" teriak Aldo.


Aldo pura-pura mengambil baju Tiara.

__ADS_1


"nih baju nya...!" teriak Aldo mengetuk-ngetuk pintu kamar mandi itu.


Ceklek!


Tiara membukakan pintu kamar mandi sedikit untuk mengambil baju itu.


"sinii...!" ujar Tiara mengeluarkan sebelah tangan nya untuk mengambil baju itu.


Dengan langkah cepat Aldo membukakan pintu kamar mandi itu dengan lebar.


Tiara membulatkan matanya karena Aldo memasuki kamar mandi itu dengan keadaan Tiara yang masih memakai handuk.


"Aaaa...!" teriak Tiara menutupi dadanya.


Aldo tersenyum licik dan mendekati Tiara.


Tiara mundur sehingga kepentok tembok.


Aldo pun mendekatkan wajahnya pada wajah Tiara dan.


Chup!


Aldo mencium bibir Tiara dengan sedikit **********.


Tiara memberontak, tapi Aldo memegang pundak pundak Tiara.


Tiara pun mengalah dan memilih untuk diam.


Tiara memukul-mukul dada bidang Aldo mengisyaratkan Tiara kehabisan nafas.


Aldo pun melepaskan ciumannya dan beralih mencium leher jenjang Tiara.


"ish! Kakak mesum ihh...! Udah dulu... aku mau siap-siap ke sekolah!" protes Tiara.


Tapi Aldo tidak mendengarkan ucapan Tiara.


Dia terus mencium leher jenjang Clara.


Setelah Lama mencium leher jenjang Tiara, Aldo pun melepaskan nya.


Tiara melotot ke arah Aldo.


Aldo menggaruk tengkuk nya yang tak gatal.


"hehe!" nyengir Aldo.


Tiara menghentak-hentakan kakinya keluar dari kamar mandi itu dan pergi ke lemari dan memakai seragamnya.


Didalam kamar mandi Aldo langsung melakukan ritual mandinya.


Sementara di luar kamar mandi kamar Tiara, Tiara menyiapkan peralatan sekolahnya, dan peralatan kerja untuk Aldo.


"sayang...! Tolong ambilin handuk donk...!" teriak Aldo dari kamar mandi.


Setelah mendengar teriakan sang suami, Tiara mengambil handuk untuk Aldo dan mengantarkan handuk itu.


"inih kak!" ujar Tiara mengetuk-ngetuk pintu.


Ceklek!


Tiara membuka pintu kamar mandi itu dan menarik Tiara masuk kekamar mandi.


"aaaaa...!" Tiara menutup matanya karena melihat Aldo yang bertelanjang.


Aldo tidak memakai apapun walau pun sebenang.


"kakak! Ihh main tarik-tarik aja! Mana kakak gak pakai baju lagi!" protes Tiara yang masih menutupi matanya.


"hehe! Kakak cuman mau tau ajah gimana reaksi kamu setelah melihat badan kakak tanpa apapun, kakak kira... kamu akan tergoda kalau lihat badan kakak ternyata dugaan kakak salah!" cerocos Aldo yang sedang memakai handuk.


"udah buka matanya! Kakak udah pake handuk kok!" suruh Aldi.


Tiara membuka menyingkirkan tangan nya dari mukanya secara perlahan.


Huft!


Tiara mengeluarkan nafasnya dalam dalam.


"udah sana! Kakak pakai baju dulu! Aku mau ke bawah!" titah Tiara.


Aldo pun mengangguk dan berjalan keluar dari kamar mandi itu untuk bersiap-siap.

__ADS_1


__ADS_2